Share

3

Author: Meylen
last update publish date: 2026-03-06 18:10:04

Di dalam ballroom hanya tinggal Mark, Evgenia, dan Victoria.

Tidak jauh dari ketiganya, Lev berdiri sambil meminum segelas sampanye, entah mengapa pria itu masih bertahan disana.

Mark tidak bisa berkata apa-apa, keputusan sang kakek adalah mutlak dan harus dilakukan, tapi dia masih tidak percaya dengan bukti yang dibawa oleh Victoria.

"Semua omong kosong ini akan terbongkar" ucap Mark kesal

"Silahkan saja! Aku tidak takut untuk tes DNA, karena aku pasti menang" tuntut Victoria yakin

Evgenia tidak tahan lagi melihat dua orang yang sudah mengkhianatinya, akhirnya dia membalikkan tubuhnya dan pergi meninggalkan keduanya.

Mark terkejut lalu berlari menyusulnya.

"Jeni tolong dengarkan aku"

"Tidak ada yang perlu kau jelaskan lagi Mark. Keputusan kakekmu sudah final. Kau harus menikah dengan Victoria"

"Aku akan membuktikan padamu jika anak itu bukan anakku"

"Lalu jika dia milikmu?"

Mark terdiam, dia tidak mampu membalas ucapan Evgenia.

Evgenia tersenyum sedih "Mungkin aku memang tidak bisa memuaskanmu Mark, sampai kau pergi pada wanita lain. Kau sungguh membuatku kecewa"

"Tidak Jeni. Aku dijebak"

"Katakan hal itu pada kakekmu dan apakah dia bisa merubah kembali keputusannya" ucap Jeni lalu berjalan pergi meninggalkan Mark

Di halaman belakang hotel, Evgenia menangisi nasibnya. Evgenia teringat dengan setelah kejadian malam itu.

Setelah berhasil keluar dari kamar hotel, Evgenia langsung bergegas memasuki lift untuk turun ke lobby, dia tau tempat itu masih hotel yang sama dengan hotel tempat pesta ulang tahunnya diadakan. Evgenia mendekati resepsionis dan meminjam telepon hotel untuk menghubungi seseorang.

"Hallo Lili.. ini aku Jeni, bisa kau menolongku?"

"Ada apa Jen? Kenapa kau tampak panik begitu?"

"Terjadi sesuatu Lili.. ku mohon tolong aku.."

"Baik... baik. Dimana kau sekarang?"

"Aku berada di Swissotel"

"Aku akan segera kesana" ucap Lili lalu menutup teleponnya

Evgenia menunggu Lilia Golubev - sahabatnya dengan panik, sesekali dia melirik ke arah lift, takut jika ada seseorang muncul dari sana.

Saat tengah meratapi nasibnya yang semakin menyedihkan, tiba-tiba seseorang menepuk bahunya. Evgenia terperanjat dan saat melihat wajah sahabatnya, Evgenia langsung menghambur memeluknya erat sambil terisak.

"Kau baik-baik saja Jeni?"

Evgenia menggeleng

"Bawa aku pergi dari sini Lili.. cepat!"

"Baiklah. Ayo pergi"

Evgenia masih sempat melihat sekitar, memastikan pria itu tidak mencarinya.

Keduanya memasuki taksi dan pergi meninggalkan hotel yang menjadi tempat semua masalah dimulai.

Taksi berhenti di sebuah apartemen kecil di pinggiran kota Moskow. Evgenia menggigit kukunya sambil berjalan mondar-mandir seperti orang yang sedang dilanda kebingungan dan ketakutan.

Lilia memperhatikannya heran "Apa sudah terjadi sesuatu Jen? Dimana Mark?"

"Itulah yang ku pikirkan sekarang Lili. Aku takut Mark akan marah besar padaku. Dan yang terburuk dia akan meninggalkanku" wajah Evgenia sudah tampak kalut

Lilia mengernyitkan dahinya bingung "Apa kau sudah melakukan kesalahan besar sampai Mark harus melakukan hal itu?"

Tubuh Evgenia seketika menegang, namun dia bungkam.

Lilia semakin mengerutkan dahinya "Ada apa Jeni? Katakan saja. Mungkin aku bisa menolongmu"

"Ak-aku..."

Lilia masih menatap sahabatnya.

"Ak-aku... aku.. sudah tidur dengan seseorang" suara Evgenia terdengar mencicit, namun kata-kata itu sudah ditangkap oleh Lilia

Mata Lilia melebar karena terkejut "Sungguh?!"

Evgenia mengangguk kecil, ingin rasanya memukul dirinya sendiri karena sudah melakukan hal bodoh.

