بيت / Fantasi / SURA, PANGERAN TERBUANG / 230. SEMPURNANYA RENCANA AGUNG

مشاركة

230. SEMPURNANYA RENCANA AGUNG

مؤلف: Lampard46
last update تاريخ النشر: 2025-12-16 10:21:05

Barier pelindung bagian dalam mulai menunjukkan gejolak pertahanan yang kuat untuk menampung dan menerima serangan dari Formasi Penghancur yang baru saja diluncurkan.

Bzzzzt..... Bzzzzt..... Bzzzzt..... Bzzzzt.....

"Telan semuanya....." seru He Sura tersenyum jahat, dengan tubuhnya yang bersinar terang memancarkan energi yang kuat.

Secercah cahaya energi mengalir dari barier pelindung berbentuk seperti jaring zi

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   339. PEMULIHAN BUMI DAN LEGENDA YANG HILANG

    Waktu adalah penyembuh yang paling kejam.Ia tidak menghapus luka—ia menumbuhkan kehidupan di atasnya,hingga luka itu tidak lagi dikenali sebagai luka.Begitulah yang terjadi pada Planet Bumi.Pemulihan Tanpa KesadaranJutaan tahun berlalu.Bumi berputar dalam keheningan kosmik, jauh dari hiruk-pikuk Domain Dewa, jauh dari tatapan para penguasa langit.Gunung-gunung baru lahir dari lipatan kerak.Samudra bergeser, memakan daratan lama.Hutan tumbuh di atas bekas kawah kehancuran kosmik.Tidak ada satu pun makhluk hidup yang tahu bahwa tanah yang mereka pijak—pernah dilapisi darah dewa.Manusia dan Peradaban BaruManusia berkembang pesat.Tanpa tekanan hukum surga, tanpa campur tangan dewa, mereka tumbuh liar dan bebas.Bahasa berubah.Bangsa muncul dan runtuh.Perang terjadi buk

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   338. TIDUR VEGETATIF YE XIAOLIN & DUNIA TANPA DEWA/IMMORTAL

    Ia tidak mati.Namun juga tidak hidup.Di kedalaman dunia tersembunyi yang terpisah dari alur sejarah Planet Bumi, sebuah ruang hening terbentang—tanpa cahaya, tanpa gelap, tanpa waktu yang mengalir sebagaimana mestinya.Di sanalah Ye Xiaolin berada.Ruang Tanpa JamRuang itu bukan gua.Bukan dimensi.Melainkan kantung eksistensi yang tercipta dari sisa benturan dua entitas dewa super—Ye Xiaolin dan Great Zenar—pada hari terakhir perang dua minggu itu.Hukum di sana tidak lengkap.Waktu berjalan… lalu berhenti… lalu berjalan lagi.Kadang satu detik berlalu selama seribu tahun.Kadang sejuta tahun lenyap dalam satu kedipan.Di tengah ruang itu—Ye Xiaolin terbaring.Tubuhnya utuh.Tidak terluka.Tidak rusak.Namun kosong.

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   337. RESET DUNIA & KEMATIAN GREAT ZENAR

    Tidak ada yang menang.Tidak ada yang kalah.Ketika peperangan dua entitas dewa super mencapai titik jenuh—dunia itu sendiri yang menyerah lebih dulu.Retakan yang Tidak Bisa DijahitPada hari keempat belas—langit berhenti retak.Bukan karena pulih.Melainkan karena tidak ada lagi yang tersisa untuk dipecahkan.Hukum ruang terurai menjadi fragmen tak bermakna.Aliran waktu berputar tak beraturan.Arah, atas dan bawah, sebab dan akibat—semuanya kehilangan definisi.Domain Immortal yang dahulu dibangun He Sura untuk melindungi Dunia Bumi—mulai runtuh dari dalam.Bukan karena lemahnya fondasi.Melainkan karena beban yang ditahan telah melampaui maksud penciptaannya.Keputusan yang Tidak DiucapkanDi tengah kehampaan yang berdenyut—

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   336. DUA MINGGU TANPA SIANG DAN MALAM

