Share

Bab 57

Author: Stary Dream
last update publish date: 2026-05-31 20:25:17

Aluna menatap wanita itu dengan datar seolah pemandangan tersebut sudah biasa dilihatnya. Ia lalu memusatkan perhatiannya lagi pada penjual yang sedang membuat pesanannya. Sedangkan Nindi yang berbicara begitu enteng main memutar tubuhnya dan menuju ke arah mobil Arkan yang terparkir.

Dan Arkan menjadi dilema. Di satu sisi ada Nindi yang mengajaknya pulang. Cindy sedang sakit. Anak itu harus meminum obat dan cepat beristirahat.

Sementara di sisinya ada Aluna. Istrinya yang s
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Aurora Aurora
DR AWAL ARKANASUE YG GA JELAS, GA BISA TEGAS, MASIH TERNGIANG-NGIANG SAMA SININDYPECUN..!!! GA USAH MASAK ALUNA, GA USAH MAKAN DILUAR JUGA,, PESAN ONLINE AJA BIAR GA CAPE² ALUNA. NGAPAIN LO UDAH BERKORBAN SEMUANYA UTK ARKANASUE SAMA EMANYA, MSH AJA GA DI LIAT, GA USAH BILANG TRMKSIH, MINIMAL DI LIAT
goodnovel comment avatar
Aurora Aurora
GA USAH BALIK LAGI SIH ALUNA KATA GW MAH, UDAH LO FOKUS MEMPERCANTIK DIRI, KERJA FOKUS, INGET NASEHAT FIONA MAKLAMPIR ADA BNERNYA JUGA, HARUS MANDIRI CARI DUIT...!! KALO MAU BALIKAN LAGI YA SUSAH, SININDYPECUN HARUS DISERAH KAN KE POLRES ATAU POLDA, TERSERAH MAU DI TARO DI DINAS SOSIAL, ATAU DIMANA
goodnovel comment avatar
Aurora Aurora
*GA ADA ALUNA
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 142

    Aluna hanya diam di tempatnya. Dua tangan anaknya ia genggam dengan kuat.Fiona mendekat dan memberi pelukan. Wanita ini menangis di bahu Aluna."Kamu kemari, nak?" Fiona melepaskan diri dan menatap wajah mantan menantunya."Iya. Ayah anak-anak bilang kalau mama sakit kemarin. Jadi aku sekalian mampir kemari.""Arkan yang bilang?" Oh.. Fiona senang sekali mendengarnya."I-iya. Mama sakit apa?""Darah tinggi mama kuat. Mari, sayang. Masuk dulu." Fiona lalu tersenyum pada si kembar. Tapi dia takut untuk mendekat.Tatapan tajam Abi serta ingatan Fiona mengenai Ditha yang kecelakaan membekas di pikirannya."Maaf, kami tidak bisa mampir. Kami mau pergi lagi.""Sebentar saja, nak. Kita sudah lama tidak bertemu." Ujar Fiona penuh harap.Aluna lalu memperhatikan kedua anaknya. Ditha nampak biasa saja. Kecuali Abi yang bersikap waspada."Baiklah. Hanya sebentar."Aluna menurunkan egony

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 141

    Aluna langsung menepuk jidatnya. Dasar! Anak sekecil ini sudah diajari berbohong. Apalagi ini Ditha, si keriting cerewet keturunan Fiona.Tanpa rasa berdosa, Ditha mendorong ponsel itu ke Aluna. Dengan berat hati, Aluna membalik ponsel tersebut sehingga terlihatlah wajah mantan suaminya, Arkan.["Oh.. Aluna. Maaf, aku mengganggumu."] Ujar Arkan tak enak hati setelah melihat wajah masam Aluna di layar ponselnya."Nggak, mas. Aku baru selesai sholat tadi." Jawab Aluna memberi alasan. Pas sekali dia memang masih memakai mukena.["Oh.. begitu. Tadi Ditha menelponku, rupanya dia sudah pintar memainkan ponsel."]Aluna melipat bibir. Bukan Ditha yang pintar memainkan ponsel melainkan ibunya yang mencari alasan untuk menghubungi ayahnya."Aku dengar dari Mira kalau mas sakit tadi siang. Apa itu betul?" Arkan berdeham . ["Iya. Biasa. Sakit maagku kambuh. Jadi aku ke IGD tadi."]"Kamu nggak makan obat?"["Makan.

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 140

    Tiga bulan kemudian...****"Aku ingin merayakan hari jadi warung makan ayam ini yang ke tujuh tahun." Ujar Langit mengawali morning meeting hari ini. "Sebelumnya tidak ada perayaan karena aku sibuk membuka cabang warung makan kita. Tapi tahun ini aku ingin melakukan syukuran kecil-kecilan untuk berkembangnya warung makan ini."Dipatahkan tapi tidak tumbang. Itulah perumpamaan usaha milik Langit ini. Dalam tujuh tahun usaha, seringkali pesaing bisnis hendak merobohkan usaha milik Langit. Bukannya mundur, warung ini terus mengkoreksi dan berbenah diri. Mereka selalu memberikan yang terbaik dan mempertahankan cita rasanya."Rencananya syukuran akan dilaksanakan dua minggu lagi. Tepat di hari minggu malam. Kalian boleh mengajak pasangan atau keluarga yang lainnya." Sambung Langit lagi."Untuk menunya gimana, mas? Masa kita makan ayam geprek sendiri?" Tanya Endang yang menimbulkan gelak tawa.Langit terkekeh. "Jangan khawat

