Sudut Pandang DanielKeesokan paginya, aku datang ke rumah sakit untuk menjemput Venessa. Hari itu akhirnya dia diperbolehkan pulang. Saat berjalan menghampiriku, aku bisa melihat kelegaan di matanya. Dia memang selalu kuat, selalu tegar.Kami pulang ke rumah dalam keheningan. Meski berusaha fokus menyetir, pikiranku terus melayang pada surat perceraian itu, tanda tangan Tasha, dan kehampaan aneh yang terus menghantuiku.Venessa kini berada di sisiku, wanita yang selama ini selalu kucintai. Namun entah kenapa, ada sesuatu yang terasa tidak beres. Mungkin ini hanya karena perubahan yang begitu mendadak, berpindah dari satu kehidupan ke kehidupan yang lain.Sesampainya di rumah, Venessa langsung membuat dirinya nyaman. Dia menjatuhkan tubuh ke sofa sambil mengembuskan napas panjang. Aku memperhatikannya, berusaha mengabaikan kegelisahan yang terus menggerogoti pikiranku.Beberapa saat kemudian, Venessa berdiri. Tatapannya tertuju pada sesua
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-07-22 อ่านเพิ่มเติม