แชร์

Bab 83 Rencana Pergi Ke Kota

ผู้เขียน: Tristar
last update วันที่เผยแพร่: 2026-05-08 23:31:12

Keesokan harinya. Sebelum matahari terbit ~ Joko sudah pergi meninggalkan rumah Bu Meli.

Di sepanjang jalan pulang ke rumahnya, Joko tampak waspada. Karena dia tak ingin bertemu dengan orang lain. Karena jika itu terjadi, pasti orang yang bertemu dengannya ~ menanyakan kalau dia sudah dari mana keluyuran jam segini.

Setiap ada orang, Joko langsung ngumpat, atau berbelok ke jalan yang lain. Gerakannya itu sangat senyap, sehingga sulit di sadari orang lain.

Beberapa saat kemudian, Joko sam
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 262 Harus Berusaha Keras

    Joko terus menggerakkan pinggangnya. Batang besarnya itu terlihat timbul tenggelam di antara paha Sonya. Tak lama kemudian, area tersebut menjadi basah. Cairan yang membasahi area tersebut tentu saja berasal dari apem Sonya. "Kamu gampang basah yah," ucap Joko dengan suara serak. "Gesekanmu terasa banget! Geli banget, ahh..." balas Sonya dengan ekspresi menikmati. "Kalau CDmu di buka, pasti lebih terasa!" ucap Joko. "Gak ah. Kalau di buku, kamu pasti memasukkannya," balas Sonya. "Jangan khawatir, aku gak akan melanggar kok ~ selama kamu gak mau!" tegas Joko. Sonya terdiam sejenak. Setelah itu, tangannya bergerak melepaskan CD nya. Melihat itu, Joko merasa lebih bersemangat. Setelah kain renda itu terlepas, dia kembali memosisikan batangnya tempat sebelumnya. Sonya pun kembali merapatkan pahanya. "Sangat lembut, sangat licin! Ahhh... enak banget!" ucap Joko dengan ekspresi menikmati. "Mmm... ahh... ahh..." desahan yang keluar dari mulut Sonya terdengar lebih keras."Gimana, l

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 261 Cuma Gesek Saja

    Di ibu kota, di rumah Tuan Muda Rico. Rico sedang duduk dengan punggung bersandar di sandaran tempat tidur. Tangannya melingkari pinggang seorang wanita muda berpakaian seksi yang memiliki wajah cukup cantik. Keduanya sedang menikmati anggur, bisa di lihat dari tangan mereka yang memegang gelas berisi anggur. "Kenapa belum ada kabar juga yah?" gumam Tuan Muda Rico sambil meraih ponselnya. Dia berniat menelepon bawahannya yang di kirim untuk menangkap Nadya. Namun, saat dia hendak menelepon, sebuah telepon masuk mendahuluinya. Mata Tuan Muda Rico sedikit berbinar. Dia buru-buru mengangkat telepon itu. "Halo, gimana? Apa kalian berhasil?" tanyanya dengan penuh semangat. "Tuan... Tuan Muda, maaf... kita gagal lagi! Petarung ranah pendekar tingkat tinggi itu di kalahkan pengawal Nona Nadya," balas pria di seberang telepon dengan suara bergetar. Wajah Tuan Muda Rico seketika menjadi sangat gelap. "Mana mungkin, mana mungkin bisa kalah! Emangnya sekuat apa pengawal dia?" teriak T

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 260 Hampir Keluar, Malah Nadya Datang

    Sonya datang membawa tiga gelas jus jeruk. Dia mendengar semua yang di katakan Joko. "Nona, kamu jangan ingkar janji lho," ucapnya sambil menatap Nadya dengan tatapan menggoda. Hati Nadya bergejolak. Dia menggigit bibirnya dengan wajah yang sedikit menunduk. Joko menarik tubuh Nadya, sampai tubuh wanita itu meletakkan di tubuhnya. "Gimana, mau menepati janji, atau mau mengingkari?" Nadya mengepalkan tinjunya. Dia menatap Joko dengan tatapan tajam. "Kamu berani?" "Hei, tentu saja aku berani! Lagi pula, kamu sudah setuju sebelumnya!" balas Joko dengan nada main-main. Telapak tangannya yang berada di pinggang Nadya, perlahan naik ke atas. Tatapan Nadya semakin tajam. Wajah cantiknya itu semakin memerah. Tak ada ucapan keluar dari mulut wanita itu dan tak ada tindakan untuk menjauhi Joko. Sonya menyaksikan dari sisi dengan penuh minat. Matanya terus mengikuti arah pergerakan tangan Joko. Hanya beberapa nafas, Joko sudah berhasil menyentuh area sisi semangka Nadya. "D

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 259 Tumbang Hanya Satu Pukulan

