LOGINเมื่อความเสียวหาได้จากทุกที่!!! ต่อไปนี้ทุกคนจะได้พบกับประสบการณ์เสียวที่หลากหลายของทุกอาชีพและสถานที่ต่างๆ
View More“Aaah… Lyraaa…”
Desahan itu terdengar lagi dan kali ini lebih parau dan panjang dari sebelumnya, membuat Lyra menelan ludah. Dia bisa saja bersumpah bahwa dirinya tidak menginginkan hubungan badan dengan pasangannya, tapi tubuhnya akan mengatakan yang sebaliknya. Sejatinya, memang sangat sulit bagi pasangan mana pun untuk mengabaikan kebutuhan satu sama lain. Namun, di kesempatan ini, Lyra tidak ingin menyerahkan dirinya pada pria itu. “Tenanglah…” desisnya sambil menggenggam erat kedua sisi baju tidurnya itu, sembari perlahan memaksakan dirinya untuk melangkah pergi dari sana. Di saat yang sama, Lyra bisa mendengar suara benda-benda jatuh dan diselingi luapan amarah yang menandakan bahwa Ronan telah kehilangan kendalinya. Akan tetapi, Lyra tetap berlalu pergi. Jika ini terjadi pada Lyra yang dulu, ia pasti sudah menghambur ke dalam kamar tanpa ragu. Ia akan memastikan kemampuannya memenuhi kebutuhan sang Alpha. Bukan karena ia menuruti hasratnya sendiri, melainkan melayani Ronan adalah sebuah kehormatan baginya. Sebagai seorang anak yang asal-usulnya tidak jelas lalu dirawat oleh keluarga Ronan, Lyra awalnya sangat bahagia ketika pria tersebut menunjukkan ketertarikan padanya. Bahkan ketika Sang Dewi menganugerahkan Ronan sebagai pasangan takdirnya. Lyra sama sekali tidak menyangka kalau dirinya yang tidak punya apa-apa itu akan mendapatkan seorang pemimpin sebagai pasangannya. Di masa lalu, Lyra sangat bersyukur dan rela melakukan apa pun untuk mendukung Ronan. Namun, semua itu terjadi sebelum pria itu menghabisinya. Mengirimnya pada kematian. Ya, ini adalah kehidupan kedua Lyra. Lyra mengusap bagian perut bawahnya, datar. Setelah melahirkan keturunan Ronan di masa lalu, pria itu tidak memberikan Lyra kesempatan untuk melihat buah hatinya. “Tugasmu sebagai pasanganku sudah selesai, Lyra,” ucap Ronan kala itu sembari mengeluarkan belati yang sudah dilumuri racun. “Terima kasih sudah melahirkan keturunan untukku. Tapi mulai dari sini, aku lebih membutuhkan wanita yang bisa menopang posisiku sebagai pemimpin pack. Dan orang itu bukan dirimu.” Lyra pernah dengar bahwa keturunan yang dihasilkan dari pasangan yang dipilih oleh Sang Dewi akan memiliki karakteristik unggulan. Mungkin karena itu, Ronan bertahan dengan dirinya, bersabar hingga Lyra melahirkan seorang pewaris untuknya. “Kenapa kau di sini?” Lamunan Lyra buyar saat mendengar suara langkah seseorang dari ujung seberang koridor. Seraphine Calder, yang tak lain