共有

Bab 341

作者: Skyy
last update 公開日: 2026-06-19 21:41:52

Di posisi terdepan berdiri Arka dengan senjata Vektor-21 di tangannya yang masih mengeluarkan asap tipis dari laras. Jelas dialah yang melempar granat tadi setelah mengambilnya dari salah satu anggota Klan Bulan Hitam yang tewas. Wajahnya terlihat lelah akibat perjalanan panjang dan pertempuran tanpa henti, tetapi sorot matanya tetap setajam bilah pisau yang baru diasah.

Di sebelah kiri Arka, Taring Baja sudah berlutut dengan senapan mesin ringan mengarah ke seluruh area halaman. Di sebelah kan
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 401

    Di saat yang sama, di wilayah utara, Keluarga Nirvana juga melakukan mobilisasi besar-besaran.Di bawah langit malam Zona Bayangan, dua kekuatan raksasa bergerak dalam senyap, laksana sepasang ular berbisa yang perlahan melingkari mangsanya sebelum melancarkan serangan mematikan.Sekitar lima kilometer di sebelah timur Celah Mahesa, berdiri sebuah bukit tinggi yang menguasai seluruh medan pertempuran dari kejauhan.Malam begitu pekat, tetapi ufuk di kejauhan memerah diterangi kobaran api. Kilatan artileri sesekali membelah gelap bak petir yang menyambar, disusul dentuman berat beberapa detik kemudian. Aroma mesiu memenuhi udara, dan bahkan dari jarak sejauh itu, ketegangan perang masih terasa begitu jelas.Arka berdiri di bibir tebing dengan kedua tangan terselip di saku rompinya. Tatapannya tak pernah lepas dari medan perang yang terus berkobar. Hembusan angin mengibaskan rambut di dahinya, memperlihatkan sepasang mata tajam yang tetap bersinar di tengah kegelapan malam."Bos." Arga

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 400

    "Bisa." Bramantyo mengangguk tanpa banyak berpikir, tetapi segera mengajukan syarat balasan. "Kalau begitu aku menginginkan seluruh kawasan perkebunan opium di barat daya, Kilang Minyak Nomor Tiga, dan dua dermaga milik Keluarga Mahardika di Perairan Duskara.""Kau hanya boleh mengambil satu dermaga." Wiranata langsung melakukan tawar-menawar. "Yang satunya menjadi milikku. Untuk perkebunan opium dan kilang minyak, kita bagi tiga puluh banding tujuh puluh. Aku mengambil tiga puluh persen, kau tujuh puluh persen. Selisihnya kau ganti dengan uang tunai atau persenjataan.""Dua puluh banding delapan puluh." Bramantyo langsung membalas."Kau mendapat dua puluh persen, aku delapan puluh persen. Aku bersedia membayar selisihnya dengan uang tunai, tetapi bukan senjata. Lagi pula, biaya utama operasi menyerang Keluarga Mahardika juga akan kutanggung."Percakapan itu berlangsung layaknya dua pedagang yang sedang menawar barang di pasar. Bedanya, yang mereka perjualbelikan bukan hasil bumi, mel

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 399

    Panggilan akhirnya tersambung.Suara Wiranata terdengar dari seberang telepon. Nada bicaranya serak, dipenuhi kelelahan dan amarah yang belum benar-benar padam. "Saudara Bramantyo, ini sudah sangat larut.""Saudara Wiranata." Nada suara Bramantyo dipenuhi kesedihan sekaligus kemarahan."Keluarga kami baru saja diserang, tiga lokasi menjadi sasaran. Ladang opium dibakar, gudang senjata diledakkan, dan lebih dari dua puluh saudara kami terbunuh. Semua bukti di lokasi mengarah kepada Keluarga Mahardika."Keheningan menyelimuti sambungan selama dua detik.Kemudian terdengar helaan napas berat. "Aku juga sudah menerima laporannya. Saudara Bramantyo, turut berduka cita. Keluarga Mahardika sudah bertindak terlalu jauh.""Turut berduka?"Suara Bramantyo mendadak meninggi. Kemarahan yang selama ini ia tahan akhirnya meledak pada saat yang tepat."Kenapa aku harus berduka? Yang kuinginkan adalah balas dendam! Putramu tewas di tangan Keluarga Mahardika, sementara lebih dari dua puluh saudaraku j

