Share

Chapter 7 - Makanan Basi

Penulis: Nyx
last update Tanggal publikasi: 2025-09-24 09:47:11

Xingyue berteriak ketika didorong sampai terjatuh dan Bibi pengantar makanan dari dapur utama itu mendobrak pintu lalu menunjuk Qing Yang sebelum akhirnya melihat dengan jelas siapa yang sedang duduk makan bersama dengan Qing Lan.

"Maafkan..... Maafkan aku Tuan! " Seru Bibi itu langsung membenturkan kepalanya di tanah dengan keras.

"Begitu lancang! Apakah di kediaman ini sudah tidak ada aturan lagi?! " Tanya Qing Yang dengan kemarahan yang meledak ledak.

"Jangan marah, Ayah. Kemarahan akan merusak kesehatanmu. " Ucap Qing Lan menghibur Ayahnya.

"Sam.... Nona pertama benar Tuan! Harap redakan amarah Tuan! " Seru Bibi itu hampir saja menyebut Qing Lan sebagai sampah.

Tetapi Qing Yang tidak bodoh dan kemarahan Qing Yang hampir meledak pada saat ini, Qing Yang menendang keranjang yang dibawa oleh Bibi itu lalu menunjukkan beberapa tulang ikan dan tulang ayam serta nasi yang telah menguning.

Qing Yang berjongkok sementara Bibi itu gemetar ketakutan ketika melihat Qing Yang menyadari sesuatu. Qing Yang bahkan tidak tahan dengan bau asam yang muncul dari makanan itu.

"Bukankah ini adalah makanan kemarin? Kamu membawa ini untuk putriku? " Tanya Qing Yang dengan suara rendah.

"Ayah, sudahlah..... Lan'er sudah terbiasa dengan makanan ini. " Bujuk Qing Lan.

Tetapi bukannya tenang, Qing Yang bahkan menjadi lebih marah dan murka lalu menampar Bibi itu sampai tersungkur di tanah. Qing Yang begitu marah sampai sampai tidak bisa berkata kata lagi.

"Pengawal, seret dia dan cambuk dia sampai mati! " Perintah Qing Yang dengan murka.

Beberapa pengawal rahasia langsung berlari masuk dan menahan Bibi itu sementara Bibi itu meronta ronta ketakutan ketika mendengar bahwa dia akan dihukum mati.

"Jangan, Tuan! Hamba hanya menjalankan tugas dari Nyonya! Tolong ampuni nyawaku, Tuan! " Teriak Bibi itu menangis histeris.

Tetapi Qing Yang memijat kepalanya pusing dan meminta pengawal untuk membereskan Bibi itu. Qing Lan mengajak Ayahnya untuk duduk dan memijat bahu Ayahnya dengan penuh perhatian.

"Lan'er, kenapa kamu tidak pernah berkata kepada Ayah bahwa kamu menderita semua ini? " Tanya Qing Yang merasa sangat sedih.

"Sebelumnya..... Ayah sibuk. Setiap kali aku ingin menemui Ayah, Nyonya Lu mengatakan bahwa Ayah sibuk. Perlahan lahan aku mulai merasakan kesepian dan jadi seperti ini.... " Jawab Qing Lan setengah jujur.

Qing Yang tidak membutuhkan penjelasan lagi, bagaimanapun Qing Yang sekarang sudah tahu bagaimana perangai Istrinya yang sesungguhnya. Benar benar kejam dan berhati dingin pada putrinya satu satunya.

"Kelak Ayah pasti akan memperlakukan mu dengan baik, bagaimana? " Tanya Qing Yang.

"Baik, Lan'er pasti tidak akan mengecewakan harapan Ayah. " Jawab Qing Lan dengan lembut.

"Kamu sekarang tidurlah dulu, hari sudah larut dan Ayah telah menerima niat baikmu. " Balas Qing Yang menepuk tangannya lalu Qing Lan memegang tangan Ayahnya untuk mengantar Ayahnya keluar.

"Tidak usah antar aku, cukup sampai di sini saja. Gunakan pakaian tidur mu dan cuci kakimu." Ucap Qing Yang.

Tetapi Qing Lan hanya diam dan membuat Qing Yang merasa curiga lalu Qing Yang mengulurkan tangan untuk membuka lemari milik Qing Lan. Di dalamnya hanya ada dua gaun, yang pertama sangat sederhana seperti yang sedang digunakan oleh Qing Lan sekarang.

Sementara yang kedua adalah gaun megah yang merupakan hadiah dari neneknya tahun lalu, Qing Yang menghela nafasnya dan menepuk bahu Putrinya lalu pergi tanpa suara.

