Reckless Renegades Goof and Silvy's Story

Reckless Renegades Goof and Silvy's Story

last updateLast Updated : 2023-08-13
By:  Catherine Thompson Completed
Language: English
goodnovel16goodnovel
10
13 ratings. 13 reviews
61Chapters
35.6Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

I'm Silvy. I'm tired of waiting around for Mr. Right. I don't think he is coming. I want a family, badly. So I'm take matter in to my own hands. I don't need to be married or have a boyfriend to have a baby. I am going to have artificial insemination. I ask my friend and biggest man-whore I know, Goof, to help me. He isn't ready to settle down so I know he will walk away when the time comes. He agrees to help me but changes the terms. He wants to have sex with me. I can do that. I mean he is hot as hell. I just have to keep my heart out of it. I may have a crush on the man but I won't let that get in the way of what I want. I'm Goof. I agree to be Silvy's sperm donor but on my terms. Silvy thinks I'm going to walk away from her and the baby when she gets pregnant. I don't think so. I have been in love with Silvy for over a year. I have been trying to figure a way to get out of the friend zone. Now I have my chance.

View More

Chapter 1

Chapter 1

Namaku Farhan Bagaskara, umurku sudah dua puluh delapan tahun. Ironisnya, di usia ini, sebayaku banyak yang sudah menjadi ayah, sedangkan aku masih perjaka. Bukan karena aku tidak bisa atau aku tidak menarik. Masalahnya pacarku, Yola, terlalu menjaga diri. Selain berpegangan tangan, berpelukan, dan sedikit ciuman, dia tidak pernah mengizinkan yang lebih dari itu.

Suatu malam, aku tidak sengaja membuka tautan yang dikirim teman.

Setelah menonton beberapa video yang menampilkan wanita polos dan telanjang, membuat pikiranku panas, tubuhku terasa gelisah dan tidak tenang. Akhirnya aku memutuskan untuk menemui Yola.

Begitu bertemu, aku langsung menciumnya dengan tidak sabaran. Tanganku melingkari pinggangnya, menggerayanginya dengan acak, mencoba meredakan nafsu membuncah yang sejak tadi membakar dadaku. Tapi belum sempat apa-apa, Yola sudah mendorong tubuhku menjauh.

“Yola, aku ini pacarmu. Masa aku tidak boleh menyentuhmu sedikit saja?”

Melihat tubuh Yola yang begitu menawan, aku sulit menahan diri. Tanpa sadar, aku menggenggam kedua pergelangan tangan halusnya, berniat untuk menciumnya lagi. Namun Yola menolehkan kepalanya, dia menghindari ciumanku. Bahkan memberi satu dorongan keras di perutku, sambil memelototiku marah.

“Bukankah kita sudah sepakat? Setelah bertunangan baru boleh melakukan hal itu!”

Dorongan Yola hampir membuatku roboh, dia sungguh tidak main-main. Tapi melihat dada Yola yang lumayan besar bergerak naik turun sesuai ritme nafasnya, rasa sakit akibat dorongannya itu hilang. Digantikan dengan nafsu birahiku yang semakin membuncah, aku ingin melakukannya dengan gaya kasar.

“Aku tidak peduli. Kalau kamu tidak mau, setidaknya bantu aku. Kalau tidak, aku bisa stres sendiri dan kamu akan kehilangan pacarmu ini.”

Aku menatap wajahnya yang merona sambil terengah-engah. Yola menunduk, bingung dan pasrah, akhirnya dia hanya bisa mengangguk pelan. Tapi Yola terlalu polos, dia benar-benar tidak tahu harus melakukan apa. Setiap gerakannya membuatku meringis kesakitan.

“Ah… sakit… jangan begitu…”

Serangkaian upaya yang kami lakukan justru membuatku semakin tidak nyaman. Untungnya, Yola akhirnya setuju bahwa akhir pekan ini aku bisa datang ke rumahnya untuk melamar secara resmi dan menentukan hari pernikahan. Kalau orang tuanya sudah memberi kami restu, hubungan kami akhirnya bisa melangkah ke tahap yang lebih intens, tahap yang selama ini hanya ada di anganku.

