"Lagi, Thalia. Mendesah lebih keras! Aku tidak bisa mendengar suaramu kalau cuma berbisik seperti itu."Suara Arjuna terdengar begitu menuntut dari speaker ponselnya, wajah pria itu penuh akan kepuasan yang menjijikkan.Arjuna, mantan kekasih sekaligus manajernya itu tampak menyeringai, bersandar nyaman di kursi kerjanya di apartemen.Thalia memejamkan mata di sudut ruang rapat yang gelap, tangannya gemetaran mencengkeram tepi meja yang dingin. Air matanya sudah mengalir, membasahi pipi yang terasa panas karena malu."Arjuna, kumohon... Cukup," bisik Thalia dengan suara serak, berusaha merendahkan volume suaranya sekuat tenaga. "Seseorang bisa masuk kapan saja, ini di kantor.""Kantor? Bukankah semua orang sedang pergi ke restoran untuk makan malam privat perusahaan? Termasuk CEO barumu yang sok disiplin itu," Arjuna terkekeh, menatap layar dengan tatapan penuh nafsu."Sekarang, jangan banyak alasan. Buka kancing kemejamu, lalu lakukan apa yang kuperintahkan.Atau foto yang baru
Last Updated : 2026-07-18 Read more