LOGINBangkit dari liang lahat setelah dikhianati dan dibunuh secara keji, jiwa seorang pendekar tingkat Dewa merasuk kedalam raga Pewaris Miliarder Dewangkara Atmaja, untuk memulai misi pembalasan dendam yang kejam terhadap para penghianat di dunia modern. Cahaya putih jatuh dari langit ke sebuah kuburan baru yang ada di dalam hutan saat malam gelap di guyur hujan badai. Sesosok tubuh tanpa nyawa yang sudah mati selama tujuh hari terlihat dipenuhi luka berdarah dan mulai membusuk, terlihat menggeliat ketika cahaya putih laksana petir itu memasuki tubuhnya. Sebuah keajaiban terjadi, mayat yang tubuhnya penuh lobang bekas tusukan pisau perlahan membuka matanya yang berkilau tajam laksana intan yang menerangi kegelapan. Blar…! Suara gemuruh terdengar ketika mayat itu mendorongkan kedua tangannya keatas, tanah berhamburan seakan ada ledakan ranjau dari dalam tanah. Mayat itu segera meloncat keluar, selayaknya tubuh manusia normal. Ya, pemilik tubuh ini adalah tuan muda dari keluarga Atmaja yang bernama Dewangkara Atmaja. Sebelumnya dia diculik saat mengikuti acara perpisahan kelulusan SMA, di sebuah gunung di Jawa Barat. Dewangkara Atmaja pewaris tunggal perusahaan Atmaja Corporation hidup lagi dengan jiwa yang berbeda. Tapi satu hal yang pasti, dia akan mencari orang yang membuat pemilik tubuh asli Dewangkara harus mati secara mengenaskan. Seorang Dewa dari dimensi lain masuk kedalam tubuhnya dan membuat Dewangkara yang sudah mati hidup kembali dengan kekuatan yang sangat hebat.
View MoreBab 57. KETAHUAN SELINGKUH “Lihat tuh ada cowok tajir jalan sendirian,” bisik salah satu pengunjung Cafe sambil menatap sosok Dewa yang sedang diarahkan ke sebuah meja yang kosong oleh seorang pelayan. “Iya tuh, Sus bagaimana kalau kita dekati?” “Bagus juga ide kamu, tapi tunggu sebentar lagi, siapa tahu dia sedang kencan dengan pacarnya.” Mata para pengunjung wanita terus menoleh ke arah Dewa yang sedang duduk sendirian menunggu pesanannya datang. Tentu saja Dewa tahu, kalau dia menjadi pusat perhatian oleh para pengunjung Cafe, tapi dia cuek menghiraukan tatapan para wanita. Hingga akhirnya di cafe ini kedatangan sepasang pria dan wanita, sepertinya mereka adalah pasangan kekasih, terlihat dari sikapnya yang sangat mesra. Mereka duduk tak jauh dari meja Dewa, wanita yang bersama pria ini sangatlah cantik dan diperkirakan usianya baru dua puluh tahunan. Sementara itu sang pria usianya lebih tua, kalau dilihat dari wajah dan penampilannya seki
Bab 56. CALON MENANTU PUJAAN Dewa hanya bisa tersenyum dalam hati, karena semenjak dia hidup didunia fana ini, dia telah berulang kali berkata bohong. Padahal sifat aslinya adalah manusia yang jujur. Setelah Dewa menceritakan pengalamannya, kedua orang tua Arini tampak bisa memaklumi dan memaafkan kepergiannya. Hari ini suasana hati Arini dan keluarganya tampak sangat bahagia dengan kedatangan Dewa, sebagai calon menantu pujaan mereka. Dewa berada di keluarga Kusuma selama dua jam, setelah itu dia berpamitan untuk pulang. Dewa merasa hidup didunia fana ternyata cukup mengesankan, karena dia masuk ke tubuh pewaris yang kaya raya. Selain itu dia juga langsung mempunyai kekasih yang berwajah cantik dan berasal dari keluarga kaya. Dan yang paling membuatnya tenang adalah manusia didalam fana ini sudah tidak ada pendekar yang mempunyai kesaktian tinggi, seperti di dunia para Dewa. Keluar dari Mansion keluarga Kusuma, ternyata Dewa tidak langsung pulang keruma
