Liora mondar-mandir di kamar mewah yang kini terasa seperti penjara mewah. Dinding-dinding berlapis wallpaper sutra lembut berwarna krem keemasan, furnitur antik dari kayu mahoni yang dipoles mengkilap, dan tempat tidur king-size dengan seprai sutra yang sehalus bulu. Namun semua itu tak berarti apa-apa. Jam dinding antik menunjukkan pukul 11.47 siang, tapi bagi Liora, waktu seolah berhenti sejak Rafe meninggalkannya sendirian setelah telepon misterius tadi pagi. Kata-kata pria itu masih bergema: "Ibumu akan segera tiba di sini. Selamat." Tapi hingga kini, tidak ada tanda-tanda kedatangan ibunya. Tidak ada suara langkah di koridor marmer, tidak ada penjelasan, hanya keheningan yang mencekik. Udara di kamar terasa berat dengan aroma vanila samar dari diffuser mahal. Liora merasa sesak. Ia mencoba membuka pintu kamar untuk kesekian kalinya. Gagang pintu yang dingin tetap terkunci rapat. Dengan frustrasi memuncak, Liora memukul daun pintu hingga kulitnya memerah dan perih. "Rafe! Kelu
Terakhir Diperbarui : 2026-07-15 Baca selengkapnya