Share

9. Datang juga dia

Author: Shaveera
last update publish date: 2026-01-12 19:57:48

Hari makin malam, lampu taman mulai menyala dan kami masih berada di danau. Ortega sama sekali tidak melepaskan keempat tamu yang tidak kuundang itu. Sedangkan aku, asyik menikmati makan malam yang disediakan oleh priaku.

Sesekali kulihat sosok mereka berempat, tubuh mereka terlihat loyo dan lemah bahkan wajahnya kusut sangat kelelahan. Kutatap wajah Ortega yang santai membaca sebuah buku. Kuketuk meja untuk mengalihkan fokus Ortega dan berhasil.

Ortega menatapku tanpa senyum dan aku hanya men
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   103.

    Pov RanggalaweSudah hampir satu minggu aku tidak menemukan wanitaku bahkan di sudut istananya sendiri. Malam ini kuberanikan diri untuk menerobos paviliun milik Gendhis."Aku harus menemukan sesuatu yang mungkin tertinggal di sana, terutama isi kamarnya."Gegas aku memakai pakaian sederhana selayaknya seorang pelayan istana belakang. Kemudian melangkah masuk ke istana Anusapati. Aku tidak menyangka baru memasuki istana itu sudah mendengar gosip yang tidak sedap untuk di dengar." Sungguh kasian Putri Gendhis, meskipun statusnya adalah permaisuri pangeran dia tetap kalah dengan seorang mantan pelacur itu," ucap salah satu dayang.Aku bersembunyi di balik pohon untuk mendengar kalimat selanjutnya dari pembicaraan para dayang istana Anusapati itu." Iya, apa yang kau katakan memang benar. Buat apa menikah hanya dijadikan status dan alat untuk menutup kebusukan suami. Aku no ogah!""Sejak awal menikah saja sudah dipermainkan seperti ini, apalagi nanti saat tua. Bisa jadi tak pernah terse

  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   102.

    POV RanggalaweWaktu terus berlalu, tanpa terasa hubunganku dengan Gendhis makin dalam dan wanita itu terus memberiku kehangatan. Hidupku yang dulu dipenuhi dengan darah sekarang makin berwarna. Makin ke sini semua rahasia hidup Gendhis terbuka. Kisahnya begitu menyayat hati. Siksaan hati dan badan bagi wanita itu sudah biasa, tetapi justru dengan banyaknya buly membuat hatinya serta jiwanya terasa. Tanpa mereka sadari Gendhis tumbuh menjadi wanita muda yang multitalenta, bahkan dia yang seorang wanita pun sangat paham strategi perang. Cahaya fajar perlahan menyelinap melalui celah-celah jendela ruang kerjaku.Hangat.Tenang.Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, aku terbangun tanpa suara denting pedang ataupun teriakan perang yang memenuhi kepalaku. Wajah cantik alami Gendhis menjadi pandangan pertamaku. Kubelai lembut pipi putih halus, dia menggeliat sambil menyingkirkan tanganku. Aku tersenyum, tetapi tidak berhenti di sana. Kutundukkan kepalaku hingga menyentuh dahinya, k

  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   101.

    POV RanggalaweEntah dorongan apa yang menggerakkan. Ada gairah yang sulit kutahan lagi. Aroma tubuhnya menguar menerpa ujung hidungku. Aroma yang begitu membuatku candu. "Gendhis..."Perlahan kuangkat dagunya agar menatapku. Matanya sembap. Masih dipenuhi sisa air mata yang belum sempat mengering.Dadaku terasa diremas. Namun, bibir itu begitu menggoda. Kurapatkan tubuhnya pada tubuhku, dapat kurasakan sentuhan lembut itu. Tubuhnya menegang, begitu juga dengan tubuhku. Gairahku perlahan merambat naik ke ubun-ubun. "Paman," panggilnya dengan suara berat. Beberapa detik kemudian, perlahan ia membalas pelukanku. Kepalanya bersandar di dadaku, sementara kedua tangannya mencengkeram bagian belakang pakaianku seolah takut aku ikut menghilang dari hidupnya.Aku memejamkan mata.Aroma rambutnya memenuhi indera penciumanku. Harum bunga melati yang begitu lembut. Detak jantungnya terdengar jelas di telingaku.Cepat.Gelisah.Sama seperti detak jantungku saat itu. Selama bertahun-tahun aku

  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   100.

