Share

TAS 175

Penulis: Sidney Fellice
last update Tanggal publikasi: 2026-01-31 21:10:49

“Ini,” tunjukku pada kotak dan gelas yang kupegang. “Aku tidak butuh perhatianmu. Jangan lakukan ini lagi.”

Dia mengernyit. “Aku tidak tahu maksudmu.”

Aku mendengus. “Jangan berpura-pura. Fokus saja memberi perhatian pada calon tunanganmu.”

Sorot mata Sean menegang. Tanpa menjawabku, dia berdiri dan pergi. Aku menyesal. Sedikit. Tapi aku tidak mau menarik kata-kataku.

Sejak itu, Sean jarang terlihat di mejanya. Kotak kue dan kopi juga menghilang. Tapi gangguan lain justru datang.

Suatu siang di
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 320

    Aku melangkah mendekat."Tamparan itu... karena kau hampir membunuh bayiku semalam."Belum sempat dia bereaksi...PLAK!Tamparan kedua kembali mendarat lebih keras hingga tubuh Cindy kehilangan keseimbangan. Dia jatuh terduduk di beton yang keras. Semua orang tersentak."Dan tamparan ini..." Aku menatapnya tanpa sedikit pun rasa takut lagi. "...karena kau merencanakan kecelakaanku di parkiran klinik."Wajah Sam langsung berubah. "Apa?!"Dia menoleh kepada Cindy. "Jadi itu... bukan kecelakaan?"Aku mengangguk. "Itu rencana pembunuhan."Sam mundur selangkah. Sorot matanya berubah menjadi kemarahan yang belum pernah kulihat sebelumnya. Dia menunjuk Cindy dengan tangan gemetar."Aku... tidak pernah tahu... kalau selama ini, aku menikahi wanita gila sepertimu!"Cindy buru-buru bangkit. "Itu bohong, Sam!""Kau bukan hanya pembohong! Tapi juga seorang pembunuh!"Suara Sam menggema."Tidak!" Cindy menggeleng histeris. "Dia memfitnahku! Dia tak punya bukti."Dia menatap kami satu per satu."K

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 319

    "Nyonya? Anda ke sini?" tanyaku, buru-buru menyembunyikan kegugupan.Wanita tua itu hanya berdiri mematung di ambang pintu. Tatapannya tak lepas dariku. Jantungku berdegup keras.Dari posisi pintu yang begitu dekat dengan ranjangku... mustahil dia tidak mendengar pembicaraan kami.Berbeda dengan Nyonya Miranda, dokter pribadi keluarga Arsen dengan cepat maju menjawab, "Dokter jaga bilang Nona sudah dipindahkan ke ruang rawat, jadi kami datang untuk melihat keadaan Nona," ujarnya sambil membungkuk memunguti beberapa buah yang tergeletak. Perlahan Nyonya Miranda melangkah mendekat."Apa yang baru saja kudengar?" tanyanya lirih.Aku menggigit bibir. "Nyonya...""Kenapa kau mengatakan hal seperti itu tentang Sean?" Suaranya mulai bergetar. "Kenapa kau mengatakan Sean bukan cucuku?"Napasku langsung tercekat. Aku meremas jemariku sendiri di atas selimut. "Saya...""Aku mencoba mempercayai semua yang kau katakan di rumah tadi." Matamnya mulai memerah. "Aku mencoba menerima bahwa mungkin se

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 318

    Mataku perlahan terbuka saat lampu putih di langit-langit ruang pemeriksaan kembali terlihat jelas."Syukurlah." Suara dokter terdengar lega. "Hasil pemeriksaannya baik. Tidak ada tanda-tanda yang mengarah pada keguguran ataupun pelepasan plasenta."Aku mengembuskan napas panjang. Air mata hangat langsung mengalir di pelipisku."Terima kasih, Tuhan... Bayiku selamat." Aku mengulang kalimat itu dalam hatiku berkali-kali. "Kami juga sudah memberikan suntikan penguat kandungan," lanjut dokter sambil tersenyum menenangkan. "Untuk sementara kondisinya stabil. Namun mengingat Ibu mengalami benturan cukup keras dan sedang mengandung, saya menyarankan rawat inap semalam agar kami bisa terus memantau kondisi Ibu dan janin."Aku mengangguk pelan. "Terima kasih, Dok.""Tidak perlu terlalu banyak bergerak dulu. Kalau muncul nyeri, pusing, atau perdarahan sekecil apa pun, segera panggil perawat."Kalimat itu mengingatkanku pada kecelakaan sebelumnya. Untungnya kali tidak parah. "Baik, Dok."Dokt

