Share

BAB 45

Author: Pipit Chie
last update publish date: 2026-06-15 12:59:38

Mengulang kembali kalimat itu dalam benaknya, membuat Divya nyaris terengah, ia setengah mati menginginkan Xavier bercinta dengannya, tidak peduli bahwa kini Divya tampak murahan, liar dan kehilangan sopan santun, tapi dia benar-benar ingin bercinta dengan Xavier. Divya tidak pernah menginginkan seseorang sehebat ini sebelumnya, dan apa yang dia rasakan membuatnya kewalahan.

Diam-diam, Ivander dan Arland saling melirik, keduanya menyeringai. Kini terjawab sudah pertanyaan yang tidak mereka lont
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuhan Panas Sang Bodyguard   BAB 61

    Divya mundur selangkah, merasakan sakit yang begitu nyata di dadanya. Rasa sesak yang bahkan tidak bisa ia gambarkan dengan kata-kata. Xavier tidak mengalihkan pandangannya, membiarkan luka di mata Divya terlihat jelas, tapi dia tetap diam.Dan pada saat itu, Divya sadar.Pria itu benar-benar telah membuangnya.Divya menatap Xavier tajam, matanya penuh dengan api kemarahan dan kepedihan yang bercampur menjadi satu.“Aku benci padamu.”Xavier tidak terkejut. Dia hanya tersenyum tipis—senyum dingin yang tidak menyiratkan apa-apa selain kehampaan.“Aku tahu.”Tidak ada pembelaan, tidak ada permintaan maaf.Divya mengepalkan tangan, menahan dorongan untuk menangis di depannya. Dia menolak terlihat lemah di hadapan pria yang baru saja menghancurkannya. Jadi, tanpa mengatakan apa pun lagi, dia berbalik dan melangkah pergi.Xavier tetap diam, tidak bergerak. Dia hanya menatap selimut di pangkuannya, tidak berani melihat punggung Divya yang menjauh. Saat

  • Sentuhan Panas Sang Bodyguard   BAB 60

    Xavier mendongak, menatap pria itu dengan tatapan gelap.“Jauhi Divya.”Hening.“Atau saya sendiri yang akan membunuhmu.”Xavier tidak mengatakan apa-apa. Tidak ada janji, tidak ada protes. Ia hanya diam, membiarkan Jagar berjalan keluar dari ruangan tanpa menoleh lagi.Bukan karena Xavier takut. Tapi karena untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dia harus menghadapi kenyataan bahwa dia benar-benar telah gagal.Dan itu menghancurkannya lebih dari apa pun. Dia tidak mencoba membela diri, tidak mencoba menyangkal, dan tidak mencoba meyakinkan Jagar akan kemampuannya. Dia membiarkan pria itu keluar dari ruangan tanpa kata-kata. Dan dia tahu … bahwa semua yang dikatakan Jagar adalah kebenaran yang tidak bisa dia bantah.Xavier menatap langit-langit kamar rumah sakit dengan pandangan kosong. Foto-foto yang tadi dilempar Jagar masih tergeletak di pangkuannya, tapi dia tidak lagi melihatnya.Jagar benar.Dia telah gagal.Dia tidak hanya melanggar

  • Sentuhan Panas Sang Bodyguard   BAB 59

    Divya menggeleng, matanya membelalak. “Tidak … tidak mungkin …”Hasan tertawa sinis. “Tentu saja kamu tidak tahu. Kamu terlalu sibuk menjadi putri kecil Mahesa, terlalu sibuk mempercayai saudara-saudaramu. Tapi aku tidak lupa, Nona. Aku tidak pernah lupa.”Divya menelan tangisnya. “Jadi selama ini … kamu hanya menungguku lengah?”Hasan menyeringai. “Tidak hanya itu. Aku menunggumu jatuh ke dalam perangkapku. Aku menunggumu percaya sepenuhnya padaku, membiarkanku masuk ke dalam hidupmu. Dan lihatlah, kamu bahkan tidak pernah curiga sedikit pun, bukan?”Divya merasakan kepedihan yang luar biasa menusuk dadanya.Selama ini, Hasan sudah merencanakannya.Selama ini, dia hanya menunggu momen yang tepat untuk menghancurkannya.“Aku percaya padamu …” suara Divya hampir tak terdengar. “Aku menganggapmu sebagai keluargaku …”Hasan hanya menatapnya dengan datar. “Dan itu kesalahan terbesarmu, Nona.”Ingatan itu membuat Divya menutup wajahnya dengan kedua tan

