Share

Part 34

Author: Ummi Salmiah
last update publish date: 2023-05-10 10:00:00

Pov Pricilia

Namaku adalah Pricilia Nugroho. Keluarga kalangan terpandang di kota ini. Semenjak pertemuanku dengan sahabat kakakku, ambisiku semakin menjadi ingin menaklukan Reza Adytama. Pemilik perusahaan terbesar di kota ini, meski dulu dia pernah memiliki skandal. Namun, tidak mengurangi rasa cinta di hatiku. Wajah menawan dan kaya raya siapa yang tidak tertarik, kemana-mana selalu ditemani para asistennya. Laki-laki
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (7)
goodnovel comment avatar
Siti Rohimah
kakak cerita nya bgs, sy suka, cm terlalu panjang "POV" nya, pdhal tanpa " POV" jg pembaca sdh tau Krn alur ceritanya sdh bgs dan jelas, seperti nya tanpa " POV" akan lebih bgs dan lebih greget
goodnovel comment avatar
Fenty Izzi
ternyata Priscilia d balik semua yang Rania lakukan...
goodnovel comment avatar
Husna Rafliazzahra
Reza hanya ingin melindungi Nina dari kejahatan dan kerasnya dunia
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pesona Istri Dari Desa   Cinta yang terlambat

    "Apa yang salah?" berkali-kali Brayen menanyakan itu semua ke dalam hatinya. Monica yang melihat Brayen hanya diam, mendekat."Kenapa, Bang?" tanya Monica.Brayen hanya menggeleng."Semua normal, tapi kenapa daddy pingsan?" tanyanya."Aku juga heran." Monica juga ikut bersuara.Syukurnya hanya pingsan, kemungkinan karena Reza sangat bahagia hingga tidak bisa mengendalikan diri. "Bang, aku ingin bicara," kata Monica."Aku tunggu di balkon," sambung Monica lagiBrayen mengikuti kemauan Monica, naik ke atas balkon lalu bicara empat mata. Berkali-kali Monica terlihat menahan napas, melihat Brayen lebih dekat membuatnya tidak bisa menahan diri. Satu kata. Rindu. Hanya melihatnya bahkan titik-titik air di mata Monica hampir terjatuh. Cinta yang begitu besar kadang membuat siapa saja hanya bisa mengeluarkan air mata."Bicara apa dek?" duuh, jantung Monica bahkan berdetak lebih kencang.Cukup lama Monica terdiam."Bang ...." Suaranya tercekat, hanya sekedar melihat senyuman Brayen yang begi

  • Pesona Istri Dari Desa   Semuanya baik-baik saja 'kan?

    Semua sibuk menyiapkan makan malam, tentunya semua bahagia karena daddy sepertinya membuka kembali lembaran baru bersama abang Brayen. Saat ini yang terpenting daddy bahagia dan sehat seperti sedia kala lagi. Tentunya menjadi keluarga yang utuh kembali seperti dulu lagi.“Dek mikirin apa? ayo bantu bunda,” ajak bunda yang langsung menarik tanganku. Aku yakin bunda pasti mengetahui apa yang kurasakan. Mengapa ini sangat berat, padahal semua yang ada di pikiranku bisa jadi itu tidak benar.“Dek, jangan mikirin sesuatu yang belum terjadi, nikmati apa yang sedang terjadi tanpa membuatmu berpikir yang aneh-aneh.” Bunda memang sangat peka dengan apa yang menjadi pikiranku.“Berkaryalah sayang, buat sesuatu yang membuatmu tidak jenuh menunggu malam ini,” ujar bunda.“Iya, Bund. Jangan menata Monica begitu, aku malu.” Bunda hanya tertawa renyah menatapku.Aku menyiapkan menu favoritku, Minimal jika malu nanti malam, aku punya kesibukan menghabiskan puding buatanku. Iya, aku hanya bisa membuat

  • Pesona Istri Dari Desa   Aku takut kehilangan dirimu

    “Arvian pamit bund,” ucap Arvian yang menarik tangan abang Brayen untuk masuk ke mobil. Mereka begitu akrab satu sama lain. Saling merindukan satu sama lain. Aku iri, padahal aku ibunya.Mereka yang begitu akrab satu sama lain yang membuatku merasa menjadi ibu yang tidak sempurna. Apa selama ini aku salah mendidik Arvian, atau aku terlampau egois? Semua pertanyaan benar-benar menggangguku “Istirahatlah sayang, semua pasti akan baik-baik saja. Yakin itu,” bisik abang Brayen yang masih bertahan meski tangannya ditarik oleh Arvian. Ya Allah benar-benar dia selalu pintar membuat jantung ini berdetak lebih cepat.“Ayah cepet, sudah dibilang bukan muhrim masih saja pakai adegan sayang-sayang” teriak Arvian. Astagfirullah bikin malu saja adegan orang dewasa ini. Abang Brayen sempat-sempatnya mengedipkan mata. “I love you,” ucapnya.Aku segera masuk menemui bunda dan abang Shaka. Oksigen di tubuhku bisa habis dibuat tingkah abang Brayen dan Arvian. Mereka tak henti tertawa melihat tingkahku y

