Share

Bab 43

Author: Stary Dream
last update publish date: 2026-05-24 20:53:03

Berkali-kali Arkan memeriksa ponselnya. Pesan yang ia kirim untuk Aluna hanya dibaca saja. Arkan mengirim semua tukaran pesan antara dirinya dan Nindi. Termasuk saat pertama kali wanita itu menyapa dengan ingin meminjam uang.

Arkan hanya ingin istrinya percaya kalau dia sama sekali tak berkhianat. Ia ingin menepis semua pikiran buruk Aluna mengenai dirinya.

Namun yang terjadi adalah sebaliknya. Aluna menatap kiriman pesan itu dengan getir. Bukti screenshoot pesan antara suam
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Aurora Aurora
Udah Aluna pergi aja, jangan lupa gugat ARKAN dulu..!!!! LO sama Mas Aamir aja, sekalian minta kerjaan, bohong ketemu tiap hari ga bikin Mas Aamir deg-deg seerrrr....
goodnovel comment avatar
Aurora Aurora
DR SITU BAK PAHLAWAN KESIANGAN, SI ARKAN MALAH PENGEN NIKAHIN NINDYPELAKOR..!!! ALUNA GA KUAT DIMADU, AKHIRNYA MINTA PISAH SAMA ARKAN...!!! BIAR RASAIN LO MAKLAMPIR FIONA, PUNYA MANTUU BARU PLUS BONUS NYA ANAK SAMBUNG BUAT ARKAN...!!! COBA BISA LAYANIN MAKLAMPIR 24 JAM GA SININDYPECUN..!!!
goodnovel comment avatar
Aurora Aurora
NI KAYA DI JUDUL SEBELAH, NANTI MAU CERAI SI NINDYPELAKOR GA JADI, GARA² DI ANCEM SAMA PAPANYA CINDY KALO NANTI NINDYPELAKOR TETEP MINTA CERAI, ARKAN YG JADI SASARAN..!!! MAU GA MAU NINDYPELAKOR BATAL BUAT GUGAT CERAI PAPANYA CINDY...!!! SAMPE NANTI NINDYPELAKOR DI CULIK, YG NOLONGIN ARKAN..!!
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 152

    Arkan mendelik ke arah wanita yang baru saja masuk. Sementara sorot wajah Aluna langsung berubah."Tante Farah sedang apa disini?""Tadi Adelina hubungin tante katanya kamu diserang perempuan gila. Astaga, apa yang terjadi?""Bukan masalah besar. Tante tidak memberitahu mama, kan?""Sudah tante beritahu. Mamamu akan kesini sebentar lagi." Pandangan Farah beralih pada wanita berhijab yang berdiri di tepi pembaringan Arkan. "Ehem.. Aluna."Aluna menatap Farah dengan tatapan yang sulit diartikan. Selamat tinggal diucapkan pada wanita lemah yang sering ditindas oleh mertuanya. Sekarang, Farah bahkan merasa terintimidasi oleh tatapan Aluna saja."Dimana lukamu? Parah, nggak?" Farah mengalihkan perhatian."Nggak. Cuma dua jahitan.""Itu banyak sekali! Astaga! Kita harus menuntut wanita itu."Aluna berdeham. "Aku keluar dulu, mas. Mau cari mas Aamir."Arkan ikut bangkit dari duduknya."Mari k

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 151

    Acara syukuran bubar karena kericuhan yang terjadi. Langit segera membuat laporan ke kantor polisi. Mantan istrinya itu akan terjerat kasus penganiayaan.Lengkap sudah! Kali ini dia sudah tak bisa mengelak lagi. Terlebih ada bukti cctv yang mendukung.Adelina menjaga si kembar di warung makan. Sementara, Aluna dan Aamir membawa Arkan ke rumah sakit.Di IGD, Arkan langsung diberikan tindakan. Lengannya yang terluka sudah dibersihkan."Ini harus dijahit. Ada lukanya yang dalam." Ujar dokter jaga pria itu.Aluna menggangguk setuju. "Iya, dokter. Jahit saja.""Sakit nggak kira-kira, dok?" Tanya Arkan."Sakit. Namanya juga ditusuk jarum. Tapi akan saya berikan obat bius."Dokter tersebut meminta perawat untuk menyiapkan alat jahit luka. Yang terkejut sekarang Aamir, perawat yang muncul ternyata wanita yang sangat dikenalnya. Sinar."Sinar!" Tegur Aluna lega. "Ternyata kamu kerja.."Sinar menghela na

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 150

    Adelina tak hanya memukul wanita berambut pirang itu. Tapi juga rambutnya yang penuh cat itu juga ditarik hingga membuat Ria menjerit.Siapa suruh menghina Adelina? Wanita ini anak Farah. Salah satu nyonya cerewet di dunia. Jelas Adelina menjadi tangguh seperti ibunya.Langit dan Aamir sampai kewalahan melepaskan mereka karena Adelina yang tak mau melepaskan tangannya."Mas, bawa anak-anak ke ruang kerja Langit." Perintah Aluna pada mantan suaminya."Dimana?""Itu." Aluna menunjuk sebuah ruangan yang tertutup.Arkan mengangguk dan membawa dua anaknya ke ruangan yang dimaksud. Sedangkan, Aluna pergi ke depan untuk melerai perkelahian dua macan wanita."Lepaskan Adel!" Ujar Aluna. Ia membantu Ria melepaskan cengkraman tangan Adelina dari rambutnya."Ah, sial!" Umpat Ria setelah lepas dari Adelina. "Wanita brengsek! Apa kamu pikir aku takut padaku?""Apa? Masih mau lagi?" Tantang Adelina tanpa takut.

