Share

Bab 53

Author: Jayden Carter
Isyana mendengar semua itu sampai tertegun, tapi kemudian muncul keraguan. Arlo bilang dulu dia mengenal Santoso di kedai teh milik Sheila. Namun saat Faris datang ke rumah, Arlo sama sekali belum kenal Santoso, bukan? Hanya saja, Isyana tidak mengucapkannya.

"Sudahlah, lain kali jangan ulangi lagi!" Victor mengibaskan tangan.

Ericko pun menoleh ke arah Arlo.

"Kalau ayah mertua sudah bilang begitu, ya sudah," jawab Arlo dengan nada dingin.

Ericko langsung merasa lega dan buru-buru berdiri dengan
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1142

    Sebagai putri Keluarga Prijaya, Mikha sangat paham bahwa menjalin hubungan dengan tokoh-tokoh penting dari pihak pemerintah memang mudah, tetapi benar-benar memiliki hubungan dekat dengan mereka adalah hal yang luar biasa sulit.Hingga saat ini, efek luar biasa dari Air Suci bahkan masih membuatnya tak bisa berhenti merasa takjub setiap kali mengingatnya.Satu malam telah berlalu, tetapi pembahasan mengenai Air Suci di seluruh Universitas Oxpord bukan hanya tidak mereda, malah makin memanas.Harus diketahui, para ilmuwan Oxpord merupakan salah satu kekuatan riset ilmiah paling terkemuka di dunia!Jika Keluarga Prijaya bisa memperoleh harta itu atau bahkan mendapatkan Arlo sendiri, masa depan Keluarga Prijaya akan benar-benar tak terbatas!Memikirkan hal itu, Mikha segera melakukan panggilan video kepada ayahnya. "Ayah, aku akan kirimkan sebuah berkas. Tolong minta orang di tanah air menyelidikinya untukku. Selidiki dengan baik!"Sambil berbicara, Mikha langsung mengirimkan data Arlo."

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1141

    Andrew terdiam sesaat. Sorot matanya tiba-tiba berubah dingin dan kejam. Dia mengangguk."Aku mengerti. Aku mohon kepada Tuan Hagueyo, tolong usahakan agar aku bisa memperoleh setetes darah esensi Leluhur Alexis!" Setelah berkata begitu, dia pun keluar dari ruang bawah tanah.Menyingkirkan Arlo bukanlah perkara mudah. Belum lagi Charlie dan Anne sama-sama mengakui kemampuan Arlo, sehingga sangat sulit baginya mengerahkan kekuatan keluarga kerajaan untuk bertindak.Setelah melihat kemampuan Arlo, dia jelas tahu pria itu bukan lawan yang mudah dihadapi.Memikirkan hal itu, Andrew segera memanggil Harvey dan ayahnya."Batu laut purba adalah pusaka keluarga kerajaan kita. Keluarga kerajaan Rilandia hanya memiliki satu buah. Mana mungkin kita memberikannya kepada orang Doraia?""Anne memang belum berpengalaman. Tapi kalian berdua adalah pilar keluarga kerajaan. Menurut kalian, gimana sebaiknya masalah ini diselesaikan?"Kalimat Andrew terdengar sangat logis, padahal intinya hanyalah mencari

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1140

    Charlie berkata dengan tenang, "Cepat lakukan pemeriksaan kesehatan untuk keluarga kerajaan. Kalau hasil pemeriksaannya nggak bermasalah, berikan saja barang itu. Reputasi keluarga kerajaan jauh lebih penting daripada batu laut purba."Andrew mengangguk menyetujuinya, tetapi sorot matanya tampak sedikit gelisah.....Setelah pulang ke kastel adipatinya, Andrew langsung diliputi kepanikan. Bahkan sebelum malam tiba, dia sudah tidak mampu menahan diri dan bergegas menuju ruang bawah tanah yang gelap gulita.Dahulu, ruang bawah tanah itu adalah ruang terbuka yang boleh dimasuki siapa pun. Namun, sejak enam bulan lalu, Andrew memerintahkan tempat itu ditutup rapat. Semua pelayan dilarang mendekat.Sempat ada beberapa pelayan yang kurang berhati-hati melewati daerah itu, dan sejak itu pula mereka menghilang tanpa jejak. Kepanikan bahkan sempat muncul di antara para pelayan.Andrew mendorong pintu ruang bawah tanah hingga terbuka. Seketika, bau darah yang menyengat menerpa hidungnya.Ternyat

