LOGINมิราผู้ผิดหวังกับความรัก พรที่พระพรหมเล่นตลกกันเธอ จากหญิงสาวตัวดำหน้าตาธรรมดากลับกลายเป็นหญิงสาวที่สวยจนคนต้องเหลียวหลัง หนุ่มเฟอเฟคหลายคนรุมจีบร่วมแก้ปัญหารักหลายเศร้าไปกับมิราใน หากดาวดวงนั้นคือเธอ
View MoreMalam itu, langit Kota Sentralis mendung tanpa bintang. Bulan purnama bersembunyi di balik awan tebal, menciptakan suasana yang mencekam.
Di Taman Melati, sebuah taman kota yang biasanya ramai, kini sepi dan sunyi.
Tiba-tiba, langit meledak.
JEDER!
Sebuah kilat raksasa menyambar tepat di tengah taman dengan kekuatan yang mengguncang tanah. Cahaya ungu kebiruan memenuhi seluruh area, begitu terang hingga membuat semua lampu taman meledak bersamaan. Tanah di titik sambaran retak membentuk pola seperti jaring laba-laba, dan asap hitam mengepul ke udara.
Ketika cahaya menyilaukan itu memudar, sosok seorang pria berdiri tegak di tengah kawah kecil yang baru terbentuk.
Ryan Hartono.
Pakaiannya compang-camping, robek di berbagai bagian, memperlihatkan luka-luka yang sudah mengering. Rambut hitamnya acak-acakan, wajahnya tertutup debu serta noda darah kering. Namun matanya memancarkan cahaya tajam yang tidak sesuai dengan kondisi fisiknya.
Ryan menghirup udara dalam-dalam. Udara Kota Sentralis yang penuh polusi ini terasa asing namun familiar.
Dia menatap sekeliling. Taman Melati. Pohon-pohon yang sama. Bangku-bangku tua. Bahkan ayunan berkarat di sudut taman masih ada.
Senyum tipis muncul di wajahnya. "Akhirnya... aku kembali."
Saat berjalan keluar dari kawah, matanya tertangkap oleh tumpukan koran bekas di bangku taman. Dia meraih salah satu lembar dan membaca tanggal di pojok kanan atas.
06 Januari 2026
Tubuh Ryan menegang.
"Lima tahun!"
Tidak ada yang bisa memahami perasaannya saat ini.
Lima tahun yang lalu, dia diikat tangan dan kakinya lalu dilemparkan ke Sungai Deepwater. Dia mengira pasti akan mati, tetapi siapa sangka di dasar sungai, tangannya menyentuh sebuah batu giok yang bercahaya hijau misterius.
Begitu jari-jarinya menyentuh batu giok itu, cahaya hijau meledak dan tubuhnya menyatu dengan batu giok tersebut.
Ketika terbangun, Ryan mendapati dirinya dipindahkan ke dunia kultivasi yang dipenuhi iblis dan makhluk abadi.
Di dunia itu, Ryan belajar tentang kultivator, manusia yang melatih diri melampaui batas fana untuk mencapai keabadian. Dia memulai perjalanan kultivasi yang brutal, bertarung melawan iblis dan kultivator dari berbagai sekte.
Setelah lima ribu tahun, dia mencapai puncak. Kaisar Iblis Gila, gelar yang ditakuti di seluruh Dunia Zhentian.
Tapi keabadian tanpa tujuan adalah kutukan. Yang dia inginkan hanya pulang.
Setelah mencoba berbagai cara dan dikhianati oleh orang kepercayaannya, dia terlempar ke dalam retakan dimensi. Dan retakan itu membawanya kembali ke Bumi.
**
Ryan meremas koran itu sebelum membuangnya ke tanah.
'Ibu... Ayah... maafkan aku.'
Dia memiliki orang tua di dunia ini, dan bahkan seorang pacar dengan kecantikan yang tak tertandingi.
Dia bertanya-tanya bagaimana kabar orang tuanya.
Dan Elena! Lima tahun telah berlalu, apakah dia masih menunggunya?
