Share

Terapi Psikolog (II)

Penulis: Mirielle
last update Tanggal publikasi: 2025-06-08 23:27:13
Chloe melihat seorang pria, dengan tawa mengejek, asap rokok menutupi bayangannya. Pria itu ada di gelapnya malam, Chloe tak bisa melihat wajahnya. Lalu sebuah sorot lampu menerangi sekelilingnya, pria itu berjalan mendekat, tawanya masih menggema.

Keringat memenuhi kening Chloe, turun membanjiri wajah dan lehernya. Dia menggeleng kuat. Dia melihat dirnya sendiri dirantai, kedua tangannya. Pria itu, dalam kegelapan suaranya terdengar jelas. “Chloe.”

Dia Nash.

“Hentikan. Jangan sentuh aku!” Ch
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Mirielle
iya kann......
goodnovel comment avatar
Tiana
Banguun mom… Selamatkan chloe hiks hiks..
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Tertawan Kontrak Panas CEO Arogan   ENDING

    Terkunci selama beberapa minggu mulai membuat Daisy mulai seperti kehilangan kesadaran. Pikirannya mulai bekerja dengan cara yang tidak tepat. Dia mulai halusinasi, akal sehatnya perlahan lepas. Nash menahan napas setiap kali melihat Daisy dari rekaman kamera pengawas. Adrian mengelus lengannya."Kau yakin akan membuatnya seperti itu?""Dia memang layak!" Nash memicingkan mata. "Ini bahkan masih terlalu sederhana untuknya. Dia membunuh ibuku dan juga janinku. Ini belum apa-apa.""Tapi kau menghabiskan terlalu banyak waktu untuk semua hal yang sia-sia ini. Nash, kau bukan orang yang seperti ini. Serahkan saja dia pada petugas kepolisian. Biar mereka yang menghukum Daisy.""Tapi ...""Kau harus fokus pada hidupmu bersama Chloe. Chloe sudah terlalu lama menunggumu. Jangan biarkan dia sendirian hanya karena kau sibuk membalas dendammu."Kata-kata Adrian terngiang terus menerus di kepala Nash, bahkan saat dia kembali ke rumah untuk pertama kalinya karena terlalu fokus membalas dendam pada

  • Tertawan Kontrak Panas CEO Arogan   Mulai Takut

    “Apa rencanamu lagi sekarang?”Adrian meletakkan segelas whiskie di atas meja, ketika dia mengunjungi Nash di perusahaannya. Nash terlihat menimbang-nimbang, lalu dia menatap Adrian.“Penjara pribadi!”“Maksudmu?”“Pindahkan dia ke bunker bawah tanah. Dia hanya boleh makan sekali sehari, cukup untuk bertahan hidup, tapi tak cukup kuat untuk bisa membela diri.”“Kau ingin dia mengalami delusi atau gangguan disorientasi?”Nash mengangguk.“Tapi dengan kekuatan mentalnya, akankah dia mengalaminya?”“Entahlah. Tapi aku hanya ingin dia mengatakan alasan kenapa dia menyakiti ibuku. Aku perlu tahu alasannya.”Adrian mengangguk, dia mengerti. “Aku dan Bernad akan melakukannya.”“Tidak perlu, Adrian. Biar Bernad saja.”Adrian melirik Nash, dia mengangkat alis. “Kenapa? Sekarang kau tak mau aku terlibat rencanamu?”“Bukan itu.” Nash mendesah, dia teringat dengan tangisan Mila setiap kali Mila datang menemui Chloe. “Kau yakin akan meninggalkan Mila selamanya?”“Sudah ku bilang jangan sebut naman

  • Tertawan Kontrak Panas CEO Arogan   Makam Anak Kita

    Lampu-lampu taman depan menyala ketika mobil Nash berhenti di depan rumah milik orang tua Chloe. Nash mengernyit, melepas sabuk pengamannya sambil mengamati rumah itu. “Kenapa mengajakku ke sini?”“Ini rumah orang tuaku,” jawab Chloe. “Turunlah. Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu.”Nash tahu, dia pernah ke sini ketika Chloe tidak pulang selama beberapa hari. Nash mengikuti langkah kaki Chloe ke dalam rumah. Ketika hendak melepas sepatunya, Chloe melarangnya. Tangan gadis itu menggenggam tangan Nash, membimbingnya masuk dan langsung menuju halaman belakang.“Apa yang ingin kau tunjukkan?” Nash menahan tangan Chloe.“Seseorang,” gumam Chloe, dia menuruni anak tangga yang hanya berjumlah dua buah itu menuju pohon flamboyan yang tumbuh tinggi di sana.“Seseorang?” Nash makin bingung.Dia melihat sekelilingnya, namun dia tidak mendapati orang lain di sana selain mereka berdua. Dan ketika Chloe memetik beberapa potong bunga segar yang tumbuh subur di sana, dia makin tidak mengerti.“Apa y