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 139

    Secara bergantian Aamir dan Mawar memberikan sambutan. Rose gold. Kini hadir dalam wajah baru. Keduanya meyakinkan bahwa produk mereka telah lahir dengan citra yang lebih kuat. Sekaan menepis dugaan miring di masa lalu.Para pencari pemberita mengangkat kameranya. Memotret dua owner yang masih muda itu untuk menjadi headline beberapa media. Tak ketinggalan, wajah cantik Aluna juga ikut diambil. Dia adalah icon kecantikan syarii masa kini.Selesai acara, para tamu undangan diminta untuk menyantap makanan yang sudah disiapkan. Termasuk Aluna yang ikut ke meja VIP dan duduk disana."Langit!" Aluna melambaikan tangan agar pria itu mendekat.Penampilan Langit.. ngngng lumayan. Biasanya pria itu suka memakai kemeja warna warni. Namun hari ini, dia memakai kemeja berwarna abu.Mendengar namanya dipanggil, Langit mendekat dan ikut duduk di kursi."Aku nggak ngelihat kamu daritadi." Ucap Aluna."Aku baru datang." Langit

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 138

    Pagi sekali, Mira sudah datang untuk mengasuh. Padahal hanya hari Sabtu jatah hari liburnya. Namun kali ini Aluna meminta tolong lagi karena ia harus menghadiri grand opening rose gold.Tepat pukul setengah delapan, Mawar sudah menjemput Aluna dengan mobilnya. Sesampainya disana, sudah banyan rekan dan juga wartawan yang berkumpul. Begitu juga dengan keluarga besar Mawar yang ikut datang dalam acara launching hari ini."Aku gugup sekali hari ini.." seru Mawar saat Aamir mendekatinya."Semuanya akan baik-baik saja." Aamir lalu melirik wanita yang memakai gamis merah muda di sisi Mawar. "Hai, Aluna.""Hai, mas Aamir." Sapa Aluna balik."Mana kekasihmu?""Kekasihku?" Alis Aluna sampai terangkat. Siapa maksudnya?"Itu.. Langit.""Oh.." Aluna melipat bibir. Dia juga tak tahu dimana pria itu. "Mungkin sedang bersiap datang. Pagi ini aku belum bertukar pesan dengannya.""Begitu rupanya. Mumpung dia belum tiba,

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 137

    "Lama-lama kamu seperti pelangi, Langit.""Dasar!" Langit mencebik.Tak hanya Aluna yang tertawa tapi juga Fani. Penampilan Langit berubah total. Dia yang hanya dulu memakai pakaian serba hitam kini dengan kemeja warna warni. Kemarin dengan warna putih dan kuning, hari ini menggunakan warna biru langit.Sungguh tampak bersinar cerah di tubuh pria yang atletis itu."Wanita mana yang membuat kamu bersinar lagi?" Goda Aluna."Apa sih, kamu?!" Langit sampai menahan tawanya."Jangan berbohong, Langit. Kita sudah pernah menikah, sudah pernah jatuh cinta. Aku tahu kamu sedang menarik perhatian wanita lain.""Astaga, kamu ini!" Langit tertawa. "Rasanya nggak salah untuk jatuh cinta lagi, kan? Sudah tiga tahun aku menduda.""Syukurlah.. jadi siapa perempuan itu?""Ada. Kamu kenal siapa wanita itu." Sahut Langit tersenyum penuh arti."Aku mengenalnya?" Aluna sampai mengkerut sendiri. Semalam Sinar mengat

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 21

    ["Gimana hasil periksanya?"] Terdengar suara penasaran dari sebrang sana."Begitulah. Disuruh sabar sama dokternya." Sahut Fiona malas.["Nggak terjadi sesuatu ya sama Aluna?"] Suara itu seperti mengharapkan sesuatu.Fiona menghela nafas mendengar pertanyaan adiknya.

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 19

    Keahlian Fiona adalah menyindir menantunya. Hal kesukaannya adalah menindas Aluna. Tak heran jika dia berani menghina menantunya sendiri di depan banyak orang.Adel yang merasa situasi menjadi canggung lantas mencairkan suasana kembali dengan mengajaknya makan siang bersama.Set

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 17

    Bermacam-macam perhiasan terhampar di depan mata Aluna. Bukan sekedar bualan belaka, Arkan benar-benar mengajak istrinya ke toko perhiasan pagi ini.Namun saat sampai disana, nyali Aluna menciut. Ia langsung memundurkan diri."Kayaknya nggak usah beli perhiasan, mas." Ujar Aluna

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 13

    "Memang susah ya kalau punya menantu dari kampung! Udah tahu suaminya sibuk kerja tapi masih aja di ganggu!" Fiona mendelik tak suka pada menantunya.Mendengar itu, Aluna yang tadi tertunduk berani mengangkat wajah."Sakit lambung mas Arkan tadi kumat, ma. Jadi aku berikan obat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status