Ryan menarik napas dalam-dalam. Setelah menenangkan hatinya yang bergejolak, dia melangkah keluar dari Taman Melati, menyusuri jalan yang sudah lama tidak dilaluinya.
**
Matahari mulai terbit ketika Ryan tiba di kompleks perumahan Graha Sentosa. Lingkungan itu sama seperti dalam ingatannya, rumah-rumah sederhana dengan cat yang mulai memudar, jalanan sempit dengan pot-pot tanaman di setiap teras.
Ryan berjalan perlahan, mengikuti ingatan yang tertanam dalam di benaknya. Setiap sudut, setiap belokan, semua terasa begitu akrab.
Ketika dia membelok di ujung gang, matanya menangkap sebuah rumah dengan pagar besi rendah. Rumahnya.
Di halaman depan, seorang wanita paruh baya berambut putih dengan punggung sedikit bungkuk sedang menyapu dedaunan yang berserakan.
Ryan berhenti di tempatnya, kurang dari sepuluh meter dari wanita itu. Dadanya terasa sesak. Tenggorokannya tercekat.
"Ibu..." suaranya keluar sangat serak, hampir seperti bisikan.
Wanita paruh baya itu secara naluriah mendongak. Awalnya terkejut, lalu sapunya terlepas dari tangannya dan jatuh ke tanah dengan bunyi keras. Dia menggosok matanya seolah tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Ryan... Ryanku?"
Itu adalah ibu Ryan, Wulan.
GEDEBUK!
Ryan berlutut dengan berat di tanah yang masih basah oleh embun pagi, lalu merangkak selangkah demi selangkah menuju Wulan. Hidungnya terasa perih, matanya memanas.
"Ibu, putramu telah durhaka, membuatmu khawatir selama lima tahun!"
"Ryanku, kenapa kau baru pulang sekarang!" Wulan berlari kecil menghampirinya, suaranya bergetar.
Ibu dan anak itu berpelukan sambil menangis tersedu-sedu. Lima tahun penantian, lima tahun kekhawatiran, semua tumpah dalam pelukan itu.
"Anakku, ke mana kau pergi tanpa menelepon? Tak ada tanda-tanda kau masih hidup, tak ada mayat kalau kau meninggal. Tahukah kau betapa sedihnya ayah dan ibu selama bertahun-tahun ini..." Wulan mengusap kepala Ryan dengan tangan gemetar.
"Bu, putramu pergi ke tempat yang sangat jauh dan tidak bisa menghubungi Ibu. Tidak ada satu hari pun aku tidak merindukanmu," kata Ryan, matanya memerah.
"Senang kau kembali, senang kau kembali. Jangan bicarakan masa lalu lagi!" Wulan menyeka air matanya, lalu menarik Ryan berdiri. "Ayo, kita masuk. Aku akan menelepon ayahmu sekarang, dia pasti akan sangat senang!"
Wulan menggandeng tangan Ryan yang kotor dan berdebu, membimbingnya masuk ke rumah. Sambil berjalan, dia tidak berhenti menatap wajah putranya, seolah takut Ryan akan menghilang lagi jika dia berkedip.
Sesampainya di dalam, Wulan langsung meraih telepon dan menghubungi ayah Ryan dengan suara bergetar penuh kegembiraan.
Ryan diam-diam melihat sekeliling rumah. Semuanya masih sama. Sofa lusuh di ruang tamu, televisi kecil di sudut ruangan, foto-foto keluarga di dinding. Tapi ada sesuatu yang berbeda, sekarang ada mainan anak-anak berserakan di lantai, sepatu kecil di rak sepatu.
Tepat saat Ryan sedang memperhatikan mainan-mainan itu, terdengar suara tangisan dari arah pintu.
"Nenek! Nenek!"
Seorang gadis kecil berusia empat atau lima tahun berlari masuk dari luar sambil menangis meraung-raung, pipinya basah oleh air mata.
"Nenek, tetangga sebelah rumah menggangguku lagi!"
Gadis kecil itu memiliki dua kepang yang diikat tinggi, memperlihatkan lengannya yang putih seperti akar teratai. Bulu matanya yang panjang terus berkedip, membuatnya tampak seperti boneka porselen yang lembut. Namun, wajah kecilnya saat ini tampak cemberut, penuh kesedihan.