  • Pesona Istri Dari Desa   Semua pasti ada jalan keluar

    "Bunda maafin Arvian, ya," ucap Arvian yang langsung memelukku. Arvian tidak salah. Ini murni kesalahan orang dewasa seperti kami yang egois."Arvian tidak salah, Nak. Beri waktu opa, ya untuk bisa bersama ayah lagi.""Semuanya baik-baik saja 'kan, Bun?" aku hanya membalas dengan anggukan. Meski aku pun tidak berani berharap semuanya kembali seperti dulu lagi. "Semuanya baik-baik saja, Nak. Opa sehat itu yang penting." Aku memeluk Arvian, air mata yang sedari tadi kutahan akhirnya turun tanpa diminta. Dalam hatiku ini semua salahku yang begitu egois. "Ayah jemput Arvian gak bun?" tanya Arvian."Arvian tidak mau menginap?" "Arvian kangen ayah, sejak opa di rumah sakit Arvian hanya ketemu satu kali." Rasanya menyesakkan sekali mendengarnya. Arvian lebih merindukan ayahnya. luka yang kurasa sulit untuk sembuh. Bagi anak seperti Arvian memiliki keluarga utuh adalah anugerah. Walau dia tidak kekurangan kasih sayang, tapi nalurinya ingin seperti anak pada umumnya. Disayang dan dimanja.

  • Pesona Istri Dari Desa   Berdamailah dengan masa lalu, Bang!

    Reza dibolehkan pulang, Brayen hanya bisa mencuri pandang dari jauh. Namun, lucunya mereka seperti saling merindukan. Itu terlihat dari Reza yang diam-diam ikut juga mencarinya."Ayo, Bang. Sopirnya sudah menunggu," kata Nina-istrinya.Reza hanya menjawab dengan anggukan kepala. Nina menyadari, tapi dia tidak ingin mengganggu suaminya yang sedang menahan gengsi. Laki-laki terkadang tidak bercerita, tetapi ketika sudah di puncak rasa, dia akan cepat membuka diri. "Daddy kenapa, Bund?" tanya Shaka yang melihat Reza lebih banyak diam."Biasa orang gengsian gitu." "Masalah abang?" tanya Shaka lagi, Nina hanya mengangguk."Susah memang dua laki-laki ini, tuh lihat abang Brayen di pojokan juga natap daddy," tunjuk Shaka. Seketika Nina tidak bisa menahan tawanya."Pantes mereka disatukan, kelakuannya sama," jawab Nina."Kalian kenapa senyum-senyum tidak jelas?" tanya Reza penasaran. Aneh melihat istrinya tertawa renyah bersama putra sulungnya."Itu, Dad. Abang Brayen melambaikan tangan ke k

  • Pesona Istri Dari Desa   Harus Menerima Kenyataan

    Brayen langsung menemui semua dokter agar Reza di cek menyeluruh. Sebelumnya Reza sudah di observasi dan sudah di cek kesehatannya. Keadaannya semakin membaik. Namun, Brayen belum puas karena khawatir dengan kesehatan di dalam tubuh ayah angkatnya itu."Abang kenapa?" tanya Monica sepertinya ikut terlihat panik. Sekilas Monica mendengar pembicaraan abang angkatnya itu."Abang khawatir daddy kenapa-napa?""Maksudnya?""Daddy makan tidak sepertinya biasanya."Monica ikut berpikir keras karena kemarin Reza juga meminta Monica membawa kopi kesukaannya."Daddy kemarin juga memintaku membelikannya kopi Americano kesukaannya ketika masih muda." "Apa daddy terminal lucidity?" tanya Monica yang terdengar panik."Abang percaya semuanya atas izin Allah, tetapi tidak ada salahnya kita tes ulang semua kesehatan daddy," sambung Brayen.Monica hanya mengangguk tanda setuju dengan ungkapan Brayen. Beberapa dokter dipanggil untuk mengecek kesehatan Reza. Brayen meminta khusus karena merasa ini sangat

  • Pesona Istri Dari Desa   Part 120 (Ekstra Part 5a)

    Reza terus mengejarku sampai ke depan pintu mobil. Tak kuhiraukan dirinya, sakit yang kurasa lebih dalam, dia bilang cinta? Justru dia lebih berani memberi luka. Apa Reza sedang mengalami puber kedua?"Sayang, abang bisa je

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Pesona Istri Dari Desa   Part 106

    Tak berselang lama ponselku berdering tertera dokter Gunawan yang video call. Reza bersandar di bahuku sesekali dipukul kepalanya karena kesakitan. "Assalamualaikum, dik Nina." "Waalaikumsalam, dok." "Eh, dokter jomlo, awas manggil dik, dik, lagi." Dokter Gunawan

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Pesona Istri Dari Desa   Part 98

    Kami saling memandang, Reza terus menatapku dengan lekat membuatku salah tingkah. Bagai sepasang kekasih yang sedang dilanda kasmaran. "Aku merasakan hatiku berdebar didekatmu," ucap Reza sambil membelaiku.

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Pesona Istri Dari Desa   Part 101

    Pagi menjelang, Reza terus tersenyum. Entah apa yang dipikirkan setiap melihatku. Aku juga begitu berbinar, sebenarnya masih malu untuk bertemu dengannya. Kami baru saja melaksanakan ibadah pagi-pagi. Ekhem.Setelah salat subuh,

    last updateLast Updated : 2026-03-21
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status