LOGIN私は舞踊学院の一年生。男たちは皆、私を男嫌いなクールな女神だと思っていますが、昔から異性に対する衝動が芽生えていたことは知らない......
View MoreHidup lagi capek-capeknya, paling sempurna jika memiliki Bos yang menyebalkan. Rasanya mau menghilang saja dari dunia yang penuh dengan permasalahan. Seperti itulah yang dirasakan Riehla yang harus bekerja lembur sebagai seorang Editor Perusahan penerbit yang baru pulang jam 5 subuh tadi.
Niatnya ingin tidur selama 2 jam sebelum kembali berangkat ke Kantor, baru akan tidur sekitar jam setengah 6, ada telepon masuk dari Ellio-CEO. Tahu apa yang dikatakan lelaki berwajah tembok dan bersuhu dingin layaknya kulkas dua pintu? Riehla disuruh datang ke Rumah-nya sekarang juga. Ingin rasanya Riehla mencaci-maki Bos-nya yang satu itu namun ia tidak memiliki keberanian sebesar dinosaurus."Bukannya kamu sedang membutuhkan uang untuk biaya pengobatan Ayah kamu?"Ellio berhasil menyadarkan Riehla bahwa ia memang sedang membutuhkan uang untuk biaya pengobatan Adhi-Ayah Riehla yang dua hari lalu mengalami kecelakaan motor. Salah satu kaki-nya mengalami cedera serius sehingga membutuhkan uang yang tidak sedikit. Riehla menjauhkan handphone, menghela nafas. Ellio pasti sudah mencari tahu apa yang sedang terjadi dengannya sehingga percaya diri bahwa Ellio dengan mudah bisa menaklukkan Riehla."Saya mau bayaran dua kali lipat dari biasanya.""Saya akan suruh Randy mengurusnya secepatnya.""Sekitar setengah jam saya baru sampai." Lalu, Ellio memutus telepon itu lebih dahulu.Riehla lempar asal handphone ke atas kasur, seolah ia tidak takut jika handphone ternyata jatuh ke lantai di mana mungkin Riehla harus melakukan perbaikan pada handphone. Dari sekian banyaknya pegawai di Kantor, untuk kedua kalinya Ellio memilih Riehla. Apakah Riehla semudah itu? Sesungguhnya Riehla sedikit membenci dirinya sendiri karena mau dibayar melakukan hal yang tidak ingin ia lakukan. Namun, keadaan membuatnya harus menang dari harga diri.Beberapa saat kemudian...Sebuah motor berhenti tepat di depan sebuah gerbang yang menjulang tinggi. Datang seorang security dengan pakaian hitam. Membukakan gerbang dan Riehla membawa masuk motor scoopy putih-nya itu.Terus mengendarai sampai berhenti di depan sebuah Rumah besar bercatkan putih. Riehla pinggirkan motor, menaruh helm yang sebelumnya ia pakai di kaca spion. Berjalan ke arah pintu, menekan