Share

1630. Part 8

last update publish date: 2026-06-13 01:01:30

Di lain kejap, Suling Naga Krishna yang berwarna kuning keemasan menjadi hijau matang. Suling Naga Krishna yang telah berwarna hijau matang dijulurkan lurus ke depan. Saat Baraka mengalirkan tenaga dalam, lubang-lubang yang ada di Suling Naga Krishna menyemburkan asap berwarna hijau.

"Wusss...!"

Asap yang mengandung racun itu segera lenyap diterbangkan angin. Baraka menarik nafas lega, selanjutnya tinggal menyembuhkan luka Pinang Sari. Dengan satu sentakan tangan kanannya, jari

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pendekar Kera Sakti   1673. Part 3

    Baraka hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala ketika mereka pergi meninggalkannya. Namun setelah itu ia menjadi tertegun dan berkata dalam batinnya sendiri."Benarkah ada jurus yang mampu melenyapkan orang sedesa? Siapa pemiiik jurus 'Bintara Jingga' itu?"Sambil melangkah pikiran Baraka tertuju pada jurus 'Bintara Jingga', ia menjadi penasaran dan ingin tahu seperti apa kedahsyatan jurus itu."Atau jangan-jangan hanya dongeng belaka?" duga hati Baraka dengan sangsi. "Sayang sekali tadi aku lupa menanyakan nama desanya Paman Bagus Sepasar itu. Seharusnya aku datang ke desa itu dan melihat keadaannya, benarkah orang sedesa lenyap semua atau yang dimaksud 'lenyap' adalah pergi mengungsi ke tempat lain?"Pendekar Kera Sakti ingin kembali mengejar Bagus Sepasar dan Mario Kere, tapi langkahnya terhenti oleh sekelebat bayangan yang melintas di sela-sela pohon sebelah barat. Baraka menjadi curiga dengan orang yang berkelebat cepat itu. "Sepertinya orang itu

  • Pendekar Kera Sakti   1672. Part 2

    "Mengapa kau melemparkan kayu itu padaku!""Karena ternyata kaulah yang memiliki jurus 'Bintara Jingga' itu!""Apa maksudmu?" sela Baraka. "Mengapa kau bersikap memusuhi orang yang mempunyai jurus 'Bintara Jingga'? Apa salahnya?""Orang ituiah yang membuat penduduk desaku menjadi lenyap dan desa menjadi sepi bagaikan kuburan. Hanya aku yang masih hidup, sendirian! Aku kesepian seperti anak yatim piatu, maka aku pun dendam kepada pemilik jurus 'Bintara Jingga' itu!"Dahi Baraka berkerut mendengar penjelasan yang disertai dengan luapan kejengkelan. Matanya pandangi orang yang berpakaian biru, sementara orang yang tergantung segera berkata kepada orang berpakaian biru, "Hei, aku baru ingin memiliki jurus itu. Bukan sudah memiliki. Dengan bertapa gantung seperti ini, kata orang kita bisa memiliki jurus 'Bintara Jingga'. Tapi nyatanya baru akan mendapatkan jurus itu saja sudah sesak napas dan dada menjadi bengkak begini! Maka dari itu, kubatalkan sajalah berta

  • Pendekar Kera Sakti   1671. ILMU BINTARA JINGGA

    ENTAH siapa orangnya yang memasang jerat di hutan itu. Mungkin seorang pemburu rusa yang ingin menangkap binatang buruannya dengan cara memasang jerat di tanah. Jerat itu dihubungkan dengan pucuk dahan pohon tinggi yang lentur dan bisa dilengkungkan ke bawah. Jika kaki rusa masuk ke dalam lingkaran tambang dan menyamparnya, maka kaki rusa itu akan langsung terjerat tambang itu. Jika tambang tersentak, maka penyangga ujung dahan yang melengkung itu akan bergeser dan dahan itu akan naik ke atas. Lalu rusa yang terjerat akan tergantung kakinya.Namun agaknya sang rusa sudah hafal dengan polah tingkah para pemburu. Sang rusa tidak mau melewati bagian bawah pohon tersebut. Yang melewati pohon itu adalah seorang lelaki agak pendek bertubuh kurus, rambut pendek, usianya sekitar empat puluh tahun, ia mengenakan pakaian serba hijau seperti daun berjalan. Wajahnya bulat dengan kumis tipis di bawah hidung. Kumis itu yang membuat wajahnya menjadi lucu.Ketika ia berlari melewati p

