Di dalam mobil sebelum meninggalkan parkiran dojang, Sekar teringat belum mencatat hasil survei hari pertama tentang taekwondo.“Oke, kerja bagus hari ini, Sekar!” pujinya pada diri sendiri.Berikutnya dia mulai mengisi tabel karakter tokoh utama pria di tabletnya: tinggi, dada bidang, tegap, tangannya bagus tapi bukan lentik, maskulin“Hm, apa lagi ya? Oh, iya itu!”Jari-jari lincah Sekar mulai mengetikkan adegan si tokoh utama mengusap lehernya yang berkeringat saat berlatih.“Tunggu. Kok …,” gumamnya kemudian berhenti mengetik memandang ke depan kaca mobil.Seseorang yang momennya baru saja tertuang dalam draf gadis itu muncul tak jauh dari tempat mobilnya parkir. Dia berdiri di samping sedan hitam, menunduk seperti sedang serius dengan apa yang ada di tangannya.“Dia ngapain? Ngecek ponsel?” tebak Sekar. “Dih, kenapa juga aku jadi kayak mata-mata gini sih?”Perhatiannya kemudian teralih. Ponselnya bergetar. Sebuah notifikasi pesan muncul di layar bertuliskan sebuah nama: Mami.Mam
Last Updated : 2026-07-24 Read more