Share

Terjadi

Penulis: Susi_miu
last update Tanggal publikasi: 2025-01-23 13:15:33

“Pikirkan kembali apa yang akan kau lakukan, Amiga. Aku sangat tidak menyarankannya. Jangan terlalu nekat. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi kepadamu nanti. Kau bisa saja celaka.”

Moreau tahu. Seandainya ada pilihan lebih baik, dia tidak akan melakukan sesuatu yang mengancam seperti ini. Semua sudah menjadi kebutuhan. Tidak satu pun hal dapat dikendalikan lagi. Berada di dalam mobil sendiri dengan pegangan nyaris mengetat erat pada setir kemudi, mungkin memang terdengar terla
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Susi_miu
Besok, ya. Hihi.
goodnovel comment avatar
Puji Chelsky
1 lagi dong kak
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Perjanjian Terlarang   Penyiksaan

    “Tidak buruk untuk menginjakkan di sini, bukan? Kenapa kau menolak dengan penuh drama?”Malam ini merupakan hal paling menjanjikan bagi Mansilo Hubber, yang menjadi awal bahwa apa pun keinginannya selalu menemukan akhir terbaik. Mungkin memang harus menunggu sampai berpuluh tahun untuk memiliki Rowan kecil, yang sekarang dalam balutan tubuh pria dewasa—tampan—menggairahkan. Dia benar – benar sudah tidak sabar saat mereka ada di sini. Secara harfiah, mempunyai pendekatan yang sama seperti ruang merah, tetapi Mansilo Hubber lebih senang menyebutnya tempat penghukuman.Semua akan berjalan pelan – pelan. Dia tidak akan langsung menargetkan Abihirt sebagai hidangan utama. Perjalanan mereka masih sangat menyenangkan jika membiarkan waktu menjadi pemburu.Surat perjanjian disahkan bersama. Mansilo Hubber tahu Abihirt tidak akan pergi ke mana pun selama Moreau dan keluarga kecil mereka menjadi ancaman terbaik. Haruskah dia memberi begitu banyak pujian kepada diri sendiri karena

  • Perjanjian Terlarang   Pamit

    “Aku akan keluar sebentar. Kau tidak apa – apa menggantikan tugasku untuk menemani anak – anak tidur? Mereka tadi meminta dibacakan dongeng, tapi ada urusan penting yang perlu kuselesaikan.”Mereka—hanya berdua, masih di dapur; mencuci sisa perangkat makan bersama setelah makan malam, dan tiba – tiba sebuah pernyataan membuat atmosfer terasa berbeda.Moreau tidak yakin tentang ini. Sedari tadi, Abihirt sudah menunjukkan sikap aneh, seakan – akan ada kekhawatiran yang tak bisa pria itu kendalikan begitu saja. Dia benar – benar ingin tahu, tetapi masih belum menemukan cara terbaik supaya Abihirt bersedia berbagi cerita.“Kau mau ke mana memangnya?”Itu yang akhirnya dia tanyakan. Ada jeda sesaat. Abihirt seperti berpikir. Ntahlah, Moreau melihat prospek terhadap hubungan mereka supaya menjadi lebih sehat sangatlah tipis. Benaknya nyaris putus asa berpikir jika dia bisa menjadi tempat di mana Abihirt mau mencurahkan semua kegersangan di balik bahu pria tersebut.“Ak

  • Perjanjian Terlarang   Kembali Aneh

    “Hi, Mommy. Daddy membuatkan kami sarapan yang lezat.”Sebuah pemandangan tidak biasa di pagi hari. Moreau tahu bagaimana permintaan Abihirt semalam membuatnya terbangun lebih siang. Namun, tidak pernah menduga bahwa pria itu akan terlihat sangat sibuk di dapur—masih cukup sibuk dengan penampilan seksi—yang nyaris tidak bisa membuatnya berkomentar apa pun; hanya dengan celana kain dan apron yang meliputi tubuh seksi di sana. Benar – benar menggiurkan.“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Moreau setelah memberi senyum dan ciuman singkat di pipi tebal anak – anak. Sempat menanggapi pernyataan mereka, tetapi tidak dimungkiri ... dia memang langsung mendatangi Abihirt—memberi pria itu tatapan dibuat – buat, supaya mengatakan sesuatu.“Aku sedang menyibukkan diri untuk menyiapkan sarapan untuk kalian.”Suara serak dan dalam Abihirt terdengar tenang, saat pemiliknya sedang membungkuk sekadar memberi toping madu di atas roti panggang itu. Well, Abihirt jarang sekali b

  • Perjanjian Terlarang   Dasar!