bel. Pintu langsung terbuka menampakkan seorang lelaki dengan setelan jas hitam yang dikenal sebagai tangan kanan Ellio. Ya, lelaki yang tak kalah tampan dari Ellio itu Randy-Asisten Ellio. "Saya akan antar kamu menemui Pak Ellio. Dia sudah menunggu kamu." Riehla ikut dengan lelaki yang sama kakunya dengan Ellio. Terus berjalan hingga di depan sebuah pintu berwarna hitam."Pak Ellio ada di dalam, kamu bisa langsung masuk." Lalu, melangkah pergi dari sana.Riehla ketuk pintu, sebelum membukanya. Melangkah masuk dengan langkah sedikit tertekan. Bagaimana tidak tertekan jika Riehla tahu bahwa ia akan melakukan hal yang tidak ia suka seperti sebelumnya? Ya, walau ia belum tahu detailnya harus melakukan apa. Intinya pikiran Riehla sudah buruk akan Ellio.Menghentikan langkah sedikit jauh dari meja kerja di mana Ellio sedang terduduk di kursi kerja dengan kacamata yang dipakainya. Ellio yang bersandar pada sandaran kursi, melipat kedua tangan di depan dada. "Saya mau kamu tidur dengan saya!" Dengan sorot mata yang tidak pernah main-main.Mata Riehla sedikit membulat. Dirinya terguncang akan kalimat yang keluar dari mulut pria satu itu. Kali ini apa lagi?! Tidak cukupkah sebulan yang lalu menjadi kekasih pura-pura sampai Riehla mendapat hadiah yang bagus sekali yaitu sebuah tamparan yang cukup membuat pipinya merah dari perempuan yang tidak Riehla mengerti siapanya Ellio?"Maaf, Pak. Untuk yang satu ini saya gak bisa! Saya masih punya harga diri. Saya gak mau mengecewakan orang tua saya." Riehla pikir jika Ayah dan Ibu-nya sampai tahu mereka pasti akan kecewa."Apa susahnya tidur dengan saya?"Riehla rasa ceo-nya itu sudah tidak waras. Bisa-bisa ia menyamakan Riehla dengan perempuan-perempuan yang "seperti itu"! Harga diri Riehla terluka. Ia salah sudah menerima tawaran itu. "Mungkin saya terlihat semudah itu. Tapi, saya masih punya harga diri. Saya gak mau melakukan hal yang hanya akan membuat diri saya sendiri dan orang tua saya kecewa."Ellio berjalan ke arah Riehla dengan gaya jalannya yang selalu cool. Menghentikan langkah tepat di hadapan Riehla. "Saya rasa apa yang ada di otak kamu dengan saya, berbeda.""Berbeda gimana? Jelas-jelas Bapak ngajak saya tidur bareng.""Memang saya ngajak kamu tidur bersama.""Sudahlah, Pak. Saya gak mau melanjutkan kesepakatan ini!"Ketika Riehla