"Siapa dia?"

Evgenia menggeleng

"Bagaimana bisa?"

Evgenia menggeleng dan memeluk dirinya sendiri "Aku takut Lili.."

"Apa pria itu menggunakan pengaman?"

Evgenia terdiam, mencoba mengingat pecahan memori yang terjadi semalam, lalu seketika matanya meredup sedih dan dia menggeleng.

Lilia menghela napasnya "Kau khawatir akan mengandung anaknya?"

Evgenia mengangkat wajahnya, memandang takut kepada Lilia "Apakah itu akan terjadi?"

"Mungkin saja"

"Tidak! Ini tidak mungkin terjadi. Mark pasti sangat kecewa padaku. Apa yang harus kulakukan Lili?!" kata Evgenia panik, dia bahkan mengguncang tubuh Lilia

"Tenanglah dulu Jeni.."

"Bagaimana aku bisa tenang Lili?! Keluarga ku pasti akan mengusirku jika aku melakukan kesalahan besar kali ini dan... ibuku.. dia pasti sangat sedih jika mengetahuinya" ucap Evgenia terisak pada akhirnya

Lilia menghela napasnya dan memeluk tubuh sahabatnya itu, dia pun bingung harus melakukan apa untuk menolong Evgenia.

Setelah Evgenia tampak tenang, Lilia menyiapkan sepiring pancake dan jus jeruk di meja makan untuk keduanya.

"Makanlah. Kau pasti kelaparan"

"Terima kasih Lili.." ucap Evgenia tersenyum kecil

Lilia tersenyum dan mengangguk

"Kapan period mu?" tanya Lilia

"Kurasa minggu depan"

Lilia mengangguk "Kita berharap saja itu akan terjadi"

"Kenapa?" tanya Evgenia heran

"Jika tidak, maka benih pria itu berhasil membuahimu"

Mata Evgenia seketika melebar

Setelah hari itu, Evgenia merasa selalu gelisah. Dia berharap kesalahan yang dilakukannya tidak akan membuat hidupnya hancur.

"Kau pergi kemana saja Jeni?" tanya Mark khawatir, dia memegang kedua lengan Evgenia dan menelisik tubuh kekasihnya

Evgenia tersenyum kecil "Maaf Mark, aku pergi ke tempat Lilia"

Evgenia dan Mark bertemu di depan sebuah cafe, dimana keduanya biasa menghabiskan waktu bersama.

"Kenapa kau tidak menelponku? Aku sangat mengkhawatirkanmu"

"Maaf. Aku kelelahan dan tertidur begitu saja"

"Tapi kau baik-baik saja?"

Evgenia mengangguk

Mark menghela napasnya "Bagaimana bisa kau bersama Lilia? Sedangkan ponsel dan tas mu tertinggal?" Mark mengembalikan tas milik Evgenia yang ditemukan oleh seorang pelayan hotel

"Oh.. itu.. Lili datang terlambat ke pesta ulang tahunku, dia baru selesai bekerja. Saat aku keluar dari toilet, aku tidak sengaja bertemu dengannya dan memintanya untuk membawaku pulang karena tiba-tiba kepalaku sangat pusing" ucap Evgenia sedikit gugup

Mark mengerutkan dahinya "Kenapa dia tidak membawamu pulang ke rumahmu?"

"Itu pasti akan membuat banyak pertanyaan dari kakek Igor dan ayahku. Mereka pasti menanyakan keberadaanmu"

Mark mengangguk setuju

Evgenia sedikit bernafas lega, dia berharap Mark mempercayai ucapannya. Tiba-tiba rasa bersalah merayap di hati Evgenia dan membuatnya tidak nyaman.

"Kau baik-baik saja Jeni?" tanya Mark

Evgenia mengangguk dan tersenyum kecil

"Kau tampak gelisah"

"Tidak. Aku hanya.. tidak sabar menunggu hari pertunangan kita" ucap Jeni dengan senyum palsunya untuk menutupi kegugupannya

Mark tersenyum lalu mencium dahi kekasihnya "Aku pun begitu. Atau jika perlu.. kita langsung menikah saja?"

"Huh? Tidak. Tidak. Jangan begitu.. kita tetap harus melewati masa pertunangan dulu"

Mark terkekeh "Baiklah.. aku pun belum menyiapkan banyak hal untukmu. Jadi.. tunggulah sampai aku siap untuk benar-benar menikahimu"

Evgenia tersenyum, tersentuh dengan ucapan kekasihnya. Meskipun jauh di dalam hatinya, dia pasti sudah mengecewakan Mark. Apakah kekasihnya itu masih akan melanjutkan pertunangan mereka jika mengetahui apa yang sudah terjadi?

