Home / Mafia / Obsesi Cinta Tuan Mafia / [12] Memberi Pelajaran

Share

[12] Memberi Pelajaran

Author: Kim Meili
last update publish date: 2026-05-11 19:46:34

Ethan mengetuk pintu dan melangkah masuk. Ekspresi wajahnya tetap saja dingin, tidak menunjukkan keramahan sama sekali. Bahkan saat duduk di depan sang kakek, dia tidak mengubah ekspresinya sama sekali. Bahkan Ethan terkesan cuek dan tidak mempedulikan keberadaan Theo.

Theo yang melihat tingkah cucunya itu hanya bisa mengulum senyum. Dia cukup tahu dengan kepribadian Ethan yang keras dan tanpa ampun. Dia tidak menyalahkannya. Theo cukup tau apa yang dialami cucunya selama ini. Hingga dia melet
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Obsesi Cinta Tuan Mafia    [34] Aku Mau Kamu

    Clara tertawa kecil, melihat kiriman gambar dari sahabatnya. Sejak tadi dia memang berkirim pesan dengan sahabatnya. Clara juga mengingatkan wanita itu untuk tidak menghubungi malam hari, takut kalau ketahuan Ethan. Meski pria itu yang memberikannya ponsel, tetap saja Clara takut kalau nantinya Ethan marah karena dia yang hanya fokus dengan ponsel. Hingga pintu kamar terbuka, membuat Clara langsung menatap ke asal suara. Melihat siapa yang datang, Clara menelan saliva pelan.“Ethan,” gumam Clara.Ethan hanya diam. Dia melepas dasi yang dikenakan dan meletakkan asal. Manik matanya menatap ke arah Clara yang terlihat jauh lebih cerah dari sebelumnya.‘Sepertinya ponsel itu bisa membuat dia lebih baik,’ batin Ethan. Jemarinya melepas satu per satu kancing pakaian, meletakkan kemeja kerjanya dengan asal.“Aku mau mandi. Siapkan aku pakaian, Clara,” perintah Ethan.Clara yang mendengar langsung menganggukkan kepala dan bergumam pelan. Manik matanya memperhatikan Ethan yang mulai melangkah

  • Obsesi Cinta Tuan Mafia    [33] Yakin Melakukannya?

    Ketukan pintu terdengar. Ethan yang saat itu sedang fokus dengan pekerjaannya pun langsung menghentikan. Dia membiarkan seseorang untuk masuk. Hingga Willian melangkah lebar dan berhenti tepat di depannya.“Apa yang kamu dapatkan?” tanya Ethan to the point. Dia menatap serius.Ethan yang ditanya pun dengan cepat menyerahkan map sembari menjawab, “Namanya Nathan Nigel, Tuan. Dia anak tunggal dari keluarga Nigel, termasuk kakak tingkat dari Nona Clara. Selama ini mereka berteman baik dan Tuan Nathan suka membantu Nona Clara.”Mendengar itu, Ethan terdiam. Dia masih mencerna ucapan William sembari melihat profil yang dibawa anak buahnya tersebut. Hingga dia melihat foto pria yang dimaksud, membuatnya menatap tajam.“Nathan Nigel,” gumam Ethan sembari mengetuk meja pelan, menimbulkan suara yang cukup menegangkan di ruangan yang awalnya sunyi tersebut.“Hanya ini yang kamu dapat?” tanya Ethan lagi.“Untuk sementara memang hanya ini yang saya dapat, Tuan,” jawab William.“Kalau begitu kamu

  • Obsesi Cinta Tuan Mafia    [32] Rela Jadi Pengganti

    “Kalau begitu, aku pulang dulu, Kek. Kapan-kapan aku akan ke sini lagi,” kata Sophie.Theo yang mendengar hanya menganggukkan kepala. Meski bibirnya menyunggingkan senyum, tetapi hatinya masih merasa tidak nyaman. Dia merasa tidak enak hati karena sudah mematahkan harapan Sophie. Pasalnya, dia yang mencetuskan untuk menjodohkan, tetapi dia juga yang membatalkan. Hal yang membuat Theo hanya bisa berkata dengan perasaan bersalah. Hingga Sophie yang sudah melangkah pergi, membuat Theo menghela napas.“Bagaimana caranya aku meyakinkan Ethan?” tanya Theo dengan diri sendiri. Dia tidak mungkin memaksa cucunya itu. Hubungannya sempat retak dan baru pulih secara perlahan. Kalau dia memaksakan kehendak, pasti Ethan akan memberontak lagi.‘Kalau dia berontak, aku yang kesulitan mengendalikan. Bisa-bisa keluarga Evander hancur karena ulahnya,’ batin Theo. Hingga dia membuang napas lirih, merasa tidak ada jalan keluar baginya.Sedangkan Sophie yang sudah memasuki rumah segera melangkah lebar. Eks

  • Obsesi Cinta Tuan Mafia    [31] Lupakan Saja Dia!