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 398

    Ia mengangkat kepala dan menyapu seluruh ruangan dengan tatapan tajam. "Kalaupun para bawahan mereka bodoh, apakah Adelina juga sebodoh itu? Jika benar dia ingin menyerang kita, apa dia akan melakukannya seterang-terangan ini? Apa dia akan mencari musuh baru ketika masih terjebak dalam perang sengit melawan Keluarga Nirvana?"Ruangan itu kembali diliputi keheningan."Ayah... berarti ini jebakan?" Bastian Wijaksana, putra kedua Bramantyo, berbicara dengan nada ragu. "Tapi... siapa yang memasang jebakan ini?"Bramantyo tidak menjawab. Ia menyalakan kembali sebatang cerutu baru, menghisapnya dalam-dalam, lalu menyandarkan tubuh ke kursinya sambil memejamkan mata. Kepulan asap perlahan keluar dari hidungnya, berputar di depan wajah hingga menutupi ekspresinya.Waktu berlalu dalam kesunyian.Tak seorang pun berani mengganggu pikirannya.Tiga menit kemudian, Bramantyo tiba-tiba membuka mata. Tak ada lagi kebingungan maupun keraguan di sana. Yang tersisa hanyalah ketegasan dingin yang nyaris

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 397

    Dua jam kemudian, rombongan itu tiba di sebuah pos pemeriksaan di jalur penyelundupan yang terletak di barat laut wilayah Keluarga Wijaksana.Tujuh orang yang tersisa kembali melancarkan serangan dengan pola yang sama. Peluncur roket menghancurkan pos pemeriksaan, rentetan peluru Vektor-21 menyapu para penjaga, sementara penyembur api melalap dua truk pengangkut yang terparkir di lokasi.Namun kali ini perlawanan datang jauh lebih cepat. Bala bantuan Keluarga Wijaksana segera mengepung mereka. Baku tembak sengit berlangsung hampir dua puluh menit di sekitar pos pemeriksaan.Dua anggota tim kembali gugur, sedangkan Jack terkena tembakan di bahu kiri. Peluru menembus tubuhnya hingga darah membasahi hampir separuh seragamnya.Menjelang pukul enam sore, langit mulai diselimuti kegelapan.Jack bersama lima orang yang tersisa, semuanya dalam keadaan terluka dan kelelahan, akhirnya tiba di dekat sebuah gudang senjata kecil milik Keluarga Wijaksana yang berada tak jauh dari perbatasan.Gudang

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 396

    Detik berikutnya, dua suara lirih memecah udara.Tawa mereka berhenti seketika.Lubang berdarah muncul tepat di antara kedua alis mereka sebelum tubuh keduanya roboh tanpa suara di atas menara. Penembaknya adalah sniper dari tim Jack yang menggunakan senapan jitu berperedam.Hampir pada saat yang sama, empat orang dari Kelompok Dua menerjang ke arah gubuk.BRAKK! BRAAKK!Dua orang mendobrak pintu, sementara dua lainnya menerobos lewat jendela.Delapan penjaga Keluarga Wijaksana yang sedang tertidur bahkan tidak sempat membuka mata sebelum rentetan peluru menghujani mereka. Darah memercik ke seluruh dinding kayu, berubah menjadi warna merah gelap yang mengerikan di bawah sinar matahari sore.Teriakan dan suara tembakan langsung membangunkan penjaga gudang serta para pekerja di ladang opium.Dua penjaga berlari keluar sambil mengangkat senjata, tetapi sebelum sempat membidik, sebuah roket sudah meluncur ke arah mereka.Whoossshh— DUAAAR!Roket itu menghantam pintu gudang dengan telak. G

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 203

    Nama itu langsung membuat mata Gavira sedikit berubah.“Di Zona Bayangan, Bayangan Rawa punya pengaruh besar,” lanjut Adhyaksa. “Terutama dalam bisnis intelijen dan perantara. Dia bisa berbicara dengan siapa saja. Sindikat, tentara bayaran, kartel, bahkan kelompok yang saling bermusuhan.”Nada suar

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 202

    Sorot mata Bramanta langsung mengeras. “Di sanalah dia diracuni,” lanjut Adhyaksa. “Kami belum tahu pasti bagaimana caranya. Bisa lewat minuman, bisa juga lewat metode lain. Yang jelas, saat Serena sadar ada yang tidak beres dan mencoba pergi, efek racunnya sudah mulai menyerang.”Tangannya perlaha

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 201

    “Tuan Arka,” ucapnya pelan sambil sedikit membungkukkan badan, “Nama saya Serena. Kita pernah bertemu tujuh tahun lalu, meski waktu itu kondisi saya benar-benar berantakan.”Ia tersenyum kecil, berusaha meredakan rasa gugupnya sendiri. “Mungkin saat itu saya terlihat sangat memalukan.”Arka menatap

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 200

    Di dalam ruang makan utama kediaman Keluarga Mahesa, cahaya lampu kristal memantul hangat di atas meja panjang yang dipenuhi hidangan.Beberapa putaran minuman membuat suasana terlihat cair dan akrab, tetapi semua orang di meja itu jelas menyimpan pikiran masing-masing. Setelah merasa waktunya cuku

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status