Short
Piknik Bersama Putriku dan Sahabatnya

Piknik Bersama Putriku dan Sahabatnya

By:  RichyCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
7Chapters
1.2Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

"Om, Om punya barang yang panjang dan keras nggak? Boleh pinjam buat pakai bentar ...." Saat sedang piknik bersama putriku, tiba-tiba sahabatnya menghampiriku dengan wajah yang memerah dan meminta benda seperti itu. Dia duduk di atas rumput menghadap ke arahku, lalu kedua kakinya tiba-tiba terbuka lebar. "Di dalam rumput ada serangga yang masuk ke dalam rokku, gatal banget .... Om punya tongkat nggak? Bantuin garuk dong." Melihat tubuhnya yang berisi dan menggoda serta paha yang putih mulus, darahku langsung berdesir hebat. Selagi putriku tidak memperhatikan, aku segera melorotkan celana. "Pakai tongkat mana enak. Om punya yang lebih mantap di sini." ....

View More

Chapter 1

Bab 1

Namaku Chandra Hutama, aku adalah seorang ayah tunggal.

Bertahun-tahun tanpa pasangan, membuat rasa haus dalam diriku makin menjadi-jadi.

Setiap hari aku membayangkan bagaimana rasanya bersama wanita, karena rasa sepi itu rasanya sangat gatal seperti dikerubungi semut di dalam hati.

Apalagi saat musim panas tiba, para wanita mulai berpakaian lebih seksi yang membuatku tidak tenang.

Akhir pekan ini, putriku pulang ke rumah dan dia bawa teman kuliahnya yang bernama Lisa Gunawan.

Lisa memakai atasan putih dengan rok pendek merah muda dan memiliki sepasang mata besar yang indah.

Penampilannya benar-benar seperti keluar dari film Jepang, kulitnya halus dan putih, bahkan bagian dadanya yang menonjol seolah ingin meledakkan pakaiannya!

Benar-benar kualitas kelas atas!

Karena ada putriku, aku tidak berani membiarkan pandanganku tertuju terlalu lama pada Lisa.

Putriku menarik Lisa sambil memohon kepadaku, "Yah! Katanya bunga-bunga di padang rumput udah mekar, aku sama Lisa pengen banget ke sana, antar kita pakai mobil dong!"

Lisa juga ikut bicara di sampingnya, "Om, apa nggak bakal repotin Om?"

Lisa ini ternyata cukup sopan, tidak salah memang seorang mahasiswi.

Aku segera melambaikan tangan sambil tersenyum.

"Nggak apa-apa kok! Kebetulan akhir pekan ini Om juga nggak ada acara, mending bawa kalian piknik aja."

Kedua gadis itu langsung berpelukan dengan gembira.

Setelah naik ke mobil, putriku dan Lisa duduk di kursi belakang.

Di sepanjang jalan mereka terus mengobrol dan tertawa dengan sikap yang sangat santai.

Melalui kaca spion tengah, aku bisa melihat dengan jelas kedua kaki putih Lisa yang mulus!

Rok kotak-kotak merah mudanya sangat pendek, bahkan hanya bisa menutupi bagian bokongnya aja.

Saat dia duduk, kedua kakinya tidak sengaja terbuka, aku bahkan bisa melihat lapisan kain putih di dalamnya!

Ini, ini ....

Sangat putih dan sangat mulus!

Rasanya darah mimisan sudah mau keluar dari hidungku.

Putriku menyadari aku sedang melihat ke arah kaca spion, lalu dia sedikit mengernyitkan dahi.

"Yah, fokus nyetir aja dong, Lisa itu sahabatku, jangan lihat yang nggak-nggak."

Aku segera memalingkan pandanganku.

Terdengar Lisa tertawa kecil di belakang.

"Aduh! Om Chandra 'kan ayahmu sendiri, nggak mungkin macam-macam sama aku, aku tenang-tenang aja kok."

Mendengar itu, aku merasa malu untuk melihat lagi dan memilih fokus mengemudi.

Tidak lama kemudian kami sampai di tujuan, sebuah padang rumput yang luas dengan sinar matahari hangat yang menerpa tubuh.

Kalau perut sudah kenyang dan hati tenang, pikiran kotor biasanya muncul, aku merasa ada bagian tertentu yang mulai terasa gatal.

Putriku dan Lisa turun dari mobil lalu berlari bermain di atas rumput.

Aku memilih sebuah tempat dan mulai mendirikan tenda.

Baru setengah jalan, tiba-tiba aku melihat Lisa berjalan ke arahku sambil menjepit kedua kakinya dengan wajah yang merona merah.

Aku bertanya, "Kamu nggak main di luar sama Sania? Kenapa malah ke sini sendirian?"

Lisa menundukkan kepalanya lalu berkata dengan nada suara yang menggoda, "Om, Om punya benda yang panjang kayak tongkat nggak?"

Aku terkejut, jangan-jangan yang dia maksud adalah milik pria itu ....

Putriku saat itu masih berjalan tanpa alas kaki di padang rumput.

Kalau Lisa datang sendirian, mungkinkah dia ingin melakukan sesuatu denganku?

Meskipun batinku merasa sangat gatal, tapi aku masih ragu dan bertanya dengan terbata-bata, "Ka ... kamu mau tongkat buat apa?"

Dia tiba-tiba mengangkat roknya, memperlihatkan pemandangan indah gadis muda yang merah muda di depan mataku.

Melihatnya membuat seluruh aliran darahku langsung bergejolak, otakku seketika menjadi kosong.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
7 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status