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Wanita Milik Sang Pewaris   110

    Mark mendatangi Stains Corp, dia membuka pintu ruangan CEO, tanpa memperdulikan peringatan dari Gresha. Lev yang tengah melakukan rapat virtual seketika menghentikan semuanya. Langkah Mark terhenti, namun rasa kesal menghilangkan rasa sopan santunnya. Lev menyandarkan punggungnya di kursi "Apa yang kau inginkan?" "Kenapa kau mengambil keputusan tanpa meminta ijin dariku?!" Lev sedikit mengerutkan dahinya, namun sedetik kemudian dia menyeringai tipis. "Kau punya masalah dengan itu?" "Bagaimanapun seharusnya kau mendiskusikannya terlebih dulu denganku. Aku lah direktur utama di mall itu, jadi semua keputusan harus melewati ku terlebih dahulu" geram Mark tidak terima Lev berdiri dan berjalan mendekatinya "Perlu kau ingat satu hal, Mark Yaroslav. Meskipun kau menjadi direktur utama disana, tapi mall itu masih berada dibawah kendali Stains Corp. Dan seharusnya kau tau apa artinya" Mark mengepalkan tangannya. "Jika kau tidak memiliki urusan lain disini, silahkan per

  • Wanita Milik Sang Pewaris   109

    Di Stains Corp, sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan gedung. Beberapa reporter mendekatinya dan mencoba mengambil foto sebanyak mungkin. Para petugas keamanan bersiaga, mereka membukakan jalan untuk Lev dan Evgenia yang keluar dari mobil. "Tuan Lev, apakah benar jika anda sudah menikah?" "Ya" "Kenapa anda tidak mengumumkannya kepada publik?" "Aku berniat melakukannya setelah pernikahan" "Kenapa anda melakukan pernikahan secara tertutup?" "Aku tidak ingin merusak kesakralannya" "Siapa wanita yang anda nikahi, tuan Lev?" "Dia Evgenia Vasiliev" ucap Lev seraya merangkul tubuh Evgenia merapat padanya Sorotan kamera mengarah kepada keduanya untuk mengambil foto dan rekaman video. "Apakah benar jika dia adalah salah satu karyawan anda?" "Ya.. Dia bekerja di divisi perancangan" "Apakah dia anak dari tuan Ivan Vasiliev, pemilik Liev Corp?" "Ya benar" Bisikan dari para awak media yang mengutarakan pendapatnya terdengar oleh keduanya. "Apakah anda me

  • Wanita Milik Sang Pewaris   108

    "Apah?! Lev sudah kembali?" ucap Matvei terkejut Jerry mengangguk kecil "Itu laporan yang saya terima, tuan" Matvei merasa heran, bukankah mereka akan kembali akhir pekan nanti? "Tetap pada rencana, Jerry.. persiapkan saja semuanya" "Baik tuan" ucap Jerry menunduk hormat Matvei sudah merencanakan untuk membuat jamuan makan bersama dengan seluruh keluarga besar Stainslav, bahkan keluarga Yaroslav dan Vasiliev pun turut dalam undangan tersebut. Di bandara, pesawat pribadi Lev sudah mendarat. Lev dan Evgenia berjalan keluar dari bandara dan sebuah mobil hitam sudah siap membawa mereka kembali. "Bolehkah aku kembali bekerja besok?" tanya Evgenia Lev menatapnya "Kau sudah ingin bekerja kembali?" Evgenia mengangguk. "Baiklah. Mulai sekarang kita akan berangkat bersama" "Eh?" "Ada masalah dengan itu?" Lev mengerutkan dahinya "Tidak. Hanya saja kau datang ke kantor lebih siang, aku tidak ingin dianggap memanfaatkan keadaan" Lev menarik sudut bibirnya "Siapa

  • Wanita Milik Sang Pewaris   107

    "Apa aku bisa mendapatkan informasi dimana kamar Lev Stainslav berada?" "Maaf tuan, ada keperluan apa anda ingin mengetahuinya?" "Aku sepupunya, aku hanya ingin berkunjung" Seorang resepsionis wanita memandang temannya untuk meminta pendapat, namun sebelum resepsionis itu memberikan jawaban, sebuah suara menginterupsi keduanya. "Ada keperluan apa kau mencari tau kamarku?" Mark menoleh dan melihat Lev yang baru saja keluar dari lift. Mark berjalan mendekatinya "Aku hanya ingin melihat kondisi Jeni" "Dia hanya sepupu iparmu, kenapa kau begitu peduli padanya?" Mark mengepalkan tangannya "Kau sudah menyakitinya" "Dia istriku dan sudah menjadi urusanku" "Kau-!" "Dan ingat satu hal, Mark. Kau sudah memiliki istri dan calon anak, jadi tidak perlu merepotkan dirimu untuk mengurusi rumah tangga orang lain" ucap Lev lalu berjalan menjauh Mark mengepalkan tangannya dengan keras. Lev keluar dari hotel dan melihat Feliks sudah berdiri di dekat mobil hitam. "Dimana J