    “Aku harap ini bisa membantuku.”Sophie menatap paper bag di tangannya dan tersenyum lebar. Hari ini, dia sengaja datang ke rumah keluarga Ethan, berniat untuk meluluhkan hati keluarganya, terutama Theo. Jika Theo menjadi pendukung utamanya, meski Ethan menolak, masih ada banyak kemungkinan pria itu menerima dirinya.Sophie yang sudah mantap dengan rencananya langsung membuang napas kasar. Dia membuka pintu mobil dan keluar. Kakinya melangkah ringan, memasuki rumah yang terlihat sepi. Padahal banyak pegawai di rumah tersebut. Hingga Sophie yang sudah sampai ruang keluarga dan melihat Theo sedang menikmati secangkir teh di pinggir kolam. Melihatnya, Sophie tersenyum lebar.“Kakek Theo,” panggil Sophie yang kembali melanjutkan langkah.Theo yang saat itu sedang bersantai pun langsung mengalihkan pandangan, menatap ke asal suara. Melihat Sophie yang datang, Theo tersenyum lebar. Kebahagiaan jelas terlihat di wajah pria itu. Hingga Sophie berdiri di depannya.“Aku membawakan minuman herba

  • Obsesi Cinta Tuan Mafia    [30] Ada Hubungan Apa?

    “Aku sudah mengurus kepulanganmu. Hari ini juga, kamu bisa pulang.”Liya yang baru saja meletakkan ponsel langsung mengalihkan pandangan, menatap Julian yang baru saja datang. Pria itu tampak tenang dan mendekat ke arahnya. Hingga Julian berhenti, meletakkan kertas di nakas.“Aku sudah membayar biaya berobatnya,” kata Julian lagi.Liya hanya menganggukkan kepala. Dalam hati dia membatin, ‘Tidak perlu mengatakannya. Itu memang sudah tugasmu.’“Sebenarnya kondisimu belum sepenuhnya boleh pulang, tetapi karena kamu tetap mau pulang, aku menghormati keputusanmu. Tapi saat di rumah nanti, kalau ada masalah, jangan sungkan menghubungi. Kalau ada yang sakit atau sebagainya, hubungi saja,” kata Julian kembali mengingatkan.Lagi-lagi Liya hanya menganggukkan kepala. Dia tidak banyak vicara dengan Julian. Pasalnya, Liya bingung juga harus mengatakan apa karena semua yang Julian katakan pasti hanya akan dijawab iya.“Sekarang kamu bersiap. Aku akan mengantar pulang,” kata Julian. Meski tidak men

  • Obsesi Cinta Tuan Mafia    [29] Cari Tahu Mengenai Dia

    Ethan menatap layar di depannya dengan raut wajah serius. Hari ini ada rapat dengan para pemegang saham dan beberapa kepala departemen untuk membicarakan rancangan produk baru perusahaannya. Sejak tadi, ruangan itu juga terasa mencekam karena kehadiran Ethan, membuat peserta yang hadir menjadi tegang, takut membuat kesalahan.“Selanjutnya,” kata Ethan setelah satu karyawan mempresentasikan proposal yang sudah dibuat.Ruangan kembali hening. Salah satu karyawan melangkah maju, bersiap untuk presentasi. Memang tidak ada penilaian yang Ethan berikan, tetapi tetap saja taktu kalau membuat kesalahan. Hingga dering ponsel terdengar, membuat Ethan mengalihkan pandnagan. Dia menatap dengan kening berkeriut dalam.‘Bukankah ini alarm panggilan dari ponsel Clara?’ batin Ethan.Hening. Ethan tidak langsung mengangkat panggilan itu. Dia hanya menatap dengan sebelah bibir terangkat. Hingga dia memberikan intruksi agar semuanya diam dan mengangkat panggilan.‘Aku mau lihat siapa yang kamu hubungi,

  • Obsesi Cinta Tuan Mafia    [13] Ingin Mengulang Kejadian Semalam

    Ethan membuang nafas kasar. Hari ini benar-benar melelahkan baginya. Menghadapi Bruno dan Belinda seperti menguras tenaga yang disimpannya sejak beberapa hari yang lalu. Meski dia sudah tidak menganggap Bruno sebagai ayahnya, tetapi tetap saja merasa sakit ketika pria itu hanya peduli dengan keluar

  • Obsesi Cinta Tuan Mafia    [5] Gagal Melarikan Diri

    “Aku harus segera mencari jalan keluar. Aku tidak bisa terus berdiam diri di tempat ini.”Clara yang melihat kepergian Ethan langsung menyusuri rumah megah tersebut. Dia mencari-cari jalan keluar, berniat ingin meninggalkan tempat itu. Meskipun semalam tidak terjadi apapun, tetapi Clara tidak bisa

  • Obsesi Cinta Tuan Mafia    [4] Kedatangan Wanita Lama

    “Ethan, lama tidak bertemu.”Ethan yang mendengar sapaan itu pun langsung mengalihkan pandangan, menatap kasar suara dengan ekspresi datar. Tatapannya terkesan tajam dan juga menusuk. Tidak ada senyum dan keramahan sama sekali. Bahkan saat melihat siapa yang datang, dia malah mengalihkan pandangan.

  • Obsesi Cinta Tuan Mafia    [3] Berniat Kabur

    “Aku harus pergi dari tempat ini.”Clara yang baru saja melihat kekejaman Ethan semakin dibuat ketakutan. Wajahnya memutar dengan raut wajah cemas. Kakinya terus melangkah, sembari mengamati sekitar. Rumah yang begitu besar itu membuat Clara sulit menemukan jalan keluarnya. “Kenapa waktu masuk ke

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status