Tetapi baru kali ini Qing Lan yang seumur hidupnya dulu melihat Ayahnya sebagai seseorang berhati dingin dan tidak berperasaan, tetapi sekarang berjalan dengan bahu yang tertunduk dan perasaan yang rapuh.

Mungkin Ayahnya bukan benar benar berhati dingin melainkan di masa lalu hubungan mereka rusak dan keduanya di antara mereka tidak ada satupun yang berusaha untuk memperbaiki kerusakan ini.

Namun kali ini Qing Lan sudah bertekad penuh untuk memperbaiki kerusakan ini dan membangun jembatan yang baru lagi untuk menghubungkan dirinya dengan Ayahnya.

"Rencana Nona memang sangat bagus sekali, baru kali ini melihat Tuan begitu sedih. " Ucap Xingyue dengan suara pelan.

"Tentu saja, rencanaku tidak akan pernah gagal. Sekarang aku sudah akan tidur, betapa melelahkannya bekerja begitu keras hari ini. " Ucap Qing Lan sembari menguap besar.

Xingyue menganggukkan kepalanya dan segera memadamkan lilin untuk Nona nya. Qing Lan tanpa menunggu lama langsung terlelap dan tenggelam ke dalam mimpi buruk.

Qing Lan tenggelam ke dalam ingatannya yang paling menyakitkan, dimana saat dia baru saja melangsungkan upacara pernikahan. Li Xuan mengatakan bahwa dirinya dipanggil oleh Kaisar sehingga tidak bisa melakukan ritual pernikahan bersama.

Sehingga Qing Lan hanya bisa melakukan ritual sendirian di hadapan puluhan keluarga terhormat sehingga selamanya diejek oleh orang orang. Setelah itu, dia menunggu di kamar pengantin sepanjang malam menunggu kepulangan Li Xuan hanya untuk tahu bahwa Li Xuan telah menginap di rumah bordil dengan selusin gadis cantik di pelukannya.

Qing Lan masih ingat dengan jelas bahwa pada saat itu, air matanya mengalir dengan begitu deras tanpa bisa ditahan. Bahkan jika dia tidak ingin menangis tetapi air matanya masih tidak bisa berhenti. Sampai akhirnya, sepasang matanya bengkak dan riasannya luntur lalu menciptakan pemandangan yang mengerikan.

Air matanya mengering, pakaian pengantinnya masuk ke dalam tungku dan dibakar hingga musnah sampai sampai tidak menyisakan apapun. Qing Lan terbangun dan merasakan keringat mengalir deras dari dahinya sampai sampai seluruh pakaiannya basah oleh keringat.

Ingatan yang paling tidak ingin dia ingat lagi di kehidupan sebelumnya sampai sampai dia harus mencari banyak kegiatan, mulai dari berlatih mengurus keuangan rumah tangga, belajar menyulam, belajar menjahit, belajar menari dan semua hal yang bisa dia lakukan sudah dia lakukan.

Qing Lan akan melakukan semua hal yang membuatnya lelah sampai dia akan mati di kehidupan lalu sehingga ketika dia terbaring, dia akan langsung tertidur tanpa memiliki waktu untuk memikirkan perasaan sedih dan sakit ini.

Sekarang, tampaknya usaha keras di masa lalu sudah terbayarkan. Semakin berbakat dia maka akan ada semakin besar peluang baginya untuk bertemu dengan seseorang yang cocok dengannya.

Qing Lan merasa bahwa malam ini terlalu sulit untuk memejamkan matanya sehingga dia tidak tidur semalaman dan hanya berpikir tentang rencana apa yang akan dia lakukan di masa depan untuk membatalkan pertunangannya dengan Li Xuan.

Pada pagi hari ketika ayam jantan berkokok, Xingyue tiba tiba berlari masuk ke dalam kamarnya dan tampak penuh semangat lalu berusaha berkata kata sambil terengah engah.

