LOGINOlla Viola adalah seorang penyanyi berbakat dengan suara emas yang mampu menyanyikan lagu dangdut, tembang Jawa, Malaysia, hingga barat dengan penuh penghayatan. Di balik ketenarannya yang mulai menanjak, Olla hidup sederhana bersama suaminya, Aloy, seorang pria pengangguran yang dulu ia tolong karena kasihan. Olla menyangka cinta dan kesetiaan akan membuat rumah tangganya bahagia, hingga kenyataan pahit menghancurkan segalanya. Aloy berselingkuh dengan Niar, sahabat sekaligus rekan satu panggung Olla. Lebih kejam lagi, Aloy memutarbalikkan fakta tentang masa lalu mereka. Ia mengaku sebagai sosok yang membesarkan karier Olla dan menyelamatkannya dari kemiskinan, padahal seluruh kesuksesan itu lahir dari kerja keras Olla sendiri. Di balik wajah manis dan kata-kata manipulatifnya, Aloy diam-diam menyusun rencana. Dokumen rumah dan mobil yang dibeli dari jerih payah Olla dibaliknamakan atas namanya sendiri. Saat semuanya siap, Aloy dan Niar kabur, membawa serta seluruh harta yang telah Olla perjuangkan bertahun-tahun. Olla pun berniat membalas dendam atas semua perbuatan Aloy kepadanya.
View MoreSatu bulan berlalu dengan sangat cepat. Selama sebulan itu, banyak hal berubah terutama bagi Charol.Album pertamanya yang berisi sepuluh lagu akhirnya resmi beredar di pasaran. Awalnya tidak ada yang menyangka. Bahkan Dimas dan Rizal hanya berharap album tersebut bisa diterima dengan baik oleh masyarakat.Namun, kenyataannya jauh melampaui ekspektasi. Lagu-lagu Charol mulai diputar di mana-mana. Di radoi, di kafe, di pusat perbelanjaan, bahkan video penampilannya saat menyanyi mulai ramai dibagikan di media sosial.Nama Charol perlahan menjadi perbincangan.Banyak orang penasaran dengan penyanyi pendatang baru yang memiliki suara khas dan penuh penghayatan itu.Pagi itu, Charol baru saja bangun tidur. Ia masih mengenakan piyama sederhana ketika keluar dari kamar. Aroma roti bakar langsung menyambutnya.Di dapur, Suli sedang sibuk menyiapkan sarapan."Mbak!" serunya begitu melihat Charol. "Wah!""Wah apa?" tanya Charol heran.Suli langsung menghampirinya sambil membawa ponsel. "Mbak s
"Kenapa kamu diam saja? Cepat jawab!" bentakan Nunik memecah keheningan ruang tamu.Niar tersentak. Ia menundukkan kepala sesaat.Otaknya berputar cepat mencari alasan. Semuanya terjadi terlalu mendadak, dan ia sama sekali tidak menyangka rahasia tentang sertifikat rumah akan terbongkar secepat ini.Pak Jaya ikut angkat bicara. Nada suaranya jauh lebih dingin dari biasanya. "Pasti kamu gadaikan sertifikat itu, dan uangnya kamu pakai buat menyenangkan laki-laki nggak jelas itu."Niar langsung mengangkat kepala. "Enggak, Pa!"Namun, suara bantahannya terdengar tidak meyakinkan. Dalam hati ia mulai panik."Duh, gawat, gimana nih? Mana aku belum dapat uangnya buat nebus."Keringat dingin mulai muncul di pelipisnya. Untungnya, ia masih sempat berpikir jernih."Tapi baru satu bulanan juga. Jatuh temponya enam bulan. Masih ada waktu. Aku harus cari alasan dulu supaya Mama sama Papa nggak marah."Niar menarik napas panjang, lalu mencoba memasang ekspresi sedih. "Ma, Pa." Ia menunduk. "Aku mi
