ตื๊อรักแม่ทัพสาว

ตื๊อรักแม่ทัพสาว

last updateLast Updated : 2026-07-29
By:  lianlianUpdated just now
Language: Thai
goodnovel16goodnovel
Not enough ratings
245Chapters
1.7Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

ฝ่าฟันอุปสรรคนานัปประกาศ ตำแหน่งหน้าที่ความรับผิดชอบของท่านแม่ทัพและท่านอ๋องที่แหวกขนมประเพณีทุกอย่างของราชวงศ์ฮั่น!

View More

Chapter 1

บทนำ แม่ทัพพิทักษ์แผ่นดิน 1

"Sayang, tolong ambiilkan pesanan baju bayi kita di butik itu, ya? Aku tunggu di dalam mobil, kakiku rasanya pegal sekali setelah berjam-jam mengitari pusat perbelanjaan," pinta Freya kepada Evan seraya menunjuk ke salah satu butik yang menjual perlengkapan bayi.

"Berikan aku satu ciuman mesra dulu," pinta Evan.

Freya tersenyum, kedua telapak tangan halus menangkup pipi Evan. Bibir ranum mencium mesra bibir sang suami lalu berkata. "Aku sangat mencintamu, Evan."

"Aku juga sangat mencintaimu dan juga putra kita," balas Evan seraya mengusap lembut perut buncit sang istri yang akan melahirkan dalam beberapa hari.

Evan bergegas keluar dari mobil, mengambil pesanan baju yang diminta oleh sang istri. Pria bertubuh kekar itu beberapa kali menoleh ke belakang menatap wajah cantik sang istri yang telah memberikannya banyak kebahagiaan, sang pimpinan mafia Cosa Nostra yang terkenal sangat kejam terhadap musuh-musuhnya itu terlihat kebingungan saat hendak membayar di kasir.

"Aku tebak, kau pasti sedang mencari ini?" Peter menyodorkan dompet milik Evan yang tertinggal di mobil.

"Damn!! Kau selalu menyelamatkanku, Peter. Apa kau mau kubelikan Teddy bear sebagai ucapan terima kasih?" Seloroh Evan, menggoda sang tangan kanan yang sudah dianggapnya sebagai saudara.

"Shit!! Jangan mentang-mentang kau akan menjadi seorang ayah lalu kau bisa merubah image dari seorang pimpinan mafia klan Cosa Nostra yang terkuat dan terkejam di Italia menjadi hot Daddy yang berhati Hello Kitty," timpal Peter.

"Aku sangat bahagia, Peter. Berkat Freya, duniaku kini terasa sangat sempurna dan aku mempunyai alasan untuk pulang ke rumah setiap hari," ucap Evan seraya tersenyum menatap mobil dimana istrinya sedang menunggu.

"Apa kau sudah belajar mengganti popok? Duniamu akan berubah 180 derajat dari bahagia menjadi penuh derita begitu Freya melahirkan, percayalah kepadaku. Freya pasti akan mengomelimu setiap hari karena kau tidak becus mengganti popok bayimu," timpal Peter.

"Sialan kau, Peter. Tutup mulutmu sekarang juga atau aku akan menjejali mulutmu dengan dot,'' sembur Evan yang membuat Peter tergelak.

Ponsel Evan bergetar, sebuah pesan singkat dari Julian yang masuk ke ponselnya membuat senyum bahagianya seketika menghilang.

Julian [ Hai calon hot daddy, kau terlihat sangat bahagia. Apakah kau mau melihat hadiah yang pernah aku janjikan kepadamu? Lihatlah keluar dan selamat menikmati hadiah indah dariku.]

Paper bag di tangan Evan terjatuh, ia melihat Julian sedang berdiri di seberang jalan sambil tersenyum lalu mengucapkan satu kata yang membuatnya tersadar kalau nyawa sang istri sedang dalam bahaya. Kaki Evan hendak melangkah keluar butik untuk menyelamatkan sang istri yang sedang mengandung 9 bulan 5 hari. Akan tetapi ....

BOOM, DHUAAR!!

Mobil yang ditumpangi Freya meledak lalu hancur, jendela kaca butik seketika pecah menjadi serpihan-serpihan kecil yang berhamburan di lantai. Asap hitam pekat membumbung tinggi ke langit dan api berkobar menghanguskan beberapa mobil yang terparkir rapih di dekat mobil yang ditumpangi Freya.

"FREYAAAA!! TIDAK, TIDAK!! FREYAAAAA!!"

Tubuh Evan lemas seketika melihat sang istri dan juga calon putranya yang akan terlahir dalam beberapa hari telah hangus atau lebih tepatnya hancur berkeping-keping. Dada sang pimpinan Cosa Nostra itu sangat sesak melihat pemandangan mengerikan yang tidak pernah ia sangka sebelumnya, tidak hanya kebahagiaan serta mimpinya yang hancur tapi seluruh hidupnya kini telah dihancurkan oleh ledakan bom yang dipasang oleh musuhnya.

