Kastil Hitam tidak punya kehangatan. Dinding batunya menyerap semua suara. Lilin-lilin hitam tidak memberi cahaya, hanya bayangan yang menari seperti arwah. Duke Kain duduk di ruang kerjanya. Dengan kepala pelayan yang berdiri di depannya sekitar 3 meter. “Tuan, Anda sungguh-sungguh menikahi Nona Llewellyn?” tanya Levon, sang kepala pelayan. “Ya,” jawab Duke singkat. “Tapi Tuan, apa Anda tidak ingat—“ “Aku sudah membuat perjanjian dengannya. Kami hanya butuh status masing-masing, tidak akan ada kontak apa pun di antara kami,” selanya. Dia berdiri, saat langkahnya itu mendekat. Panas yang membuat udara berdesis itu bisa Levon rasakan. “Jangan katakan apa pun padanya, jangan ceritakan apa pun. Dan jangan biarkan dia masuk ke dalam kamarku apa pun yang terjadi,” ucapnya. “Baik Tuan.” Duke Kain pergi dari sana, sementara Levon masih berdiri di tempatnya seraya menatap tuannya. “Kenapa Nona Isolde yang datang, dan bukannya Nona Roselyn? Putra Mahkota benar-benar picik, dia mengun
Last Updated : 2026-06-16 Read more