“Jadi cowok yang ngaku rekan kerja bokap lo itu, bahkan udah mendatangi lo sebelum lo dapat kabar resmi dari polisi di sana?” tanya Laura, mendadak menghentikan gerakannya yang sedang membantuku mengeluarkan isi koper.“Iya, waktu itu dia bilang, bokap gue terlibat sesuatu yang serius.” Aku menepuk debu di telapak tangan ketika selesai mengelap meja belajar kecil di sudut kamar. Lalu berbalik ke arah Laura, dan melanjutkan bicara, “dia pasti tahu sesuatu yang enggak bisa didapatkan oleh polisi.”“Tapi, Cass. Elo bilang dia bawa elo pulang pakai private jet. Dia pasti bukan orang sembarangan. Elo yakin malah mau kerja di museum itu, dibawah pengawasannya?” Getaran cemas terdengar jelas dari suaranya.“Karena dia satu-satunya benang merah yang menghubungkan gue sama bokap,” ujarku lirih. Aku memegang lengan sahabatku ini, berusaha meredakan kekhawatirannya. “Tenang aja, museum itu tempat yang sangat publik, jabatannya terlalu mencolok untuk dia berani melakukan hal aneh-aneh. Yang penti
Last Updated : 2026-02-05 Read more