Ryan terpaku menatap gadis kecil itu. Nenek? Dia memanggil ibunya "nenek"?
Pertanyaan besar muncul di benak Ryan, siapa anak ini?
ศาลพระพรหม หน้าโรงพยาบาลพวงมาลัยดอกมะลิส่งกลิ่นหอมกรุ่น เฮงเดินผ่านเตรียมเรียกแท็กซี่ แต่อะไรบางอย่างที่ศาลพระพรหมสะดุดตาเหลือเกิน“เฮ้อเมื่อไหร่จะเจอ คนที่ถูกใจเสียที ไปลองอธิฐานขอพรดูดีกว่าเผื่ออะไรๆจะดีขึ้นมาบ้าง"บ่นเบาๆแม้จะรู้สึกเสียใจที่พลาดจากมิราแต่ก็ยังคงคิดว่าไม่ถึงเวลาของตัวเองมิราพบคนที่ดีดีอย่างหัสนัยเขา็้ดีใจด้วยที่สุดนั่งลงประนมมือตรงหน้าอธิฐานเบาๆก่อนจะยิ้ม"ขอแค่ใครสักคนที่พร้อมจะอยู่เคียงข้างกันจนแก่เฒ่า"ยิ้มกับคำอธิฐานของตัวเองว่าทำไมขอน้อยจังไม่ขอคนสวยๆดีๆเหมือนคนอื่นเขา แสงสว่างวาบจากดอกบัวในมือพระพรหมที่สว่างขึ้นมาเมื่อคำขอจบลง คงมีบางอย่างที่รับรู้ในคำขอของเฮงแล้วล่ะ แต่เฮงไม่ทันเห็นโยดา กลายเป็นแมวสีส้ม ยืนคลอเคลียเฮงอยู่ ได้เวลาย้ายบ้านแล้วโยดา“เมี๊ยว” เฮงอุ้มโยดาขึ้นมามอง ดวงตากลมโตของเจ้าเมี้ยวจ้องตอบ“น่ารักจัง ไปอยู่ด้วยกันไหม ฉันกำลังเหงาๆพอดีเลย”“เมี๊ยวๆ ๆ” เจ้าแมวส้มท่าทีกวนประสาทแต่ดวงตาบ๋องแบ็วส่งเสียงร้องตอบรับคำเชิญของเฮง"นายชวนฉันเองนะ ความหฤหรรษ์กำลังจะเริ่มขึ้นฉันสัญญาเลยสำหรับนายคนคุ้นเคยกันมาก่อนฉันจะกัดเบาๆเอ๊ยไม่ใช่ฉันจะหาคนที่น่ารักที
“จรรยาบรรณแพทย์ไปไหนหมดค่ะ”“แพทย์ก็คนนะคุณ ผมก็มีอารมณ์เหมือนกันไม่ใช่พระอิฐพระปูน 555ไม่อย่างนั้นจะมีเมียได้เหรอ” มิราทุบอกเบาๆ หัสนัยจับมือบางสบตาส่งสายตากรุ้มกริ่ม“อีกไม่กี่วันก็ออกจากโรงพยาบาลได้แล้ว จะเอาสินสอดเท่าไหร่ ผมรอไม่ไหวแล้ว” มิราก้มหน้ามองแผงอกกว้าง“ถือว่าเป็นคำขอแต่งงานหรือเปล่า” หัสนัย คุกเข่าลงกับพื้นยื่นส่งแหวนเพชรน้ำงาม ให้กับมิรา“แต่งงานกับผมนะครับมิรา ....ผมรักคุณ....” เสียงสะท้อนว่า...รักคุณ...