  • Pendekar Kera Sakti   1670. Part 24

    "Terima kasih atas kepercayaanmu, Tabib Awan Putih," ujar Salju Kelana yang juga pernah berobat kepada Tabib Awan Putih."Baik, sekarang semua sudah tahu siapa aku!" seru Dewi Kipas Ayu. "Sekarang giliranku bertindak terang-terangan merenggut nyawa kedua tabib yang ada di sini! Hiaaaat...!"Wuuus...!Gerakannya seperti kapas terbang. Begitu cepat ia menyerang Tabib Awan Putih, sehingga sang tabib terkejut lalu sentakkan kakinya ke tanah, tubuh pun melenting ke atas dan ia hinggap di atas sebuah pohon tepi pantai. Ia berdiri di pucuk daun tanpa membuat daun itu bergerak sedikit pun."Kupaksa turun kau, Keparat!" teriak Dewi Kapas Ayu, kemudian ia lepaskan sinar biru menyebar lebar ke arah Tabib Awan Putih.Sraaaab...! Tabib Awan Putih mengadu ilmunya dengan mengeluarkan sinar putih perak dari ujung jarinya. Sinar itu kecil, dan tidak sebanding dengan sinar biru tersebut.Namun ketika bertabrakan menimbulkan ledakan yang menggelegar dahsyat da

  • Pendekar Kera Sakti   1669. Part 23

    "Bagaimana kau bisa tahu semua itu, Ki Sanupati?" tanya Baraka bersikap menyelidik."Pendeta Jantung Dewa dan Pendeta Mata Lima adalah sahabat karibku, satu perguruan beda tingkatan. Jangan tanya tinggi mana tingkatan mereka dengan tingkatanku, aku tak mau menjawabnya!" sergah Tua Bangka yang agaknya merahasiakan soal tingkatannya itu."Jadi, secara tidak langsung sebenarnya Dewi Kapas Ayu adalah lawanku juga, karena rencongnya itu yang akan menandingi Kapak Kubur-ku!" kata Tua Bangka lagi."Kalau begitu, kita cari Dewi Kapas Ayu itu sebelum para tabib binasa oleh keganasan racun pada rencongnya!" kata Baraka penuh semangat. Ia bahkan memeluk Salju Kelana dari samping sebagai ungkapan rasa lega, bahwa pemilik rencong ternyata bukan gadis yang mirip Hyun Jelita itu."Tunggu sebentar," kata Tua Bangka dengan dahi berkerut seperti teringat sesuatu. "Ketika aku dikejar-kejar oleh orang kadipaten, aku sempat melihat ia bergerak ke arah timur. Tapi tak kupeduli

  • Pendekar Kera Sakti   1668. Part 22

    "Oo... pantas," Baraka manggut-manggut.Claaap...! Blegaar...!Dua orang itu gagal lagi menyerang dari jarak jauh. Akhirnya mereka bosan dan salah seorang berkata, "Sudah, tinggalkan saja dia! Kalau yang lain bertanya, bilang saja ia pergi entah ke mana. Larinya sangat cepat!"Baraka tersenyum mendengar ucapan lirih orang itu. Tapi ia segera memperhatikan Tua Bangka dan berkata, "Sebenarnya apa yang membuat Adipati Janarsuma bernafsu sekali ingin mendapatkan pusaka Kapak Kubur itu?""Dia ingin balas dendam kepada Gandapura, karena anak angkatnya yang tunggal itu diculik oleh orangnya Gandapura dan dimakannya. Kepalanya dipulangkan ke istana kadipaten. Jadi ia bernafsu sekali ingin dapatkan senjata yang dapat untuk melawan titisan raksasa itu, tanpa ia bercermin diri bahwa banyak kepala orang yang dipenggalnya pada saat ia melebarkan wilayah merebut kekuasaan para tumenggung. Kupikir anak angkatnya yang disantap Gandapura merupakan upah perbuatan kejinya s

  • Pendekar Kera Sakti   894. Part 7

    "Mengapa dia dijatuhi hukuman gantung, Pak tua?" tanya Ratna Pamegat lagi kepada orang tua yang sejak tadi berdiri di bawah pohon menunggu iring-iringan itu lewat di depannya."Pendekar Kera Sakti memperkosa istri Ki Lurah Pogo. Pengadilan memutuskan ia harus digantung, supaya rakyat di de

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Pendekar Kera Sakti   895. Part 8

    Pemuda yang dijatuhkan dari pundaknya itu segera diangkat oleh Ratna Pamegat, lalu dibawanya lari lagi. Namun beberapa langkah ia melesat, tiba-tiba kembali tiga orang menghadangnya dengan senjata masing-masing di tangan. Wajah ketiga orang itu memancarkan nafsu membunuh. Ratna Pamegat yang belum

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Pendekar Kera Sakti   869. Part 4

    Semuanya terjadi dengan sangat pelan. Tetapi kejap berikutnya, terdengar suara kasar, brukk...! Itu suara tubuh Ratu Teluh Bumi yang dilemparkan ke arah belakang oleh orang yang sedang semadi itu."Uhhg...! Monyet...!" maki Ratu Teluh Bumi dalam hati.Perempuan itu tidak mati. Perem

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Pendekar Kera Sakti   870. Part 5

    Kejap berikut, barulah Siluman Selaksa Nyawa berkata, "Aku tidak punya pelayan.""Biarlah... aku saja yang menjadi pelayanmu. Aku bersedia....""Kau berjanji?""Ya. Aku berjanji, jika kau tolong aku, aku bersedia menjadi pelayanmu. Ooh... semakin panas sekujur tubuhku rasanya

    last updateLast Updated : 2026-03-28
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status