共有

Bab 93

last update 公開日: 2025-06-27 08:40:13
Pagi itu Nada terbangun dengan mata berat. Udara dingin membuatnya enggan bangkit.

“Selamat pagi, Nenek,” ucapnya sambil tersenyum kecil.

Tangannya meraba sisi ranjang yang kini kosong. Tak ada sosok Nenek Siti di sana. Ia terdiam, lalu matanya memanas.

“Nenek…” bisiknya. Air mata jatuh, membasah
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 235

    Beberapa bulan kemudian …. Cahaya senja membias indah di langit kota. Lembut dan keemasan, seolah langit pun ikut merayakan hari bahagia itu. Di sebuah gedung pernikahan yang elegan namun sederhana, Nada berdiri anggun dalam balutan kebaya putih gading berhias payet, rambutnya ditata sanggul renda

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 234

    “Astaga! Itu … itu kan Pak Gio? Guru kita, Ayu!” Nada menutup mulutnya dengan telapak tangan, suaranya nyaris tercekat di tenggorokan. Mata Ayu membelalak tak percaya. “Enggak mungkin. Dia kan di penjara! Kita lihat sendiri dia dibawa polisi waktu itu.” “Tenang. Jangan terburu-buru. Kita tunggu

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 233

    Tepat lima hari sejak Daffa terbaring koma di rumah sakit, kabut tebal mulai turun pelan menutupi jalan-jalan kota. Malam menjelma menjadi sosok yang menakutkan, seolah ikut menyembunyikan sesuatu. Langit mendung, tanpa bintang, dan udara terasa lembab karena hujan yang baru saja reda. Jalanan tam

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 232

    “Daffa!” Jerit Nada mengoyak keheningan malam. Ia mematung, matanya menatap shock dan tak percaya. Tubuh Daffa terhempas karena tabrakan keras oleh mobil itu. Kini tubuh malang tersebut tergeletak di aspal. Darah menggenang dari pelipis dan dada kirinya. Orang-orang mulai berkumpul. Lampu mobil-mo

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 231

    Langit mendung menggantung rendah sore itu. Petir samar menggeram dari kejauhan, seolah bumi pun tahu bahwa badai baru saja dimulai, bukan hanya di langit, tapi juga di hati manusia. Di dalam rumahnya yang kini terasa sempit meski luas, Hadi berjalan mondar-mandir dengan napas tersengal. Kertas anc

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 230

    “Sialan!” geram pria paruh baya itu. Tangan Hadi masih menggenggam kertas lusuh yang tadi terlipat di bawah batu. Angin malam menerpa wajahnya yang penuh peluh, meski suhu udara di luar tidak panas sama sekali. Lampu jalan berkedip pelan di kejauhan, menciptakan bayangan panjang di atas aspal yang

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 114

    “Kamu … kamu siapa?” suara Nada bergetar, lemah tapi penuh ketakutan. Matanya yang bening menatap tajam ke arah sosok wanita paruh baya yang baru saja muncul di ambang pintu. Rambut wanita itu dicat pirang terang, makeupnya tebal, dan tubuhnya dibungkus gaun ketat merah menyala. Di belakangnya ber

    last update最終更新日 : 2026-03-26
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 105

    “Kamu nggak bisa membantah aku lagi, Nada. Pokoknya malam ini kita main sampai puas. Kita main sampai pagi ya, Sayang.” Cup! Setelah mengatakan demikian, Daffa kembali melumat bibir Nada, menghisap dua benda kenyal itu, dan menariknya dengan setengah digigit. Tangannya juga mulai menggerayangi t

    last update最終更新日 : 2026-03-25
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 103

    "Ah,, Daffa. Hisap lagi, ayo terus. Berikan gigitan kecil di sana, Daffa. Aku mohon," rintih Nada penuh hiba, berharap supaya Daffa mau mengabulkan permintaannya. "Tentu saja, Sayang." Daffa pun segera melakukan apa yang Nada minta. Ia langsung menyesap dan memainkan lidahnya dengan kuat di dua

    last update最終更新日 : 2026-03-25
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 79

    “Mbak Wina, kenapa Mbak Wina menyuruh nenek ngepel? Nenek itu sudah tua dan baru saja keluar dari rumah sakit? Mbak Wina bisa menunggu aku pulang, nanti aku yang akan mengepel tapi bukan nenek!” protes Nada dengan suara yang bergetar, menahan amarah yang semakin membuncah. Nadanya tegas dan penuh ke

    last update最終更新日 : 2026-03-23
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status