ดังก้องเข้าไปในหัวใจของมิรา หรือว่าเธอคิดไปเองมิรายิ้มทั้งน้ำตา“ค่ะพี่หาด” หัสนัยยืนขึ้นจุมพิตที่หน้าผากเบาๆ เมื่อมิรารับแหวนมากำไว้“พรสุดาเปิดประตูเข้ามาพร้อมเฮง ที่ใบหน้าเศร้าสร้อย“เซอร์ไฟร์ส ดีใจด้วยนะมิรา” พรสุดา ถลาเข้าขอดูแหวน เฮงจับมือหัสนัยเขย่าเบาๆ เป็นการแสดงความดีใจ โยดาเข้ามาทีหลัง สวมกอดหัสนัยแทนคำดีใจ“นายมังกรคงดีใจที่นายทำสำเร็จหลังจากที่เขาพยายามอย่างหนัก” โยดาเผลอพูดขึ้นทำเอามิราและหัสนัยมองหน้ากัน โยดารู้ว่าตัวเองพูดผิด จึงแกล้งพูดกลบเกลื่อน“อ๋อ...อย่ามองหน้าผมอย่างนั้นสิ ผมหมายความว่า เขาพยายามจะจีบคุณมิราแต่ไม่สำเร็จ แต่คุณหัสนัย ก็ทำให้
ห้องผ่าตัดถูกเตรียมอย่างเร่งด่วน มิราชีพจรเต้นช้าลง ในฝันมิราเห็นมังกรยืนอยู่ด้วยชุดสีขาวสะอาดตา โบกมือลาเธอพร้อมรอยยิ้มยียวน เหมือนที่เคยเห็นเป็นประจำ มิราเผลออมยิ้มรู้สึกเป็นสุขเมื่อเห็นรอยยิ้มแบบนั้นของมังกรการผ่าตัดผ่านไปนานแสนนาน อาหารกลางวันที่หัสนัยไม่มีทางได้ออกจากห้องผ่าตัดมากินถูกนำมาส่งโดยเฮง และพรสุดาที่มาคอยอยู่เป็นเพื่อนคุยกับโยดาที่บัดนี้กลับเศร้าสร้อย พรสุดาพร่ำพูดขอบคุณมังกรและโยดาซ้ำๆ เกี่ยวกับการบริจาคอวัยวะ ทีมแพทย์สามารถนำอวัยวะของมังกรช่วยเหลือผู้ป่วยได้อีกสองสามรายในเวลาเดียวกัน (กุศลอันยิ่งใหญ่คือการบริจาคอวัยวะอย่างน้อยก็ต่อชีวิตให้ผู้อื่นแม้จะไม่รู้จักกันมาก่อนแต่เชื่อเถอะเขาจะไม่มีวันลืมคุณ)หัสนัยออกมาจากห้องผ่าตัด ใบหน้าอิดโรยโยดานั่งนิ่ง พรสุดากับเฮงวิ่งเข้าถามถึงอาการของมิราหัสนัยยิ้มแห้งๆ“ต้องรอดูก่อนว่าการตอบสนองจะเป็นอย่างไร และมีการติดเชื้ออย่างอื่นร่วมด้วยไหม ตอนนี้เธออยู่ในห้องปลอดเชื้อ พวกคุณยังเข้าไปเยี่ยมไม่ได้จนกว่าจะออกมาอยู่ห้อง ซีซียู” หัสนัยเดินเข้าไปหาโยดายื่นส่งมือเขาให้โยดาจับ โยดายื่นมือมาจับมือของหัสนัย“ขอบคุณจริงๆ ครับขอบคุณทั้ง
สังเกตสีหน้าของโยดาด้วยความเห็นใจ“แล้ว เมื่อไหร่เขาจะฟื้น”ถามไปทั้งๆที่รู้ว่าไม่มีทางแล้ว“ผมบอกไม่ได้อาจจะหนึ่งชั่วโมง หนึ่งวัน หนึ่งเดือนหรือหลายปีหรืออาจไม่ฟื้นขึ้นมาเลย จำเป็นต้องรอปาฏิหาริย์” โยดาขมวดคิ้ว“แล้วเราจะทำอย่างไรต่อไป”น้ำเสียงเลื่อนลอย“ทางการแพทย์เราถือว่าผู้ที่สมองตายคือ ก้านสมองถูกทำลาย คือผู้ที่เสียชีวิตไปแล้ว อวัยวะส่วนอื่นๆ จะลดการทำงานลงและจะเสื่อมสภาพตอนนี้เราใช้เครื่องช่วยหายใจอยู่ทำให้หัวใจยังเต้นได้ประมาณ1-2วันหากนานกว่านี้หัวใจก็จะหยุดเต้น และต้องรอให้ญาติตัดสินใจว่าจะทำอย่างไรต่อไป”“คุณรู้สึกอะไรไหมคุณหัสนัย” โยดาถามยิ้มหยัน จะอยากฟังคำตอบอะไรจากพวกมนุษย์“ผม...