"Nona! Tuan meminta Nona untuk bersiap siap dan akan mengajak Nona untuk pergi bersama! “ Seru Xingyue tanpa basa basi lagi.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Ros
Semoga jerih payah qing lan utk mendekat diri dgn ayah nya berhasil baik. Dan mendpt jodoh yg baik juga.
goodnovel comment avatar
snowmoon
yeayy berhasil nih akting kasian si lan er
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 248 - Ming Hao dan Ming Na

    Satu tahun kemudian, ada banyak hal terjadi namun Kekaisaran Li justru menjadi semakin makmur di bawah pengendalian Maharani Li Qinglan. Hal ini membuat namanya bergema di setiap sudut kota yang memuji nama dan kebesarannya, dia adalah panutan bagi seluruh wanita. Tidak hanya itu, dirinya juga membangun sistem bahwa pejabat tidak hanya akan diambil dari kalangan bangsawan saja melainkan dari orang orang miskin juga.Selama seseorang memiliki bakat yang layak, tidak peduli apakah pria atau wanita, tidak peduli apakah kaya atau miskin, memiliki kesempatan yang sama. Qing Lan telah mengubah begitu banyak tatanan dan tentunya memiliki banyak pembenci namun ditemani oleh pisau tertajamnya, Wen Xing, bagaimana mungkin orang orang berani untuk mencari masalah dengannya? Setidaknya secara terang terangan. Qing Lan sendiri saat ini sedang hamil sembilan bulan dan sebentar lagi akan segera melahirkan sehingga dirinya banyak beristirahat. “Kamu jangan terlalu lelah, sisa berkasnya biarkan a

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 247 - Hari Pernikahan

    Upacara pernikahan berlangsung lancar dan Qing Lan digandeng oleh Wen Xing untuk melangkah masuk ke dalam aula Kekaisaran yang telah disulap sebagai tempat pernikahan. Qing Lan melangkahkan kaki di atas arang untuk menghindari semua hal yang buruk dan kesialan, belum lagi dengan melempar beras untuk mengusir arwah jahat di sekitar mereka dan rangkaian lain. Qing Lan sendiri tidak dapat memandang ke depan karena tertutup oleh cadar pengantin, sehingga dirinya hanya mengandalkan Wen Xing sepenuhnya. “Beri hormat kepada langit dan bumi! “Seru Kasim muda yang menemani Kaisar terdahulu. Qing Lan dan Wen Xing bersujud ke arah depan lalu berdiri lagi kemudian kasim muda itu kembali berteriak. “Beri hormat kepada orang tua! “Karena mereka berdua sama sama tidak memiliki orang tua yang tersisa maka mereka pun kembali bersujud ke arah depan. “Beri hormat kepada pasangan! “Mereka berbalik agar saling menatap lalu bersujud dengan penuh hormat, dengan begitu acara pun dilanjutkan dengan Qi

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 246 - Maharani

    ‘Kasim, bacakan dekrit yang ditinggalkan oleh Ayahku! “Perintah Qing Lan dengan tegas. Kasim itu tentu saja langsung menurut dan mengeluarkan dekrit kekaisaran yang ditinggalkan oleh mendiang Kaisar untuk Qing Lan sebelumnya. “Mendiang Kaisar berpesan bahwa Putri Qinglan, berbudi luhur dan bijaksana, pemberani dan heroik akan ditunjuk sebagai seorang pewaris tahkta! “ Seru Kasim muda itu dengan lantang. Kasim muda itu menunjukkan dekrit yang ditandatangani oleh mendiang Kaisar di hadapan semua orang yang menunjukkan bahwa kata katanya bisa dipercayai dan dipertanggung jawabkan. Lalu sebagian pejabat berlutut dan menyambut dirinya sebagai seorang Maharani (Kaisar wanita) pertama yang ada di dalam sejarah. “Kami menyambut Maharani dan bersedia untuk mengabdikan diri kami! “ Seru sebagian pejabat ini. “Kalian bangunlah. Sementara beberapa Tuan yang lain apakah menolak untuk mengakui ku? Tidak mengakui dekrit dari Mendiang Kaisar? “ Tanya Qing Lan dengan tenang. “Tuan Putri, seoran

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chaptee 245 - Kain Putih

    Sesampainya di Istana, kain putih sudah mulai digantungkan dan Qing Lan melangkah turun dari kudanya lalu merasa ragu dengan pemandangan yang dia lihat saat ini. Dia berdoa bahwa semua ini hanyalah sebuah mimpi buruk yang akan segera menghilang setelah dia terbangun namun sayang sekali bahwa ini semua bukan mimpi buruk belaka. Dari seluruh Istana ini, yang tersisa hanyalah satu orang. Sekarang kain putih telah menghiasi Istana yang menunjukkan orang terakhir di Istana megah itu telah pergi. Qing Lan memang membenci Kaisar namun dia tidak berharap Kaisar bertemu dengan kematiannya, siapa yang menyangka bahwa dia pergi sebentar dan Kaisar telah pergi? Qing Lan berlutut di depan Aula Duka Istana kala melihat sebuah peti mati megah lalu Wen Xing ikut berlutut bersama dengan dirinya. Di samping peti mati itu, seorang kasim muda yang menemani Kaisar pun tampak meratap di samping peti mati. Qing Lan merasa bahwa hatinya hampa dan lidahnya kelu sehingga dia tidak mampu mengatakan apapun

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 244 - Li Qinglan

    Di Ibukota ini, siapa yang tidak tahu Nona Qing yang pemberani dan heroik? Dia adalah penyelamat nyawa dan tahkta Kaisar. “”Nona Qing, apakah ada yang salah? “Tanya Hakim Yun dengan penuh hormat. Bagi para pejabat di Ibukota, Kaisar sangat menyukai dan menghormati Nona Qing ini maka mereka juga tidak boleh menyinggungnya. “Nyonya Zhao seumur hidupnya banyak membantu orang lain, harap Hakim Yun memberikan sedikit keringanan baginya untuk meminum racun yang membuatnya meninggal dengan cepat dan menggunakan riasan terbaiknya sebelum meninggal. “ Ucap Qing Lan sambil menundukkan kepalanya. Hakim Yun sebagai seseorang yang banyak berkutat dengan urusan semacam ini tentu saja langsung memahami maksud Qing Lan. “Hal ini mudah saja, menuruti apa perkataan Nona Qing. “ Ucap Hakim Yun dengan hormat, lagipula sama sama hukuman mati. Nyonya Zhao dibawa ke belakang dan dibiarkan untuk menggunakan perhiasan lamanya. Qing Lan sendiri yang turun tangan untuk meriasnya. “Nyonya Zhao, aku telah

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 243 - Perpisahan

    “Ya, hatiku merasa menderita. Setiap satu hari lebih lama di Ibukota, hatiku terasa terkikis. Semua yang ku miliki telah sirna. Apa yang aku miliki hanyalah diriku sendiri, jika aku tinggal lebih lama di sini justru aku akan kehilangan diriku sendiri. “Jawab Qing Lan tanpa keraguan. “Setiap kali membayangkan ratapan seseorang yang tidak berhasil aku selamatkan, itu seolah olah pisau yang menembus jantungku. Aku harap Yang Mulia berbelas kasih, tolong lepaskanlah aku. “ Lanjut Qing Lan dengan nada memohon sekaligus mendesak. “Lan'er… aku sudah tidak memiliki penerus lain, apakah kamu benar benar tidak ingin tinggal? “Tanya Kaisar dengan lirih. “ Keputusanku sudah bulat, Yang Mulia memiliki keluarga yang besar. Masih ada beberapa keponakan dari cabang luar yang bisa diadopsi dan dilatih sebagai Putra Mahkota. “Jawab Qing Lan. Kaisar menganggukkan kepalanya dan terbarukan batuk lagi, Kaisar yang dilihatnya hari ini dengan tiga hari lalu tampak berbeda seolah olah Kaisar telah bertam

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 143 - Bisakah Merahasiakan Ini?

    Nyonya Besar merasa aneh ketika melihat rancangan milik Qing Lan karena terlihat jelas bahwa orang yang duduk paling dekat dengan Nyonya Besar adalah Pangeran Kedelapan dan Jenderal Wen. Kedua nama ini asing dan sebelumnya tidak pernah berhubungan dengan Kediaman Perdana Menteri. Jadi tentu saja

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 142 - Rancangan Perjamuan

    “Lan'er, kamu bangun sangat pagi hari ini. Apakah tidak tidur dengan nyenyak? “Tanya Nyonya Besar dengan khawatir. “Menjawab nenek, Lan'er semalam menyusun buku kas keuangan keluarga yang telah lama terbengkalai sehingga sekalian untuk menyusun acara perjamuan. “ Jawab Qing Lan dengan samar samar.

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 141 - Laporan

    Pada akhirnya , di tengah malam empat orang pelayannya yang telah dia utus semuanya telah kembali. Semuanya membawa informasi yang akan disampaikan kepada Qing Lan dan sekarang mereka sedang berjajar di hadapan Qing Lan. Satu satunya orang yang santai adalah Qifeng, karena Qifeng sendiri tidak me

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 140 - "Jangan kecewakan aku, Nyonya Lu"

    Karena Li Xuan begitu menyukai kekuatan dan pengaruh dari Kediaman Perdana Menteri Qing, maka… Qing Lan tambah tidak akan memberinya kesempatan untuk memanfaatkannya! Qing Lan mengepakkan tangannya sampai buku buku jarinya memutih dan kebencian di dalam hatinya berubah menjadi benci.. Dia sudah

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status