  • Tertawan Kontrak Panas CEO Arogan   Bukan Tak Mau

    Daisy merasakan seluruh tubuhnya ngilu. Ketika membuka mata, dia malah menemukan dirinya berada dalam satu kamar dan dia sedang tidur di atas ranjang. Daisy memejamkan mata, merasakan sakit di bagian tubuh bawahnya.“Kedua pria itu sungguh liar,” gerutu Daisy.Dia mencoba duduk, namun dia baru menyadari kalau kedua tangannya dirantai. Dia terkesiap, ketika melihat tangannya diborgol dan terhubung dengan rantai panjang ke sudut-sudut kamar. Dia berusaha melepaskan diri, namun bunyi gemerincing rantai menyadarkannya, jika dia tidak akan bisa terlepas.“Sialan. Siapa kalian? Kenapa kalian melakukan ini padaku?” pekik Daisy.Bernad membuka pintu, menyapa Daisy dengan sebuah senyuman. Daisy menyipitkan mata, tidak mengenali Bernad sama sekali, namun wajah itu terasa sangat familiar baginya. Selagi Bernad berjalan mendekatinya, Daisy berpikir keras.Siapa dia? Dimana aku melihatnya? Kenapa dia menculikku?Siapa dia?Siapa ...Mata Daisy membulat, ketika menyadari pria itu adalah mantan mana

  • Tertawan Kontrak Panas CEO Arogan   Memulai Rencana Balas Dendam

    “Kau akan melakukan apa?” Adrian membuka pembicaraan di salah satu kamar hotel dimana dia dan Nash bertemu.Nash terlihat menuang wine ke dalam gelas, gerakannya santai dan terukur. Usai menuang wine, dia menyerahkan satu gelas pada Adrian. Pria itu mengamati Adrian dalam diam, lalu dia berdehem rendah.“Kenapa kau memutuskan pergi dari Mila?”Adrian meliriknya, tatapannya sayu. “Aku pikir kau mau bertemu denganku untuk membahas balas dendammu pada Daisy.”“Memang.” Nash mengangguk membenarkan. “Tapi ... kau menyembunyikan banyak hal.”Adrian diam, sangat lama. Dia terlihat hendak meminum anggur dari gelas, namun urung melakukannya. Nash tahu dia memikirkan banyak hal, dan Nash tidak berusaha mendesak. Adrian punya alasan kenapa dia tidak mau mengatakan apa pun padanya.“Aku ingin mencari Athena,” gumam Adrian, usai dia menenggak setidaknya tiga gelas wine. “Aku sudah memberikan semua bukti kecacatan perusahaan pada orang tua Mila dan Mila sendiri. Aku ... hanya menunggu waktu, kapan

  • Tertawan Kontrak Panas CEO Arogan   Ayo Punya Anak, Chloe!

    “Adrian tidak datang ke sini.”Chloe, dalam pakaian tidurnya duduk menemani Mila ketika sahabatnya itu datang mengetuk pintu pagi-pagi sekali. Chloe terkejut ketika pelayan membangunkannya dan mengatakan Mila di bawah. Mila masih menggunakan pakaiannya semalam, dan Chloe menebak dia tidak pulang sama sekali.“Nash mana? Dia pasti tahu dimana Adrian!”“Masih tidur.” Chloe melirik Mila, dia tahu kalau Mila gelisah. “Kau dan Adrian bertengkar?”Tidak. Mereka sama sekali tidak bertengkar. Semalam, semuanya terasa sangat lambat namun hangat. Setiap sentuhan Adrian, walau asing, tetap saja membuat tubuh Mila terasa damai dan tenang. Tidak ada pertengkaran, tidak ada percakapan. Dia langsung tertidur setelah melakukannya dengan Adrian.Mila menggeleng. “Tidak sama sekali.”“Adrian menyusulmu pulang setelah kau pergi. Dia tidak mengatakan apa pun pada kami,” gumam Chloe.Mila memejamkan mata, rasa sakit di dadanya kembali. Ketika Mila diam, Chloe memperhatikan jemari gadis itu. Tangannya meng

  • Tertawan Kontrak Panas CEO Arogan   Pertemuan Pertama

    Chloe mengerang pelan saat mengecek sisa saldo tabungannya. Jumlahnya tidak seberapa dibandingkan angka yang tertera di kertas itu. Chloe menghela napas dalam-dalam, di sampingnya Alex sudah tidur di sofa.Chloe tidak mau Alex terhenti, tidak ketika pendidikannya sudah hampir selesai. Dia berdiri,

  • Tertawan Kontrak Panas CEO Arogan   Jebakan

    Chloe baru saja kembali ke apartemennya ketika dia mendengar sebuah ketukan cepat menggema dari pintu. Chloe melempar tasnya ke atas sofa, dia buru-buru membuka pintu karena ketukan itu makin kencang.Alex berada di balik pintu, gelisah dan panik.“Kau baik-baik saja?” Chloe melebarkan pintu dan me

  • Tertawan Kontrak Panas CEO Arogan   Kenangan Masa Lalu

    Hujan turun perlahan mengawali awal musim penghujan di kota, seperti irama duka yang tak pernah benar-benar pergi. Chloe berjalan lebih cepat menembus keramaian, berbelok dan naik menuju apartemennya. Dia mengibaskan sisa air hujan yang menempel dari jaketnya, memasukkan kode sandi dan pintu terbuk

  • Tertawan Kontrak Panas CEO Arogan   PROLOG

    “Aku menyukaimu!”Chloe Lynn, gadis muda berusia 16 tahun membungkuk seraya mengulurkan sepucuk surat pada kakak kelasnya, Nash Sullivan. Suaranya terdengar tegas, meski kedua tangannya bergetar. Dia tahu resiko pengakuan ini. Nash bukan hanya terkenal tampan dan cerdas, tapi juga selalu menolak ga

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status