dan tak bukan adalah asisten Ronan sekaligus teman masa kecil pria itu. Seraphine adalah putri mantan asisten orang tua Ronan, otomatis membuat kedudukannya masuk ke jajaran wanita terpandang. Namun, bukan itu yang membuat Lyra terdiam. Di malam kematiannya, Seraphine ada di sisi Ronan. Sebelum meregang nyawa, Lyra berpikir bahwa Seraphine di sana untuk membantu persalinannya. Namun, rupanya wanita itu ingin mengukuhkan posisinya di sisi Ronan. “Terima kasih, Lyra. Posisimu sebagai pasangan Ronan akan kujaga dengan baik,” tutur Seraphine malam itu. “Lagipula, kau harus sadar diri. Ronan butuh pendamping yang setara dengannya, yang bisa membantunya memperkuat kelompok kita. Perempuan rendahan sepertimu jelas tidak bisa melakukan itu.” Tanpa sadar, tubuh Lyra berkeringat dingin dan gemetaran saat mengingat kejadian itu lagi. Terlebih, ia baru bertahan dari tekanan hasratnya untuk memenuhi perintah Ronan. “Kau tuli, ya?” Seraphine bertanya ketus. “Kenapa kau di sini? Oh, aku tahu. Akhirnya Ronan menyadari kesalahannya dan mengusirmu? Hahaha.” Lyra memandang Seraphine dengan pandangan kosong. Ia dapat menangkap nada harap yang terselip dalam suara Seraphine saat mengatakan hal itu. Sama seperti kehidupan lalu, Seraphine pasti masih menginginkan posisi Lyra sebagai pendamping Ronan. Kalau memang seperti itu, Lyra berikan saja apa yang diinginkannya sejak awal. “Ia memang membutuhkanmu,” ucap Lyra kemudian. “Pergilah ke ruangannya dan puaskan dia.” Lyra tidak menunggu respons Seraphine dan langsung beranjak dari sana. Namun, ia sempat melihat keterkejutan di mata wanita itu, sebelum digantikan dengan binar penuh pengharapan. *** Keesokan paginya, Lyra baru saja meregangkan badannya di ranjang, saat pintu kamarnya diketuk keras. “Anda diutus ke kamar Alpha Ronan!” ucap seorang pelayan pada Lyra. Nada suaranya ketus dan tidak memberikan ruang pada Lyra untuk membantah. Meskipun merupakan pasangan Ronan dan calon Luna, baik di kehidupan sekarang maupun sebelumnya, orang-orang di kelompok ini jarang ada yang menghormatinya. Mereka bahkan kerap kali merundungnya. Sebelumnya, Lyra bertahan karena Ronan. Namun, sekarang, keputusan Lyra sendiri sudah bulat. Ia akan meninggalkan kelompok ini demi bertahan hidup. Ia hanya tinggal menunggu waktu yang tepat. Lyra mengetuk pintu dan masuk ke kamar Alpha setelah dipersilakan dari dalam. Ia melihat punggung Ronan yang sedang berdiri membelakangi pintu, lalu mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar. Banyak barang-barang berserakan dan belum dibereskan, termasuk beberapa pakaian yang tercecer di lantai. Sprei tempat tidur Ronan sendiri tampak kusut dan lusuh, jelas merupakan jejak pergulatan semalam. Dan di atas tempat tidur Ronan itu, Seraphine sedang duduk bersandar. Menatap Lyra dengan ekspresi penuh kemenangan, sebelum kemudian disembunyikan di balik wajah polosnya. “Lyra, maaf memanggilmu pagi-pagi,” ucap Seraphine lembut. Tangannya menyentuh bekas ciuman di lehernya dengan ringan. “Aku merasa tidak enak badan. Apakah kau bisa memeriksaku sebentar? Kudengar kau adalah seorang penyembuh yang paling rajin di pack ini.” Lyra menoleh ke arah Ronan yang tidak mengatakan apa pun, baik itu melarang atau mengiyakan. Jadi, ia pun melangkah ke arah Seraphine. “Tolong mendekat ke arahku,” ucap Lyra pada Seraphine. Meskipun mereka berdua pasti tahu bahwa kondisi Seraphine baik-baik saja, Lyra tetap memeriksanya. Namun wajah Lyra yang datar, membuat Seraphine jengah. “Ah!” pekik Seraphine tiba-tiba, seakan Lyra menyakitinya. “Lyra … tolong pelankan...” “Apa yang kau lakukan?” Tiba-tiba Ronan sudah berbalik. Sepasang matanya memandang Lyra dengan tatapan menyalahkan. “Perlakukan dia dengan baik!” Sementara Lyra menghentikan tangannya di udara, membalas tatapan Ronan dengan dinginnya.ต่อจากความเดิมตอนที่แล้ว หลังจากที่โมรับยาฉุกเฉินที่ชาติยัดใส่มือให้มา เธอเองก็รีบกินมันทันทีโดยที่แอบเอากล่องยาไปทิ้งหน้าบ้านเพราะกลัวเจสามีของเธอจะรู้ และก็ดูเหมือนว่าเรื่องที่เธอได้ทำผิดพลาดไปสามีของเธอเองก็ยังไม่ระแคะระคายอะไรวันหยุดสุดสัปดาห์... เจได้ชวนกิตและชาติเพื่อนสนิทของเขาไปเที่ยวทะเลกัน แต่ทั้งสองยังไม่มีแฟนจึงไม่มีคู่เหมือนเจที่พาเมียสาวของเขาไปด้วย "เหม็นความรักว่ะ" กิตแซว แต่ก็มีหลายครั้งที่เขาแอบเผลอไปสบตากับโม เธอเองก็เหมือนจะรู้สึกเขินอายอยู่เหมือนกัน แต่ก็ต้องทำเนียนเหมือนไม่มีอะไรเกิดขึ้น"เออดิ กูอิจฉาเนี่ย" ชาติเสริม เวลาหกโมงเย็นกว่าๆ ทั้ง4คนมาถึงโรงแรม เจได้จองที่พักล่วงหน้าไว้แล้ว ซึ่งเป็นบ้านหลังเล็กๆ ที่ติดกับชายหาดชนิดที่ว่าเดินไป10ก้าวก็ถึงแล้ว ด้วยความที่กิตและชาติไม่มีคู่นอนด้วยพวกเขาจึงเลือกจองเป็นบ้านพักแทนห้องพักแยก บ้านพักมี2ห้องนอน 1ห้องน้ำ พวกเขามานั่งตั้งวงดื่มกันที่ห้องโถง มีกับแกล้มเครื่องดื่มที่โทรสั่งทางโรงแรมเอาไว้ พวกเขากะว่าวันนี้จะดื่มกันให้หนักแล้วตอนเช้าค่อยไปเที่ยวเล่น"ชนแก้ว" เจชวนเพื่อนๆรวมถึงโมมาชนแก้วกัน ชาตินั่ง
สวัสดีครับผมกับเพื่อนๆเราทำธุรกิจร่วมกันครับ และมีนิสัยซุกซนเหมือนกัน ที่สำคัญเราเป็นคนคอเดียวกันคือชอบเที่ยวเด็กสาวอายุประมาณ14-15ยิ่งชอบ สมัยนั้นผมกับเพื่อนมักแอบทางบ้านไปจ้างเด็กๆมาสวิงกันอยู่เสมอ จนช่วงหลังมีการออกกฏหมายใหม่ ก็เลยเลิกไปแต่พวกเราก็มีเอเย่นต์ที่คอยจัดส่งเด็กให้ถ้าต้องการ จนเมื่อไม่นานมานี้ผมกับเพื่อนก็แอบกันออกไปเที่ยวอีก โดยนัดที่ส่งตัวเด็กๆพร้อมกับโอนเงินทางบัญชีไปให้ "ตามสบายเลยนะพี่เดียวผมจะไปคอยข้างนอก" เอเย่นต์ส่งเด็กพูดขึ้นเพราะคงรอทิปที่ได้อยู่บ่อยๆ จนเพื่อนผมควักเงินจ่ายทิปให้ มันจึงออกไป แล้วเพื่อนผมก็ทำลายความเงียบขึ้น"เอาล่ะ เมื่ออยากเป็นกระหรี่กันนักแก้ผ้าให้หมดทั้งคู่เลยซิไหนขอดูหน่อยซิ เด็กตัวแค่นี้ถึงอยากโดนเย็ดกันนัก"ผมตะลึงหันไปมองหน้าเพื่อนอย่างไม่เชื่อหูตัวเอง แต่เพื่อนโบกมือห้ามผมพร้อมกับพูด"เอ้า เร็วซิ แก้ผ้าให้หมดทั้งคู่นั้นแหละ"เพื่อนผมหันไปสั่งต่อ จนทั้งสองยืนแก้ผ้าร่างขาวโพลนอยู่กลางห้องทั้งคู่ ถ้ายืนแก้ผ้าอยู่ต่อหน้าอย่างนี้มันก็อดไม่ได้นะครับ ควยผมมันเริ่มตั้งขึ้น โด่วชูชันพร้อมกับน้ำเงี่ยนที่มันเริ่มไหลออกจากปลายควย หีมันชั่
ภายในห้องสีขาวสะอาดสุดหรูใจกลางเมืองกรุงเทพ แสงไฟถูกเปิดสว่างจ้ามองเห็นทุกอย่างภายในห้องชัดเจน 'คชร' หนุ่มลูกเสี้ยวอังกฤษที่เพิ่งกลับมาจากที่ทำงาน เขาหย่อนตัวนั่งลงโซฟาด้วยอาการเหนื่อยล้าเหมือนทุกวัน ไม่กี่นาทีต่อมาเขาก็ลุกขึ้นและถูกถอดเสื้อผ้าออกจนเหลือแค่กางเกงตัวจิ๋วที่ห่อหุ้มท่อนล่างเอาไว้เขาเก็บเสื้อผ้าโยนใส่ตะกร้าอย่างเหนื่อยหน่ายพร้อมกับเดินไปหยิบผ้าเช็ดตัวเข้าห้องน้ำไป คชรมองเรือนร่างของตัวเองที่สะท้อนออกมาจากกระจกบานใหญ่มีขนาดเท่าตัวของเขาพอดีจากสายตาที่ดูอิดโรยเมื่อครู่ก็ดูเปลี่ยนไปเมื่อมองเห็นลำท่อนเอ็นที่ปูดโปนอยู่ภายใต้กางเกงในเกือบจะทะลุออกมา เขาแอ่นกายออกมาให้เห็นชัดขึ้นก็พบว่ามันกำลังผงาดอยู่ภายใต้ผ้าบางเบา ความรู้สึกปวดหนึบก็แล่นเข้ามาทันที เป็นอีกครั้งที่เขาต้องจัดการกับมันให้สงบลงมือใหญ่รูดกางเกงในลงช้าๆแล้วนั่งบนชักโครกอ้าขาออก45องศาตำแหน่งพอดีกับท่อนเอ็นที่ตั้งตะหง่านเป็นดอกเห็ด หัวแดงเด่นชูชันสู้มือที่กำลังโอบอุ้มจนเต็มฝ่ามือก่อนจะค่อยๆสาวขึ้นลงช้าๆ"อ๊าส์~"คชรกัดริมฝีปากตัวเองด้วยความเสียวหลังจากรูดอยู่สักพักใหญ่ๆปลายท่อนเอ็นเริ่มมีน้ำปร
จันทาหญิงวัยอายุ30 สะดุ้งตื่นกลางดึกเล่าความฝันให้ผู้เป็นผัวฟังว่าเธอนั้นฝันไม่ดี ผัวบอกว่าเดี๋ยวตอนเช้าจะพาไปทำบุญเช้ามาจันทากับผัวก็พากันไปวัดแห่งหนึ่งในชนบท หลังจากทำบุญเสร็จจันทาได้เจอเพื่อนที่มาทำบุญเหมือนกัน ทั้งสองคนพูดคุยกันครู่นึง เพื่อนก็ได้แนะนำจันทาว่ามีหมอดูอยู่แถวๆนี้ดูดวงแม่นมาก จันทาซึ่งมีความเชื่อเกี่ยวกับเรื่องแนวนี้อยู่แล้วเธอจึงบอกผัวว่าให้พาไปหน่อย แต่ผัวเธอไม่ชอบและไม่อยากให้เธอไป ทั้งคู่เหมือนจะมีปากเสียงกันเล็กน้อยจันทาจึงขอให้เพื่อนพาไปแทน เพื่อนก็ใจดีพาเธอไปโดยให้ผัวกลับไปรอที่บ้าน เขาก็จำใจยอมกลับไปแต่โดยดีเพราะไม่อยากทะเลาะกันไปมากกว่านี้ถึงบ้านไม้หลังหนึ่ง...เพื่อนพาจันทาเดินขึ้นบันไดมาก็เจอคนมาดูดวงเยอะอยู่เหมือนกัน ทุกคนเข้าแถวกันเป็นระเบียบเรียบร้อย จันทาไปต่อแถวเป็นคนสุดท้ายพอถึงคิว เพื่อนบอกว่าให้จันทาเข้าไปคนเดียวเธอจะรออยู่ด้านนอก จันทาเดินเข้าไปด้านในห้องขนาดใหญ่ เธอมองไปรอบเจอลุงแก่คนหนึ่งนั่งอยู่กลางห้องพร้อมทั้งโต๊ะหมู่บูชาอยู่ด้านหลังเต็มไปหมด มีเด็กอายุประมาณ20 ต้นๆ น่าจะเป็นลูกมือนั่งอยู่ข้างๆจันทาสวัสดีพ่อหมอแล้วเดินเข้าไปนั่งคุกเข่าขย






reviews