Bianca membeku sesaat. Suara Liam begitu pelan hingga hanya ia yang dapat mendengarnya. Ia sama sekali tidak menyangka lelaki itu mengungkit kejadian di kafe tadi."Bianca, ada apa? Kenapa wajahmu jadi pucat?" Suara Adrian membuyarkan lamunan Bianca tepat ketika Liam kembali menjaga jarak."Sepertinya kamu butuh kopi dingin, Bianca," goda Liam, tersirat.Adrian bergantian menatap Liam dan Bianca."Do you need some caffeine?" tanya Adrian. "Haruskah kita istirahat sebentar? Kamu pasti lelah menunggu kami.""Tidak, Tuan. Saya baik-baik saja," pangkas Bianca. Ia buru-buru menggeleng dengan memaksakan senyuman di wajahnya. Bianca melirik Liam dari sudut matanya.Sial. Jadi sekarang ia akan selalu bertemu dengan pria tengil yang kopinya tidak sengaja ia minum tadi?Mengingat kejadian itu saja sudah membuat wajahnya panas. Sekarang, ia bahkan harus berhadapan dengan Liam lagi.Takdir macam apa ini? Benar-benar tidak masuk akal. ***“Maaf, Tuan. Ini bukan nominal yang kita sepakati,” ujar
Last Updated : 2026-07-25 Read more