Sore harinya, aku ke kantor pengelola apartemen.Aku menghapus sidik jariku dari sistem akses pintu apartemen itu.Seorang ibu yang ramah dari pengelola gendung tampak kebingungan melihatku melakukannya."Bu Farrel, kenapa sidik jarinya mau dihapus? Nanti keluar-masuknya jadi kurang praktis, lho.""Ke depannya aku tidak akan membutuhkannya lagi." Aku tersenyum tipis.Sesampainya di rumah, aku mengeluarkan dua kardus besar dari gudang dan mulai membereskan barang-barang.Rumah ini sangat luas. Apartemen mewah seluas 200 meter persegi dengan pemandangan sungai. Farrel membelinya secara tunai.Katanya, itu sebagai ucapan terima kasih kepadaku karena telah menemaninya melewati masa-masa tersulit.Aku kira ini rumah kami.Namun ternyata, barang-barang milikku bahkan hanya sedikit.Di ruang ganti, pakaianku hanya memenuhi dua lemari.Selebihnya dipenuhi seragam penerbangannya untuk berbagai musim, jas, mantel panjang, dan perlengkapan olahraga.Aku melipat pakaian yang biasa kupakai lalu mem
Baca selengkapnya