“Aduh.” Chandani mengaduh - sebal, saat melihat rantai sepedanya putus. “Udah laper, bubur ayam tutup, ini malah rantai sepeda ikutan putus. Gimana pulangnya ini.”Chandani mencoba memperbaiki sepedanya dan tidak berhasil. Rantai sepedanya benar-benar putus. “Arrgghh.” Chandani berteriak frustasi. “Tahu gini aku tadi masak telur aja di apartemen.”Noval memperhatikan smartwatch yang terpasang di tangan kirinya. Angka di sana sudah menunjukkan 5 KM. Dia mengistirahatkan kakinya sejenak sebelum kembali berjalan ke parkiran mobil. Dari kejauhan matanya menangkap seorang wanita yang dia kenal. Wanita itu terlihat sedang memperbaiki sepeda yang rusak."Mbak Chandani, butuh bantuan?" Wanita itu menoleh ke arah Noval. "Lho, pak Noval. Ini pak, rantainya putus."“Bawa masuk ke mobil saya aja mbak. Saya antar ke bengkel.”"Eh, nggak perlu pak. Apartemen saya di dekat sini kok."Noval ikut jongkok disebelah Chandani. “Nggak papa, saya antar saja."“Merepotkan pak Noval nanti.”“Tidak, tenang
Última actualización : 2026-07-09 Leer más