Bab 55. BERTEMU CALON MERTUA Ekspresi wajah Arini langsung menjadi cerah, begitu mendengar perkataan Dewa. “Beneran kamu mau main kerumah?” ucap Arini dengan penuh semangat. “Tentu saja beneran.” “Baguslah, Romo dan Bunda pasti sangat senang mendengar kabar ini. Saya harus segera mengabarkan kedatanganmu,” kata Arini sambil mengambil ponselnya dan menekan sebuah nomor. Terdengar nada tunggu sebentar, tak lama kemudian panggilan pun tersambung. “Hallo, ada apa Rin? Apa ada sesuatu?” Terdengar suara berat dari seorang pria seberang telepon. “Romo, Arini mau kasih kabar gembira untuk Romo dan Bunda,” kata Arini dengan penuh semangat membalas pertanyaan ayahnya. Ternyata yang menerima teleponnya adalah pak Kusuma, ayah dari Arini. “Kasih kabar apa, katakan saja. Apa kamu dapat nilai bagus kuliahnya?” “Ini tidak ada hubungannya dengan kuliah Arini,” kata Arini yang tidak langsung mengatakan kabar baik ini. Dia sengaja menunda mengatakannya
Bab 54. BERBOHONG “Dewa...!” Dari bibir merah Arini meluncur nama Dewa sambil menatapnya dengan tatapan tajam. Kali ini Dewa mulai menyunggingkan sebuah senyuman manis, tentu saja dia sedang bersandiwara dan berusaha menjadi Dewangkara Atmaja yang asli. Meskipun hal ini tidak seperti Dewa yang sebenarnya. “Ada apa sayang?” Arini tidak langsung menjawab pertanyaannya dewa, namun ekspresi wajahnya terlihat mulai membaik, begitu mendengar sapaan manja dari Dewa. Matanya segera memandang ke sekelilingnya, dan saat melihat ada puluhan pasang mata tertuju pada mereka, seketika itu juga rasa malu mulai menghantuinya. “Ayo kita cari tempat untuk berbicara,” dengan sigap Arini menggandeng tangan Dewa agar mengikutinya. Dengan tanpa daya, Dewa mengikuti ajakan Arini, dia harus bisa berperan dengan baik sebagai Dewangkara. Hanya saja dia belum terlalu tahu, sikap pemilik tubuh asli ini terhadap kekasihnya. Yang bisa dilakukan Dewa, hanya mengikuti a
Bab 31. BERBOHONG DEMI KEBAIKAN Dewa segera mengarang cerita yang tidak masuk akal, kalau dia masuk ke dunia jin, sehingga dia tidak terlihat. Tentu saja Dewa tidak mungkin menceritakan kejadian sebenarnya, kalau pemilik tubuh yang ditempatinya sudah mati dan dia yang sekarang berasal da
Bab 28. DATANG KE SEKOLAH SMA NYA “Bukankah Mas Dewa sudah mati?” “Huss… jangan keras-keras kalau ngomong, bagaimana kalau itu adalah arwahnya Mas Dewa yang ingin menjenguk sekolah ini.” “Hiii… bagaimana ini? Apakah kita sapa Mas Dewa?” “Kamu saja yang sapa sana, kalau saya sih nger
Bab 27. MENGEJUTKAN SATPAM SEKOLAH SMA NYA “Argh…!” “Brengsek, apa-apaan? Kenapa mobil di depan mundur begitu kencang menabrak mobilku?” “Tiin… tiin… tiin…!!” “Hoi… bisa nyetir apa gak sih?” Suara klakson dan makian terdengar silih berganti berbarengan dengan jeritan dari penum
Bab 26. KECELAKAAN PAGI HARI “Kalian lihat Mas Dewa pergi kemana?” tanya Darius Atmaja setelah melihat kedua satpamnya. Dengan sangat sopan dan sedikit gugup, salah satu satpam segera menjawab, “Mas Dewa keluar, Pak.” “Keluar? Dia jalan kaki atau naik kendaraan?” tanya Angelina widodo
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews