Share

67. Kebohongan

Penulis: Rosa Rasyidin
last update Tanggal publikasi: 2026-01-27 22:33:32

Di dalam ruang meditasinya A Yue duduk bersila. Wajah yang biasanya cantik dan angkuh kini terlihat pucat pasi. Keringat dingin membasahi pelipisnya, bercampur dengan darah yang disembur dari bibirnya.

"Uhuk!"

A Yue terbatuk, ia memuntahkan segumpal darah hitam ke sapu tangannya. Dadanya terasa sesak seperti dihimpit oleh batu besar. Memutarbalikkan waktu telah menguras energi spiritualnya hingga ke titik nadir.

"Sial, rasanya sakit sekali." A Yue mencoba mengatur napasnya. "Tapi, setidaknya
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pelayan Medis Untuk Pangeran Salju   183. Dua Kisah yang Berbeda

    Kehidupan Shen Yuan perlahan mulai menemukan jalannya, di tengah hiruk-pikuk kota metropolitan. Berkat keahlian masa lalunya, ia mendapatkan pekerjaan baru yang sangat bergengsi.Lelaki itu kini bekerja sebagai pengamat dan penilai benda antik kerajaan zaman dahulu sebelum barang-barang bernilai fantastis itu dilepas ke pasar lelang.Pekerjaan itu membuatnya sering berinteraksi dengan kalangan kelas atas, mulai dari kolektor seni, seniman ternama, hingga para artis besar.Tak berhenti sampai di situ saja, reputasi Shen Yuan yang sangat akurat dalam menilai sejarah membuatnya dilirik oleh industri hiburan. Ia dipekerjakan sebagai konsultan pengamat sejarah khusus untuk produksi drama Cina berlatar kolosal yang akan segera diluncurkan.Tugasnya adalah memastikan set lokasi, kostum, dan tata krama para aktor sesuai dengan dinasti yang diceritakan.Setiap kali Shen Yuan turun ke lokasi syuting, penampilannya selalu mencuri perhatian. Dengan postur tegap, dan rambut putih comma hair, ia jus

  • Pelayan Medis Untuk Pangeran Salju   182. Meratap

    Ye Wanqing tampak gelisah sembari menarik-narik ujung pakaiannya. Malam itu, ia tidak memakai seragam setelan jas hitam andalannya. Gadis itu berdandan sangat manis dalam balutan gaun hitam panjang sutra yang harganya cukup membuat kaum mendang-mending menjerit.Meski modelnya terlihat anggun dari depan, gaun itu memiliki desain backless yang memamerkan lekuk punggungnya yang tegap dan berotot indah.Tentu saja, ia dipaksa menggunakan gaun itu oleh Yan Muchen. Tujuan mereka malam itu adalah menghadiri jamuan makan malam tertutup di sebuah restoran VVIP mewah yang pemandangannya menghadap langsung ke arah pantai dengan deburan ombak.‘Malam-malam lihat deburan ombak, pakai baju terbuka gini, masuk angin yang ada, tanggung jawab nanti kalau aku kentut terus.’ Ye Wanqing mengomel dalam hatinya saja.Sambil melangkah di belakang Muchen, Wanqing menghela napas panjang. Sebenarnya, ia sangat ingin mengambil jatah libur sehari saja.Kalau dipikir-pikir sampai kepikiran dan OVT, pekerjaannya

  • Pelayan Medis Untuk Pangeran Salju   181. Barang Palsu

    Waktu berlalu dengan sangat cepat. Satu tahun lebih telah berjalan sejak insiden ledakan di pertambangan. Selama itu juga, Shen Yuan membuktikan dirinya mampu bertahan hidup di zaman modern dengan bekerja keras sebagai pekerja lapangan di bawah naungan Grup Yan.Setiap sebulan sekali di antara jadwalnya yang padat, Xu Wen selalu menyempatkan diri datang menjenguknya ke pertambangan. Pertemuan bulanan itu menjadi momen bagi keduanya untuk melepas rindu.Kini, mega-proyek ekstraksi mineral di Desa Beihan akhirnya dinyatakan selesai dengan sukses. Sesuai prosedur operasional, kawasan tambang itu ditutup secara resmi oleh Grup Yan.Sambil menunggu pembukaan area pertambangan baru, Xu Wen akhirnya membawa Shen Yuan pulang ke kota. Berbekal KTP dan identitas resmi yang sudah diurus oleh Yan Muchen setahun yang lalu, Shen Yuan kini bisa melenggang bebas di tengah gemerlapnya peradaban modern tanpa perlu sembunyi-sembunyi lagi.Puncak dari kepulangan mereka ke kota adalah ketika Xu Wen nekat