hendak melangkah pergi dari sana, salah satu tangannya digapai Ellio. "Saya gak akan menyentuh kamu."Rihela menoleh ke arah Ellio beriringan dengan dilepasnya tangan Riehla. "Saya semakin gak ngerti. Sebenarnya Pak Ellio itu menyuruh saya tidur bareng Bapak buat apa kalau gak menyentuh?""Kita cukup tidur di kasur yang sama."Apa? Riehla semakin dibuat bingung. Di saat kebingungannya itu datang Randy. "Dia akan tiba setengah jam lagi," kata Randy sembari menatap Ellio."Gimana? Kamu mau kan?" tanya Ellio pada Riehla."Saya saja masih belum mengerti gimana mau memutuskan.""Saya cuma butuh kamu buat berakting kalau kita ini habis menghabiskan malam yang panjang.""Bapak mau membuat seseorang marah lagi ya kayak di Restaurant waktu itu?""Iya."Setelah memikirkan dalam waktu singkat dan ternyata dirinya masih aman, Riehla pun menerimanya. Namun, apakah kali ini ia akan mendapat hadiah lagi? Atau lebih dari sebuah tamparan? Sesungguhnya Riehla tidak suka jika dirinya terlihat seperti perebut kekasih seseorang. Namun, ia butuh uang Ellio.Riehla yang berada di Kamar tamu, menatap dirinya yang sudah memakai dress yang berbentuk kemben itu di cermin yang menampilkan seluruh tubuh. Walau dirinya masih terjaga, jika Ayah-nya tahu apa yang ia lakukan itu apa tetap akan kecewa? Riela melakukan itu semua demi pengobatan sang Ayah. Merasa kurang nyaman dengan dress modelan seperti itu, Riehla pakai kemeja putihnya. Berjalan keluar dari dalam sana yang ternyata sudah ada Randy yang menunggunya. Randy membawa Riehla ke depan Kamar Ellio. Randy buka pintu Kamar. "Silakan masuk," kata Randy.Riehla melangkah masuk dengan perasaan tak menentu. Di sana tidak ada siapa-siapa dan Randy menutup pintu. Menyadari akan kemunculan seseorang dari arah Kamar Mandi, Riehla menoleh dan mendadak ia langsung mengalihkan pandangan. Ellio hanya mengenakan celana pendek tanpa sehelai benang pun yang menutupi dada bidangnya dan perut roti sobeknya yang terlihat sempurna itu. Ellio mengabaikan reaksi Riehla, merebahkan tubuh di atas ranjang. "Kamu bisa tidur sekarang," ucap Ellio.Tanpa menatap Ellio sama sekali Riehla berjalan ke arah ranjang dengan degup yang sedikit tidak normal. Rasanya lebih menegangkan dari saat di Restaurant itu.「桜井葵、お前、こ......こんなはずじゃ......」桜井葵は事務的な笑みを浮かべ、淡々と答えた。「金崎先生、誤解です」彼は桜井葵と藤堂健一の顔を交互に見つめ、何か矛盾点を見つけ出そうとしていた。