  • Wanita Milik Sang Pewaris   106

    Evgenia terbangun dan merasakan matanya berat akibat menangis semalaman. Evgenia tidak melihat Lev dimanapun, dan ranjang sebelahnya pun terasa dingin, seolah menggambarkan tidak pernah tersentuh oleh siapapun. Evgenia turun dari ranjang dan pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya. Begitu selesai, Evgenia mengambil ponselnya yang ada di atas nakas, dan tidak ada satupun panggilan atau pesan yang dari Lev. Evgenia menggambil sebuah outer panjang untuk menutupi pakaiannya, setelah itu keluar dari kamar untuk menghirup udara segar. Ketika Evgenia tengah menikmati pemandangan di sekitar hotel, tanpa sengaja dia bertemu dengan Mark yang baru saja kembali setelah berolahraga. "Pagi Jeni" "Pagi Mark" Terlihat keringat yang masih mengucur dari keningnya dan nafas pria itu yang naik turun setelah berlari. "Apa kau sedang berjalan-jalan?" "Ya. Seperti yang kau lihat" "Dimana Lev?" "Sepertinya ada hal penting yang harus dia lakukan pagi-pagi sekali" bohong Evge

  • Wanita Milik Sang Pewaris   105

    Evgenia berjalan cepat menuju kamarnya, Lev berusaha menarik tangannya dan dihempaskan begitu saja oleh wanita itu. "Apa kau puas sekarang?!" "Apa maksudmu?" "Kenapa kau membiarkan Mitya menyentuhmu di depan semua orang di pesta itu?!" "Kami hanya berdansa. Apa yang kau permasalahan?" Evgenia menggeleng tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. "Kau melarangku dekat dengan pria lain. Tapi kau sendiri justru membiarkan dirimu di sentuh oleh Mitya. Apa kau sengaja mempermalukan ku di depan banyak orang?!" Evgenia tidak habis pikir dengan sikap Lev, meskipun tidak banyak orang disana yang mengetahui statusnya yang sudah menjadi nyonya muda Stainslav, tapi dengan melihat Lev dekat dengan wanita lain, bukankah itu cukup mempermalukan dirinya yang dimana orang-orang mengetahui jika dia adalah wanita yang dibawa oleh Lev ke pesta. "Jangan berlebihan Eve. Kami tidak memiliki hubungan apapun" "Kalau begitu, aku pun bisa berkata hal yang sama tentang Mark" Mata Lev melo

  • Wanita Milik Sang Pewaris   6

    Taksi yang ditumpangi Evgenia berhenti di depan sebuah minimarket di pinggiran kota Moskow. Lilia sedang membereskan beberapa barang di rak, sampai matanya tidak sengaja menangkap sosok Evgenia berdiri di depan minimarket, wanita itu melambaikan tangan padanya. Lilia bergegas keluar dan menghampiri

  • Wanita Milik Sang Pewaris   5

    Saat mengetahui Evgenia menjalin hubungan dengan Mark Yaroslav, itu menjadi angin segar bagi Igor dan Ivan. Meskipun Mark bukanlah keturunan asli dari keluarga Stainslav, tapi mereka yakin jika Matvei Stanislav pasti memberikan sebagian hartanya untuk cucu angkatnya itu. Tapi karena kegagalan pertu

  • Wanita Milik Sang Pewaris   4

    Di tengah kesedihan dan kekecewaan Evgenia karena dikhianati oleh tunangannya, tiba-tiba sebuah suara mendekatinya "Sepertinya kalian sama-sama saling mengkhianati malam itu" Tubuh Evgenia seketika menegang mendengar suara itu, dia mencoba menghapus air matanya dan menatap tidak suka pada Lev.

  • Wanita Milik Sang Pewaris   2

    Dua minggu setelah kejadian naas itu terjadi. Di ballroom sebuah hotel mewah di Moskow, terlihat pemandangan indah yang menghiasi seluruh ruangan, begitu juga musik klasik yang mengalun merdu menambah suasana hangat di dalamnya. Namun tidak lama senyum kebahagiaan Evgenia luntur ketika matanya menan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status