    Ia tidak turun sebagai tubuh.Ia tidak hadir sebagai dewa.Ia bahkan tidak muncul sebagai cahaya.Yang turun ke Planet Bumi—dan sekaligus ke seluruh Domain Kosmik yang terhubung dengannya—adalah Wujud Dao.Sebuah kehendak murni.Getaran PertamaAwalnya, tidak ada yang menyadari apa pun.Langit tetap biru.Angin tetap berembus.Manusia tetap menjalani hidup fana mereka—bertan

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   335. TIGA WANITA HE SURA & PARA PENGUASA DUNIA

    Tidak ada ledakan.Tidak ada cahaya kosmik.Tidak ada kehancuran baru.Setelah Domain Immortal Dunia Bumi runtuh dan perang dua minggu itu berakhir, yang tersisa hanyalah keheningan panjang—hening yang menekan lebih berat daripada kehampaan itu sendiri.Dan di tengah keheningan itulah—tiga wanita masih berdiri.Bukan sebagai dewi.Bukan sebagai penguasa.Bukan pula sebagai istri dari seorang eksistensi kosmik.Mereka berdiri sebagai perempuan yang ditinggalkan oleh takdir.

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   334. PARA PENGIKUT SETIA

    Langit akhirnya runtuh.Bukan secara harfiah—belum.Namun hukum dunia telah pecah.Retakan-retakan hukum ilahi menjalar seperti urat hitam di angkasa, membelah awan, mematahkan aliran spiritual, dan membuat Domain Immortal Dunia Bumi kehilangan pusat keseimbangannya.Serangan Great Zenar kini tidak lagi brutal.Ia menjadi tepat.Terlalu tepat.Setiap hantamannya selalu jatuh di titik di mana formasi pelindung He Sura paling rapuh—titik-titik yang hanya bisa diketahui oleh seseorang yang pernah mempelajari struktur dunia ini secara mendalam.Dan Ye Xiaolin menyadarinya.“Dia ingin dunia ini mati… perlahan,” gumamnya.Namun ia terlambat.Lima MuridDi jantung Domain Immortal, lima sosok berdiri membentuk lingkaran.Si Yelong.Sen But

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   7. PEDANG LANGIT DAN DUA IBLIS TUA

    “Fummmmm…”Aura kuat bergetar lembut di udara saat tubuh Lin Boa diselimuti cahaya emas terang.“Ini… Aku naik tingkat? Hahahaha!” serunya girang, menatap kedua tangannya tak percaya. “Aku benar-benar berhasil menembus kemacetan kultivasiku yang sudah kutanggung selama tiga tahun terakhir!”Tanpa m

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   6. LAUT SPRITUAL DAN POHON DUNIA

    Sampai sekarang, Sura masih bingung bagaimana cara menggunakan dan memanfaatkan energi dari dantiannya. Bahkan ia tidak tahu apa nama dantian itu.“Yah, sudahlah,” gumamnya pelan. “Mungkin seiring waktu aku akan mengetahuinya juga. Bagaimana cara menggunakannya, memanfaatkannya, dan apa fungsinya u

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   5. BUDAK KECIL YANG MEMOHON TAKDIR

    "Boleh juga. Aku juga butuh seseorang yang bisa memasak makanan untukku dan mengurus rumah ini agar terlihat lebih baik lagi," gumam Sura dalam hati sambil terus mengunyah daging di mulutnya.Lin Boa menatapnya dengan ragu lalu berkata pelan, “Tuan, aku juga bisa melakukan apa pun yang kau perintah

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   4. KILATAN DI LANGIT DAN SANG PEMUDA YANG BANGKIT

    Wanita iblis itu mengelus lembut wajah mangsanya, jari-jarinya bergerak pelan seperti ular licin yang membelai daging segar. Ia mendekat, menghirup dalam-dalam aroma tubuh mangsanya—wangi darah, ketakutan, dan kehidupan yang siap dilahap. Bibirnya menegang, terbuka lebar dengan senyum haus, dan dal

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status