“Kamu pikir, aku akan tertarik dengan gadis nakal seperti kamu?”Sapuan halus buku-buku jari ke pipi Lala membuat bulu kuduk gadis itu berdiri. Dia menggigit bibir, merasakan hawa napas panas Arvin menyapu kulit lehernya.Tubuhnya mendadak kaku. Padahal ia memang ingin laki-laki ini memperhatikannya. Namun, jenis perhatian yang ia inginkan dari Arvin … bukan seperti ini. Sekarang ia justru merasa kalau dirinya sedang berada di dalam–“Aku justru paling benci perempuan sepertimu.”–bahaya.Tiba-tiba, sebelum Lala sempat menjawab, bibir Arvin sudah beradu dengan miliknya. Sepasang mata Lala membelalak, terkejut. Tidak percaya. Tangannya mendorong dada Alvin agar melepaskannya, tapi laki-laki itu justru memperdalam ciuman mereka dan–Bruk!“Aduh!” Lala mengerang keras. Dia sontak duduk tegak sambil mengusap-usap kepalanya.“Maaf, Mbak. Maaf. Saya kedorong tadi.” Seorang lelaki berkata cepat-cepat. Dua tangannya mengangkat koper yang beberapa detik lalu menghantam kepala Lala dan membang
Last Updated : 2026-07-06 Read more