Share

1431. Part 18

last update publish date: 2025-10-31 01:01:39

"Ke mana arah kepergian orang yang membawa adikku itu?"

"Tak ada yang tahu karena kedua utusan itu dalam keadaan pingsan."

Pendekar Kera Sakti menggerutu dalam hati, "Sial! Ada-ada saja masalahnya. Yang satu belum bisa kuselesaikan, timbul lagi masalah yang baru. Percuma saja kalau aku menuntut Menak Goyang dan Perguruan Tongkat Sakti, yang akan terjadi hanya pertentangan membuang waktu. Sebaiknya harus kucari sendiri kemana perginya Sumbaruni! Para tokoh akan mengecamku jika Su

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pendekar Kera Sakti   1646. Part 24

    Gagang kapak terpental terbang dalam ketinggian melebihi pucuk pohon. Dewa Beruk terperangah bengong. Sementara itu, Tua Bangka cepat sentakkan kakinya ke tanah, dan tubuhnya pun melesat ke atas cukup tinggi, ia bersalto satu kali di udara dan tangannya segera menyambar gagang kapak tersebut.Wuuuttt...!Teeb...!Baraka terpaksa gunakan Gelang Brahmananda-nya.Wings... Wings... Wings... Wings... Wings...!Dar, dar, dar...!Tiap mata kapak yang menghantam Gelang Brahmananda selalu timbulkan ledakan dan nyala api merah yang memercik. Ketiga mata kapak itu tetap terbang memutar dan kembali ke tempat semula. Pada saat itu Tua Bangka acungkan gagang kapak ke atas, lalu tiga mata kapak itu hinggap ke ujung gagangnya dan menjadi rekat seperti sedia kala.Tembang Selayang, Baraka, dan Dewa Beruk sama-sama terperanjat melihat Kapak Kubur kini ada di tangan Tua Bangka. Sesuatu yang membuat Tembang Selayang sulit kedipkan mata adalah gerakan salto Tua Bangka yang melesat tinggi itu adalah geraka

  • Pendekar Kera Sakti   1645. Part 23

    "Aaahgg...!" Pawang Kera memekik keras sekali dengan tubuh melengkung ke depan, kemudian rubuh tak bernyawa. Dewa Beruk semakin buas, murkanya dilepaskan tiada batas. Pada waktu itu, rombongan Pendekar Kera Sakti tiba di tempat tersebut. Namun mereka tidak segera bertindak karena perlu mempelajari keadaan setempat.Tiba-tiba Tua Bangka berseru dengan mata melebar dan wajah menegang,"Cucuku...! Cawan...! Cawan Pamujan! Oooh... itu dia cucuku! Cawan Pamujaaan...!"Seorang gadis yang kedua tangannya diikat ke belakang berseru memanggil Tua Bangka."Kakeeek...!"Gadis berpakaian hijau muda dengan rambut di konde dua itu segera berlari menerobos hiruk-pikuknya pertarungan. Gadis cantik berwajah imut-imut itu membuat pandangan mata Pendekar Kera Sakti terpana beberapa saat. Tua Bangka segera berlari tertatih-tatih menyambut kedatangan cucunya. Baraka dan Tembang Selayang menjadi cemas.“Tua Bangka, jangan mendekati pertarungan! Tua Bangka,

  • Pendekar Kera Sakti   1644. Part 22

    Jawaban Ki Punjul membuat mata Tembang Selayang menatapnya tak berkedip. Tua Bangka ikut-ikutan memandang Ki Punjul dengan hasrat mendengarkan cerita seru. Ki Punjul menjelaskan kembali apa yang dilihat dengan mata kepalanya sendiri."Ada dua prajurit yang lari kemari, masuk ke dalam kedai ini. Tapi mereka segera dilempar keluar oleh Guci Kopong, lalu di sana mereka disambut oleh Dewa Beruk yang bersenjata kapak dari emas. Kedua prajurit itu akhirnya hangus dan menjadi arang tak berbentuk lagi. Mengerikan sekali untuk dikenang. Senjatanya sangat ganas, kurasa orang kadipaten akan dibantai habis oleh Dewa Beruk yang murka itu."Semakin jelas sekarang, bahwa pusaka Kapak Kubur memang ada di tangan Dewa Beruk. Cerita tersebut membuat Baraka dan Tembang Selayang tertegun beberapa saat. Tua Bangka ikut-ikutan termenung, bagaikan sedang membayangkan kengerian dari pertarungan tersebut."Sekarang ke mana perginya Dewa Beruk, Ki?" tanya Tembang Selayang."Mereka

