Short
Penolakan Untuk Lamaranku yang ke-18

Penolakan Untuk Lamaranku yang ke-18

By:  AnonimaCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
11Chapters
101views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Saat lamaranku yang kedelapan belas kalinya, Linda lagi-lagi menolakku karena sahabat masa kecilnya. Selama delapan tahun kami berpacaran, aku sudah melamarnya sebanyak delapan belas kali. Namun setiap aku melamarnya, Linda selalu menolak dengan alasan dia tidak bisa meninggalkan sahabat masa kecilnya yang sedang depresi. Aku memandang cincin di tanganku, kali ini aku tidak bisa menahan diri untuk bertanya, “Kalau depresinya sampai seumur hidup, apa berarti kamu tidak akan menikah denganku seumur hidup juga?” Mendengar itu Linda langsung marah, ia merebut cincin yang ada di tanganku lalu melemparnya ke lantai. “Priya, dia itu sahabatku sejak kecil, dia tumbuh bersamaku. Apa kamu ingin aku mengabaikannya begitu saja?” “Lagipula, selama ini kamu sudah bersabar. Kalau mencoba tahan sekali lagi, memangnya kamu tidak bisa?”

View More

Chapter 1

Bab 1

“Menikah! Menikah!”

Tepat di tengah-tengah kerumunan aku berlutut sambil menunggu jawaban darinya. Temanku bersorak dengan antusias, suaranya memenuhi di alun-alun.

“Sudah cukup, jangan berisik.”

Wanita yang sedang aku lamar itu seraya mengambil bunga yang ada di tanah, kemudian melemparkannya dengan kasar ke tubuhku, ekspresi wajahnya penuh kemarahan.

“Kenapa kamu bisa seegois ini? Apa tidak ada hal yang bisa kamu lakukan selain memaksaku menikah? Aku sudah sering bilang padamu, untuk sekarang aku belum bisa menikah.”

Sebenarnya kamu tidak bisa menikah, atau memang tidak mau menikah denganku?

Tenggorokanku tercekat, dadaku sesak sampai aku tidak sanggup melontarkan sepatah kata pun.

Situasi seperti ini bukan pertama kalinya bagiku, tapi kali ini yang paling memalukan.

Selama delapan tahun kami berpacaran, sudah delapan belas kali aku melamarnya dan delapan belas kali juga aku ditolak. Bahkan dalam urusan dipermalukan, badut pun harus mengaku kalah dan memanggilku bos.

Mungkin hanya aku yang sanggup mengubah sebuah lamaran menjadi seperti perjalanan penuh rintangan.

Setelah waktu cukup lama untuk menenangkan diri, aku memungut cincin itu dan mendekat ke arahnya lagi. Raut wajahku tampak memohon dengan sangat hati-hati.

“Linda, jangan bercanda. Teman dan keluarga kita semuanya hadir di sini. Cepat pakai cincin ini.”

Aku ingin membuatnya mempertimbangkan usaha orang-orang yang sudah hadir di sini, setidaknya jangan menolak lagi.

Namun hal itu justru membuat Linda naik pitam. Dia menampar wajahku dengan keras, lalu menatapku dengan sorot mata yang tajam penuh kebencian. Orang-orang di sekitar seketika terdiam.

“Bercanda? Menurutku kamulah candaan terbesar di sini. Menggelikan sekali, masih berani memaksaku menggunakan tekanan moral. Apa kamu tidak tahu kalau Fino punya depresi? Kamu selalu memaksaku menikah, apa kamu baru akan berhenti jika dia sudah mati?”

Dia berkata ini pemaksaan dengan tekanan moral, padahal sebenarnya dia yang melakukan tekanan moral padaku.

Dia bisa bilang tidak suka padaku, juga bisa bilang tidak punya perasaan padaku atau merasa tidak cocok jika hidup bersamaku.

Tapi alasan penolakannya malah karena laki-laki lain, sahabatnya sejak kecil.

Karena sahabatnya itu mengalami depresi, Linda tidak bisa meninggalkannya. Lalu bagaimana denganku? Pacarku memikirkan laki-laki lain dan aku harus menanggungnya, apa aku pantas diperlakukan seperti ini?

Aku menggertakkan gigiku dengan kuat untuk menahan amarah yang mendesak di dadaku. Aku menunduk menatap cincin di tanganku, kemudian bertanya, “Kalau depresinya sampai seumur hidup, apa berarti kamu tidak akan menikah denganku seumur hidup juga?”

Saat aku melontarkan pertanyaan itu, aku masih punya sedikit harapan padanya. Aku ingin Linda menyangkalnya dan berkata semua yang dia katakan barusan hanyalah bercanda, kemudian dia setuju menikah denganku.

Namun jawaban Linda justru seperti menghantamku dengan keras.

Dia merebut cincin di tanganku lalu melemparnya dengan keras, seraya berteriak dengan nada meremehkan.

“Priya, dia itu sahabatku sejak kecil, dia tumbuh bersamaku. Apa kamu ingin aku mengabaikan dia begitu saja?”

“Lagipula, selama ini kamu bisa bersabar. Kalau mencoba tahan sekali lagi, memangnya kamu tidak bisa?”

Cincin itu semakin menjauh dari jarak pandanganku, sampai akhirnya benar-benar menghilang, tidak terlihat lagi. Seperti hatiku yang tenggelam ke dasar jurang, sedikit pun tidak bisa melihat cahaya harapan.

Teman-temanku tampak kebingungan, mereka ingin mengatakan sesuatu, tapi tidak tahu harus berkata apa. Akhirnya mereka hanya bisa mencoba mencairkan suasana.

“Linda memang lucu, ini pasti hanya untuk menguji keseriusan Priya. Tidak apa-apa, kami akan mencari cincin itu sampai ketemu.”

“Kami tidak akan mengganggu lamaran kalian lagi, jangan bertengkar ya.”

Mereka dengan santai mengabaikan kejadian yang baru saja terjadi, lalu mulai menunduk dan berjongkok untuk mencari cincin itu.

Dari sini aku bisa melihat sikapku terhadap Linda, aku seperti seekor anjing yang mengibaskan ekor untuk memohon belas kasihan.

Aku mencintainya. Selama ini aku mengira jika aku sudah berusaha maksimal, aku akan berhasil mendapatkan wanita yang kucintai. Karena itu aku selalu merendahkan diriku sendiri di hadapan Linda.

Sedangkan teman-temanku, karena mereka tahu betapa pentingnya Linda bagiku, mereka rela mengabaikan rasa malu dan mencari cincin yang tidak lagi penting itu di jalanan.

Sementara itu, Linda malah menghentakkan kakinya yang memakai sepatu hak tinggi itu sambil menatap mereka dengan penuh sikap merendahkan.

“Priya, hanya untuk memaksaku menikah, kamu memakai cara yang menjijikkan. Bahkan kamu sampai memanfaatkan teman-temanmu sendiri.”

Setelah berkata seperti itu, Linda pergi bersama teman-teman perempuannya, meninggalkanku berdiri di tengah terpaan angin, dengan mata merah yang mulai berkaca-kaca.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
11 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status