Share

Bab 53

Penulis: Zizizaq
last update Tanggal publikasi: 2025-11-22 22:25:03

Tiga hari berlalu, sudah selama itu Rain berada di luar kota untuk pembukaan cabang perusahaan. Dania akhirnya bisa memakai mobil pemberian Rain, namun ada rasa kosong yang teramat jelas di hatinya, apalagi Rain jarang menghubunginya dan ia juga tidak berani menghubungi lebih dulu, saat menghubunginya pun tidak berubah, kata-katanya selalu terdengar menggantung dan akhirnya hanya menanyakan seputar Erlangga dan kadang-kadang bertanya tentang di mana Fahri. Belum ada dirinya di kamus Rain.

Ka
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Wanita ketiga Duda Kaya   Bab 100

    Satu bulan berlalu, Dania tengah bersantai di rumah keluarga ketika mendapat telepon dari Liya, "Assalamualaikum, Mbak!" Suara Liya terdengar bersemangat. "Waalaikumussalam, Liya. Bagaimana keadaan toko? Ada masalah?" Dania menerka, Liya biasanya menelpon untuk urusan toko dan dia selalu santai saat menelpon. Kali ini ia membuat Dania penasaran. "Mbak, aku mau bicara tapi bukan masalah toko." "Lalu apa?' "Mas Jeri, Mbak." "Kenapa, Jeri?" "Dia bilang mau melamarku." Suara Liya terdengar serak Karena menangis. Pasti sangat terharu, akhirnya orang ia kagumi akhir-akhir ini akan melamarnya. "Liya, aku turut senang mendengarnya." "Mbak, aku harus bagaimana?" "Terima, Liya. Dia baik dan sholeh. Kamu tahu sendiri aku mengenalnya." "Iya, Mbak. Kalau begitu aku sampaikan dulu ke keluargaku," "Iya, itu yang terpenting." "Iya, Mbak. Kalau begitu aku tutup ya, Mbak. Nanti kalau ada info, aku akan mengabarimu lagi." "Liya kamu harus yakin pada dirimu sendiri dan percaya

  • Wanita ketiga Duda Kaya   Bab 99

    Dania kembali manginjakkan kaki di kantor Milano setelah sekian tahun, ada banyak perubahan di tempat itu, bangunannya semakin cantik dan indah di pandang. Ia mendekati petugas resepsionis dan berkata, "Saya ingin mengantarkan ini untuk Pak Rain. Tadi dia lupa membawanya." Ia mengangkat paperbag di tangannya untuk diperlihatkan kepada petugas itu. "Silahkan, Bu. Nanti bisa dititip ke meja asisten di depan kantornya." Petugas resepsionis belum tau siapa Dania, dan mereka malas mengurus titipan itu agar bisa sampai ke kantor direktur, karena itu ia biarkan Dania sendiri yang mengantarnya. "Baik, terimakasih," ucap Dania, ia tersenyum membayangkan ekspresi Rain saat melihat kehadirannya. Dania tiba di depan ruangan Rain, ia sengaja membuka pintu tanpa mengetuk, ia belum sempat bereaksi saat ia melihat Monika ternyata berada di ruangan itu. Posisinya sedang berdiri sangat dekat di depan Rain. "Siapa?" Rain mengintip dari balik tubuh Monika. Ia kaget melihat Dania, hanya dengan m

  • Wanita ketiga Duda Kaya   Bab 98

    Keesokan harinya Rain bersiap berangkat kerja sedang Dania beraktifitas seperti saat ia masih menjadi istri Rain dulu, hanya saja kali ini lebih terasa hangat dan damai. Rain sedang menuruni tangga dengan gagah, wajahnya lebih fresh dan berseri-seri. Dania juga menyambutnya dengan senyum hangat. "Senang deh lihat mama sama papa tidak kayak robot di pagi hari, coba mereka seperti ini dari dulu, aku pasti terlihat awet muda karena senyum-senyum terus," celetuk Rena yang sudah selesai menyuapi Erlangga, sedang Erlangga hanya mengangguk, entah ia mengerti apa yang dimaksud Rena atau tidak. Setelah sarapan Rena akan mengantar Erlangga sekolah. "Kami jalan dulu, Bu, Pak." Rena pamit sedang Erlangga menghampiri mama dan papanya. "Belajar yang benar ya, Sayang," sambut Dania saat Erlangga menghampirinya untuk menyalami tangannya. "Baik-baik di sekolah," ucap Rain saat Erlangga beralih padanya. Setelah itu ia dan Rena berangkat diantar oleh sopir. Setelah keduanya pergi, Dania fokus