"FUCK YOU, JULIAN!! AKU AKAN MEMBUNUHMU," teriak Peter, penuh kemarahan.

Peter mengambil pistol yang ia selipkan di belakang bajunya, ia berlari kencang keluar dari butik dan mengejar mobil Julian. Lelaki tampan bertubuh atletis itu menembaki mobil Julian dengan tangan yang gemetaran hingga tembakannya terus meleset, tubuh Peter terjatuh di aspal dan ia menangis saat melihat mobil yang ditumpangi Freya kini sudah tidak berbentuk.

"Freya," lirih Peter, menangisi kepergian Freya.

"FUCK YOU JULIAN!! FUCK YOU!! AKU AKAN MEMBUNUHMU, AKU AKAN MEMBUATMU MERASAKAN RASA SAKIT YANG SAMA DENGANKU!!" Teriak Evan, ia menangis tersedu-sedu sambil menatap serpihan-serpihan tubuh yang tercecer di jalanan.

****

Beberapa hari kemudian ....

Evan bersimpuh di makam sang istri, matanya masih terlihat bengkak karena ia masih belum bisa merelakan kepergian sang istri dan bayi yang masih di dalam kandungan Freya. Tangan kekar yang terbiasa memegang pistol untuk menghabisi musuh kini tampak gemetaran saat memegang boneka Teddy bear yang ia beli untuk menyambut kelahiran sang putra, hati Evan hancur berkeping-keping melihat sang istri  yang teramat ia cintai kini terkubur di dalam tanah dingin  nan lembap.

Peter berjalan mendekat, berpakaian serba hitam. Tangan kokoh yang juga masih gemetaran menepuk pundak kuat yang kini tampak lemah. 

"Nanti malam Richard dan Iris akan terbang dari Los Angeles ke Italia menggunakan jet pribadi Julian, tidak ada waktu untuk bersedih karena sekarang waktunya untuk membalas dendam atas kematian Freya.Kalau kau tidak bisa melakukannya biar aku saja yang turun tangan," ungkap Peter.

Evan meletakkan boneka teddy bear di atas pusara sang istri, ia bangkit lalu berkata. "Tidak!! Aku sendiri yang akan melakukannya, aku akan membunuh Richard dengan cara yang sangat kejam hingga Julian bisa mengingatnya seumur hidup."

"Peter, siapkan jet pribadiku dan juga sebuah helikopterku ... aku juga butuh tali pengaman untukku, tali panjang yang kuat untuk mengikat adik Julian, parasut untuk kita berdua dan yang terakhir rudal," titah Evan.

"Helikopter? Tali pengaman? Parasut? Sepertinya malam ini akan menjadi malam penuh petualangan yang bisa membuat nyawaku terancam melayang sia-sia," ujar Peter pasrah.

"Jet pribadimu sudah siap berangkat sekarang juga dan aku akan siapkan yang lainnya saat di perjalanan," sambung Peter.

"Peter."

"Ya."

"Persiapkan Sertifat CPL milkmu dan satu termos Americano karena malam ini kita sibuk menerbangkan jet pribadi milik Julian ke langit," titah Evan seraya tersenyum menyeringai.

"Evan ... jangan habisi pilotnya, bagaimana kalau nanti ada badai? Aku terkadang masih gemetaran kalau harus melewati badan saat mengemudikan pesawat," ujar Peter memperingatkan.

"Tenang saja, kita masih punya parasut kalau pesawatnya nanti jatuh," timpal Evan dengan entengnya.

"Oh my God!! Jangan gila, Evan!! Kalau kau ingin mendekatkan diri kepada Tuhan, tolong jangan ajak aku karena aku masih muda dan masih ingin bersenang-senang dengan wanita-wanita seksi," kesal Peter.

"Tenang saja, Peter. Kau atau pun aku tidak akan mati sebelum salah satu dari kita berhasil membunuh Julian," ucap Evan.

Evan menghela napas panjang, dengan hati hancur dan luluh lantak ia melangkah pergi meninggalkan pemakaman istrinya. Evan dan Peter mulai menyusun rencana saat terbang menuju ke Los Angeles, sang pimpinan mafia Cosa Nostra itu sudah tidak sabar untuk menjalankan misinya nanti malam.

Langit sudah berubah gelap ketika jet pribadi Evan mendarat, tak membuang waktu. Anak buah terbaik Evan sedang menunggu di satu ruangan dimana ia telah menghabisi pilot dan co pilot pesawat jet yang akan menerbangkan jet pribadi milik Julian.

"SHIT!! Pilotnya benar-benar kau habisi, aku akan melemparmu keluar dari pesawat jika hari ini benar-benar ada badai, Evan," kesal Peter seraya meremas rambut.

"Diego, apakah kau sudah membereskan anak buah Julian yang lain?" Tanya Evan.

"Semuanya sudah saya bereskan sesuai perintah anda," jawab Diego.

"Bagus, ayo kita lakukan misi kita," ucap Evan.

