Share

Bab2

Author: CAHAYA HATI
last update publish date: 2026-01-02 21:12:51

Tiba-tiba ponsel milik Lena, yang tergeletak di atas meja samping tempat tidur berbunyi. Lena yang sudah memejamkan mata langsung kembali terbuka, dengan cekatan tangan nya meraih benda canggih itu dan mengecek siapa yang menghubunginya malam-malam.

"Pak Ronald," gumam Lena dengan nada lirih, ternyata yang menghubungi nya adalah atasannya. Ia langsung melirik pada suaminya, Sky tampak hanya diam menatap penasaran pada sang istri.

"Siapa yang menghubungi kamu malam-malam begini? Nggak usah di angkat telponnya, bukannya tadi kamu bilang udah capek banget ya, mau istirahat." Ujar Sky, dengan nada datar.

Lena mencebik kecil, merasa jika suaminya sangat bawel. "Ini bos aku Mas, ya kali nggak aku angkat telponnya." Jawab Lena, dengan nada ketus.

"Ya tapi ini kan sudah malam, bukan waktunya jam kerja lagi." Lanjut Sky, membantah jawaban istrinya.

Bukanya nurut apa yang dikatakan suaminya, Lena malah melengos dan beranjak dari atas tempat tidur menuju pintu keluar kamar untuk mengangkat panggilan telepon dari bosnya yang merangkap sebagai kekasih gelapnya juga.

Sky hanya bisa mengepalkan kedua tangannya, menahan emosi pada sikap istrinya yang semakin hari semakin tidak menghargai nya sebagai suami. "Kenapa sekarang kamu semakin berubah, Lena?" Gumamnya lirih.

Sky ikut beranjak dari tempat tidur, malam ini ia akan tidur bersama putranya saja agar tidak semakin kecewa dengan sikap istrinya. Sky melangkah menuju kamar Gala, untungnya kamarnya dan kamar sang putra memiliki akses pintu yang langsung terhubung, jadi ia tidak perlu keluar dari kamar dulu untuk menuju kamar Gala, cukup membuka pintu langsung sampai di kamar putranya.

Sky tersenyum tipis melihat wajah polos putranya yang terlelap, dengan gerakan hati-hati ia membaringkan tubuhnya di samping Gala. "Sayang... malam ini Papa bobok sama Gala, ya?" serunya dengan sangat lembut, tangan nya terulur memeluk tubuh kecil Gala dengan gerakan hati-hati, tidak mau mengusik ketenangan sang putra.

Sementara itu, di ruangan santai Lena sedang mengangkat panggilan telepon dari Ronald, atasan sekaligus kekasih gelapnya. Mereka tengah terlibat obrolan mesra, Lena tidak perduli dengan perasaan suaminya yang sudah kecewa padanya.

"Sayang... aku kangen sama kamu." ucap Ronald, dari seberang telepon.

Lena terkekeh kecil mendengar suara manja kekasih gelapnya. "Ya ampun sayang... perasaan tadi kita udah bersenang-senang sebelum pulang kerja, kenapa kamu masih bilang kangen sih? Ah... pasti cuma gombal kan?" Balas Lena, dengan nada manja pula.

"Aku tidak gombal sayang, beneran masih kangen sama kamu. Aku ingin punya waktu lebih banyak sama kamu, tubuh kamu selalu buat aku kecanduan."

Lena langsung senyum-senyum sendiri, ia kembali teringat momen panas yang selalu mereka lakukan setelah jam pulang dari kantor. Tak bisa di pungkiri, Lena juga ketagihan dengan sentuhan bosnya itu yang selalu berhasil membuatnya terbang melayang. "Ya sudah, besok kita lakukan lagi lebih lama dari biasanya." Jawab Lena, dengan gampang nya. Ia sama sekali tidak memikirkan perasaan suaminya dan putranya yang menginginkan memiliki waktu luang berkumpul keluarga.

"Tidak sayang, itu tidak akan cukup. Besok siang kita akan melakukan perjalanan ke Surabaya terus lanjut ke Bali selama lima hari, di Surabaya kita akan melakukan pekerjaan selama dua hari, dan tiga hari sisanya untuk kita bersenang-senang di Bali." Seru Ronald, pada sekretaris nya, Lena. Dia sudah merencanakan semua ini sejak tadi pagi, dan baru memberi kabar pada Lena malah harinya agar sekretaris nya itu segera bersiap-siap.

"Aku mau banget sayang, tapi emangnya istri kamu nggak curiga apa?" Tanya, Lena memastikan. Ia tidak mau hubungan terlarang nya dengan bosnya di curigai dan terkuak, Lena tidak ingin pisah dengan suaminya. Meski menjalin hubungan terlarang di belakang Sky, namun Lena sangat mencintai suaminya, sungguh serakah sekali Lena ini.

"Masalah itu kamu tidak perlu khawatir sayang, istri aku akan berangkat liburan ke luar negeri besok. Pokoknya kamu tenang saja, semuanya sudah aku atur Serapi mungkin." Kata Ronald meyakinkan Lena.

"Ya deh... aku percaya sama kamu sayang, apa sih yang nggak bisa di lakukan pemilik perusahaan yang sudah terkenal ini." kata Lena, memuji kekasih gelapnya. "Udah dulu ya sayang telponan nya, nanti suamiku dan istri kamu curiga lagi."

"Ya sayang, sampai ketemu besok. Selamat istirahat," ucap Ronald sebelum mengakhiri telepon.

"Selamat istirahat, sayang." Balas Lena, di akhir panggilan.

Setelah selesai mengobrol mesra dengan atasannya, Lena kembali masuk ke dalam kamar. Di sana ia tidak mendapati suaminya di atas tempat tidur. "Lho... Mas Sky kemana? Kok nggak ada sih? Apa jangan-jangan dia tadi keluar dari kamar dan menguping semua obrolan ku dengan Ronald?" Gumam Lena, dengan ekspresi khawatir.

Takut jika apa yang di pikirkan nya menjadi kenyataan, Lena memutuskan untuk mencari keberadaan suaminya. Ia mengecek Sky ke kamar mandi tapi tidak ada, kemudian keluar dari kamar untuk mencari Sky di setiap ruangan namun tidak juga di temukan keberadaan suaminya itu. "Kok nggak ada ya, kemana perginya, Mas Sky?" ujar Lena sambil berpikir keras.

Tinggal satu ruangan yang belum ia cek, yaitu kamar putranya. "Kamar Gala... mungkin saja Mas Sky ada di kamar Gala." Tanpa pikir panjang, Lena segera mengecek suaminya di sana. Saat membuka pintu kamar putranya, Lena bernapas lega melihat suaminya dan sang putra yang sudah terlelap. "huff... ternyata di sini toh. Bagus deh Mas Sky tidur sama Gala, jadi aku lebih nyaman karna nggak ada yang gangguin."

Lena kembali menutup pintu kamar putranya, ia bernapas lega karna ternyata suaminya tidak menguping obrolan mesranya dengan sang atasan.

*****

Pagi ini Gala dan Sky sedang sarapan di meja makan. Gala makan di suapi oleh pengasuhnya, sementara Sky mengambil makanannya sendiri, tidak seperti para suami-suami pada umumnya yang makannya selalu di layani oleh istrinya.

Dari atas tanga, terdengar suara sepatu hak tinggi milik Lena yang berjalan menuruni anak tangga, di belakangnya ada salah satu Art yang membawakan koper besar miliknya.

"Selamat pagi semuanya," sapa Lena pada suami dan putranya.

Gala langsung tersenyum lebar saat melihat sang ibu, orang yang sangat ia rindukan. "Mama..." serunya sambil beranjak dari kursi, bocah kecil itu berlari semangat kearah ibunya sambil merentangkan kedua tangannya.

Melihat putranya yang begitu antusias saat melihatnya, Lena pun segera berjongkok menyambut putranya dalam pelukan. "Anak mama," seru Lena sambil menciumi pucuk kepala Gala. Anak kecil itu sangat bahagia, ia begitu merindukan pelukan sang Ibu yang hampir tak pernah punya waktu untuk nya.

"Gala kangen sekali sama mama," ucapnya jujur.

"Mama juga kangen sekali sama Gala," Jawab Lena sambil melerai pelukannya. "Gala lagi sarapan ya? Ya udah yuk dilanjutin lagi, kan mau berangkat sekolah, nanti telat lho kalau lama-lama sarapan nya." Kata Lena pada putranya.

Gala mengangguk patuh. "Iya ma, ayo kita sarapan bareng." Ajak Gala, "Gala mau makan di suapi sama mama."

Lena tersenyum tipis, kemudian menjawab. "Maaf sayang... Mama tidak bisa suapin Gala sekarang, karna mama harus buru-buru berangkat kerja, Gala di suapin sama Sus aja ya?" Ujar Lena pada sang putra.

Tampak wajah kecewa langsung terbit di wajah Gala, Sky yang melihat wajah sendu putranya itu langsung menggendong tubuh kecil Gala. "Biar Papa aja yang suapi Gala makan ya, Mama sibuk mau berangkat kerja dan nggak punya waktu untuk mengurus Gala." Kata Sky, dengan nada datar namun syarat akan sindiran untuk istrinya.

Deg....

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Tergoda Pesona Adik Ipar   56

    Pukul tujuh malam, ruangan makan di rumah mewah milik Sky sudah dipenuhi suara riuh rendah keluarga yang tengah berkumpul. Di meja panjang, piring-piring berisi lauk tersusun rapi. Semua anggota keluarga sudah duduk rapi, kecuali Lena yang hingga kini belum juga pulang ke rumah. Entah dimana keberadaan wanita itu saat ini, dia selalu mengabaikan tugas nya sebagai seorang ibu dan istri. Meski demikian, suasana meja makan tetep terlihat normal, seolah-olah sudah terbiasa tanpa kehadiran nya.Senja dengan sigap menghidangkan makanan untuk Sky dan Gala, ayah dan anak yang menjadi pusat perhatian malam itu. Ia tersenyum lembut, matanya berbinar saat melihat Gala yang begitu antusias menatap piringnya. Bu Asih, yang sebelum nya protes saat Senja melayani kakak iparnya Sky, kini tampak mulai terbiasa menyaksikan pemandangan itu. Ia duduk di sebelah Gala dengan tenang, mengisi piring nya sendiri. Sebenarnya Senja hendak melayani ibunya juga, tapi Bu Asih menolak halus, menyuruh Senja fokus m

  • Tergoda Pesona Adik Ipar   Bab 55

    Selesai melaksanakan akad nikah, Senja dan Sky langsung bergegas pulang ke rumah. Saat ini mereka sudah berada di perjalanan pulang yang terasa sunyi, hanya deru mesin mobil yang mengisi ruang di antara mereka. Senja menatap lurus ke depan, wajahnya tampak tegang dan tatapan nya gelisah, menahan gelombang kecemasan yang mulai menguasai. Jantungnya berdebar tak karuan, bayangan kakaknya yang garang dan ibu yang penuh pertanyaan menggerayangi pikirannya. Tangan yang sebelumnya gemetar kini saling bertautan di pangkuan.Sky, yang duduk di sampingnya, merasakan kegelisahan itu. Tanpa ragu, tangannya meraih tangan Senja dan menggenggamnya erat, memberi kekuatan yang tak terucap. Matanya menatap Senja dengan penuh ketulusan, seolah ingin menyampaikan bahwa Senja tidak lagi sendirian. "Kamu tidak perlu takut, sayang. Ada aku di sini. Kita akan hadapi semuanya bersama," bisiknya lembut, suaranya hangat dan menenangkan.Senja menoleh sebentar, menatap mata Sky yang tenang itu, dan perlahan ia

  • Tergoda Pesona Adik Ipar   Bab 54

    Saat ini Sky dan Senja sudah berada didalam mobil, mereka baru saja cek out dari hotel mewah. Sky mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang, menggenggam setir dengan mantap, matanya sesekali menyapu jalanan yang cukup padat, lalu menoleh ke arah Senja yang duduk di sampingnya. Wajah Senja tampak tegang, bibirnya bergetar pelan seolah menahan gelombang kecemasan yang sedari tadi menggerogoti hatinya. Matanya berkaca-kaca, memancarkan campuran rasa takut dan keraguan yang sulit disembunyikan.Menyadari itu, Sky meraih tangan Senja dan menggenggamnya erat, jari-jarinya mengunci dengan penuh kehangatan. Suaranya lembut namun penuh keyakinan. "Tidak perlu takut, Sayang. Ada aku yang akan selalu melindungi kamu."Senja menundukkan kepala sejenak, lalu mengangguk kecil, napasnya yang tadinya tersendat mulai sedikit mereda. Namun, ketegangan itu masih mengendap di matanya, seakan bayangan masa depan yang belum pasti dan kemarahan dari ibu dan kakak nya terus membayangi pikirannya. "Aku udah

  • Tergoda Pesona Adik Ipar   Bab 53

    Bu Asih berjalan mondar-mandir di ruang tamu rumah menantu dan anak nya dengan langkah tergesa dan wajah penuh kecemasan. Matanya yang mulai berkaca-kaca terus menatap ke arah pintu depan, berharap segera melihat sosok Lena, Senja dan menantunya Sky yang belum juga pulang sejak tadi malam. Setiap detik yang berlalu seperti menambah beban di dadanya, membuat napasnya terasa sesak."Ini mereka pada kemana sih? Kenapa sampai pagi ini belum pada pulang juga, di hubungi tidak bisa... semoga saja tidak terjadi sesuatu pada mereka semua," gumamnya pelan, suaranya nyaris tersendat oleh rasa takut yang menghimpit hatinya.Di sudut ruangan, pintu kamar terbuka perlahan. Gala, cucu kecilnya yang baru bangun tidur, melangkah keluar dengan mata yang masih sembab dan rambut acak-acakan. Bocah itu menatap sang nenek dengan wajah polos penuh tanya. "Nenek..." Sorak nya dengan nada ceria, tadi malam ia tidur bersama sang nenek. Gala berlari kecil menghampiri nenek nya, kemudian bertanya. "Nenek lagi

  • Tergoda Pesona Adik Ipar   Bab 52

    Sinar lembut matahari pagi menembus celah jendela kamar hotel, menari di atas tumpukan selimut yang kusut akibat aktivitas panas yang terjadi tadi malam. Senja terbaring di ranjang itu, tubuhnya terasa lelah dan remuk. Perlahan, kelopak matanya berkedip, berusaha menangkap cahaya yang menusuk retina. Kepala Senja berdenyut nyeri, seakan ada badai kecil yang mengamuk di dalamnya. "Ssttt... aduh, kenapa pusing banget?" gumamnya dengan suara serak, bibirnya meringis menahan sakit yang menggelayuti. Tiba-tiba, rasa perih yang tajam menjalar di area paling pribadi sampai membuatnya menahan napas, wajahnya berkerut kesakitan. Pandangan Senja mulai menjelajah sekeliling ruangan yang terasa asing, ia sadar jika ini bukan lah kamar nya. "I_ini aku ada dimana?" Gumamnya dalam hati. Memori samar-samar malam tadi mulai mengintip dari sudut pikirannya, terpecah menjadi potongan-potongan kabur dan desahan yang menggema di ruangan itu. Senja menekan pelipisnya, mencoba menyusun kembali kejadian

  • Tergoda Pesona Adik Ipar   Bab 51

    Lena sudah kembali menghampiri Ronald, senyumnya dipaksa mengembang saat menghampiri kekasihnya itu. "Maaf ya Mas, kamu nunggu lama. Tadi perut aku sakit banget," cicitnya beralasan.Ronald mengagguk kecil, bibir nya tersenyum tipis. "Nggak apa-apa sayang, yang penting sekarang kamu sudah kembali." Jawabnya dengan nada santai.Ronald menarik lembut tubuh Lena, membawa kekasih gelapnya itu dalam dekapannya. "Ayo kita lanjutkan dansanya," ajak Ronald. Lena langsung mengangguk setuju meski suasana hatinya saat ini tengah badmood setelah kejadian tadi.Ronald memeluk erat pinggang Lena, sesekali menciumi bibir wanita itu. Lena tidak menolak, namun tidak membalas juga seperti sebelumnya. Bayangan suaminya yang lebih membela Senja terus memenuhi pikirannya, membuat nya tampak kurang bergairah.Ronald dapat merasakan perubahan Lena, bukannya kecewa atau kesal... pria itu justru tersenyum tipis seolah-olah tengah menikmati permainan yang paling seru di dunia.Sky sudah menghabiskan jusnya, ia

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status