  • Wanita ketiga Duda Kaya   Bab 97

    Dania dan Rain kembali ke ibu kota bersama, tadinya Dania meminta izin agar Rain saja yang ke ibu kota sedang dirinya kembali mengelola toko kue, tapi Rain merasa berat untuk berjauhan. Apalagi mereka baru saja bersatu setelah beberapa tahun. Saat Dania kembali ke rumah Rain, Erlangga langsung menyambutnya, Rena juga terlihat sangat senang. Mama nggak akan pergi lagi 'kan?" Erlangga memastikan setelah menyalami dan mencium mamanya, Dania juga mengecup keningnya lalu berucap, "Nggak akan, Sayang." "Senangnya, Mama akhirnya kembali lagi." Erlangga tampak berseri-seri. "Sudah tiga tahun rumah ini kehilangan pemiliknya, selamat datang kembali, Bu Dania!" sambut Rena. "Biasa sajalah, Mbak Ren, kita 'kan pernah menjadi pekerja di rumah ini," "Nggak bisa begitu, sekarang aku harus memposisikanmu sebagai istri Pak Rainer Milano." "Itu benar," ucap Rain tiba-tiba bergabung. Dania menoleh pada suaminya dengan senyuman hangat. Rain bahagia berkali lipat melihatnya. Ia mendekati Da

  • Wanita ketiga Duda Kaya   Bab 96

    Dania dan Rain melaksanakan sholat sunnah dua rakaat, setelah itu mereka berdoa, setelah berdoa, Dania menyalami tangan Rain kemudian lanjut Rain yang mengecup keningnya cukup lama. "Biar aku bantu lepas mukenanya," ucap Rain. Dania sudah memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya, pasti bukan hanya mukenanya yang akan terlepas. "Iya, Mas." Tapi ia tetap patuh. Rain menatapnya dengan intens, Rain ternyata tidak membantu melepas mukenanya, ia malah mendekatkan wajah dan mengecup bibir istrinya dengan lembut. "Beneran boleh malam ini?" tanya Rain tanpa melepas tatapannya. "Boleh, Mas." Dania menjawab dengan malu-malu. "Aku dengar kamu ada trauma, bagaimana keadaanmu sekarang?" Rain perlu memastikannya. "Aku rasa kamu adalah obatnya, Mas." Dania ternyata bisa blak-blakan juga, memang hanya perlu dihalalkan saja. Rain tersenyum mendengarnya dan berkata, "Kalau begitu biar aku mengobatimu malam ini." ia sebenarnya sangat gugup tapi kesempatan sudah di depan mata, jad

  • Wanita ketiga Duda Kaya   Bab 95

    Rain menoleh pada istrinya dan bingung harus melakukan apa saking gugupnya, "Anda bisa membacakan doa di ubun-ubun istri anda, setelah itu terserah mau melakukan apa," ucap Bapak Penghulu. Rain menjadi panik karena tidak sempat menghafal doanya, tapi ia tetap bersikap tenang dan menyentuh ubun-ubun istrinya, Dania mengerti segalanya dan berucap dengan lirih. "Aku akan membantumu, Mas." "Allahumma inni as-aluka khairaha wa khaira maa jabaltaha alaih," bisik Dania lalu diikuti oleh Rain yang sedikit kehilangan harga diri sebagai suami, bisa-bisanya berdoa dituntun oleh istrinya. "wa a'udzubika min syarriha wa syarri maa jabaltaha alaihi," lanjutnya dan kembali diikuti oleh Rain. Setelah selesai doa, Dania mencium tangan suaminya, setelah itu giliran Rain yang mengecup keningnya. Ia tidak bisa tahan untuk tidak memeluk, ia tumpahkan rasa rindu yang sudah tertahan selama beberapa tahun. "Terimakasih, Dania. Terimakasih sudah menerimaku kembali," ucap Rain. Dania belum sempat m

  • Wanita ketiga Duda Kaya   Bab 7

    Akhirnya pagi datang, entah bagaimana Erlangga akhirnya bisa tenang, Dania dan Rain bekerja sama semalaman untuk menenangkannya. Mereka sendiri tidak tau kapan Erlangga akhirnya bisa tertidur karena mereka sendiri sudah tidak bisa menahan rasa kantuk. "Apa yang kalian lakukan?" Suara Bu Dewi memb

  • Wanita ketiga Duda Kaya   Bab 6

    Rain dan Monika menikmati angin malam di roof top, tempat kesukaan mereka dari masa remaja hingga berakhirnya hubungan mereka disebabkan Rain menikahi Marina yang dijodohkan Bu Dewi. Semua kembali mengalir diingatan mereka. "Jadi bagaimana rencana ke depannya, Rain?" Monika bermaksud merajut kemb

  • Wanita ketiga Duda Kaya   Bab 5

    Di sore hari, Rain kembali dari kantornya, ia meminta Rena membawa Erlangga turun untuk diperlihatkan kepada seorang wanita cantik dan berpenampilan modis. "Akhirnya kamu punya anak juga Rain?" ucap wanita itu dengan tatapan sendu sambil mengambil Erlangga dari gendongan Rena. "Iya." Rain menja

  • Wanita ketiga Duda Kaya   Bab 4

    Dania terbangun di pagi buta untuk melaksanakan sholat subuh, setelah sholat ia memeriksa keadaan Erlangga. Bayi mungil itu masih tertidur pulas di crib bed. Rain yang mengatur agar Erlangga tidur dengannya supaya lebih mudah saat putranya itu merasa lapar. Ia turun ke dapur untuk mengambil air

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status