مشاركة

49

مؤلف: Ria Abdullah
last update تاريخ النشر: 2025-05-23 08:25:19

Lama setelah suamiku keluar dari rumah sakit dan berangsur pulih tak kudengar kabar atau usikan apapun dari keluarga Mas Arya. Beberapa kali polisi datang untuk memberi tahu jadwal persidangan namun aku tak begitu menanggapi karena memiliki banyak rutinitas dan beberapa hal yang harus kufokuskan.

Tak terasa sudah satu bulan, di mana keputusan pengadilan menjatuhkan hukuman beberapa tahun untuk Arsitek tampan yang pernah jadi belahan jiwaku itu.

Aku pun tak mau memikirkannya lagi, aku ingin foku
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • NOMOR ASING DI PONSEL SUAMIKU    56

    Keesokan hari kuterima pesan dari kantor polisi agar kami datang dan memberikan keterangan. Meski aku masih trauma tapi tidak ada pilihan lain, aku harus menyelesaikan urusan ini agar bisa segera dituntaskan."Kamu sudah siap?" tanyanya ketika aku sedang mengenakan anting."Iya, mari kita hadapi.""Kamu yakin bisa bertemu dengan pria yang sudah nyaris membunuhmu?""Dia mungkin sedang khilaf dan diburu nafsu, Mas," ucapku sambil menyentuh dada Mas Roni dan merapikan dasinya."Tetap saja, dia nyaris membahayakan ibu anakku," balasnya mengecup keningku."Terima kasih telah selalu menjagaku," ucapku."Sama sama, Sayang."Aku dan dia meluncur menuju ke kantor polisi menemui petugas dan memberi keterangan yang mereka inginkan."Boleh saya bertemu dengan Pak Arya?" tanyaku pada petugas setelah mengambil keterangan dari kami."Ngapain sih sayang?" "Mau nanya aja," balasku sambil memberinya isyarat agar aku mempercayainya."Untuk apa?""Mungkin dia ingin bertemu Bilal, Mas," ucapku lirih.

  • NOMOR ASING DI PONSEL SUAMIKU    55

    "Lepaskan aku, lepaskan!" teriakku berusaha melepaskan diri."Aku tak tahu caranya lagi agar kau bisa tetap bersamaku," ujarnya mencoba mengangkat diri ini dan membawaku pergi."Hentikan, atau aku akan berteriak, dan membuat semua orang terbangun," ucapku di pagi yang masih gelap, kondisi villa yang besar, kamar tidur kami yang berada di lantai dua, agak jauh dari depan sini membuat teriakanku sulit di dengar Mas Roni."Biarkan mereka bangun," ujar Mas Arya sambil menarik tubuhku dengan keras ke arah danau."Kamu mau membawaku ke mana?""Ke mana saja, bila perlu kita akan mati berdua," ucapnya sambil mengikat kaki dan tanganku dengan tali rafia yang dia bawah."Apa yang akan kau lakukan ...?" tanyaku dengan suara gemetar."Lihat saja," jawabnya sambil melilit tali tersebut pada kedua tangan dan tubuh lalu menguncinya ke belakang punggungku, kakiku juga begitu. Kuperhatikan tatapan mata liar dan gerakan tangan gemetarnya yang dilapisi sarung tangan. Dia terlihat akan membunuhku tap

  • NOMOR ASING DI PONSEL SUAMIKU    55

    "Lepaskan aku, lepaskan!" teriakku berusaha melepaskan diri."Aku tak tahu caranya lagi agar kau bisa tetap bersamaku," ujarnya mencoba mengangkat diri ini dan membawaku pergi."Hentikan, atau aku akan berteriak, dan membuat semua orang terbangun," ucapku di pagi yang masih gelap, kondisi villa yang besar, kamar tidur kami yang berada di lantai dua, agak jauh dari depan sini membuat teriakanku sulit di dengar Mas Roni."Biarkan mereka bangun," ujar Mas Arya sambil menarik tubuhku dengan keras ke arah danau."Kamu mau membawaku ke mana?""Ke mana saja, bila perlu kita akan mati berdua," ucapnya sambil mengikat kaki dan tanganku dengan tali rafia yang dia bawah."Apa yang akan kau lakukan ...?" tanyaku dengan suara gemetar."Lihat saja," jawabnya sambil melilit tali tersebut pada kedua tangan dan tubuh lalu menguncinya ke belakang punggungku, kakiku juga begitu. Kuperhatikan tatapan mata liar dan gerakan tangan gemetarnya yang dilapisi sarung tangan. Dia terlihat akan membunuhku tap

