LOGINWaktu terus berlalu dengan cepat, membawa perubahan yang tak terduga dalam kehidupan Hawks. Setelah bertahun-tahun mendedikasikan dirinya untuk tugas dan tanggung jawabnya di militer, saatnya bagi Hawks untuk memasuki babak baru dalam hidupnya. Ia merasa sangat beruntung dan bersyukur karena kelahir
Hawks merasa hatinya berdebar-debar saat ia kembali ke medan perang setelah sekian lama. Dia adalah seorang prajurit berbakat dengan kemampuan terbang yang luar biasa, dan kini dia telah bergabung dengan Pasukan Bayangan Zethian. Pasukan ini terdiri dari prajurit elit yang dilatih untuk misi-misi ra
Dua tahun berlalu, Hawks, sang mayor penerbang yang berbakat ini kembali mengingat insiden dimana dia mendapati dirinya terperangkap dalam sebuah misteri yang menghancurkan hidupnya. Ia dituduh bertanggung jawab atas kecelakaan fatal yang menimpa pesawat militer Golden Eagle, yang menewaskan seluruh
Hawks hanyalah seorang ayah yang penuh perhatian, di pulau ini ... akhirnya dia menyadari bahwa putrinya yang cantik dan ceria, Lily, telah jatuh cinta.Suatu pagi, ketika Lily sedang bersiap-siap untuk pergi ke sekolah, Hawks melihat senyum terselip di wajahnya yang biasanya penuh semangat.Hawks m
Hawks merasa cemas dan gelisah. Putrinya, Lily, telah menghilang selama beberapa minggu tanpa jejak. Dia telah melakukan segala yang dia bisa untuk mencari tahu keberadaannya, tetapi semua upayanya tampaknya sia-sia. Namun, pada suatu hari, dia menerima informasi yang menjanjikan. Seseorang memberit
Jenderal Rendel menatap langsung ke mata Jenderal Hazeed, "Maafkan saya, Jenderal. Saya datang untuk membicarakan masalah serius yang menyangkut Hawks dan Lily."Jenderal Hazeed merasa agak tersinggung dengan perilaku Jenderal Rendel, namun ia tetap tenang dan mengajak Jenderal Rendel untuk duduk di
Sementara itu di sebuah kota di Zethian.Lily putri dari Mayor Hawks, baru saja melangkah keluar dari sekolahnya saat seseorang menghadang langkahnya."Hai, bagaimana kabarmu?" ucap lelaki tersebut menyapanya."Hai, who are you?" ucap wanita itu. Sekilas Lili berusaha mengenali lelaki tersebut.Namu
Pedang Velmir terus menusuknya semakin dalam. Hawks hanya bisa meringis kesakitan, lelaki itu meraung-meraung di dalam hatinya saat ujung pedang jenderal dari negara musuhnya itu kini benar-benar akan membunuhnya.Namun kematian Hawks masih belum ditakdirkan, di belakang sana suara ringkik kuda terd
PLAKSabetan cemeti menghantam punggungnya dengan sangat kuat. "Argh!" Hawks mengaduh dengan tetap menahan teriakannya.Dia tidak ingin membuat musuh-musuhnya itu melihatnya lemah."Cambuk terus sampai dia memberikan kodenya!" ucap si pemimpin kepada serdadu yang kini mengendalikan cemeti di tangan
"Jenderal! Kita tertembak!" ucap Steve yang berada di depan kemudi sambil berusaha menaikkan tuas untuk tetap menjaga keseimbangan."May Day! May Day!" ucap Hawks menggunakan radio khusus di pundaknya.Tidak ada jawaban dari markas.Sementara itu kepulan asap menghitam kini mulai menyelimuti bagian