"Kamu nggak usah drama deh." Aloy langsung memotong ucapan Niar sebelum wanita itu sempat menjelaskan lebih jauh."Aku tahu kamu mau ngebujuk aku kan biar aku nggak marah lagi sama kamu." Nada suaranya terdengar meremehkan.Niar yang berdiri di depan pintu langsung mengernyit kesal."Aku nggak bakal marah sama kamu." Aloy melanjutkan sambil melipat kedua tangan di dada, "kalau kamu ada uang lima ratus jutanya."Kalimat itu membuat wajah Niar memerah menahan emosi. Tangannya mengepal kuat di samping tubuh. Rasanya ia ingin melempar sesuatu ke wajah pria itu.Namun, ia masih berusaha menahan diri. "Dasar mata duitan," batin Niar geram.Sejak datang tadi, Aloy bahkan tidak bertanya kabarnya, tidak bertanya mengapa ia datang, juga tidak tertarik pada apa yang ingin ia sampaikan.Yang ada di kepala pria itu hanya uang, uang, dan uang.Niar menarik napas panjang. "Oke," katanya dingin. "Kalau kamu nggak mau dengerin aku." Ia menatap Aloy tajam, "awas ya jangan nyesel."Setelah mengucapkan i
Rasa penasaran mulai menggerogoti pikiran Niar.Sejak melihat Charol keluar dari bank bersama Suli, hatinya terasa tidak tenang. Ada sesuatu yang janggal.Tanpa berpikir panjang, Niar segera menyalakan motornya dan mengikuti mereka diam-diam.Beberapa menit kemudian, mobil Charol berhenti di sebuah restoran mewah di pusat kota.Niar ikut menghentikan motornya tak jauh dari sana. Ia buru-buru memakai topi dan masker.Menutupi wajahnya serapat mungkin."Jangan sampai ketahuan, kalau aku menyelidiki mereka," batinnya.Ia lalu berjalan masuk ke restoran dengan hati-hati. Dari balik masker, matanya terus mencari keberadaan Charol dan Suli.Dan tak lama, ia menemukan mereka duduk di dekat jendela Niar langsung memilih meja yang tidak terlalu jauh. Namun, cukup aman agar tidak dikenali.Ia duduk membelakangi sebagian ruangan.Sesekali melirik diam-diam. Seorang pelayan datang menghampiri."Silahkan, Mbak, mau pesan apa?""Es lemon tea saja," jawab Niar cepat.Pelayan itu mengangguk lalu perg
Di sebuah tempat yang jauh dari keramaian kota, berdiri sebuah gudang tua yang sudah lama tidak digunakan.Bangunan itu tampak kusam dengan cat tembok yang mengelupas dan pintu besi yang berkarat. Di sekelilingnya hanya ada semak-semak liar dan tanah kosong yang jarang dilewati orang.Angin sore be
Malam turun perlahan, membawa hawa dingin yang menyelinap lewat celah jendela kontrakan kecil itu.Di dalam kamar sempit yang kini dipenuhi aroma parfum mahal, Suli berdiri kaku di depan cermin. Gaun hitam selutut membalut tubuhnya dengan pas.Rambutnya yang biasanya diikat sederhana kini tergerai
Sore menjelang petang, cahaya matahari meredup perlahan di balik tirai ruang tamu. Rumah yang biasanya terasa hangat kini diliputi keheningan yang ganjil. Olla terbangun dengan kepala masih terasa berat, tubuhnya lemas seolah baru melewati perjalanan panjang tanpa ia ingat bagaimana caranya. Bel
Pagi itu Aloy membuka mata, namun, ia belum sepenuhnya bangun. Cahaya matahari yang menyelinap dari balik tirai hotel terasa menusuk kelopak matanya.Kepalanya berat, tenggorokannya kering, dan ingatannya kabur oleh sisa-sisa alkohol semalam. Ia mengerang pelan, berusaha bangkit, hingga sebuah suar
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews