Terjebak Kerjasama Paksa Dengan Gadis Indigo

Terjebak Kerjasama Paksa Dengan Gadis Indigo

last updateآخر تحديث : 2023-06-20
بواسطة:  Lady Magnificaمستمر
لغة: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
لا يكفي التصنيفات
13فصول
1.3Kوجهات النظر
قراءة
أضف إلى المكتبة

مشاركة:  

تقرير
ملخص
كتالوج
امسح الكود للقراءة على التطبيق

ملخص

Pembunuhan misterius seorang wanita bernama Arina Wijanarko terjadi di sebuah area di pinggir Nusantara City. Semua petunjuk yang mengarah pada si pembunuh, menemui jalan buntu. Aidan Hunter, seorang Crime Investigator dari BIN (Badan Investigasi Negara), yang ditugaskan untuk menyelidiki kasus tersebut, mendapat perintah bosnya untuk bekerja sama dengan seorang gadis cenayang bernama Nara Hamarung, dalam menyelesaikan kasus pembunuhan itu. Aidan yang selalu berpikir realistis, tentu saja sangat keberatan bekerja sama dengan seorang paranormal. Tetapi, karena perintah bosnya, dia tidak dapat menolak. Aidan pun selalu bersikap ketus dan meremehkan kemampuan Nara. Bagaimana kelanjutan kerjasama antara seorang detektif dan paranormal ini, ikuti kisah mereka yang emosional ini. Dan peristiwa-peristiwa apa saja yang akan keduanya temui selama penyelidikan?

عرض المزيد

الفصل الأول

Pembunuhan Di Pinggir Nusantara City

Wanita itu berlari kencang dengan napas memburu. Tergambar jelas ketakutan di wajahnya. Ia tidak ingin mati malam ini. Tidak dengan cara yang brutal. Sementara langkah kaki cepat dan berat mengikutinya masuk ke dalam hutan.

"Aaah!" Kakinya tersandung sesuatu di tanah. Entah ranting pohon yang teronggok atau batu yang menghalangi langkahnya, ia tidak tahu. Sepasang matanya tidak mampu melihat jelas. Cahaya bulan malam itu tidak terlalu membantu.

Wanita itu tersungkur. Cepat ia berusaha bangkit dan kembali berlari, tetapi, tanah becek sisa hujan tadi sore membuat kakinya terpeleset dan membuatnya cidera. Ia meringis kesakitan. Air mata telah membanjiri wajahnya. Bukan karena rasa sakit di pergelangan kaki, namun karena begitu dekatnya ia dengan kematian.

"Aku mohon, jangan bunuh aku," rengeknya putus asa. Ia bergerak mundur, berusaha menjauh semampunya dari kematian yang siap menyongsong.

Ia menggeleng, meratap, memohon agar nayawanya diampuni. Ia masih ingin menghirup udara esok hari, atau beberapa menit ke depan.

"Please ...," ratapnya. Barangkali alam semesta berkenan membantunya. Barangkali kematian akan mengurungkan niatnya. Namun, tidak. Tidak ada seorang pun yang menolongnya. Bahkan pohon-pohon di sekitarnya memutuskan untuk menjadi saksi, dirinya dijemput oleh maut.

Wajah wanita itu menghantam tanah basah. Sepasang matanya terbelalak dan mulutnya menganga. Tetesan air mata terakhir mengalir di pipi, sebagai ucapan selamat tinggal pada dunia.

***

Aidan mengamati sekali lagi luka di leher wanita cantik berkulit pucat dengan sebagian wajah dilumuri lumpur, sebelum seorang petugas polisi menutup resleting kantong jenazah yang memutus pandangannya dari wanita itu. Pria berambut coklat itu mengelus dagu, memandangi empat petugas polisi membawa kantong jenazah berisi si wanita berkulit pucat ke mobil ambulance."

"Sepertinya kasus ini sangat penting sehingga seorang agen BIN harus turun tangan."

Aidan menoleh ke arah asal suara, mendapati seorang pria tersenyum padanya. "Hallo, Pak Musa," sapanya.

"Apa kabar, Aidan? Akhirnya kita dipertemukan kembali." Pria itu membenarkan posisi topi bundarnya, lalu menjabat tangan Aidan.

"Sepertinya kasus ini akan menjadi ajang kompetisi kita lagi, Pak Musa," kekeh Aidan seraya menjabat tangan Musa.

Pria itu tergelak. "Akan lebih baik kalau kita bekerja sama saja. Sepertinya ini kasus yang cukup janggal," ucapnya setengah berbisik.

Aidan menyeringai menanggapi ucapan Pranata Musa, pria berusia empat puluhan, seorang detektif dari kepolisian Nusantara City yang sepertinya akan menjadi partner atau mungkin rivalnya lagi seperti sebelumya, dalam menyelidiki kasus penemuan mayat wanita di dalam taman nasional Nusantara itu. Ia mengedarkan pandang. Beberapa orang dari tim penyidik masih mengumpulkan bukti forensik di sekitar mayat wanita itu ditemukan.

"Aku tidak pernah melihat bekas luka seperti yang terdapat pada leher wanita itu sebelumnya. Tiga titik berbentuk segitiga, begitu rapi tanpa sobekan kulit." Aidan mengelus dagu. Kemudian ia melangkah menuju beberapa jejak kaki yang berada di dekat mayat wanita itu ditemukan dan berjongkok di sana.

"Pak Musa lihat ini?" Aidan mengamati jejak-jejak kaki itu. Ujungnya melengkung seperti sepatu kuda, dan mengerucut ke belakang. "Sepatu macam apa ini?"

"Pertanyaannya, Aidan, bentuk kaki macam apa yang dimiliki si pembunuh?" timpal Musa, memosisikan badannya seperti Aidan.

"Siapa yang pertama kali menemukan wanita itu?" tanya Aidan. Matanya menatap pola bergambar tubuh manusia di hadapannya.

"Beberapa orang pemburu."

Aidan mengangguk-angguk. Kemudian berdiri seraya mengibaskan ujung mantelnya yang terkena sedikit lumpur. "Identitas wanita itu bagaimana, Pak?" tanyanya kemudian.

"Tidak ada. Tidak ada kartu pengenal apapun."

***

توسيع
الفصل التالي
تحميل

أحدث فصل

فصول أخرى

للقراء

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

لا توجد تعليقات
13 فصول
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status