Short
Runtuhnya Kerajaan Sang Bos Mafia

Runtuhnya Kerajaan Sang Bos Mafia

Oleh:  Aria SalvatoreTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
8Bab
2.8KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Udara di rumah mode kelas atas Paris itu berbau uang dan ketakutan. Aku telah menunggu enam bulan untuk gaun pengantinku. Sekarang, gaun itu justru tersampir di pundak Selena Rosion, seorang influencer yang sedang viral dan juga adik angkat tunanganku yang seorang mafia, Vicky Delano. Manajer rumah mode itu berkeringat dingin, matanya melirik gelisah antara aku dan pria yang sedang bersantai di sofa beludru. Vicky berdiri. Dia menyesuaikan lipatan ekor gaun bertabur berlian pada Selena dengan gerakan tangan yang santai. “Acara perdananya minggu depan, dia membutuhkan gaun yang menonjol dan menarik perhatian. Dia akan meminjamnya. Kau pilih saja sesuatu dari etalase dan jangan buat onar.” Nada suaranya datar dan tegas. Di bawah lampu gantung kristal, Selena mengagumi dirinya sendiri di depan cermin panjang, senyum kemenangan tersungging di bibirnya. Aku melihat bayanganku sendiri di cermin yang sama, mengenakan celana denim dan mantel yang basah kuyup. Aku tampak seperti turis yang tersesat. Tiba-tiba, seluruh rencana yang kususun selama setahun terakhir terasa seperti lelucon yang menyakitkan. Aku tidak berteriak, hanya merasa kedinginan. Mati rasa. Aku pun melepaskan cincin pertunangan dengan berlian lima karat dari jariku. Cincin itu membentur meja kopi kaca dengan bunyi klik yang tajam. “Kau benar, Vicky. Aku memang tidak butuh gaun pengantin ini. Pernikahan ini … aku juga tidak membutuhkannya.”

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

"Alat pacu jantung! Cepat! Tingkatkan tegangan listriknya!"

"Dokter! Pasien mengalami pendarahan hebat! Darah tipe A baru saja diambil dari bank darah!"

Seluruh tangan perawat magang itu berlumuran darah. Dia bahkan gemetaran saat berbicara.

Bau darah memenuhi ruang operasi.

Dia tidak pernah melihat darah sebanyak ini.

Pada saat ini, sebuah pikiran terlintas di benaknya.

Siapa yang mengambil darah tipe A dari bank darah?

Wanita yang sedang berbaring di ranjang rumah sakit ini memiliki wajah pucat dan bibir kering. Penglihatannya pun mulai kabur. "Romeo ...."

"Apa?"

"Romeo ...."

Kali ini perawat magang itu mendengarnya. Nama yang dipanggil oleh wanita lemah ini adalah Romeo Fernandez.

Romeo adalah presiden bisnis paling berkuasa di Kota Poseidon.

Dokter itu hampir pingsan. Dia salah menekan nomor tiga kali sebelum akhirnya dia menelepon nomor yang benar. Dia segera berkata kepada orang di ujung telepon, "Tuan Romeo, Nyonya mengalami pendarahan hebat. Tapi, darah di bank darah telah diambil pergi. Saya memohon pada Anda! Datang dan temuilah Nyonya untuk terakhir kalinya!"

Nada pria di ujung telepon terdengar sangat kejam dan cuek. "Dia belum mati? Telepon aku setelah dia benar-benar mati."

Tut .... Tut ....

Teleponnya pun dimatikan.

Tiba-tiba, mata wanita di ranjang rumah sakit ini kehilangan semua cahaya.

'Romeo, apa kamu begitu membenciku?'

'Bahkan saat ini, kamu nggak mau melihatku?'

Terdengar bunyi bip datar dan dingin dari mesin. Tanda-tanda vital pasien sudah sepenuhnya tiada.

Samar-samar, Violet merasa jiwanya meninggalkan tubuhnya.

Sebuah tubuh yang kurus kering, pucat dan lemah berbaring di ranjang rumah sakit. Violet merasa sangat lelah. Dia baru berumur 27 tahun, tapi dia meninggal di rumah sakit karena pendarahan hebat yang disebabkan oleh persalinan sulit.

Saat dia masih hidup, dia sangat mencintai Romeo. Sebagai satu-satunya anak perempuan di Keluarga Gloria, seharusnya Violet mempunyai kehidupan terbaik.

Namun, untuk menikah dengan Romeo, dia mengorbankan kedudukannya di Keluarga Gloria.

Pada akhirnya, dia berakhir dengan tragis.

Violet perlahan-lahan memejamkan matanya.

Kalau dia mempunyai kesempatan untuk mengulangi kehidupannya lagi, dia tidak akan melakukan kesalahan yang sama.

"Nyonya, malam ini Tuan mau mengajak Anda pergi ke pelelangan bersama. Pakaian mana yang Anda ingin pakai?"

Dia mendengar suara Bu Martha.

Violet tersentak.

Pemandangan di depan matanya terlihat sangat familier. Ini adalah rumah pernikahannya dengan Romeo!

Sebulan setelah dia menikah dengan Romeo, dia bisa menghitung dengan jari seberapa banyak Romeo menemuinya.

Dia mengingat ini adalah pertama kalinya Romeo mau menghadiri lelang tanah. Makanya, dia mengajak istrinya.

Namun, ini terjadi lima tahun yang lalu. Kenapa ...?

Jangan-jangan ... dia terlahir kembali?