    Tiga orang pria turun dari mobil sedan hitam itu. Mereka melangkah menghampiri Joko. Pria yang memimpin mereka tampak sudah tua dan keriput. Joko tampak sangat santai, meski aura yang keluarkan pria tua itu terasa sangat mengancam. "Pendekar beladiri tingkat tinggi. Lumayan," gumam Joko di hatinya. "Bocah, berikan Nona Nadya dan Nona Sonya! Kalau tidak, kau gak akan selamat!" ucap pria tua itu dengan nada tenang. "Cepat serahkan! Kalau gak ingin mati!" teriak pria yang tampak babak belur. Pria itu adalah salah satu pria yang di hajar Joko kemarin. "Serahkan? Hehe, apa menurut kalian aku ini pria yang gampang menyerah?" tanya Joko dengan nada main-main. Kemudian, matanya menatap lekat pria tua itu. "Hei pria tua, kau sudah sangat tua, apa kau yakin bisa mengalahkanku?" tanyanya dengan nada ekspresi mengejek. Wajah pria itu menjadi sangat dingin. "Anak muda sekarang, suka sekali meremehkan orang. Bocah, ingatlah, di atas langit masih ada langit!" ucapnya. "Biar gak di san

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 258 Tawaran Nadya

    Di sepanjang jalan, Nadya tampak lebih pendiam. Meski dia duduk di depan, dia tak berinteraksi sama sekali dengan Joko. Mungkin saja wanita itu masih kesal dengan kenyataan ~ Joko punya banyak teman ranjang. "Jagoanku, kamu ke ibu kota masih lama kah?" tanya Sonya. "Gak tahu. Yah perkiraan beberapa minggu lagi," balas Joko. "Kamu mau apa sih tinggal di ibu kota, kasih tahu aku dong! Aku penasaran nih," ucap Sonya. "Ini urusan keluargaku sih. Aku sebenarnya gak enak kasih tahunya," balas Joko. "Oh gitu yah, ya sudah gak apa-apa," ucap Sonya dengan wajah sedikit meredup. Joko terdiam. "Apa aku coba tanya mereka tentang teman kakek itu? Siapa tahu saja mereka kenal! Mereka kan dari kalangan atas. Menurut catatan ~ teman kakek juga dari kalangan atas," gumam Joko di dalam hati. Setelah mengambil keputusan, Joko pun akhirnya menanyakan kepada kedua wanita itu. "Kalian ada yang kenal sama pria bernama Suryo gak?" Nadya dan Sonya mengerutkan kening. "Nama Suryo itu banyak! Apa kamu

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 257 Mendadak Kaya

    Nadya menatap Joko. "Aku harus lihat dulu isi dalam batu mu ini! Kalau sudah di lihat semua aku akan kasih harga yang pas!""Kalau gitu, sini aku kupas semua kulitnya," ucap Joko dengan penuh semangat."Tuan, biarkan saya saja! Mengupas semuanya butuh keahlian, kalau salah sedikit saja pasti akan banyak giok yang terbuang," ucap pria tua itu."Baiklah. Makasih yah!" balas Joko."Tuan, tapi aku boleh tidak setelah aku kupas, aku mau foto ketiga batu giok itu," ucap pria tua itu dengan ekspresi malu-malu."Oh boleh saja, silakan saja!" balas Joko dengan santai."Saya gak akan gratisan. Soalnya nya fotonya nanti buat di jadikan promosi tambangku. Sebagai imbalannya, Tuan boleh ambil batu mentah manapun yang tuan mau!" ucap pria tua itu dengan penuh semangat.Joko melirik semua batu mentah. Meski ada beberapa yang terlihat oleh matanya mengeluarkan energi, tapi tidak ada satu pun yang mengeluarkan energi sepekat batu miliknya."Gak perlu! Kalau mau foto silakan saja. Aku sudah puas banget

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 7 Ada Yang Cemburu

    Waktu terus berlalu. Tak terasa, jam pulang sekolah pun sebentar lagi akan tiba. Selama menunggu waktu itu, Joko sudah mendapatkan tujuh penumpang. Tentu saja, penghasilannya hari ini sudah cukup banyak. Joko sudah bersiap menunggu para siswa SMA yang sebentar lagi pulang sekolah. Ia duduk santa

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 6 Bantu Puaskan Aku, Bang!

    Tak lama kemudian, Bu Sinta telah selesai membuat kopi, lalu dia menyajikannya di meja depan Joko. "Nih... sudah jadi, silakan di minum," ucap Bu Sinta dengan riang. "Makasih yah." Joko langsung mengambil cangkir berisi kopi itu, laku menyesap kopi di dalamnya. Ekspresi wajahnya tampak sangat me

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 5 Godaan Dan Tawaran

    Joko melajukan motornya ke luar dari kampung, ia pergi menjemput gadis bernama Mia di kosannya. Sampai di sana, ternyata Mia belum siap. Pada akhirnya, Joko menjemput langganannya yang lain terlebih dahulu. Gadis yang Joko jemput bernama Dea. Kosan Dea tidak jauh dari kosan Mia, jadi tidak butuh

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 4 Bu Tika Lebih Berani

    Ketika hari mulai beranjak sore, Joko memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Penghasilannya dari mengojek hari ini sudah cukup banyak, jadi ia tidak perlu lagi berkeliling mencari penumpang hingga malam. Setelah selesai bersih-bersih, Joko duduk di kursi yang sudah tampak lapuk dimakan usia. Ia kemu

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status