    POV RanggalaweMalam itu angin berembus lebih dingin daripada biasanya.Aku masih duduk di ruang kerja, meneliti laporan para mata-mata yang baru kembali dari perbatasan timur. Cahaya lampu minyak menari di atas lembaran peta yang penuh coretan strategi.Namun, sejak beberapa saat lalu pikiranku tak mampu lagi berkonsentrasi. Entah mengapa dadaku terasa sesak. Seolah ada sesuatu yang sedang terjadi.Kriet! Pintu kayu itu terbuka perlahan, menampilkan wajah sendu wanitaku. Aku terdiam.Gendhis.Perempuan itu berdiri di ambang pintu dengan selendang putih menutupi bahunya. Rambut hitamnya tergerai sederhana, tetapi yang paling menyita perhatianku bukanlah penampilannya.Melainkan sorot matanya.Kosong.Tatapan yang biasanya hangat kini terasa hampa.Tanpa mengucapkan apa pun, dia melangkah masuk lalu duduk di kursi yang berada tepat di depan meja kerjaku.Dia hanya menundukkan kepala. Kedua tangannya saling menggenggam erat di atas pangkuan."Gendhis..."Aku bangkit dari kursiku. "Ada

  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   99.

    POV RanggalaweAku tidak pernah menyangka bahwa persembunyianku di kamar pengantin itu bukan menjadi pertemuan pertama sekaligus yang terakhir.Justru sejak malam itu...Aku mulai sering kembali.Bukan karena aku kehilangan tempat bersembunyi.Melainkan karena ada seseorang yang tanpa sadar membuat kakiku selalu menemukan jalan menuju kamar itu.Gendhis.Perempuan bisu yang seharusnya hanya menjadi istri keponakanku.Hubungan sembunyi-sembunyi ini perlahan membuat kewarasanku terkikis.Setiap kali perang usai dan malam mulai turun, entah bagaimana aku selalu mencari alasan untuk memastikan dirinya baik-baik saja.Kadang aku datang membawa laporan keamanan.Kadang hanya memastikan penjagaan istana.Kadang...Aku bahkan datang tanpa alasan yang jelas.Begitu melihatnya membuka pintu dengan senyum tipis yang nyaris tak terlihat, seluruh penat setelah seharian memimpin perang seolah menguap begitu saja.Aneh.Aku, Ranggalawe.Seorang senopati yang ditakuti di medan perang.Justru menjadi

  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   98.

    POV RanggalaweDarah.Aroma darah begitu pekat memenuhi udara Gerbang Utara Kerajaan Balai Kambang. Dentangan besi beradu dengan besi terus menggema tanpa jeda. Jeritan prajurit yang terluka bercampur dengan pekikan kuda perang, menciptakan simfoni kematian yang telah berlangsung sejak matahari mulai condong ke barat.Aku masih berdiri di sini, di antara para prajurit yang mencoba melawan ketidak adilan negeriku. Pemberontakan yang menggila membuatku harus menyamar menjadi salah satu di antara mereka, semua hanya demi kemakmuran Balai Kambang. "Hancurkan gerbangnya!""Tangkap pemimpinnya. Di sana!" Suara komandan musuh memekakkan telinga menunjuk ke arahku. Aku mengayunkan pedangku sekali lagi.Srak!Satu kepala prajurit terlepas dari tubuhnya. Bahkan sebelum jasad itu menyentuh tanah, dua tombak telah meluncur ke arahku.Trang!Aku menangkis tombak pertama. Namun tombak kedua berhasil menggores bahu kiriku.Bruk!Tubuhku terdorong beberapa langkah ke belakang."Sial..."Aku mengg

  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   42.

    "Kau gila, bagaimana bisa aku berbagi peluh dengan wanita jalang itu," decakku tajam dengan kedua mata melotot pada Siska.Wanita itu tidak ada rasa takut sama sekali dengan sikapku, tetapi justru tertawa terbahak melihatku seperti kebakaran jenggot."Apa kau lupa, semua harta yang didapatnya hasi

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   41.

    Seketika kedua mata Sagara membulat sambil kepalanya menggeleng menolak tuduhanku itu, tetapi aku tidak percaya dengan sanggahannya. Kucoba melawan gerakannya yang makin kuat mencengkeram pergelangan tanganku. Namun, apapun yang kucoba tetap tidak berhasil.Sementara di depanku Aurel terus berbicar

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   36. Ternyata

    Aku terbangun dari tidur panjang saat kurasakan wajahku disiram dengan air dingin. Siraman air itu tidak hanya pada wajahku saja melainkan hingga setengah badan. Perlahan kubuka kedua mataku, tatapanku langsung bertemu dengan dua manik hitam milik Aurel. Wanita itu menyeringai sinis menatap keadaan

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   32. Pilihan Yang Sulit

    Cukup lama aku menunggu jawaban dari pria itu, tetapi dia justru mengingatkan aku akan kejadian awal aku masuk kedunia modern. Aku hanya mengulum senyum saja tanpa bersuara. "Mengapa juga Tuan Senopati harus menolongku jika untuk menanyakan hal ini?""Karena aku merindukan kebersamaan kita di Bala

    last updateLast Updated : 2026-03-26
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status