"Nyonya, Tuan nggak pernah pulang dan tidur di sini. Jadi, Nyonya harus memanfaatkan kesempatan kali ini."

Bu Martha memilih sebuah gaun putih, lalu dia berkata, "Bagaimana dengan gaun ini?"

Violet menundukkan kepalanya. Di dalam hati, dia tertawa.

Semua orang tahu wanita yang disukai Romeo adalah Evelyn Chika.

Dulu untuk menyenangkan Romeo, Violet sering belajar cara berpakaian Evelyn.

Evelyn suka mengenakan gaun putih, jadi dia ikut memakai gaun putih hanya agar bisa membuat Romeo menyukainya sedikit.

Namun, di pelelangan kali ini, Romeo tidak memberitahunya kalau dia mengganti pasangannya dan melainkan mengajak Evelyn. Romeo membuatnya terlihat bodoh karena dia mengenakan gaun putih yang sama dengan Evelyn.

Ketika Violet memikirkannya sekarang, itu benar-benar lucu.

"Nggak, aku pakai ini saja."

Violet memilih sebuah gaun yang berwarna merah cerah.

Dia memang tidak suka pakaian polos dan elegan. Lagi pula, Evelyn hanya seorang mahasiswi miskin. Dulu otaknya pasti rusak, makanya dia baru mengenakan pakaian murah demi seorang laki-laki.

Dia tidak hanya telah menurunkan derajatnya, tapi juga membiarkan orang memandang rendah dirinya.

Bu Martha berkata dengan dilema, "Tapi ... seharusnya Tuan lebih suka gaun putih ini ...."

Violet mengabaikan saran gila Bu Martha.

"Ini saja." Violet berkata dengan datar, "Buang semua gaun putihku. Aku nggak suka."

"Ini ...."

Perintah Violet membuat Bu Martha menghela napas. Pada akhirnya, dia melakukan seperti yang diperintahkan.

Violet melihat dirinya di kaca. Pada saat ini dia masih menawan, tapi beberapa tahun kemudian, dia disiksa Romeo sampai dia terlihat lesu.

Sebelum itu terjadi, dia ingin mengakhiri segalanya.

Pada malam hari, Violet mengenakan gaun potongan mermaid berwarna merah anggur yang menonjolkan bentuk tubuhnya dengan sempurna. Riasannya yang indah dipadukan dengan rambut ikal. Tahi lalat di bawah matanya membuatnya makin seksi. Dari jauh, dia terlihat seperti lukisan yang membuat orang tidak berani mendekatinya.

Tak jauh dari Violet, seorang pria yang mengenakan kemeja putih, sepatu kulit tinggi dan sedang memegang rokok melihatnya. Charles Griffin bertanya dengan lembut, "Siapa dia?"

"Kamu nggak tahu siapa dia? Itu Violet dari Keluarga Gloria, istri baru Romeo Fernandez." William Airlangga, si pria playboy, yang berdiri di sebelah Charles berkata dengan penuh semangat, "Tadi aku melihat Romeo si bangsat itu menggandeng wanita lain. Sepertinya nanti kita dapat melihat drama rumah tangga yang menarik! Aku bersemangat sekali!"

Namun, dia tidak mendengar sahabatnya menjawabnya.

William mendecakkan lidahnya sebelum berkata, "Tapi, aku nggak mengerti selera Romeo. Dia malah nggak mau wanita cantik seperti Violet dan bersikeras ingin bersama wanita yang kurus kering. Aneh, 'kan, Charles?"

Ketika William memalingkan wajahnya, ternyata dari tadi Charles sudah menghilang.

"Woi, Charles! Dasar anak sialan!"

William mengikuti Charles masuk ke pelelangan sambil menggerutu.

Di dalam, Evelyn yang memakai gaun putih memegang lengan Romeo dan berkata dengan takut-takut, "A ... aku nggak pernah menghadiri acara seperti ini. Bagaimana kalau aku pulang saja?"

Romeo berkata dengan datar, "Kamu harus pelan-pelan terbiasa. Di masa depan kamu akan sering menghadiri acara seperti ini."

Evelyn pun menganggukkan kepalanya.

Ketika Romeo hendak membawa Evelyn masuk ke pelelangan, Levi, asistennya, berkata, "Tuan Romeo, apa Anda nggak mau menunggu Nyonya?"

Romeo mengernyit dan berkata, "Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk memberitahunya kalau hari ini dia nggak usah datang?"

Levi melirik Evelyn, lalu Evelyn buru-buru berkata, "Jangan salahkan Kak Levi. Aku yang meminta Kak Levi nggak usah memberi tahu Kak Violet .... Aku takut identitasku akan membuat orang bergosip tentangmu, jadi ... Aku merasa lebih baik Kak Violet yang menemanimu ...."

Evelyn menundukkan kepalanya. Dia seperti kelinci yang ketakutan.

Romeo mengusap alisnya.

Saat ini dia benar-benar tidak mau Violet muncul.

"Tuan Romeo ...."

Evelyn menggigit bibirnya dan memanggil Romeo dengan hati-hati.

"Nggak apa-apa. Ini bukan salahmu."

Romeo membelai kepala Evelyn, kemudian dia berkata kepada Levi, "Kamu berdiri di luar. Kalau kamu melihat Violet, segera bawa dia pulang."

Di dalam kerumunan, orang-orang tampak terkejut.

Levi menoleh dan dia juga ternganga. "Sepertinya sudah terlambat."

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Ulasan-ulasan

Rian Irwanti
Rian Irwanti
deg gegan baru awall
2026-05-17 07:02:19
0
0
8 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status