"Lily, sayangku Lily." Desahan nafas Liam memburu wajah Lily, tangannya membelai setiap helai rambutnya yang panjang menjuntai indah, pandangan matanya tak kuasa lepas dari wajah wanita muda itu. "Pak Liam, jangan di sini,” bisik Lily manja. “Nanti ada yang datang, loh," ujarnya seraya menekan dada pria paruh baya itu agar menjauh darinya. "Please, siapapun datang ke sini sekarang!" teriak Lily dalam hati. "Aku tak sudi tubuhku digerayangi pria tua ini.” Lily menahan ekspresi jijiknya pada Liam. Ia memaksakan senyum manja tetap terukir di sudut bibirnya. Perlahan, bibir Liam mendekati wajah Lily, hembusan nafas pria itu terasa sampai tengkuknya, yang membuat Lily merinding seketika. Tangan Liam mulai menyentuh pinggang Lily dan mendekapnya perlahan. “Aku gak bisa tahan lagi,” bisik Liam penuh nafsu. Lily hanya terdiam. Sesaat, nanar matanya tersirat ketakutan yang amat sangat. Ia dengan cepat membalikkan ekspresi wajahnya seperti semua. Memandang pria paruh baya itu dengan tatapa
Last Updated : 2026-06-15 Read more