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 317

    Jeritan terkejut yang singkat, lolos dari bibirku.Benturan di punggung membuat napasku seolah terhenti. Sesaat, aku hanya bisa memejamkan mata rapat. Rasa nyeri menjalar dari punggung hingga ke pinggang. "Argh..." Erangan pelanku muncul kemudian. Ruangan yang semula dipenuhi pertengkaran mendadak berubah kacau."Audrey!""Astaga!""Kau baik-baik saja?!"Beberapa anggota keluarga Arsen spontan berlari ke sisiku. Fokus mereka yang tadi tertuju pada Cindy kini sepenuhnya beralih kepadaku.Sam bahkan tak berpikir dua kali.Dengan kasar dia mendorong Cindy menjauh hingga wanita itu kehilangan keseimbangan beberapa langkah ke belakang."Kau keterlaluan!" bentaknya marah.Dia langsung berlutut di sampingku. Tanpa memedulikan siapa pun yang melihat, Sam mengangkat tubuhku perlahan lalu memelukku erat.Saat tangan Sam terasa mulai menyentuh kulitku.Aku berusaha bangun, tetapi tubuhku sama sekali tak mau diajak bekerja sama. Kedua tanganku refleks memeluk perutku yang mengeras.Bayiku...J

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 316

    "Ibu!" Seru Cindy ketakutan.Dia langsung belutut di depan Nyonya Miranda sambil memegang kaki wanita tua itu. "Tolong maafkan aku. Aku tak bermaksud begitu."Wajah Nyonya Miranda mengernyit. "Jadi... kau mengakuinya?"Cindy menatap tangan sang mertua yang masih menggenggam ponselnya. Lalu tertunduk dengan wajah sedih. "Aku memang dekat dengan Andrew..."Suara Cindy yang sayup perlahan memenuhi ruangan.Semua orang kembali terdiam. Memastikan mereka tak salah dengar. Untuk sesaat, bahkan aku pun ikut terpaku. Aku tak menyangka dia akan mengakuinya secepat itu.Namun tak ada rasa bersalah di wajahnya. Wanita itu justru berbalik menunjukku dengan raut penuh kebencian."Itu semua terjadi karena mereka!" bentaknya dengan mata merah. "Karena suamiku lebih memilih perempuan murahan ini daripada istrinya sendiri!"Tangannya sungguh bergetar saat menunjukku. Senyum kemenangannya sudah menghilang tanpa jejak. Aku tak berkedip. Kupilih untuk tetap diam, menikmati, serta menunggu sandiwara se

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 315

    "Bukti lagi? Kau kira kami gampang dibodohi berkali-kali?" Sepupu perempuan Sean berkacak pinggang kesal.Kutarik napasku berkali-kali untuk menenangkan diri. Sekarang bukan waktunya untuk lemah. Tanganku masih menggenggam ponsel erat sebelum mengirim bukti yang kumaksud."Apa lagi sekarang? Masih kurang puas memfitnahku?" sindir Cindy dengan senyum mengejek. "Kau belum sadar, tak ada yang percaya pembohong sepertimu di sini."Aku mengangkat wajah menatap semua orang."Kalau foto-foto tadi masih dianggap tidak cukup... Bagaimana kalau kalian mendengar suara Cindy sendiri?"Ruangan yang sempat gaduh kembali dipenuhi tatapan penasaran.Aku menyentuh layar ponsel beberapa kali.Lalu menekan tombol kirim."Ding...""Ding..."Lagi, notifikasi berbunyi hampir bersamaan dari ponsel para anggota keluarga Arsen yang berada di ruangan itu.Semua tak menunggu lama membuka pesan yang baru masuk."Itu apa?" gumam salah seorang bibi."Ini file rekaman?" sahut yang lain."Audrey, apa yang kau kirim?

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 179

    Desahan napas kasar terdengar keras di telingaku.“Kubilang jangan keras kepala," tekan Sam. Dia langsung menolak. "Kesehatanmu lebih penting. Aku juga tidak ke mana-mana. Tidurlah.”Panggilan itu berakhir dengan ucapan selamat malam yang terasa menggantung.Aku menatap ponselku lama setelah layar

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 178

    Aku terpaku lama. Otakku seperti macet, berusaha mencerna pertanyaan yang Cindy lontarkan barusan. Udara di ruangan itu terasa menipis, menekan dadaku tanpa ampun. "Audrey! Katakan siapa ayah janin itu?!" Cindy kembali menggoyang bahuku, kali ini lebih keras. Aku tercekat. "A-apa maksudmu?" "Cuk

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 177

    Kakiku refleks mundur selangkah. Bukan karena aku tak mengenalnya. Tapi justru karena aku sangat mengenalnya dengan baik. Pintu terbuka dari dalam. Tanpa berpikir panjang, aku langsung masuk. Sabuk pengaman terpasang, pintu menutup dan mobil melaju seolah semuanya sudah diatur sejak awal. Dia

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 176

    Sean masuk terlambat. Aku terkejut. Kupikir dia akan beristirahat sampai lukanya pulih. Tapi melihat Sam yang sama sekali tak bereaksi, aku tahu, mereka pasti sudah berdebat sebelumnya. Sepanjang rapat, Sean terlihat keras kepala. Tak lagi mengangguk patuh. Seolah sedang menunjukkan sesuatu. Ent

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status