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1139

    Wajah Andrew pucat pasi. Matanya memutih, napasnya lemah, seolah setiap tarikan dan embusan itu adalah sisa hidup terakhirnya.Charlie sangat terkejut dan segera bertanya, "Apa yang sebenarnya terjadi?"Harvey hendak melontarkan tuduhan kepada Arlo lagi. Namun, Anne langsung memotongnya, "Pak Arlo, tolong segera obati Pangeran Andrew!"Arlo sudah mengetahui penyebabnya. Dia mengangguk pelan, lalu mengeluarkan jarum akupunkturnya dari cincin penyimpanan.Di depan mata semua orang, jarum-jarum itu seolah muncul begitu saja seperti sulap. Dia membuka kelima jarinya.Enam batang jarum akupunktur langsung menancap pada beberapa titik akupunktur di wajah Andrew.Saat Arlo memutar jarum-jarum itu, napas Andrew perlahan menjadi stabil. Dia akhirnya berhasil mengatur kembali napasnya."Menurutku kamu sama sekali belum mematahkan kutukan itu. Kamu cuma memainkan sedikit trik murahan untuk menipu kami!" Harvey mencibir dingin.Semua orang memang baru saja merasakan perubahan pada tubuh mereka sen

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1138

    Perasaan itu bukan hanya dirasakan oleh Anne.Charlie juga merasakan nyeri samar yang selama ini mengganggu salah satu bagian tubuhnya seolah lenyap dalam sekejap.Harvey dan ayahnya, bahkan Renee, juga merasakan perubahan pada tubuh mereka.Yang paling terlihat dengan mata telanjang adalah Renee. Kulit, rambut, dan bulu matanya yang selama ini tampak putih pucat akibat albinisme mulai berubah.Mulanya rambut dan alisnya perlahan menggelap, lalu warna kulitnya juga sedikit demi sedikit kembali mendekati warna kulit normal.Harvey mengatupkan bibir. Tadi di dalam kepalanya sudah tersusun berbagai kata untuk mencibir dan meremehkan Arlo. Namun, semua itu kini tanpa sadar dia telan kembali.Anne mendongak menatap Arlo. Di tangan Arlo masih ada 18 benang darah berwarna emas.Dengan satu tangan, dia terus menggerakkan jemarinya seolah sedang memetik senar kecapi, lalu melemparkan benang-benang emas itu ke udara."Kalau aku nggak salah ingat, selain kita, masih ada 18 kerabat sedarah Pangera

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1137

    Semua orang yang hadir hanya merasakan aura kuno yang begitu luas dan agung membubung tinggi ke langit, lalu menyelimuti seluruh penjuru.Diagram formasi di angkasa tampak samar-samar terhubung dengan gugusan bintang di atas awan."Api Sejati!" seru Arlo kembali.Dia mengulurkan tangan ke arah mata kirinya, seolah sedang mencengkeram sesuatu. Detik berikutnya, dia benar-benar menarik keluar segumpal api keemasan dari matanya.Api itu menari-nari di ujung jari Arlo. Meskipun nyalanya hanya sebesar api lilin, panas yang dipancarkannya seolah mampu membakar langit.Itulah roh api yang berada di dalam Pupil Api Sejati miliknya.Begitu api itu jatuh ke dalam formasi, seluruh formasi mulai memancarkan cahaya keemasan yang aneh. Energi yang meluap membuat suhu udara di sekitarnya meningkat drastis, menghadirkan hawa kering yang membakar."Bangkitkan garis keturunan!" Arlo kembali berseru keras. Dia mengulurkan tangannya ke arah Andrew dan mencengkeram udara.Seketika, sebuah garis darah menye

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 103

    Di sisi lain, Arman membawa Lidya, Isyana, dan yang lain masuk ke ruang VIP lain di kedai teh."Ini sepupuku, Ramos!" Arman menunjuk seorang pemuda berwajah tampan dan berperilaku angkuh yang sudah menunggu di dalam.Lidya melihat pemuda yang berwajah tampan dan beraura dingin itu, lalu berdecak pel

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 102

    Belum sampai dua menit, Arman menelepon, "Isyana, ini masalah besar. Kenapa kamu nggak bilang dari tadi?""Begini saja, kamu datang ke kedai teh, kita ketemu dan bahas lebih detail.""Baik!" jawab Isyana. Masalah ini memang berawal darinya, maka seharusnya dia juga yang menyelesaikan. Mau pakai uang

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 72

    Sheila membombardir balik dengan kalimat-kalimatnya.Zaki marah dan berkata, "Nona cantik, jangan salahkan aku nggak memperingatkanmu. Kalau kamu tetap keras kepala mau membela seorang pecundang rendahan ini, kamu akan menyinggung keluargaku dan keluarga Pak Johan. Itu kerugian besar bagimu!""Lingk

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 36

    Keesokan harinya, Isyana mendapat libur sif dan tetap di rumah. Dia masih memendam rasa kesal dan mengabaikan Arlo sepanjang pagi.Arlo pergi ke ruang tamu, berpamitan pada Victor sebelum keluar, "Ayah, sore ini aku mau mengunjungi pamanku. Ada beberapa barang peninggalan orang tuaku yang ingin aku

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status