    Tuntutan untuk tetap tidur masih terus mendesak. Moreau bahkan nyaris tak menemukan cara terbaik sekadar membuka mata saat merasakan sesuatu yang halus dan menusuk di waktu bersamaan, berusaha memberikan sensasi tambahan, tetapi begitu dekat di ceruk lehernya.Dia bergumam samar; sesekali mencoba menyingkirkan sesuatu yang sangat berat, sesuatu yang terasa keras dan mengingatkannya dengan dada seseorang saat tidak sengaja menempatkan sentuhan terlalu lama di sana.“Abi, apa yang kau lakukan?”Satu pertanyaan itu tidak diucapkan dengan kesadaran penuh. Namun, Moreau mencoba keras untuk merangkak ke permukaan. Sedikit yakin bahwa kali ini Abihirt memilih cara yang sebenarnya sudah sering kali pria tersebut lakukan, meski dia masih enggan membuka mata.Sapuan hangat dan basah di waktu bersamaan benar – benar tidak dapat dihindari. Pada akhirnya, Moreau memutuskan untuk membuka mata; perlahan – lahan dan menyadari suasana di dalam kamar bahkan masih begitu temaram.S

  • Perjanjian Terlarang   Sudah Berani

    “Kau tak serius dengan keputusan untuk tidak membiarkanku menyentuhmu, kan, Mommy?”Moreau baru saja menyelesaikan ritual mandi. Sekarang sedang duduk di meja rias diliputi harapan bisa melakukan beberapa kegiatan dengan tenang; seperti memoleskan gel masker di wajah. Namun, harus mendapati Abihirt muncul diliputi ekspresi memelas.Pria itu menjulang tinggi di belakang. Moreau hanya melihat dari pantulan cermin. Tidak ada yang ingin dia katakan, sebenarnya, tetapi Abihirt adalah Abihirt. Tidak akan menyerah sampai mendapat jawaban.Moreau mendengkus. Sedikit berusaha menyingkirkan ujung jemari Abihirt yang terus menjalar di punggungnya—seperti sengaja membentuk pola acak sebagai bentuk bujukan supaya dia berubah pikiran.“Keputusanku masih sama. Jika kau tidak bisa menahan gairahmu. Kau bisa merancap sendiri di kamar mandi,” ucap Moreau setengah kesal. Abihirt bisa melihat bagaimana dia butuh waktu menyelesaikan perawatan wajahnya di sini. Bukan terus mencoba membuju

  • Perjanjian Terlarang   Jurus Maut

    “Kau seharusnya menciumku di sini.”Masih dengan pernyataan yang sama dan kali ini Moreau bisa melihat sendiri bagaimana Abihirt menunjuk bibir sendiri untuk diberikan ciuman ringan. Rasanya, dia tidak bisa menahan diri selain mengeluarkan suara tawa yang keras. Untunglah, hanya senyum yang Moreau berikan, kemudian berkata, “Batas mencium-mu hanya satu kali. Aku sudah melakukannya,” sambil mengulurkan tangan menyentuh pipi Abihirt—tempat di mana dia menjatuhkan bibir; sesekali memberi sapuan ringan di sana.“Siapa yang bilang kalau menciumku ada batas limitnya?” Suara serak dan dalam Abihirt terdengar sedikit dengan nada geram. Akhirnya membuat kekehan Moreau mencuak samar ke permukaan.“Aku yang membuat aturan itu,” dia menjawab—sedikit harus menenangkan diri dari tawa yang perlahan – lahan menjadi lebih keras. Abihirt kembali terdengar menggeram. Benar – benar tak setuju terhadap apa pun yang dia katakan, sehingga buru – buru berkata, “Aku yang seharusn

  • Perjanjian Terlarang   Bersiap

    Nyaris tanpa sadar bibir Moreau terbuka menanggapi pernyataan ayah sambungnya. Abihirt tidak seharusnya memikirkan apa pun itu. “Lupakan dulu piring kotor. Aku yang akan menyelesaikannya nanti. Sekarang temani aku ke kamar.” Tidak peduli. Moreau kembali menarik lengan Abihirt, hingga p

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-30
  • Perjanjian Terlarang   Kebersamaan

    “Kau merasa ibuku berusaha menjerumuskanku?” tanya Moreau lambat dan pria itu segera menambahkan jawaban. “Ya.” “Mengapa ibuku harus melakukannya?” Lagi. Moreau mengajukan pertanyaan untuk melihat sejauh mana Abihirt dapat menambahkan komentar, meski tampaknya pria itu tidak berus

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-30
  • Perjanjian Terlarang   Mengingatkan

    “Kau tidak boleh melakukan itu,” ucap Moreau sarat nada waspada. “Kenapa?” Dia terkesiap saat satu tangan Abihirt masuk ke dalaman satin, sementara telunjuk pria itu telah mencelup ke inti tubuhnya. Geraman puas ketika merasakan dia telah basah membuat Moreau seperti menghadapi masalah

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-30
  • Perjanjian Terlarang   Belum Selesai

    “Aku pikir kau tidak akan kembali,” ucap Moreau saat menyambut Abihirt yang sekarang menjulang tinggi di hadapannya. Pria itu masih dengan tampilan yang sama dari terakhir kali mereka berpisah. Dia mendadak takut membayangkan ayah sambungnya benar – benar tidak memiliki minat sekadar pulang seben

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-30
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status