  • Pelayan Medis Untuk Pangeran Salju   180. Mengusahakan

    Waktu berlalu begitu cepat. Tanpa terasa, sudah tiga bulan Xu Wen bertugas sebagai dokter di proyek pertambangan Desa Beihan.Panggilan tugas yang sebenarnya tak bisa lagi diabaikan akhirnya datang. Pihak rumah sakit di kota dan kampus tempatnya mengajar sudah memintanya untuk segera kembali beraktivitas.Dengan berat hati Xu Wen terpaksa mengemas barang-barangnya. Yang paling membuatnya sedih adalah kenyataan bahwa ia belum bisa membawa Shen Yuan ikut pulang bersamanya ke kota.Lelaki dari masa lalu itu tidak memiliki tanda pengenal, KTP, apalagi identitas kependudukan yang sah. Di zaman modern yang serba terdata ini, membawa masuk manusia tanpa identitas ke tengah kota besar akan memicu banyak masalah hukum."Aku janji akan segera mengusahakan pembuatan tanda pengenal dan dokumen kependudukan untukmu, aku akan meminta tolong pada Pak CEO sesampainya di sana," ucap Xu Wen sambil menggenggam kedua tangan Shen Yuan di depan asrama pekerja. Hatinya berat untuk berpisah."Untuk sementara

  • Pelayan Medis Untuk Pangeran Salju   179. Masuk Perangkap

    Kurang lebih satu bulan telah berlalu sejak proyek raksasa Grup Yan berjalan di Desa Beihan. Selama itu pula, Yan Muchen selaku bos besar memilih untuk tetap tinggal di pangkalan untuk memantau perkembangan secara langsung.Mau tidak mau Pangeran Salju harus menyambung hidup di zaman modern. Ia akhirnya ikut bekerja sebagai petugas tambang bagian lapangan. Shen Yuan sama sekali tidak keberatan dengan pekerjaan kasar itu. Dengan kekuatan dan stamina tanpa batas yang ia miliki, urusan mengeruk batu dan mengangkat material berat terasa begitu mudah baginya.Namun, timbul masalah baru. Volume kerjanya yang berkali-kali lipat dari para pekerja lain, membuat mereka merasa tersaingi dan iri dengki. Beberapa pekerja senior yang merasa posisinya terancam mulai mencari gara-gara.Awalnya mereka mencoba mencelakainya secara diam-diam. Seperti menjatuhkan balok besi atau menyenggolnya di dekat tebing, tetapi usaha mereka selalu saja gagal. Mereka selalu kalah karena tidak memiliki kekuatan seper

  • Pelayan Medis Untuk Pangeran Salju   178. Tangisan Putus Asa

    Setelah urusan potong rambut selesai dan penampilan Shen Yuan berubah seratus delapan puluh derajat menjadi sangat tampan bak selebriti, suasana di kamp medis terasa jauh lebih terkendali.Berhubung tidak banyak pekerjaan yang menguras tenaga, paling-paling para pekerja hanya datang untuk memeriksa tensi darah saat jam istirahat, Xu Wen memutuskan untuk mengajak Shen Yuan jalan-jalan keluar mencari udara segar.Mereka berjalan bersisian menyusuri area pangkalan tambang yang diterangi deretan lampu sorot berwarna kuning. Meski tempat itu kini dipenuhi ekskavator, tenda, dan rangka besi modern, mata Shen Yuan masih bisa mengenali wilayah dan tata letak tempat tersebut dengan sangat baik."Di sebelah sana." Shen Yuan menunjuk sebuah gundukan bersalju di mana beberapa mesin bor sedang dipanaskan. "Dulu adalah taman bunga es Istana Utara. Tempat di mana aku sering membuat karya seni dengan tanganku.”Xu Wen tertawa mendengarnya. "Ingatanmu tajam sekali untuk ukuran orang yang baru tidur pu

  • Pelayan Medis Untuk Pangeran Salju   119. Jubah Pengantin

    Wajah Wei Lan Yi seketika memerah. Kelembutan seorang wanita telah mati di dalam raganya. Semua karena cinta butanya bukan pada kaisar melainkan pada takhta di depan matanya."Aku tidak peduli pada kutukan itu. Aku tidak peduli jika mereka menjadi siluman sekalipun!" jerit Wei Lan Yi sambi

  • Pelayan Medis Untuk Pangeran Salju   118. Puluhan Tahun Lalu

    Ratu Agung duduk dengan angkuh di singgasana. Di hadapannya, beberapa komandan Pasukan Phoenix berlutut menunggu perintah. Wanita penguasa itu memutar cincin giok di jarinya dengan senyum penuh perhitungan."Kumpulkan seluruh penjahit terbaik istana dan ahli nujum dari Paviliun Bintang. Si

  • Pelayan Medis Untuk Pangeran Salju   117. Ketegasan

    Sebuah kereta kuda tanpa lambang berhenti di depan gerbang kediaman Jenderal Besar Ye. Berkat permohonan rahasia yang dikirimkan Ye Lin, A Ruo datang dengan membawa kotak medisnya. Pelayan medis itu tidak datang sendirian, Shen Yuan turut menemani, melang

  • Pelayan Medis Untuk Pangeran Salju   116. Kesedihan Pertama

    Sementara itu, di kediaman Keluarga Ye, berita kehamilan Jenderal Ye Lin di luar nikah telah menyebar bagai api liar yang membakar padang rumput. Semua berkat titah Ratu Agung.Ye Lin melangkah melewati gerbang utama kediamannya dengan kepala tertunduk malu. Langkah kakinya yang biasanya t

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status