Marco bergegas menghampiriku dengan langkah sempoyongan.“Farah, ke mana saja kamu selama lima tahun ini? Aku sampai mengira ....”Mungkin karena angin di pemakaman bertiup kencang, matanya tampak memerah.Aku menatapnya dengan tenang, lalu menyelesaikan kalimat yang tidak sempat dia ucapkan, “Mengira aku sudah mati? Bukankah itu yang kamu inginkan?”Pada malam Tahun Baru lima tahun lalu, ibuku berada dalam kondisi kritis.Sebagai dokter penanggung jawab yang merawat ibuku, Marco justru menghilang.Aku meneleponnya berkali-kali, memohon agar dirinya segera kembali untuk menyelamatkan ibuku.Namun saat itu dia sedang sibuk merayakan ulang tahun adik tiriku, Melani.Akhirnya panggilan terakhirku dijawab.“Farah, aku hanya sedang menemani Melani merayakan ulang tahun. Kenapa kamu harus mengganggu di saat seperti ini?”“Jangan bilang ibumu sedang kritis. Sekalipun yang sekarat itu dirimu, jangan menggangguku.”Aku sudah mati sesuai keinginannya, tetapi dia malah tidak senang?Saat ini, sor
Baca selengkapnya