Short
Permainan Gairah Istri Bos

Permainan Gairah Istri Bos

By:  LiamCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
11Chapters
1.5Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

"Lanjut, jangan berhenti. Bikin dia mendesah, aku mau dengar." Di dalam kamar tidur yang sunyi di larut malam, aku merobek baju tidur sutra selembar tipis yang melekat pada tubuh istri Bos. Dia tidak pakai celana dalam, tubuhnya yang setinggi 170 sentimeter dan sangat ideal itu sudah lemas bagaikan genangan air, sementara sepasang kaki jenjangnya yang putih tanpa sadar melingkar ketat di pinggangku, di saat tanganku masih memegang ponsel dengan pelantang suara yang menyala dari si Bos. Rasa malu dan kenikmatan yang luar biasa sudah membuatnya benar-benar hilang kendali, dia meremas seprai tanpa daya sementara mulutnya tanpa sadar memanggil namaku. Tepat pada detik saat aku memegang milikku yang berukuran besar dan sudah menegang kuat hingga terasa sakit, lalu mengarahkannya ke lembah misteriusnya yang becek untuk menerobos masuk ke dalam tubuhnya, pintu kamar tidur tiba-tiba didorong terbuka dari luar ....

View More

Chapter 1

Bab 1

Bos bilang, dia akan beri aku 10 miliar, asal bisa bikin istrinya hamil.

Dia mengucapkan kata-kata itu sambil menatap istrinya, Riana Merisa, yang sedang menunduk membaca dokumen.

Hari ini Riana mengenakan gaun terusan ketat berwarna putih dengan kerah yang terbuka pas, memperlihatkan sedikit kulitnya yang seputih salju dan tulang selangka yang indah. Bagian bawah gaun itu membungkus pantatnya yang padat, membentuk lekukan tubuh yang sangat memikat.

Secara tidak sadar, aku menelan ludah dan merasakan bagian bawah tubuhku mulai bereaksi.

Bos Burhan melihat reaksiku lalu mendengus sambil tersenyum.

"Aku curiga istriku mandul. Makanya, Tommy, kamu 'kan masih muda, coba kamu tiduri dia, lihat apa dia bisa hamil atau nggak."

Dia mengetuk dokumen di tanganku, memberi isyarat agar aku menggunakannya sebagai alasan untuk mendekati istrinya malam ini.

"Kalau berhasil, uangnya bakal langsung ditransfer."

Itulah alasan kenapa aku sudah berdiri di depan pintu rumah Bos tepat jam delapan malam.

Jantungku berdegup kencang, rasanya hampir melompat keluar dari tenggorokan.

Aku menarik napas dalam-dalam lalu menekan bel pintu.

Riana yang membukakan pintu.

Dia sudah melepas pakaian kerjanya dan berganti mengenakan baju tidur tali spageti dari bahan sutra hitam dengan belahan dada rendah, memperlihatkan belahan dadanya yang samar-samar terlihat seksi. Dia tampaknya tidak memakai bra, sehingga udara malam yang dingin merangsang dadanya yang lembut, hingga samar-samar putingnya yang menonjol terlihat mencetak bulatan kecil di balik kain hitam, membuatku tidak bisa mengalihkan pandangan.

Rambut panjangnya dibiarkan terurai acak di bahu, dengan beberapa helai rambut basah menempel di lehernya yang putih, menandakan dia baru saja selesai mandi.

Udara di sekitar dipenuhi keharuman sabun mandi yang bercampur dengan aroma tubuh wanita, membuat tenggorokanku terasa kering.

Wanita itu tampaknya menyadari arah pandanganku, membuat tatapannya seketika berubah dingin.

"Bilang sama Burhan, aku nggak tertarik punya anak. Aku juga nggak merasa ada masalah sama tubuhku. Kamu pulang aja."

Aku sempat tertegun karena niatku langsung terbongkar, tapi untungnya aku segera menemukan alasan.

"Bu Riana, Pak Burhan suruh saya antarkan dokumen penting ini." Aku mengangkat map dokumen di tanganku, berusaha keras agar suaraku terdengar tenang.

Dia melirik map tersebut, lalu beralih menatapku dengan raut wajah yang makin tidak sabar.

"Taruh aja depan pintu, kamu boleh pergi." Dia berkata sambil hendak menutup pintu.

Aku panik dan langsung menahan pintu itu dengan tangan.

"Pak Burhan bilang, dokumen ini harus diserahkan langsung ke tangan Ibu, saya harus memastikan Ibu selesai memeriksanya."

Ini adalah alasan yang diajarkan oleh Burhan kepadaku.

Wajah Riana bertambah dingin, dia memperhatikanku dari atas sampai bawah dengan tatapan mata setajam pisau.

"Pergi."

Tatapan matanya membuatku agak emosi, seketika gairah liar langsung memuncak dari perut bawah ke kepala.

Sialan, sok suci sekali jadi perempuan? Kalau bukan karena suamimu yang bayar, aku juga malas melihat wajah ketusmu itu.

Aku pun nekat, dengan memanfaatkan keunggulan tinggiku yang menang satu kepala darinya, aku langsung menerobos masuk ke dalam rumah, lalu berbalik menutup pintu dan menguncinya.

"Kamu!"

Riana terkejut setengah mati. Dia mundur selangkah sambil menatapku penuh waspada, "Kamu mau ngapain? Kamu pikir aku nggak berani telepon polisi sekarang?"

"Telepon polisi?" Aku menyeringai sinis sambil terus melangkah maju mendekatinya, "Kamu pikir kalau polisi datang, mereka bakal percaya sama istri direktur yang pakai baju tidur seksi malam-malam begini waktu membukakan pintu buat bawahan pria, atau percaya sama karyawan jujur kayak aku yang cuma menjalankan perintah untuk mengantar dokumen?"

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
11 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status