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 149

    "Si-Sinar.. Tunggu!"Aamir mencoba menghadang Sinar dengan tubuhnya. Tapi Sinar tak perduli. Ia tetap melajukan motornya dan berlalu dari hadapan pria itu. Melihat itu, Aluna menjadi curiga. Rasanya pertemuan mereka terakhir terjadi di rumah sewa Aluna. Ketika si kembar saat itu tepat berusia tiga tahun. Sinar sangat senang ketika melihat Aamir kala itu. Dia bahkan rela menunggu Aamir yang berjanji akan berkunjung kembali.Tapi.. kenapa Aluna merasa seperti ada benang tak kasat mata yang terbentang antara hubungan Aamir dan Sinar? Keduanya terlihat canggung. Apalagi Sinar yang menjaga jarak. Wanita itu seperti menghindari Aamir. Apa mungkin pria yang dikagumi Sinar adalah Aamir? Ya, bisa jadi.Pas sekali ketika Sinar keluar ada sebuah mobil yang masuk. Seorang ayah dan dua anak kembar turun dari mobil dengan tersenyum cerah."Sayang!" Seru Aluna tersenyum lebar. "Kok cepet banget mainnya?"Abi dan Ditha berlari memeluk ibunya.

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 148

    Setelah peresmian, sekarang dilanjutkan dengan acara makan siang bersama. Sepasang kekasih ini tak mau berpisah. Mereka bahkan duduk berdampingan dengan Langit yang sangat perhatian. Di hadapan mereka ada Aluna dan Aamir yang memperhatikan. Aamir sampai terperangah melihat perlakuan Langit pada adik kesayangannya. Pantas saja jika Adelina bisa takluk. Ternyata Langit bisa bersikap manis juga. "Hey, mau kemana??!" Tegur Langit setelah melihat adik wanitanya berjalan menjauh. "Mau ke belakang." Jawab Sinar tak mau membalas pandangan. Di tangannya terdapat sebuah piring berisi makanan. "Ke belakang??" Dahi Langit sampai mengkerut. "Ngapain makan di dapur. Orang pada ngumpul semua disini!" Sinar menggeleng. Saat dia ingin membuka suara lagi Aluna ikut bersuara. "Makan disini saja, Sinar. Sama kami." Aluna menepuk kursi sebelahnya. "Ayo, Sinar. Kita juga belum berken

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 147

    "Gimana, Aluna? Apa kamu izinkan aku membawa mereka?" Tanya Arkan penuh harap. Aluna mengangguk. "Boleh, mas. Aku bantu mereka berganti pakaian dulu." "Biar aku aja yang menggantinya, kamu bersiap saja." Aluna masuk ke kamar si kembar dan membawakan baju ganti. Oleh karena ingin diajak bermain, si kembar pun menjadi antusias. Mereka dibantu oleh sang ayah untuk bersiap. "Oke! Sudah ready! Ayo kita pergi!" Ajak Arkan. "Denger kata ibu, ya. Jangan nakal. Jangan lari-lari." Ucap Aluna mengingatkan. "Oke, bu!" Jawab mereka serempak. Arkan meraih tangan putra putrinya. "Kamu mau barengan sama aku? Sekalian aku anter ke warung makan." Aluna menggeleng. "Aku bisa pergi sendiri, mas." "Mumpung searah, Aluna." Ah, Aluna tak pernah bisa kuat membalas tatapan mata memelas itu. Akhirnya d

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 21

    ["Gimana hasil periksanya?"] Terdengar suara penasaran dari sebrang sana."Begitulah. Disuruh sabar sama dokternya." Sahut Fiona malas.["Nggak terjadi sesuatu ya sama Aluna?"] Suara itu seperti mengharapkan sesuatu.Fiona menghela nafas mendengar pertanyaan adiknya.

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 19

    Keahlian Fiona adalah menyindir menantunya. Hal kesukaannya adalah menindas Aluna. Tak heran jika dia berani menghina menantunya sendiri di depan banyak orang.Adel yang merasa situasi menjadi canggung lantas mencairkan suasana kembali dengan mengajaknya makan siang bersama.Set

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 17

    Bermacam-macam perhiasan terhampar di depan mata Aluna. Bukan sekedar bualan belaka, Arkan benar-benar mengajak istrinya ke toko perhiasan pagi ini.Namun saat sampai disana, nyali Aluna menciut. Ia langsung memundurkan diri."Kayaknya nggak usah beli perhiasan, mas." Ujar Aluna

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 13

    "Memang susah ya kalau punya menantu dari kampung! Udah tahu suaminya sibuk kerja tapi masih aja di ganggu!" Fiona mendelik tak suka pada menantunya.Mendengar itu, Aluna yang tadi tertunduk berani mengangkat wajah."Sakit lambung mas Arkan tadi kumat, ma. Jadi aku berikan obat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status