  • Sentuhan Panas Sang Bodyguard   BAB 58

    Begitu mobil berhenti di markas, para prajurit langsung bergegas menangani para sandera yang berhasil mereka selamatkan. Tangisan, erangan kesakitan, dan suara perintah memenuhi udara saat mereka semua bergerak cepat.Xavier membuka pintu mobil, tapi baru saja dia melangkah keluar, tubuhnya limbung.”X!” Divya langsung menahannya, kedua tangannya menggenggam tubuh pria itu erat-erat. Saat itulah dia merasakan sesuatu yang hangat dan lengket di tangannya.Darah. Darah yang mengalir deras dari punggung Xavier, menembus jaket dan kausnya, menetes ke tanah. Divya membelalakkan mata, napasnya tercekat. “X—”Belum sempat dia menyelesaikan kata-katanya, para prajurit datang membantu, membopong Xavier yang sudah hampir kehilangan keseimbangan. Jagar dan Abhimanyu juga ikut turun dari mobil lain, tubuh mereka berlumuran debu dan keringat. Beberapa letnan lain terluka, segera dibantu masuk ke ruang medis.Divya ingin mengikuti Xavier, ingin memastikan dia baik-baik saja— N

  • Sentuhan Panas Sang Bodyguard   BAB 57

    Divya terengah-engah.Xavier hanya berdiri di sana, dadanya naik turun dengan napas berat, belati masih tergenggam erat di tangan kirinya. Matanya masih tajam, memastikan tak ada yang bangkit lagi.Lalu, dia berbalik, menatap Divya yang masih tampak terkejut. Xavier tidak berkata apa pun. Dia hanya mengulurkan tangan, menggenggam jari-jari Divya yang masih dingin.“Jangan lepas,” suaranya pelan.Divya menggigit bibir, lalu mengangguk, jari-jarinya meremas tangan Xavier sebagai jawaban. Tanpa membuang waktu lagi, mereka kembali berlari, menerobos sisa bayangan malam menuju kebebasan.Suara Damian tiba-tiba terdengar panik melalui earpiece, membuat Xavier langsung waspada.“X! Kamu masih di dalam?!”“Ya. Kenapa?”Dari seberang, suara Damian terdengar lebih cemas. “Keluar sekarang! Gedung ini dipasangi bom! Akan segera meledak! Sialan! Aku tidak punya waktu untuk menjinakkannya. Hanya tersisa beberapa detik lagi. Lari! Keluar sekarang! Kalian semua kelua

  • Sentuhan Panas Sang Bodyguard   BAB 56

    Xavier tetap diam. Tatapannya tajam, dingin, penuh kebencian yang hampir bisa dirasakan di udara. Jarinya menggenggam belatinya erat, sementara matanya mengamati situasi. Lima belas pria bersenjata mengelilingi mereka, semua dengan senapan otomatis teracung siap menembak. Tapi Xavier tidak gentar. Tidak juga Jagar, Abhimanyu, atau Damian yang berdiri di belakangnya.Abhimanyu memutar pedangnya di tangan, logamnya berkilat di bawah cahaya redup. “Kita bisa selesai dalam tiga menit.”Xavier menatap Jagar, memberi isyarat halus. Jagar mengangguk.Lalu neraka pun meledak.Jagar adalah yang pertama melesat, tubuh besarnya bergerak lebih cepat dari yang bisa diduga. Tangannya merobek satu pria dengan gerakan brutal, sementara Abhimanyu mengikuti, pedangnya menyambar leher pria di sebelahnya dengan satu tebasan mulus.Xavier tidak menunggu lebih lama. Dia maju dengan kecepatan yang mengerikan, belatinya melesat ke tenggorokan pria yang mencoba menghalanginya. Darah memu

  • Sentuhan Panas Sang Bodyguard   BAB 14

    Dia sudah cukup muak dengan pikirannya yang dipenuhi bayangan Divya, dengan tubuhnya yang bereaksi seolah wanita itu telah meninggalkan jejak permanen di dalam dirinya. Tapi semua itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang baru saja dia lihat. Di tengah lantai dansa yang penu

  • Sentuhan Panas Sang Bodyguard   BAB 12

    Divya menatap Xavier lekat, sementara pria itu diam menatap kedua mata yang kini tampak mulai bingung. Dari kemarahan menjadi kebingungan. Tangan Xavier bergerak, dari pinggang naik ke atas, menyentuh sisi payudara Divya dengan sapuan ringan, naik ke bahu dan menangkup tengkuk wanita itu. “Jangan

  • Sentuhan Panas Sang Bodyguard   BAB 8

    Tawaran yang menggiurkan dan karena Xavier juga sudah tidak mendapatkan pelepasan di dalam wanita selama empat bulan terakhir, lalu wanita ini menawarkan sesuatu yang sangat Xavier butuhkan belakangan ini, Xavier cukup tergoda. Dirinya memang benar-benar membutuhkan kehangatan berada di dalam vagin

  • Sentuhan Panas Sang Bodyguard   BAB 11

    “Princess—“”Mengapa kamu selalu memanggilku Princess? Aku bukan Princess.”Xavier tersenyum kecil, menyadari keengganan Divya membahas tentang kebiasaannya itu. “Kebiasaan,” jawab pria itu datar, “kamu mengingatkanku pada Elsa—Princess kesukaan salah satu keponakanku.” Anaknya Almeera Wijaya yaitu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status