  • NOMOR ASING DI PONSEL SUAMIKU    54

    "Lepaskan aku, lepaskan!" teriakku berusaha melepaskan diri."Aku tak tahu caranya lagi agar kau bisa tetap bersamaku," ujarnya mencoba mengangkat diri ini dan membawaku pergi."Hentikan, atau aku akan berteriak, dan membuat semua orang terbangun," ucapku di pagi yang masih gelap, kondisi villa yang besar, kamar tidur kami yang berada di lantai dua, agak jauh dari depan sini membuat teriakanku sulit di dengar Mas Roni."Biarkan mereka bangun," ujar Mas Arya sambil menarik tubuhku dengan keras ke arah danau."Kamu mau membawaku ke mana?""Ke mana saja, bila perlu kita akan mati berdua," ucapnya sambil mengikat kaki dan tanganku dengan tali rafia yang dia bawah."Apa yang akan kau lakukan ...?" tanyaku dengan suara gemetar."Lihat saja," jawabnya sambil melilit tali tersebut pada kedua tangan dan tubuh lalu menguncinya ke belakang punggungku, kakiku juga begitu. Kuperhatikan tatapan mata liar dan gerakan tangan gemetarnya yang dilapisi sarung tangan. Dia terlihat akan membunuhku tap

  • NOMOR ASING DI PONSEL SUAMIKU    53

    Pria itu memang terlihat mencari sesuatu, mondar-mandir di depan gerbang dengan aksen yang begitu gelisah kadang dia mendongak kearah pintu dan kadang juga menatap ke arah CCTV. Aku tidak bisa memastikan bahwa itu mas Arya meski cara jalan dan tinggi badan yang sama.Jujur aku menjadi tidak tenang saja jadinya, karena tahu persis orang yang akan mencariku hanya Mas Arya."Tuan, apa Tuan Roni mau melihatnya?""Iya saya ingin memeriksa CCTV dan sekali lagi jika pria itu terlihat datang silakan buka pintu gerbang dan tanyakan apa keinginannya, jawabnya pada si pelayan "Jangan terburu-buru Mas, bagaimana kalau itu adalah psikopat jahat yang berniat membantai kita semua? bukankah buka pintu adalah hal konyol, kenapa tidak lapor polisi saja?""Polisi tidak akan memeriksa kalau kita tidak punya bukti, minimal kita harus tahu siapa pelakunya dan mengenal wajahnya. Aku berniat untuk menemui pria itu," gumam suamiku sambil berlalu dari depanku."Mas ...."Ah, rasanya mencegahnya sudah tidak be

  • NOMOR ASING DI PONSEL SUAMIKU    52

    Mungkin sebelum ini aku belum pernah datang ke vila yang begitu megah dan indah, rumah mewah berlantai dua yang terletak di bagian paling atas bukit dengan pemandangan hamparan rumput dan bunga warna warni, hijau kebun teh dan sebuah danau di bagian belakangnya, membuat tempat ini seperti destinasi liburan impian.Mas Roni menghentikan mobilnya tepat di pintu utama membunyikan klakson lalu dua orang penjaga kebun dan vila menyambut kedatangan kami. Seorang pria kurus dengan tinggi sedang yang kutaksir berumur 50 tahun dan seorang wanita yang kutebak adalah istrinya. Mereka terlihat menyambut ramah."Oh, tuan sudah sampai?" mereka menyongsong kami ke depan pintu mobil dengan senyum bahagia "Iya, kami baru saja sampai," jawab Mas Roni sambil membuka pintu mobil dan menyalami pekerjanya."Bagaimana perjalanannya, Tuan?" tanya wanita yang sebagian rambut kepalanya sudah memutih."Nyaman dan menyenangkan, bagaimana menurutmu, Sayang?" tanyanya padaku."Iya, Mas, Alhamdulillah, aku cuku

  • NOMOR ASING DI PONSEL SUAMIKU    7

    Sebenarnya aku ingin sekali menghajar Bella namun karena Mas Arya melindunginya, aku tak bisa berbuat banyak. Kuseret langkah meninggalkan lorong apartemen itu sambil mengusap air mata. Lututku lunglai dan tak bisa kubayangkan lagi betapa sudah berkeping kepingnya perasaan ini.Aku tidak menyangka

  • NOMOR ASING DI PONSEL SUAMIKU    6. memergoki

    Mereka langsung terkejut dan salah tingkah, di wanita mundur sambil mengusap bibirnya sementara Mas Arya langsung mendekat."Ariska, ngapain kamu di sini?" tanya Mas Arya yang masih tak sanggup menyembunyikan keterkejutan."Ngeliat kamu yang lagi pacaran dengan sahabatku," jawabku dingin. Aku maju

  • NOMOR ASING DI PONSEL SUAMIKU    5. mas Arya

    Mas Arya mengajakku tidur, direbahkannya aku pada lengannya dan kami tidur dalam posisi berpelukan. Hatiku terasa gerimis oleh sikap suami yang kembali manis. Sebenarnya jika ditinjau dari bahagianya rumah tangga kami, seharusnya aku tak perlu curiga begitu jauh pada Mas Arya. Cukup percaya bahwa

  • NOMOR ASING DI PONSEL SUAMIKU    4.tertegun

    Sesaat aku langsung tertegun, kaget, tidak tahu harus mengatakan apa dan bagaimana. Sahabatku bicara tapi, seolah posisi kami bergantian kini aku yang hanya terdiam Ndan memperhatikan topi yang tergantung di dinding kamarnya."Uhm, Ariska, kamu lagi apa?""I-ini topi kamu?" tanyaku dengan suara te

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status