Anya duduk sendirian di halte bus yang temaram, kedua tangannya memeluk lutut. Lampu jalan di atasnya berkedip-kedip lemah, menambah kesan suram pada malam yang sudah cukup buruk baginya.Sudah hampir sejam ia menunggu, tetapi bus yang lewat bisa dihitung jari dan dari yang sedikit itu, cuma satu yang benar-benar berhenti untuknya.Tadi juga sempat naik sih..., kenangnya pahit, mengingat kembali kejadian sepuluh menit lalu. ..."Woy, bau apaan sih ini?" seorang penumpang di kursi belakang mengernyitkan hidung begitu Anya duduk."Anjir, iya bau banget," yang lain menimpali sambil menutup hidung dengan tangan.Bisik-bisik mulai menyebar ke seluruh bus. Mata para penumpang mulai melirik ke arahnya dengan tatapan jijik yang bahkan tidak berusaha mereka sembunyikan."Dek, maaf ya," sopir bus menoleh dari depan dengan ekspresi sungkan, tetapi tegas. "Penumpang pada komplain. Turun sini aja ya, kasian yang lain."Anya menunduk, wajahnya memerah menahan malu yang luar biasa. Tanpa membantah,
Terakhir Diperbarui : 2026-07-28 Baca selengkapnya