รู้สึกใจหาย ไม่น่าเชื่อว่าทุกอย่างจะเลวร้ายกว่าที่คิดไว้ ผมเข้าใจความรู้สึกคุณดี ผมเสียใจที่คุณมังกรต้องมารับเคราะห์แทนมิรา มิราเองตอนนี้หัวใจของเธอก็มีปัญหา อายุเธออาจจะไม่ยืนยาวไปกว่านี้หากไม่ได้รับการรักษาทันท่วงที”“หมายความว่าอย่างไร”“มิราหัวใจเธอมีปัญหาตั้งแต่กำเนิด ต้องได้รับการผ่าตัดเปลี่ยนหัวใจ ดีที่ผมตรวจพบก่อนแต่น่าแปลกที่ไม่เคยเห็นเธอมีอาการอะไรมาก่อนเลย จนกระทั่งเกิดอุบัติเหตุครั้
“แน่ใจหรือว่าเป็นแบบนั้น” หัสนัยอดท้วงไม่ได้“อย่างนั้นสิ ไม่อย่างนั้นเนื้อหนังฉันคนหลุดล่อนไปแล้ว” หัสนัยมองเสื้อลำลองสีขาวที่ขาดวิ่น อย่างไม่เชื่อสิ่งที่เห็นอยากจะถามต่อแต่ก็เลือกที่จะเงียบมิราเข้าไปชะโงกดูแผลอีกคนรู้สึกประหลาดใจเหมือนกัน“ขอบคุณ คุณมังกรว่าแต่คุณไม่เป็นอะไรแน่นะ” มิราถามเพื่
“แล้วจะให้ผมทำอย่างไรเล่า แมวตัวนี้แม่ผมเอามาฝากไว้ ท่านไปทัวร์ยุโรป แต่มันคงไม่ชอบผมเลยหาทางหนีคงชอบผู้หญิงเลยหนีมานอนกับคุณ” มิราเพิ่งนึกขึ้นมาได้ว่าตึกแถวห้องข้างๆ ที่มีระเบียงติดกัน มีเจ้าของใหม่มาซื้อไว้แต่เธอไม่รู้ว่าเป็นใครคงจะเป็นเขานี่แหละ“ไม่ว่าอย่างไรก็แล้วแต่คุณบุกรุก ออกไปเดี๋ยวนี้เล
ชายหนุ่มใบหน้าคมคายคนหนึ่งที่ใส่เพียงกางเกงนอนบางเบาอกเปลือยเปล่าเผยให้เห็นมัดกล้าม กล้ามแน่นผิวขาวสะอาดน่ามองใบหน้าหล่อคมรูปร่างดีตามแบบนักกีฬา นับว่าเป็นหนุ่มหล่อที่รูปร่างดีคนหนึ่งทีเดียว เดินย่องด้วยฝีเท้าเบากริบมายังเตียงที่มิรานอนหลับอยู่“มานี่โยดา มานี่มะ” น้ำเสียงอ่อนโยนเหลือกำลัง มิราคิด
“เจ็บไหมครับทนเอาหน่อยไปโรงพยาบาลกันดีกว่า คุณพรสุดาขับรถเป็นไหมขับให้คุณมิราหน่อย”“คุณเฮงขับไม่เป็นหรือคะ” พรสุดาถามกลับ“เป็นครับแต่ไม่ค่อยถนัด” ยิ้มอายๆ“ไม่เป็นไรค่ะฉันพอขับไหว” มิราเหยียบคันเร่งพารถไปสู่จุดหมายโรงพยาบาลที่ใกล้ที่สุด เลือดหยุดไหลแล้ว ใจกลับคิดถึงคนที่เป็นต้นเหตุเขารีบไปไหนนะห