彼の両手は固く握りしめられ、爪が深く掌に食い込んでいた。まるでその痛みでしか、胸の怒りを鎮めることができないかのようだった。金崎優はさらに興奮し、激しく非難した。「桜井葵、あのビデオが流出してもいいのか!」桜井葵は腕を組んで、毅然とした声で言った。「何のビデオのことか知りません。ただ、人のプライバシーを侵害するのは犯罪だということだけは知っています」金崎優は怒りで顔が真っ赤になり、震える指で二人を指さし、今にも爆発しそうだった。「いい気味だ、グルになって俺を嵌めるなんて......」「今日、たとえお前らの悪事を暴けなくても、俺は一緒に地獄へ落ちるぞ!」彼の声はどんどん大きくなり、指は副学長の胸に届きそうだった。金崎優がさらに興奮し、今にも手を出してきそうなのを見て、警察官たちはついに我慢できなくなった。「行くぞ、一網打尽だ!」命令を受けて、警察官たちは一斉に部屋に突入し、あっという間に状況を制圧した。ドアが勢いよく開け放たれ、大勢の警察官がなだれ込み、迅速かつ統制の取れた動きで彼らを包囲した。金崎優と彼の仲間たちは、この突然の事態に呆然とし、目の前で起こっていることを信じられないでいた。警察隊長が命令を下した。「警察だ!動くな!」彼の声は力強く、部屋の隅々まで響き渡った。他の警察官たちが素早く近づき、金崎優たちを次々と取り押さえた。我に返った金崎優は、慌てふためいて叫んだ。「何をするんだ!」警察隊長は動じることなく、金崎優を冷ややかに見つめ、命令した。「両手を頭に当てろ、動くな!」彼の顔は不満でいっぱいだった。まるで胸に火がついたようだった。私は警察官の後ろから出てきて、腕を組み、冷ややかに彼を見下ろした。金崎優の顔に一瞬信じられないという色が浮かび、それから口元が痙攣し、嗄れた甲高い笑い声が喉の奥からこみ上げてきた。その笑い声は静かな部屋に響き渡り、そこにいる全員をぞっとさせた。「俺を嵌めたな、ハハハ......」警察隊長が眉をひそめて早く連れて行くように促
大学の廊下で、桜井葵がわざと転び、ちょうどそこにいた藤堂健一が彼女を支えた。手が触れた瞬間、桜井葵は用意していたホテルのルームキーを彼の袖の中に滑り込ませた。藤堂健一は一瞬呆然としたが、桜井葵の恥ずかしそうな笑顔を見ると、意味深な笑みを浮かべ、それとなく部屋のカードを受け取った。この場面を遠くから金崎優が見ており、その目に一抹の得意げな色が浮かんだ。ホテルは金崎優が事前に予約し、部屋も準備万端だった。柔らかな照明、ほのかな香水の香り、そしてテーブルに置かれたワインと二つのグラスが、ロマンチックで親密な雰囲気を醸し出していた。しばらくすると、桜井葵は藤堂健一に支えられながら、このプレジデンシャルスイートに入った。金崎優が事前に部屋にカメラを設置しているといけないので、私は警察官と一緒に隣の部屋に待機し、モニターに映る映像を食い入るように見つめていた。私たちは警察と事前に打ち合わせをしていて、金崎優が突入してきたら、まとめて捕まえる手はずになっていた。二人はソファに座り、藤堂健一が桜井葵に優しくワインを注いだ。二人の指先がグラスの縁で軽く触れ合い、まるで言葉にできない何かを伝え合っているかのようだった。桜井葵は照れくさそうに微笑み、瞳には少しの恥じらいと期待が浮かんでいた。彼女はワインを一口軽く飲んでからグラスをテーブルに戻し、両手で顎を支えながら言った。「副学長、実は私、ずっとあなたのことを尊敬していました」副学長はくすりと笑った。「そうか、なぜ尊敬しているんだ?」お酒のせいで、桜井葵の顔は赤く染まり、気づかれないようにお尻を副学長の方にずらした。「あなたは若くして手腕があり、仕事も迅速で、あなたが学校を管理するようになってから、誰もがわかるほど大きく変わりました」藤堂健一の目には、甘やかしと称賛の色があり、まるで本当に桜井葵の魅力に惹きつけられているようだった。彼はわざと桜井葵をからかった。「それで、今日私を呼び出したのは、どういうつもりなんだ?」桜井葵は白い手を伸ばして彼の胸を軽く叩き、「もう、知っていて聞かないでください」彼女が手を引っ込めようとした時、藤堂健一は彼女の逃げる指を掴み、彼女を抱き寄せた。「逃げられると思ったか?」桜井葵はにっこりと笑い、彼の胸に素直に寄り添い、指で
桜井葵の目に一筋の希望がよぎったが、すぐに疑念に変わった。「どうして私を助けるの?あなたは金崎優の生徒でしょ?彼とグルじゃないの?」私はきっぱりと首を振った。「いいえ、私はとっくに彼の本性を見抜いています。あんな男の好きにさせてはいけません!」彼女は眉をひそめ、私の言葉にさらに疑いを深めた。私はため息をつき、保健室でのできごとをありのままに彼女に話すしかなかった。「えっ?あの時......あなたはクローゼットの中に隠れていたの?」桜井葵は口元を手で覆い、顔が赤くなった。私は仕方なく頷いた。「ええ、金崎優はあなたと付き合っているにもかかわらず、他の女にちょっかいを出していたんです。あんな男と付き合っていて、本当にあなたのためにならないわ!」桜井葵は眉をひそめ、彼女の目に迷いと不安がよぎった。唇を少し開いて何か言いたげだったが、結局何も言わずに黙り込んだ。私は彼女の思考を邪魔しないように、黙って彼女が考える時間を与えた。しばらくして、彼女はゆっくりと口を開いた。「本当に私を助けてくれるの?金崎優の報復が怖くないの?」「最悪、私も彼も道連れよ。