Rock It Out, Book of Abel

Rock It Out, Book of Abel

last updateLast Updated : 2023-01-24
By:  L.MaciOngoing
Language: English
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
8Chapters
2.0Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Livie thought she found her forever with long-time boyfriend Abel. Livie and Abel were just meant to be. At the age of eighteen, they sneak off to get married. On the night of their wedding, things go too far. A drunken Abel is tricked by Livie's sneaky cousin, Anna. Anna has been jealous of Livie their entire lives. Determined to wreck Livie's happiness, Anna does a terrible thing. When Livie discovers what Anna and Abel have done, she runs away, stepping out of their lives. A heartbroken Abel moves away when his band becomes an overnight success story. A sick Anna reaches out to make peace with Livie nearly a year later. Livie forgives her dying cousin. Suddenly, Livie is thrust into parenthood by caring for Annas young son, Fin. Fin's famous father adds to the distraction of Livie's new reality. Faced with the truth that it is time for her to move forward in life, Livie reaches out to Abel for a divorce. Unfortunately, Abel causes a stir when he declares he wants their marriage to work out. Livie must learn to navigate her feelings for Abel and her desires for a fresh start. Her fresh start may be with a new man or it may be with a second chance romance.

View More

Chapter 1

1 - Run

“Ma, aku menerima pernikahan yang diatur keluarga.”

Ruang tamu yang gelap, suaraku yang lembut terdengar kosong dan mati rasa.

Mama kaget saat mendengar aku menerima pernikahan: “Bukannya kamu kemarin masih nggak mau? Kenapa ini tiba-tiba setuju? Sarah, pernikahan ini bukanlah main-main, pernikahan keluarga ini tidak penting, mama hanya mau kamu bahagia, kamu harus pikirkan baik-baik, jangan impulsif.”

Mendengar perkataan mama, aku merasa mataku berkaca-kaca.

“Ma, sudah aku pikirkan dengan baik, kalian sudah bisa siapkan acara pernikahan.”

Mama tahu aku lagi sedih, diam sebentar lalu menghiburku.

“Kamu sudah pacaran begitu lama dengan Willy, tapi dia tidak mau secara resmi mengumumkan hubungannya denganmu, tidak mau bertemu orang tua, aku dan papamu tahu kalau kalian nggak bakal lama.”

Perkataan mama seperti jarum menusuk ke hatiku.

Ternyata, orang samping begitu jelas, yang bodoh hanyalah aku.

“Adam ini calon yang aku sama papamu sudah bantu nilaiin, pasangan yang papa mama bantu cariin, kepribadian dan latar belakang keluarga pasti sangat bagus, Sarahku pantas mendapatkan yang terbaik.”

Aku menarik nafas dalam-dalam: “Terima kasih ma, aku percaya pandangan mama sama papa.”

Mama melanjut lagi: “Dua hari ini, mau aku aturin untuk kalian bertemu dulu?”

“Nggak perlu ma, kalian langsung siapin acara saja.”

Menutup telepon, Willy tidak tahu sejak kapan sudah muncul di belakangku, tangannya membawa kue dan dengan bingung menanyaku:

“Acara pernikahan apa? Siapa yang mau menikah?”

Aku, aku yang sudah mau menikah.

Aku menjawabnya di dalam hati, perkataan sudah sampai di tepi mulut, tapi tidak kuucapkan.

Aku dengan tenang menggelengkan kepala, “Nggak, teman saja.”

Setelah ku jawab, aku menyadari ekspresinya jadi lebih santai.

Tiba-tiba hatiku terasa pahit.

Tadi dia begitu cemas, apa karena kira aku mau paksa dia nikah? atau dikiranya aku tahu kalau dia sama sekretarisnya Gina mau menikah?

“Kubawain kue yang paling kamu suka, mau makan sekarang?”

Dulu, Willy pulang kerja, dia selalu membawakan makanan yang enak.

Walaupun banyak rasa yang nggak cocok, aku tetap merasa terharu.

Karena menurutku, selalu diingatin dan dibeliin makan sama orang tersuka, jauh lebih penting dari rasa makanan tersebut.

Tapi sekarang melihat kue ini, aku merasa penuh dengan sindiran.

Baru tadi saja, aku melihat semua postingan Gina yang awalnya hanya privat, baru melihat beberapa saja, aku sudah tidak mau melihatnya lagi.

Sekarang, aku baru tahu betapa konyolnya diriku.

Ternyata kue ini kesukaan Gina.

Bukan hanya kue ini, kacang-kacangan dan cemilan lainnya semua kesukaan Gina.

Yang paling menyedihkan adalah aku baru tahu kebiasaan Willy setelah pulang kerja bawa makanan untukku itu dimulai setelah Gina masuk kerja.

Willy, jadi saat kamu lagi memberiku makan, kamu menganggap aku ini siapa? Sarah atau Gina?

Aku menelan kepahitanku, dengan tenang berkata:

“Aku tidak suka makan yang manis, terlalu eneg, lain kali jangan beli lagi.”

Willy tidak menyangka reaksiku bisa begini, tatapannya kelihatan sedikit terkejut:

“Kok bisa? Biasanya kamu makan juga kok.”

Sudah bersama begitu lama, kalau dia benaran peduli samaku, mana mungkin tidak tahu kesukaanku?

Beberapa kata kalau diulang berkali-kali akan capek, akhirnya hanya bisa mengalah.

Aku tidak mau berdebat lagi hanya kasih alasan: “Belakangan ini seleraku sudah berubah.”
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

No Comments
8 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status