LOGINSaat lamaranku yang kedelapan belas kalinya, Linda lagi-lagi menolakku karena sahabat masa kecilnya. Selama delapan tahun kami berpacaran, aku sudah melamarnya sebanyak delapan belas kali. Namun setiap aku melamarnya, Linda selalu menolak dengan alasan dia tidak bisa meninggalkan sahabat masa kecilnya yang sedang depresi. Aku memandang cincin di tanganku, kali ini aku tidak bisa menahan diri untuk bertanya, “Kalau depresinya sampai seumur hidup, apa berarti kamu tidak akan menikah denganku seumur hidup juga?” Mendengar itu Linda langsung marah, ia merebut cincin yang ada di tanganku lalu melemparnya ke lantai. “Priya, dia itu sahabatku sejak kecil, dia tumbuh bersamaku. Apa kamu ingin aku mengabaikannya begitu saja?” “Lagipula, selama ini kamu sudah bersabar. Kalau mencoba tahan sekali lagi, memangnya kamu tidak bisa?”
View More“Tidak seperti itu. Fino hanya aku anggap sebagai teman. Waktu itu dia memang membutuhkan seseorang untuk merawatnya.”Ucap Linda dengan wajah pucatnya, tapi kemudian terdiam.Fino yang berdiri di sampingnya sudah bisa menjadi bukti terkuat yang membuatnya tidak bisa membantah lagi.Aku memejamkan mataku lalu berjalan pergi. Kenangan masa laluku terlalu pahit, tidak mencoba mengingatnya lagi adalah pilihan terbaik.Keesokan harinya, aku naik pesawat paling pagi dan meninggalkan tempat itu.Linda masih berusaha menghubungiku, tapi Fino malah bertindak gila dan nekat.Dia membawa masalah ini sampai ke ranah dunia maya, sehingga Linda menjadi sorotan dalam diskusi dan perdebatan publik di internet.Bahkan tidak sedikit orang yang menyalahkanku. Menurut pemikiran sebagian orang, mereka berdua adalah teman masa kecil yang tumbuh bersama, bahkan ada yang menyebut mereka pasangan yang ditakdirkan bersama, sementara akulah yang selama ini menjadi penghalang jodoh mereka.Tidak ada orang yang p
Orang yang dulu paling dia jaga dan sayangi, kini ternyata tidak lagi berharga.Mendengar itu, aku menoleh ke arah Fino yang sedang memejamkan mata merasakan rasa sakitnya, kemudian merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah pisau kecil dari sana dan langsung menusukkannya ke arah jantungnya sendiri.Semua orang di sana tidak ada yang menduga hal itu akan terjadi. Aku berlari secepat mungkin yang aku bisa untuk menghentikannya.Di saat yang genting seperti ini, tidak boleh sampai terjadi kecelakaan. Kalau sampai terjadi sesuatu padanya, opini publik akan terpengaruh, dan proyek kami juga akan terkena dampaknya.Dari belakang, Sarah berteriak penuh kecemasan, “Satpam! Apa tidak lihat ada orang yang mau bunuh diri? Cepat hentikan dia! Priya, kamu harus berhati-hati!”Suara Sarah terdengar panik. Linda juga seketika tersadar. Saat aku berhasil mencengkeram tangan Fino, dia pun buru-buru berusaha merebut pisaunya.Pisau yang dia gunakan memang hanya pisau buah berukuran kecil, daya rusaknya
Mau seberapa ideal seorang pacar di dunia ini, pada akhirnya tetap sama saja. Di hadapan cinta, tetap terlihat rendah.Setelah pesawatku mendarat, saking banyaknya panggilan dan pesan yang masuk, rasanya ponselku hampir meledak. Melihat notifikasi merah yang mencolok mata itu, aku menggelengkan kepala dan merasa ini sedikit aneh.Linda sebelumnya tidak pernah peduli padaku. Ini pertama kalinya dia menelepon dan mengirim pesan bertubi-tubi hanya karena takut kehilanganku.Tapi perhatian dan kasih sayang yang datang terlambat itu terasa tidak berharga.Aku menghapus dan memblokir semua kontak Linda, lalu sepenuhnya mencurahkan fokus dan perhatianku pada pekerjaan.Kesibukan bisa membuat seseorang melupakan segala rasa sakit, sekaligus dapat menghasilkan keuntungan.Tapi sesuatu yang paling tidak disangka-sangka adalah Linda datang menyusul.Aku tidak tahu bagaimana caranya bisa menemukan tempat ini. Saat bertemu dengannya, aku berpura-pura tidak mengenalnya dan menganggapnya orang asing.
Itu adalah impianku dulu, sekaligus godaan terbesar untukku. Tapi pada akhirnya manusia akan tumbuh dewasa dan berkembang.“Linda, aku harus buru-buru mengejar pesawat. Kalau ada sesuatu, kita bicarakan lain kali saja.”Aku mendorongnya menjauh dengan sikap yang dingin, sama seperti saat dia berkali-kali mendorongku untuk menolak lamaranku.Aku sedang sibuk, kita bicarakan nanti saja.Jangan ganggu aku dulu, bicara nanti saja.Kalimat-kalimat itu telah menjadi kutukan yang membelengguku selama delapan tahun. Sekarang, ketika kalimat semacam itu keluar dari mulutku, aku baru menyadari kalau alasan seperti itu memang yang paling mudah dan ampuh digunakan. Hanya perlu membuka mulut sedikit dan mengeluarkan beberapa patah kata, masalah beres.Linda yang tidak siap dengan tindakanku, tubuhnya otomatis terhempas ke dinding hingga dia tersentak dan napasnya tercekat karena kesakitan.Aku tidak melihat keadaannya, dengan dingin aku membuka pintu, ingin segera pergi. Namun aku langsung menabrak












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.