あの日のことを全部バラせば、彼だって無事では済まないわ!」桜井葵は目を赤く腫らし、困った顔で、両手で顔を覆って静かに泣いていた。「でも、私のビデオが彼の手に......」私は彼女の肩にそっと手を置いて、慰めた。「他人のプライバシーを拡散するのは犯罪よ。もし彼がそれを公開したら、すぐに訴訟を起こしましょう!」桜井葵の指先は強く握りしめたために白くなり、下唇を噛み締めていた。「あなたは知らないでしょうけど、金崎優の後ろには、私たちにはとても敵わない大物が......」その大物とは、きっと金崎優の兄貴だろう。誰であろうと、人を陥れるなんて許されない。私の口調には、疑う余地のない確固たる決意が込められ、静かに彼女に力を与えた。「あなたは金崎優と恋人関係にあるんだから、少し調べればすぐに彼にたどり着くし、芋づる式に彼の後ろ盾が誰なのかもわかるわ」「事が露見した時、金崎優はあなたとは関係ないと簡単に言い逃れできるかもしれない。でも、あなたは?副学長を陥れた罪を着せられるだけでなく、一生消えない汚点も残るわ」「一緒に考えましょう。彼の陰謀を暴いて、罪のない
話の内容が重すぎて、何とも言えない緊張感が心に広がっていく。藤堂健一......この名前、確か副学長!この学校に来てまだ日は浅いけど、藤堂副学長の名前はよく耳にしていた。みんなが言うには、藤堂副学長はこの数年、学生寮のことでも、緑化のことでも、学生たちの意見を積極的に取り入れて、学校のためにいろいろと良いことをしてきたらしい。まさか、藤堂副学長が誰かの利権を侵害していたなんて。それに金崎優が言っていた学校病院、あの女性はきっとそこの医者だろう。そう気づくと、心臓がドキドキと音を立てて鼓動し始め、呼吸も速くなった。まるで空気が薄くなったみたいだ。「お前、ずっとあいつに頭を押さえつけられてるんだろう?俺の兄貴に言って、あいつをクビにさせてやる!」金崎優の兄貴って誰?クビにするなんて、そんな簡単にできるの?女性は困った顔で、「優、藤堂副学長は確かにやり方が強引な時もあるけれど、でも......こんな風に罠に嵌めるのは......やっぱり、もう一度よく考えた方がいいんじゃないかしら......」金崎優は深呼吸をして、女性の手を握り、真剣な顔で言った。「桜井葵、お前はただ彼に近づいて、好意を持たせるだけでいい。あとは俺がやる。お前にとって簡単なことだろ?」桜井葵の手が震えている。コーヒーカップが彼女の動揺を映し出すように、少し揺れるたびに不安な気持ちが伝わってくる。桜井葵が黙ったままでいると、彼はさらにプレッシャーをかけ、彼女の心を揺さぶろうとした。彼の声は急に厳しくなった。「桜井葵、家族にあのビデオを見られたくないよな?」桜井葵の顔はみるみるうちに青ざめ、唇を噛みしめ、泣きそうな声で言った。「優、脅迫してるの?どうして......そんなこと......」金崎優は彼女の言葉を遮り、冷酷に言った。「脅迫なんかじゃない、桜井葵、これは現実だ。俺の言う通りにするか......そうでないかの結果は、お前が分かっているはずだ」彼女はコーヒーカップを強く握りしめ、恐怖と無力感に満ちた目で、明らかに心の中で葛藤していた。桜井葵は深呼吸をして、何とか気持ちを落ち着かせ、「考......考えてみるわ。少し時間をくれる?」金崎優の表情はやっと和らぎ、声も少し優しくなって、またあの偽善者っぽい態度に戻った。「時間はやる。だが覚えて
その時、間一髪のところで、玄関をノックする音がして、部屋の雰囲気は一変した。「金崎優、部屋にいるの?」急いで彼はクローゼットを開け、私をその中に押し込んだ。幸い、クローゼットには数本の通気孔があった、さもないと私は窒息してしまっただろう。金崎優は応答しながら、布団を広げ、目覚めたばかりのふりをした、「来たよ」彼がドアを開けると、一人の女が入ってきた、私は息を殺して、クローゼットの外の動きを静かに聞いていた。「あなた、何していたの」女は甘ったるい声で男の胸に寄り添った。金崎優の演技はなかなか上手く、完璧な偽装で、女性をすかさず抱き寄せ、優しくこう言った。「少し昼寝をしていたんだ」私は隙間を覗き
その時、金崎優の手が徐々に後ろに動き、太い手で私の半分の尻を覆い、少し力強く揉見ながら、「尻を締めなさい」と。夢の中で彼が「やらしい奴、尻をもっと高く上げろ」と言った。「うん......」その言いようのない映像を思い浮かべると、私の股間はアリが這うかのように痒くて麻痺し、臀部は思わず内側に締まった、低くうめき声を漏らした。金崎優が私を見た。「教官」私は唸った、「調子悪い」「どこが?」「何とも言えない」「慣れれば良くなる」そう言うと、彼は私の後ろに密着し、一方の手で腹を撫で、もう一方の手で胸を支え、私の全身を抱きしめた。「腹を引っ込めて、胸を張って、尻を上
「もう我慢できない......あなた、女をあまりにも上手くあしらうから......」静まりかえったグラウンドで、私は五体投地して地面に突っ伏し、尻を高く突き上げ、男に髪を強く掴まれ、好き放題にされるままに。朦朧とした意識の中、私は異常な状態に引き込まれ、ますます粗暴な扱いを受けたいという欲望が強まっていく......私の名前は秋山恵。舞踊学院の一年生。美人でスタイルが良いので、多くの男子は私を男嫌いなクールな女神だと思い、告白する勇気がない。しかし、彼らは知らない。私が思春期から異性への衝動を抱えていたことを。それどころか......何度も複数の強い男たちに犯される幻想