Evan dan Peter bergegas memakai seragam pilot dan co pilot, setelah melakukan penyamaran mereka memasuki kokpit lalu menerbangkan jet pribadi milik Julian yang membawa kedua adik tersayang sang pimpinan mafia dari klan Capone tersebut. Peter menjadi pilot sedangkan Evan menjadi co pilot, kerja sama keduanya sangat baik sehingga mereka bisa dengan mudah menerbangkan jet mewah milik Julian.

Di tengah-tengah penerbangan, Evan pergi meninggalkan Peter yang tengah fokus mengemudikan burung besi mewah berharga puluhan juta dollar tersebut. Evan mengeluarkan pistol Desert eagle dilengkapi peluru 357 magnum dari balik bajunya lalu ia menembaki anak buah Julian yang sedang mengawal Richard dan Iris.

"Akkkhhh!!" Iris berteriak histeris

Richard yang hendak mengambil pistolnya untuk menembak Evan dengan cepat dilumpuhkan oleh Diego, lelaki

"Diego, ikat bajingan kecil itu di pojokan. Dia akan mati nanti di tanganku," titah Evan kepada Diego.

Evan duduk di kursi yang tadi ditempati oleh Richard yang langsung berhadapan dengan Iris, manik hijaunya menatap tajam wajah cantik Iris. Mata Iris berwarna hazel, kulitnya seputih susu, bibir merah merekah bagai mawar yang mekar di pagi hari, kecantikan Iris mampu menyihir mata Evan hingga lelaki itu tidak sadar kalau dirinya terjatuh dalam pesona kecantikan sang gadis.

"Kamu siapa?! Berani sekali kau melakukan ini kepada kami!! Apa kau tidak tahu siapa kami berdua, huh?!" Bentak Iris.

Tatapan Evan yang tadinya tampak melembut kini berubah nyalang penuh kebencian setelah tersadar kalau wanita yang menyihirnya adalah adik perempuan Julian, bagaikan harimau yang terbangun dari tidurnya setelah mendengar suara anak rusa. Tangan kekar Evan dengan cepat menyambar leher jenjang Iris lalu mencengkeramnya erat seperti hendak meremukkannya, emosinya kembali tersulut dan ia sudah tidak sabar ingin menghabisi anggota keluarga Marchetti.

"YOU FUCKING LITTLE BITCH!! Aku tahu betul siapa kau dan keluarga bedebahmu, terlebih kakakmu yang keparat itu!! Lidahmu itu ternyata tajam juga, apa kau ingin merasakan kenikmatan pistol yang telah membunuh ribuan orang ini bermain-main di dalam mulutmu, hah?!" Hardik Evan.

"Kkhh ...kkhh ....aakh." 

Cengkeraman tangan kekar Evan di leher Iris semakin kencang dan kencang sehingga gadis berambut cokelat keemasan sebahu itu hampir kehabisan napas, wajah putih mulusnya perlahan berubah membiru dan akhirnya Evan melepaskan cekikannya.

"Uhuk, uhuk."

Iris terbatuk, ia berusaha mengambil napas sebanyak-banyaknya tapi lagi-lagi tangan Evan kembali menyambar anggota tubuh Iris tapi kali ini adalah bagian rambut. Evan menjambak rambut cokelat adik bungsu Julian dengan sangat kasar hingga kepalanya mendongak, ia memasukkan pistol desert eaglenya ke mulut Iris.

"Hei Little bitch!! Bagaimana rasanya pistolku, hah?! Enak?" Evan mendorong pistolnya masuk lebih dalam ke mulut iris hingga gadis itu hampir tersedak, air mata keluar dari sudut matanya dan tatapan matanya seolah sedang memohon sebuah pengampuan dari sang pimpinan mafia.

"Apa yang kau inginkan sebenarnya? Kenapa kau menyiksaku dan kakakku, apa salah kami?" Tanya Iris sambil menangis.

"Salahmu adalah terlahir sebagai adik Julian, DIA TELAH MEMBUNUH ISTRI DAN CALON ANAKKU YANG AKAN TERLAHIR KE DUNIA!!!" Teriak Evan penuh emosi.

"Lalu, apa kau ingin membunuhku dan kakakku Richard? Kami tidak bersalah," tanya Iris.

"ISTRI DAN CALON ANAKKU JUGA TIDAK BERSALAH DAN KAKAKMU YANG BERENGSEK ITU DENGAN KEJAM MEMBUNUH MEREKA BERDUA," bentak Evan dengan mata melotot.

"Aku mohon, bebaskan kami berdua."

"Membebaskan kalian berdua? Tidak semudah itu, seksi. Ahh, aku rasa aku baru saja mendapatkan ide yang luar biasa," ucap Evan.

Tangan kekar Evan kini mencengkeram lengan langsing Iris, ia melempar gadis cantik itu sofa mewah. Tubuh kekarnya merayap naik ke atas tubuh Iris, menindih tubuh langsing dan indah dengan tubuhnya lalu Evan merobek baju Iris menjadi dua bagian dan hanya menyisakan pakaian dalam sang wanita yang mengekspos tubuh mulus nan seksi.

"AKKKHHH!! Apa yang kau lakukan?! Jangan lakukan lakukan ini kepadaku," teriak Iris histeris.

"Aku sudah memutuskan untuk menjadikanmu sebagai tawananku, dan kau tahu apa artinya tawanan, bukan?! Kau akan kujadikan budakku, adik perempuan Julian Marchetti akan menjadi budak pemuas hasrat Evan Luciano," ujar Evan.

"Diego!! Masukkan baju ini ke dalam kotak, aku ingin mengirimkannya ke Julian, aku ingin melihat reaksi Julian saat potongan-potongan tubuh adik laki-laki kebanggaannya berserakan di halaman rumahnya dan saat Julian mengetahui adik perempuannya telah menjadi budak Evan Luciano," ujar Evan, menyerahkan baju Iris.

"Tolong jangan lakukan ini kepadaku dan kak Richard!! Aku mohon kepadamu, jangan bunuh kak Richard. Kak Julian, tolong kami."

Bersambung.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters
No Comments
245 Chapters
บทนำ แม่ทัพพิทักษ์แผ่นดิน 1
ยุคสมัยหนึ่ง ราชวงศ์ฮั่นดวงตะวันสาดแสงแรง สายลมพัดพลิ้ว ต้นไม้ในฤดูสารท พากันเปลี่ยนสีส้มแดงจนเกิดทิวทัศน์งดงาม เงาทิวเขาสูงพาดทับลงที่หมู่บ้านใหญ่หมู่บ้านหนึ่ง ซากศพเกลื่อนพื้น เลือดสดสาดละลาน เสียงต่อสู้อื้ออึงข้าแซ่ซื่อ นามว่าเซี่ยยี่ อายุยี่สิบเจ็ดปี ถือกำเนิดในตระกูลแม่ทัพ ท่ามกลางลูกหลานที่เหลือน้อยนิด ข้าแม้เป็นอิสตรีกลับถูกเลี้ยงดูเช่นบุรุษ เบื้องหน้าข้าเป็นขุนนางฝ่ายบู๊ขั้นหนึ่ง รั้งตำแหน่งจื๋อจินอู่ คุมกองกำลังรักษาเมืองหลวง หรือกองกำลังพิทักษ์แผ่นดินเบื้องหลังคุมหน่วยปฏิบัติการลับ รับคำสั่งโดยตรงจากองค์ฮ่องเต้และรัชทายาท...'"ข...ข้ายอมแพ้ขอรับ!..."หญิงสาวร่างสูงระหง ผิวกายสีน้ำผึ้งต่างจากสตรีฮั่นทั่วไป แต่งกายชุดเกราะอ่อน เหวี่ยงง้าวที่สูงกว่าร่างตนเข้าใส่กลุ่มชายฉกรรจ์หนึ่งร่างต้องคมง้าวเข้าเต็มแรงจนร่างกายปริออก ฝนเลือดพร่างพรมเป็นบริเวณกว้าง กลิ่นไอคาวเลือดเข้มข้นคละคลุ้ง คนส่วนใหญ่เมื่อเลือดตกต้องตัวย่อมไม่เป็นสิ่งโสภา แต่สำหรับฉีจู้เฉิงแล้ว สตรีตรงหน้าที่เลือดกระเซ็นเปื้อนดวงหน้าหมดจด กลับงดงามกว่าสตรีนางใดชายอีกคนพุ่งร่างมา มือเงื้อดาบใหญ่เข้าใส่นาง หมายจะฟันเอว
Read more
บทนำ แม่ทัพพิทักษ์แผ่นดิน 2
"ขอรับ!" เสียงเหล่าทหารขานรับกันพร้อมเพรียง วิ่งวุ่นทำตามคำสั่ง"แบ่งกำลังส่วนหนึ่งค้นหาให้ทั่วว่ามันเอาเด็กและสตรีไปซ่อนไว้ที่ใด หากหาไม่เจอก็ไปลากพวกมันมาถาม หากมันไม่ตอบก็เฆี่ยนพวกมันจนกว่าจะตอบ!""ขอรับ!""เหนื่อยหรือไม่ เซี่ยเอ๋อร์?" ฉีจู้เฉิงเดินมาหาพร้อมถุงใส่น้ำใบย่อมที่ทำจากกระเพาะแกะนางคว้าไป ไม่มีแม้แต่คำว่าขอบใจ เมื่อน้ำถ่ายเทจากถุงเข้าปาก นางก็พ่นออกมา"นี่มันน้ำนี่!" นางบอกสายตาขุ่น เหวี่ยงถุงน้ำฟาดกับอกแกร่ง "ข้าต้องการสุรา หาใช่น้ำไม่""เพิ่งใช้แรงกาย ถ้าดื่มเหล้าทันทีจะไม่ดีต่อสุขภาพนะ" ชายหนุ่มยิ้มบาง "เอาไว้เราเข้าตัวเมืองแล้วข้าจะเลี้ยงเหล้าเจ้าให้จุใจทีเดียว"ดวงตาหรี่น้อยๆยังคงมองมาที่เขา"อีกอย่าง...จะเมาในเวลางานได้อย่างไร?"ซื่อเซี่ยยี่ส่งเสียงจิ๊จ๊ะอย่างนึกขัดใจ "ขอกินให้ชื่นใจสักสามสี่อึกน่า" นางต่อรอง"ทำไมพูดเหมือนข้าพกติดตัว?" เขาทำหน้าฉงน"ก็..." ซื่อเซี่ยยี่ทำจมูกฟุดฟิด "มีกลิ่นเหล้าจางๆออกมาจากตัวเจ้า..." นางเดินวนรอบตัวชายหนุ่มและกระดิกนิ้วเป็นเชิงบอกว่าให้ส่งมันมาให้นาง "ข้าไม่เชื่อว่าเจ้าจะไม่รู้ว่าข้าชมชอบสุราเพียงใด ส่งมา"เขาหัวเราะน้อยๆ แล้วหยิ
Read more
บทนำ แม่ทัพพิทักษ์แผ่นดิน 3
กระท่อมร้างแห่งนี้ห่างจากแหล่งกบดานของคนร้ายไม่ไกลนัก เมื่อเปิดเข้าไปดูก็เจอดรุณีน้อย และเด็กเล็กหน้าจิ้มลิ้ม พร้อมกับทารกวัยแบเบาะตามจำนวนที่ได้รายงานไว้ กลุ่มคนสามช่วงวัยกำลังร้องไห้ระงมเพราะหวาดกลัว"ดูแลเรื่องอาหารการกินหรือยัง?""ให้ทหารไปหาซื้อของกินในเมืองแล้ว ส่วนเด็กทารกคงต้องเป็นน้ำข้าวไปก่อนขอรับ""ทารกควรกินนม หาใช่น้ำข้าว" ซื่อเซี่ยยี่มีท่าทีไม่พอใจ นางโกรธพวกโจรสารเลวนี่จนตัวสั่นหันซ้ายหันขวา สตรีที่ถูกจับมายังเป็นเพียงเด็กสาว ไม่มีใครเป็นสตรีเพิ่งคลอด นางเดินเข้าไปถามสตรีที่อุ้มทารกไว้ "ทารกสองคนนี้ถูกลักพาตัวมานานหรือยัง""ประมาณ สองสามวันแล้วเจ้าค่ะ พวกเราไม่รู้จะทำอย่างไร เลยบดหมั่นโถวที่คนพวกนั้นเอามาให้ แล้วผสมน้ำ แล้วค่อยกรองเอาแต่น้ำให้พวกเขาดื่ม" เด็กสาวนางนั้นตอบ พลางมองทารกที่อ้าปากร้องแทบไม่มีเสียงอย่างนึกสงสารซื่อเซี่ยยี่พยักหน้า เดินออกมาพร้อมกับส่งสัญญาณเรียกลูกน้องมารวมแถว "บ้านใครมีเหนียงซื่อ (ภรรยา) หรือสตรีเพิ่งคลอดลูก ก้าวออกมา!"นายทหารสองนายยกมือขึ้นและร้องตอบ"ข้าขอรับ""ข้าด้วย""เจ้าสองคนแบ่งเด็กสองคนนี้ไปดูแลให้ดีจนกว่าจะหาบิดามารดาของเด็กเจอ
Read more
บทนำ แม่ทัพพิทักษ์แผ่นดิน 4
เขารับมาและกรอกมันลงคอบ้าง เหล้าร้อนไหลผ่านลำคอ ผิวกายร้อน ขณะนี้ภายในยิ่งร้อนกว่า เขายกมันขึ้นดื่มอีก แต่ยังไม่ทันได้กลืนลงคอ นางก็ก้มศีรษะในท่ากลับหัวนั้นมาตรงหน้าหน้าเขาและประทับริมฝีปากนางเข้ากับริมฝีปากเขา บังคับให้เขาแบ่งปันมันให้นาง"หวานจริง" ชายหนุ่มเอ่ยชมขณะผละจากริมฝีปากบาง "ชิมจากจอกยังไม่หวานเท่านี้"นางไม่ตอบคำเขา เพียงยืนและช่วยเขาแกะกวานออกจากศีรษะ ปล่อยผมเขาลงมา และช่วยเขาสระผม"ข้าทำเองก็ได้ ไม่ต้องลำบากเจ้าหรอก เซี่ยเอ๋อร์...""เจ้าทำช้ายิ่ง กว่าจะอาบน้ำสระผมเสร็จ จันทร์คงลับฟ้าไปแล้ว"แม้จะผ่านศึกมาหมาดๆ แต่ผมของเขายังเป็นเงางามกว่านางเสียอีก...ซื่อเซี่ยยี่ตักน้ำรดศีรษะเขา แล้วใช้หวีหวีให้ผมไม่พันกัน จากนั้นจึงใช้สบู่สระผมให้เขาอย่างนุ่มนวลเท่าที่จะทำได้"เจ้าจะทำเช่นนี้ให้ข้าทุกวันได้หรือไม่?" เขาถามเสียงออดอ้อนยิ่ง"ไม่ได้ ข้าเมื่อยขาแทบตายแล้ว""เช่นนั้นคืนนี้ข้าจะนวดให้ เจ้าปรารถนาท่าไหน บอกข้ามาได้""มีดีอันใดก็ใช้ออกมาให้หมด""ตามแต่ท่านแม่ทัพจะบัญชาขอรับ" เขาเอ่ยยิ้มๆนางสระผมให้เขาเป็นครั้งที่สองจึงตักน้ำล้างฟองออกจนเกลี้ยง หยิบน้ำมันหอมออกมา"กลิ่นหอมแปลกด
Read more
สมรสพระราชทาน 1
หนึ่งปีก่อนหน้านี้..."จู้เฉิง เจ้าแน่ใจแล้วรึที่ขอเช่นนี้" ฮ่องเต้ทรงตรัสถามย้ำอีกครั้งเพื่อความมั่นใจ…สตรีมีมากมาย เหตุใดจำเพาะต้องขอแต่งงานกับสตรีผู้นั้น?สตรีที่ไม่สมกับเป็นสตรีสตรีที่ไม่เคยชายตาแลบุรุษใดสายพระเนตรวาววับ จับจ้องร่างโหวหนุ่มอย่างเฝ้ารอคำตอบ พระองค์กระหายนัก อยากทราบว่าเหตุใดชายหนุ่มผู้หล่อเหลาฉลาดเฉลียว สร้างผลงานจนประจักษ์ต่อสายตาคนทุกผู้ จึงต้องการแต่งงานกับสตรีห้าวหาญเช่นนั้น"กระหม่อมแน่ใจที่สุดพะย่ะค่ะ" เขาตอบฮ่องเต้ด้วยรอยยิ้มมั่นใจ "หากมิใช่นาง กระหม่อมจะขออยู่ลำพังไปจนตาย ไม่สมรสกับสตรีอื่นใด"“หากเราบังคับเจ้าแต่งกับองค์หญิงสักนางแทนเล่า?” ฮ่องเต้ตรัสลองใจบุรุษในเสื้อม่วงปักลายคลื่น เจ้าของนามฉีจู้เฉิง รีบคุกเข่าลงกับพื้น “เช่นนั้นก็สั่งประหารกระหม่อมแทนเถิดพะย่ะค่ะ” แววตาแน่วแน่ สีหน้าจริงจัง ริมฝีปากเม้มเข้า ขับเน้นให้ใบหน้าของเขาดูคล้ายจะขาดใจตามคำที่เอ่ยฮ่องเต้แย้มสรวล “เจ้าลุกขึ้นเถอะ ข้าเพียงถามดูเท่านั้น”"หากว่ากันตามเนื้อผ้าแล้วเจ้ากับนางนั้นเหมาะสมกันราวกับกิ่งทองใบหยก..." ครานี้รัชทายาทเป็นผู้ตรัส "แต่เจ้าเอาความมั่นใจมาจากที่ใดว่านางจะยอมแต
Read more
สมรสพระราชทาน 2
สองวันต่อมา จวนแม่ทัพ"จื๋อจินอู่ ซื่อเซี่ยยี่ รับราชโองการ!""หม่อมฉัน จื๋อจินอู่ ซื่อเซี่ยยี่ น้อมรับราชโองการ" หญิงสาวคุกเข่าลงเบื้องหน้าขันทีคนสนิทของฮ่องเต้"ด้วยพระบัญชาแห่งองค์ฮ่องเต้ จื๋อจินอู่ ซื่อเซี่ยยี่ แห่งกองกำลังพิทักษ์แผ่นดิน สร้างความดีความชอบไว้มาก มีความจงรักภักดีเหนือใคร ทั้งยังเก่งกล้ามากด้วยความสามารถ เพื่อให้สกุลซื่อและสกุลฉีได้มีบุตรหลานสืบสกุลและช่วยแบ่งเบาราชกิจ จึงแต่งตั้งให้จื๋อจินอู่ ซื่อเซี่ยยี่ เป็นฟูเหรินของฉางผิงโหว ฉีจู้เฉิง ขอให้ซื่อเซี่ยยี่ปฏิบัติหน้าที่ฟูเหรินอย่างเหมาะสม ควรค่าแก่การยกย่อง และเป็นตัวอย่างที่ดีงามแก่คนรุ่นหลังสืบไป จบราชโองการ"ซื่อเซี่ยยี่ฟังแล้วตกตะลึงนิ่งงันอยู่กับที่ จนรองแม่ทัพกองกำลังพิทักษ์แผ่นดิน หยางหมี่เฟิงต้องสะกิดให้รู้สึกตัว…ตัวบัดซบตัวไหนคือฉีจู้เฉิง?!โทสะแล่นริ้วหาที่ระบายยาก มองเห็นขันทีคนสนิทม้วนแผ่นผ้าหลังจากประกาศโองการเสร็จ นางพลันลุกพรวด ยื่นมือคว้าคอเสื้อเขาจนแทบหงายหลัง"ม...แม่ทัพซื่อ...โปรดระงับโทสะด้วย""ท่านแม่ทัพ รับราชโองการก่อนเถิดเจ้าค่ะ!" หยางหมี่เฟิงช่วยเตือนสติอีกแรง"ไม่! จนกว่าข้าจะรู้ว่า เจ้าคน
Read more
สมรสพระราชทาน 3
ซื่อเซี่ยยี่นึกเห็นใจคนฟั่นเฟือนผู้นี้...อา คนบ้ามักบอกว่าตัวเองไม่บ้า เป็นเช่นนี้สินะ นางถอนใจแล้วพูดต่อ "น้องชาย เจ้าเชื่อข้าเถอะ แต่งกับข้า ไม่มีความสุขหรอก เจ้าล้มเลิกความคิดเถอะนะ""ข้าไตร่ตรองและคิดถี่ถ้วนดีแล้ว จึงได้ไปเข้าเฝ้า ทูลขอสมรสพระราชทาน" ฉีจู้เฉิงยิ้มบาง "ขอเพียงได้ติดตามอยู่ข้างกายท่านแม่ทัพ ไม่ว่าต้องทำเช่นไรข้าก็ยอม""ถ้าต้องการแบบนั้น มิสู้มาเป็นลูกน้องข้า!""แต่ข้าอยากดูแลท่านทั้งในยามศึกและยามอยู่บนเตียงนี่""หน้าไม่อาย!""ขอบคุณท่านแม่ทัพที่เยินยอ" ฉีจู้เฉิงเดินมาใกล้อีก ครานี้ยื่นมือมาโอบเอวนาง "ข้าว่าท่านควรรับราชโองการแต่โดยดีเถิด ท่านเป็นขุนนางภักดีมานาน อย่าได้เสียเพราะเรื่องเล็กน้อยแค่นี้เลย"ซื่อเซี่ยยี่ตอบโต้ด้วยสัณชาตญาณการป้องกันตัวระยะประชิด...คนผู้นี้มือไวชะมัด! นางจับมืออุ่นที่เอวและออกแรงบีบรุนแรง ดึงร่างสูงเข้าหาตัว เตรียมจะบิดไพล่ไปด้านหลังของเขา แต่คาดไม่ถึงว่าเขาจะหมุนตัวตามการบิดหมุนของนาง ทำให้นางเป็นฝ่ายเสียหลักเอง!"ท่านแม่ทัพ เดินระวังหน่อย" เขาเอ่ยด้วยใบหน้ายิ้มแย้ม "เช่นนี้อย่างไรเล่าท่านถึงต้องมีคนอยู่เคียงข้าง""เจ้า!" นางไม่คาดว่าเขา
Read more
พบปะ 1
ซื่อเซี่ยยี่ครุ่นคิดอยู่ครึ่งค่อนวัน ไม่อาจหาคำตอบให้ตนเองได้ว่า คนพิลึกผู้นี้เหตุใดต้องการแต่งงานกับนางเพียงนี้ฟังจากที่เขาพูด หรือนางกับเขาจะเคยมีบุญคุณความแค้นต่อกัน?อีกประการหนึ่ง เขามีบรรดาศักดิ์ถึงชั้นเลี่ยโหว ซึ่งสูงกว่านางไม่กี่ขั้น เหตุใดนางจึงไม่เคยพบเห็นเขามาก่อน? ยิ่งคิดก็ยิ่งหาคำตอบให้ตนเองไม่ได้ จำเป็นต้องหาผู้อื่นมาช่วยเฉลยจะเป็นใครไปไม่ได้ นอกจาก รัชทายาทองค์ปัจจุบัน!แม่ทัพสาวรีบลุกขึ้นแต่งองค์ทรงเครื่อง และเข้าวังไปเข้าเฝ้าองค์รัชทายาทตำหนักตงกง"วันนี้อากาศดีนัก" เฉินไห่เยี่ยน หรือองค์รัชทายาท ตรัสพลางร่ำสุราภายในตำหนักของพระชายา พระองค์ชมชอบบรรยากาศแสนสบายเช่นนี้มากกว่าการไปขลุกกับราชกิจที่เสด็จพ่อขยันโยนมาให้เสียอีก"เพคะ นี่ก็เข้าฤดูสารทแล้ว อากาศจะเย็นสดชื่นเพียงใด พระองค์ก็อย่าได้ทรงละเลยการดูแลพระวรกายนะเพคะ” พระนางสือเฟย พระชายาเอกขององค์รัชทายาทตรัสเสียงนุ่มนวล พระนางสือเฟยนั้นมิได้มีรูปโฉมเลิศเลอดังที่ใครคาดฝัน แต่มิได้แย่ถึงกับไม่น่ามอง ดวงหน้าของพระองค์เรียวเป็นรูปไข่ ดวงตาหงส์วาววับ มากลูกล่อลูกชน มีรอยยิ้มอ่อนโยนประดับใบหน้าอยู่เสมอ ว่ากันว
Read more
พบปะ 2
"หมายความว่าหม่อมฉันควรแต่งกับคนวิปริตหรือเพคะ!" อีกฝ่ายตบโต๊ะดังปัง หันไปคว้าน้ำชามาดื่มดับโมโห"เจ้าลองคิดดูสิ ที่ผ่านมามีบุรุษใดเข้าใจเจ้าได้เท่ากับเขากันล่ะ?" ดวงเนตรนั้นระยิบระยับเป็นประกายอย่างนึกสนุก "เขารู้นิสัยใจคอของเจ้าเป็นอย่างดี ทั้งยังคาดการณ์ถึงการกระทำของเจ้าล่วงหน้าได้เช่นนี้อีก ข้าขอถาม เจ้าจะไปหาบุรุษที่มีคุณสมบัติเช่นนี้ได้จากที่ใดอีก?!""ไม่เอา! น่าขนลุกจะตายไป!" นางลูบแขนตัวเอ สีหน้าหวาดผวา"การที่เขาใส่ใจท่านก็เป็นเรื่องดี"พระชายาช่วยเสริม "ท่านแม่ทัพไม่ลองสืบเขากลับบ้างล่ะ? จะได้รู้ว่าเขาเป็นคนเช่นใด จะได้ยุติธรรมทั้งสองฝ่าย"ซื่อเซี่ยยี่เริ่มคิดตาม "ดี ในเมื่อหม่อมฉันก็มาแล้ว เช่นนั้นพวกพระองค์บอกหม่อมฉันที ว่าคนผู้นี้มีดีอันใด พระองค์จึงยอมให้เขามาขอแต่งงานกับหม่อมฉัน!"รัชทายาททำท่าคล้ายบอกดีไม่บอกดี พอซื่อเซี่ยยี่ถลึงตาใส่ก็รีบตรัส "เจ้าจำภารกิจที่ฮ่องเต้มอบหมายให้คนกลุ่มหนึ่งไปเจรจากับนอกด่านเพื่อเปิดเส้นทางสายไหมได้หรือไม่?"ซื่อเซี่ยยี่พยักหน้ารับ ภารกิจที่รัชทายาทพูดถึงจัดเป็นภารกิจสำคัญเรื่องหนึ่งที่ทำให้การค้าของจงหยวนเจริญรุดหน้า"เขาเป็นหนึ่งในราชทู
Read more
พบปะ 3
แต่ตอนนั้นซื่อเซี่ยยี่ไม่ได้ใส่ใจอะไรอีก นางรู้เพียงว่าต้องช่วยคนก่อนเป็นอันดับแรก "พระองค์อย่าบอกนะ ว่าเจ้าหนุ่มเมื่อตอนนั้นคือ..."รัชทายาทหันมายิ้มยียวนให้แทนคำตอบ"แต่วันนี้หม่อมฉันได้ประมือกับเขา วรยุทธ์ของเขาไม่ด้อยไปกว่าหม่อมฉัน ออกจะเหนือกว่าหม่อมฉันเสียด้วยซ้ำ แต่เหตุใดวันนั้นเขาถึงบาดเจ็บมากเล่า?""อาจเพราะตอนนั้นต้องสู้ไปด้วยปกป้องคนที่ติดตามมาไปด้วย ก็เลยสู้ไม่เต็มที่กระมัง" รัชทายาทเอ่ยเดา "ไม่รู้หรอก ทำไมไม่ไปถามเจ้าตัวเองล่ะ?"ซื่อเซี่ยยี่บุ้ยปากน้อยๆ...ผู้ใดจะอยากเจอคนผู้นั้นอีกเล่า?"ท่านแม่ทัพ" พระชายาตรัสบ้าง "ในเมื่อตอนนี้ท่านรับราชโองการไปแล้ว จะช้าจะเร็วก็ต้องเจอเขาอยู่ดี หลบเลี่ยงไปไม่ใช่นิสัยของท่านเลยนะ""ใครหลบเลี่ยงกัน!""เช่นนั้นท่านก็ไปถามท่านผู้นั้นโดยตรงสิ""ได้ ไม่มีปัญหา!""...." รัชทายาทนึกชื่นชมชายาของตนนักที่ยั่วเย้าให้ซื่อเซี่ยยี่ยอมไปพบฉีจู้เฉิงอีกครั้ง"หม่อมฉันจะไปถามให้รู้เรื่องรู้ราวไปเลย!" ว่าแล้วก้าวออกจากตำหนักอาดๆ ไม่มีแม้แต่คำลา ทิ้งเจ้าของตำหนักกับพระชายามองหน้ากันเอง"คราวนี้กามเทพผูกด้ายแดงได้แปลกประหลาดจริงๆนะเพคะ""แต่ก็น่าสนุกดีมิใช
Read more
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status