  • Pendekar Kera Sakti   1643. Part 21

    "Ooh... Baraka, lihat itu!" seru Tua Bangka sambil merapatkan diri pada Baraka. Apa yang dituding Tua Bangka menjadi pusat perhatian mereka. Tiga sosok mayat terkapar dalam keadaan mengerikan, yang satu tercabik-cabik, satunya lagi terbakar hangus menjadi arang, dan yang satunya lagi terpotong-potong menjadi beberapa bagian. Diperkirakan potongan itu berjumlah tiga puluh tiga bagian."Semakin jelas, seseorang telah menggunakan pusaka Kapak Kubur dalam waktu belum terlalu lama dari kedatangan kita ini, Tembang Selayang.""Ya, aku pun berpendapat demikian. Tapi siapa mereka ini?"Tua Bangka tiba-tiba berkata, "Tombak mereka ada di bawah batu itu.""Oh benar. Mereka bersenjata tombak dan... dilihat dari jenis hiasan benang bawah mata tombak itu, sepertinya mereka para prajurit sebuah negeri," gumam Tembang Selayang."Benar. Aku ingat tombak ini merupakan ciri tombak prajurit Kadipaten Balungan!" ujar Tembang Selayang dengan wajah tegang. "Aku masih ha

  • Pendekar Kera Sakti   1642. Part 20

    "Lalu, apa maksud Empu Tapak Rengat sebenarnya?" pikir Pendekar Kera Sakti dalam renungannya. "Ada di pihak mana sebenarnya Empu Tapak Rengat itu?"Tembang Selayang tak enak hati melihat Baraka termenung, ia yakin yang direnungkan adalah ayahnya, ia yakin Baraka bercuriga buruk kepada ayahnya. Sedangkan ia sendiri juga punya pertanyaan yang membingungkan tentang ayahnya itu. Akhirnya Tembang Selayang berkata kepada Baraka. "Sebaiknya kau urus dulu orang tua ini. Biarkan aku datang sendiri ke Perguruan Monyet Sakti untuk merebut Kapak Kubur itu.""Jangan gegabah dulu. Persoalannya agak meleset dari perkiraan kita. Ternyata ayahmu tidak diculik oleh sang Adipati."Tembang Selayang diam, seakan mengakui bahwa ayahnya memang tidak diculik oleh orang utusan sang Adipati. Tapi ia tidak mempunyai keputusan apa pun karena dicekam oleh kebimbangan bertindak.Pendekar Kera Sakti berkata lagi, sementara Tua Bangka hanya menjadi pendengar yang sesekali memandang jauh

  • Pendekar Kera Sakti   1641. Part 19

    Pendekar Kera Sakti berpikiran begitu karena ia khawatir akan keselamatan Tembang Selayang; si cantik berdada sekal itu. Dalam bayangan Baraka, jika memang kapak pusaka itu ada di tangan Dewa Beruk, maka Dewa Beruk akan menggunakannya untuk melawan siapa saja yang ingin merampas kapak pusaka tersebut. Dan keyakinan Baraka mengatakan, bahwa Tembang Selayang akan celaka jika berhadapan dengan lawan yang bersenjata kapak pusaka itu.Tanpa banyak berunding lagi mereka segera berkelebat menuju lereng gunung tersebut yang menghadap ke arah barat."Cari jalan terdekat agar sebelum petang tiba kita sudah sampai di perguruan itu!" kata Baraka kepada Tembang Selayang.Namun mendadak langkah mereka terhenti karena Baraka terpekik melihat ke arah lembah sebelah kanannya.“Tunggu...! Siapa itu yang terkapar di sana!"Tembang Selayang kerutkan dahi menatap ke arah lembah.-o0o-Orang yang terkapar itu kenakan pakaian abu-abu, rambutnya putih,

  • Pendekar Kera Sakti   710. Part 17

    Wusss...! Debb...!Blarrr...!Suara ledakan mengguncangkan kapal. Tubuh Nakhoda Salju terlempar ke belakang akibat gelombang hentakkan kedua pukulan yang bertabrakan tadi. Tubuh Nakhoda Salju seperti didorong kuat-kuat hingga keseimbangannya tak terjaga lagi. Ia jatuh terduduk, lalu t

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • Pendekar Kera Sakti   713. Part 2

    Kejap berikutnya, Dadung Amuk tersentak kaget. Sang ketua melompat ke arahnya begitu cepat. Bergerak mengelilinginya bagai kilasan cahaya petir.Wut wut wuttt...!Sang ketua segera kembali ke tempatnya tanpa napas terengah. Tetap tenang dan dingin. Tetapi tubuh Dadung Amuk telah terje

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • Pendekar Kera Sakti   714. Part 3

    Sejak berusia enam belas tahun, si Tua Rakus sudah mempunyai kesenangan memperkosa perempuan. Sampai seusia sekarang, kegemaran itu masih berkelanjutan. Cukup banyak perempuan di wilayah timur yang menjadi korban keganasan nafsu si Tua Rakus itu. Dan agaknya ia sedang melarikan diri dari kejaran

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • Pendekar Kera Sakti   729. Part 18

    "Tinggi juga ilmu orang ini?" pikir Dewa Racun, ia masih siap menghadapi serangan lawannya dengan tetap berdiri pasang kuda-kuda. Namun Baraka berseru, "Cepat mundur, tinggalkan dia!"Tapi Dewa Racun menjawab, "Bbbi... biar kuhadapi dulu dia! Aku ingin tahu seberapa kekuatannya, sehingga ia

    last updateLast Updated : 2026-03-26
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status