Akhir pekan pun tiba. Aku berdandan rapi, memakai setelan jas, rambut ditata, sepatu mengilap. Aku berharap bisa memberi kesan baik pada keluarga Yola.

Di kereta bawah tanah menuju rumah Yola, pikiranku terus melayang. Aku membayangkan saat di mana aku bisa sepenuhnya memiliki Yola. Bayangan-bayangan itu terus berputar di kepalaku, sampai membuatku gelisah dan nafasku tanpa sadar menjadi berat. Tepat ketika pikiranku mengembara di titik paling liar, tiba-tiba sesuatu yang lembut menabrak tubuhku dari samping.

“Aduh… sakit…” Suara seorang wanita terdengar manja di telingaku, lembut dan menggoda sekaligus.

Bersamaan dengan suara itu, aroma harum yang manis menyeruak di indra penciumanku, membuatku spontan tersadar. Saat kepalaku menunduk, aku melihat seorang wanita berpenampilan menggoda. Wanita itu mengenakan pakaian berkerah V yang potongannya rendah, menampilkan belahan dadanya, yang sekarang sedang menempel padaku karena guncangan kereta.

Pandanganku secara naluri tertarik ke bagian depan bajunya yang sedikit terbuka, membuatku penasaran apa yang ada dibalik baju itu. Walau hanya sekilas, pemandangan itu tetap saja membuat nafasku tercekat. Dada wanita itu sangat besar dan sangat putih, belum pernah aku melihat dada sebesar itu. Tentu saja dadanya lebih besar dari punya Yola. Meskipun aku belum pernah menyentuh dada Yola, kurang lebih ukuran dada Yola hanya 36B, mana mungkin aku bisa kecanduan?

Sebelum wanita itu sempat bereaksi, aku mencoba menyentuh dadanya dua kali dengan siku. Kelembutan dan kehangatan yang sekilas terasa itu membuat pikiranku sempat buyar. Tanpa bisa mengendalikan diri, sejenak aku membayangkan bagaimana rasanya jika aku punya pacar berdada besar seperti dia. Namun ini jam sibuk, gerbong penuh dan sesak, orang-orang berdesakan di mana-mana. Jangankan berbuat macam-macam, menjaga jarak saja sulit. Aku hanya bisa sesekali mencuri pandang dan berimajinasi. Pada akhirnya aku harus mencoba menenangkan diri, meski bayangan tadi masih tertinggal samar di benakku.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Reckless Renegades Goof and Silvy's Story by Catherine Thompson is an erotic romance novel. Silvy is sick and tired of waiting for the right man to come along. She wants to have children and is determined to undergo artificial insemination. Goof agrees to help Silvy, but he has different terms. He doesn't want to do it artificially. Goof wants to sleep with Silvy the natural way. Unknown to both of them, they have hidden feelings for each other. As they settle to do things naturally, will Silvy and Goof be able to confess their feelings and build a family?

reviewsMore

Catherine Thompson
Catherine Thompson
The Red Devils series is currently being worked on. Casper is up first. He has found him a firecracker high school teacher.
2026-07-27 05:53:14
0
0
Regina Arroyo
Regina Arroyo
I truly enjoyed this book. it is such a great story. I would read it again
2025-10-04 23:03:23
1
0
Susana Almanza
Susana Almanza
Loved the series. When are you starting the Red Devils?
2025-05-09 11:20:45
2
0
Robin Heuss
Robin Heuss
Please tell me you're going to do more. What about Casper, Rocket, Nixon, The Red Devils, Dez, the Alabama crew and your new character Meathead?
2024-11-06 08:44:14
6
0
Regina Arroyo
Regina Arroyo
excellent stortline, very well written. keeps you engaged from beginning to end. I couldn't put it down.
2024-10-21 14:30:31
1
0
61 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status