Ruang rapat agung kembali mencekam, dihadiri oleh Komandan Kael, Pendeta Senior Darwin, Kardinal, dan Uskup Agung. Peristiwa besar yang terjadi dua jam lalu berhasil mengguncang dua saksi hidup dari generasi yang berbeda itu. Sebagai Komandan Holy Knight, Kael Adraven segera melaporkan kejadian aneh tersebut dan mengajukan rapat darurat demi keamanan ordo."Stain milik anak itu berkurang," Kael mengulang kembali laporannya dengan suara berat dan tegas.Seketika, ruangan besar itu diselimuti keheningan yang mencekik. Kardinal dan Uskup Agung saling lempar pandang. Tatapan mereka sama sekali tidak menyiratkan ketidakpercayaan terhadap laporan Kael, melainkan kilat kepanikan dan adanya kepentingan mendesak yang harus segera ditindaklanjuti."Ini masalah yang sangat serius. Terima kasih sudah melaporkannya dengan cepat, Komandan Adraven, Pendeta Darwin," Uskup Agung berucap tenang, walau senyum tipis di bibirnya terasa sangat dipaksakan.Kardinal menghela napas berat, guratan kecemasan te
Terakhir Diperbarui : 2026-07-02 Baca selengkapnya